
Tanpa terasa sudah satu minggu berlalu sejak Keenan menyatakan perasaannya pada Daisy, sampai hari ini belum ada jawaban apapun dari gadis itu. Padahal beberapa hari yang lalu mamanya sudah membantunya, tapi entah mengapa sampai hari ini belum ada jawaban.
Keenan sampai galau brutal di buatnya, dia hampir malas melakukan sesuatu dan cenderung mengurung diri di kamarnya. Sampai adiknya Shanum masuk ke dalam kamarnya dan memberitahu dirinya bahwa diluar ada Daisy yang sudah menunggunya.
Bukannya langsung menemui Daisy, dia justru pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Sejak tadi pagi Keenan bahkan belum mandi, dia tidak ingin muncul di hadapan Daisy dalam keadaan seperti itu.
Shanum hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah kakaknya, sampai akhirnya Shanum keluar dan menemui Daisy sampai kakanya selesai mandi.
“ Di rumah nggak ada om dan tante ya.?” Tanya Daisy.
“ Mama sama papa lagi keluar, Lingga lagi les, aku sama kak Keenan di rumah aja.” Jawab Shanum dengan ceria.
“ Oh gitu ya.”
“ Kak Daisy ada apa ketemu kak Keenan?” tanya Shanum sontak membuat Daisy bingung untuk menjawabnya.
“ Btw, kak Keenan sudah cerita belum? “ Sambung Shanum mengalihkan pembicaraan.
“ Cerita soal apa.?”
“ Jadi kemarin itu aku dengar kalau kak Keenan jujur ke mamaku kalau dia suka sama kak Lily, dan mama udah bicara langsung ke kak Lily soal perasaan kak Keenan. Ku pikir mereka udah jadian, makanya aku mau tahu langsung dari kak Daisy.”
“ Aku nggak tahu soal ini.”
“ Seriusan? Kok bisa? Kan kak Daisy saudara kembarnya kak Lily, masa hal penting kaya gini nggak tahu sih.?”
“ Shanum. Kau boleh pergi sekarang, biar aku yang mengobrol dengan Daisy.” Suara Keenan berhasil membuat Shanum terkejut, dan dia pun harus menyingkir saat itu juga.
“ Shanum nggak ngomong yang aneh-aneh kan.?” Tanya Keenan menatap lurus ke arah Daisy.
“ Aku mau menjawabnya sekarang.” Ucap Daisy sukses membuat Keenan terkejut dan merasa bingung harus senang atau sedih.
“ Tunggu dulu, jangan disini. Shanum bisa dengar.” Lontar Keenan.
“ Nggak masalah dia mau dengar atau tidak, aku hanya ingin mengatakannya sekarang.” Sambung Daisy terlihat serius.
“ Ya sudah, aku akan mendengarkannya.” Jawab Keenan pasrah.
**
Malam itu setelah Keenan bertemu dengan Daisy, dia benar-benar menutup diri dari siapapun. Pintu di kunci sampai tidak ada yang bisa menemuinya, Jingga dan Arkana sudah berusaha tapi tetap saja tidak berhasil membujuk Keenan keluar.
Keenan bahkan menjadi lebih pendiam dari biasanya, setelah mendapat penolakan dari Daisy rasanya sangat hampa. Dia tidak menyangka perasaan tidak enak itu akhirnya muncul, benar apa kata orang. Kita tidak bisa memiliki perasaan pada sahabat sendiri, jika sampai terjadi maka kita akan kehilangan dua sosoknya sekaligus.
“ Seharusnya dia tidak menjawab secepat ini, aku bisa menunggu sampai kapan pun. Dia pasti tidak berpikir dengan baik sebelum memutsukan?” Ucap Keenan sambil menatap layar ponselnya berharap ada panggilan dari Daisy.
Keenan kemudian membuka layar ponselnya, dia melihat foto seorang gadis cantik yang tak lain adalah Daisy. Selama lima tahun ketika dia tinggal di New York, dia sengaja menggunakan foto Daisy pada wallpaper ponselnya untuk mengelabui semua orang bahwa dia sudah memiliki seseorang spesial di hidupnya.
“ Apa yang harus ku lakukan sekarang?” Benak Keenan benar-benar bingung.
**
__ADS_1
Keesokan paginya, Keenan terkejut saat mendengar kabar bahwa Daisy akan pergi ke Paris untuk melanjutkan cita-citanya menjadi seorang model terkenal. Mendengar hal itu lantas membuat Keenan melewatkan sarapan paginya dan bergegas pergi meninggalkan rumah.
Sepanjang perjalanan menuju tempat tinggal Daisy, terlihat Keenan yang terus menerus menghubungi nomor Daisy. Tapi sampai saat ini panggilannya bahkan tidak di jawab oleh gadis itu.
“ Kenapa? kenapa kau harus pergi? Kau tidak ingin menghindariku kan.?”
Keenan berhasil tiba di kediaman orang tua Daisy secepat yang dia bisa, kemudian dia turun dan menekan bel rumah gadis itu. Namun sayang, rumahnya dalam keadaan kosong.
Hal pertama yang ada di kepala Keenan adalah gedung agensi tempat Daisy bernaung, dia tahu lokasi itu karena sering di kirimkan oleh Daisy. Dan hanya memerlukaan setengah jam untuk tiba disana.
Gedung agensi tersebut merupakan tempat para top model di Singapura dan disana merupakan tempat yang membesarkan Daisy dan Lily sebagai model top sejak kecil sampai sekarang.
“ Dia pasti ada disini kan.?” Ucap Keenan menatap gedung besar di hadapannya dengan ragu.
Keenan terkejut ketika ada seorang pria yang menatapnya dengan tatapan yang aneh, saat Keenan hendak memasuki gedung pria itu dengan cepat menarik lengan Keenan dan berkata.
“ Apa kau mau jadi seorang model.?” Tanya pria itu dan membuat Keenan memasang ekspresi heran.
“ Tidak, aku tidak tertarik dengan dunia permodelan.”
“ Tunggu dulu, kau bisa mendapatkan uang yang banyak dengan tubuh sempurna dan wajah tampanmu itu.”
“ Aku bilang tidak ya tidak. Lepaskan aku sekarang.”
“ Sayang sekali, padahal kau terlihat sangat cocok untuk menjadi model sampul bersama Daisy.” Ucap pria itu sontak membuat langkah Keenan terhenti.
“ Apa kau barusan menyebut nama Daisy.?” Tanya Keenan berusaha memastikan.
“ Benar, Daisy D’Twins. Saat ini kami membutuhkan model pria yang cocok untuk di pasangkan dengannya, ku pikir”
“ Tapi tunggu dulu, apa kau tahu dimana Daisy sekarang? