Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Dia Yang Sebenarnya


__ADS_3


Hari-hari seperti biasanya telah di lakukan oleh Jingga kembali, dia sedang menyelesaikan jahitan bajunya yang mungkin akan selesai dua hari lagi. Ketika membuatnya dia merasa begitu senang, dia juga tidak sabar untuk memberikannya kepada Arkana.


Suara ketukan pintu baru saja membuat Jingga menoleh, nada ketukannya tidak seperti bi Salma atau bi Inah. Dan setelah beberapa saat pintu terbuka, yang muncul adalah Arkana dengan ekspresi yang kebingungan.


“ Ada apa mas.?”


“ Kamu buruan bawa barang-barang kamu ke kamarku.”


“ Kenapa mas?”


“ Mama mau datang hari ini, dia bilang mau menginap selama satu minggu.”


Jingga yang mendengarnya pun ikut terkejut, sekarang dia segera pergi ke kamarnya untuk memindahkan beberapa barang ke kamar Arkana. Saat itu bi Salma dan bi Inah di panggil oleh Arkana untuk membantu Jingga, dia juga meminta pada mereka agar menyiapkan kamar Jingga itu untuk di gunakan oleh mama Widya nanti.


“ Dengar ya, kalau sampai di antara kalian ada yang memberitahu mama tentang perlakuan ku pada Jingga. Kalian akan mendapat akibatnya, pahm.” Ancam Arkana pada dua pembantu itu.


“ Paham tuan, kami janji nggak akan kasih tahu apapun sama nyonya besar.”


“ Bagus, sekarang cepat bersihkan kamar itu.” Titah Arkana kemudian.


**


Mama Widya benar-benar menepati ucapannya hari ini, dia datang seorang diri tepat pukul 03:00 sore. Semua telah selesai di atur oleh Arkana sehingga tidak akan ada rasa curiga selama beliau tinggal di rumah tersebut.


Jingga menemani mama Widya masuk ke dalam kamar untuk merapihkan barang-barangnya, saat itu Jingga bertugas mengeluarkan pakaian mama Widya dari dalam koper dan menyimpannya di lemari agar terlihat lebih rapih.


“ Jingga, sini duduk.” Panggil mama Widya sambil menepuk tempat kosong di sampingnya.


“ Iya ma, ada apa.?” Tanya Jingga saat dirinya sudah duduk di sebelah mertuanya itu.


“ Gimana kabar kamu? Mama lihat kok kamu kelihatan tirus banget.?”

__ADS_1


“ Aku baik kok ma, aku juga selalu makan makanan bergizi.”


Mama Widya meraih perut Jingga yang masih belum terlihat bahwa dirinya sedang mengandung, dengan lembut dia mengusap perut Jingga sambil tersenyum.


“ Kamu harus bisa menjaga diri dengan baik ya, karena sekarang bukan hanya kamu saja yang kamu jaga, di dalam sini ada malaikat kecil yang harus sering di perhatikan.” Seru mama Widya.


“ Mama tenang aja, aku akan menjaga diriku sama anakku ini ma.” Balas Jingga merasa senang di perhatikan dengan lebih oleh mertuanya.


“ Aku boleh peluk mama nggak.?” Pinta Jingga yang saat itu teringat dengan mendiang mamanya.


“ Boleh dong sayang, sini peluk mama.” Mereka pun saling berpelukan cukup lama, Jingga merasa begitu merindukan sosok mamanya. Namun dengan kehadiran mama Widya sekarang, dia merasa rasa rindu itu sedikit terobati.


Jingga melepas pelukan mama Widya dan menatapnya dengan senyuman, begitu pun mama Widya yang terlihat begitu sayang pada menantu satu-satunya itu.


Ponsel milik Jingga baru saja berdering, keduanya kompak melirik ponsel itu yang ada di atas tempat tidur. Kemudian Jingga meraihnya, dia pun tersenyum ketika melihat isi pesan dari seseorang.


“ Siapa? Kok kamu kelihatan senang banget.?” Tanya mama Widya penasaran.


“ Lihat ini ma, sekarang aku udah punya teman.” Jingga memperlihatkan foto hang outnya kemarin saat pergi bersama Qania dan Diana pada mama Widya.


“ Aku sama Qania sekarang sudah berteman.” Balas Jingga lirih.


“ Nggak boleh, kamu nggak boleh berteman sama dia.”


“ Loh, kenapa ma? Qania orangnya baik, dan perhatian sama aku.”


“ Kamu memangnya nggak tahu siapa Qania itu.?” Tanya mama Widya menatapnya tajam.


“ Tahu, dia temannya mas Arka.”


“ Bukan hanya teman, mereka pernah pacaran sebelum Arkana menikah sama kamu.”


Jingga terkejut mendengarnya, dia mengetahui kalau Qania hanya teman pada saat Qania mengaku di pesta ulang tahun teman Arkana saat itu. Namun mendengar ucapan mama Widya juga terdengar bukan sebuah kebohongan, lalu yang mana harus Jingga percayai sekarang.

__ADS_1


“ Memangnya Arkana nggak pernah kasih tahu kamu soal ini.?” Tanya mama Widya di balas gelengan pelan dari Jingga.


“ Dulu mereka sempat berpacaran dan hampir menikah, tapi mama nggak merestui hubungan mereka berdua.”


“ Kenapa ma? Qania kan wanita yang baik.”


“ Dia bukan wanita yang baik, mama sudah tahu siapa dia sebenarnya. Itu sebabnya mama hanya ingin Arkana menikah sama kamu. Jadi mama minta, kamu jauhin Qania, jangan bergaul sama dia lagi, paham.?”


Jingga tidak bisa bilang iya, dia hanya mengangguk pelan dengan perasaan bingung sekarang. Dia tidak merasa kecewa sama sekali mengetahui bahwa Qania adalah mantan Arkana, namun sebaliknya dia mulai mengerti mengapa Arkana sangat membencinya sampai detik ini.


**


Malam itu Jingga dan Arkana sudah berada di atas tempat tidur yang sama, dapat di katakan keduanya baru kembali tidur bersebelahan semenjak insiden waktu itu.


Arkana sudah terlelap sejak beberapa jam yang lalu, dan posisinya pun menghadap ke kanan membelakangi Jingga. Sedangkan Jingga saat ini masih belum bisa tidur memikirkan ucapan mama Widya tentang hubungan Arkana dan Qania.


Jingga yang merasa sangat penasaran mencoba untuk mencari sesuatu di kamar Arkana, dia berharap Arkana akan tertidur dengan pulas sehingga dia tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Jingga malam ini.


Sekarang Jingga sudah berdiri di depan sebuah rak kayu di sudut kamar Arkana, dia menggunakan flashlight ponselnya untuk penerangan. Jingga ingin mencaritahu tentang Arkana yang mungkin bisa dia dapat di kamar itu.


Dengan penuh rasa hati-hati Jingga mencari sesuatu seperti buku harian atau album foto, seorang dokter pasti menyimpan hal seperti itu di dalam kamarnya.


Jingga pun berhasil menemukan sebuah kotak yang terdapat di samping rak kayu itu. Melihat kotaknya yang berwara merah muda menarik perhatian Jingga dengan kuat, tidak mungkin seorang Arkana memiliki barang berwarna girly seperti itu kecuali dari seseorang.


“ Maaf ya mas, aku penasaran soalnya.” Benak Jingga yang mencoba untuk membuka kotak tersebut.


Saat ini Jingga telah berhasil membukanya, dia bisa melihat ada beberapa barang-barang unik di dalamnya. Dia tertarik pada sebuah pouch berwarna biru muda dimana Jingga langsung membuka isi dari pouch tersebut.


Jingga terkejut melihat ke dalam isi pouch itu, ada begitu banyak foto polaroid Arkana dan Qania dari waktu ke waktu. Keduanya terlihat sangat dekat dan mesra satu sama lain, Jingga semakin percaya kalau ternyata mereka berdua memang pernah memiliki hubungan yang spesial.


Setelah melihat beberapa foto itu, Jingga kembali penasaran dengan benda yang lainnya. Namun ketika dia hendak mengambil salah satu benda di dalam kotak, Jingga di buat terkejut saat seseorang menarik rambutnya ke belakang.


“ Kamu ngapain.?” Bisik Arkana yang mendekatkan wajahnya tepat di samping Jingga.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️



__ADS_2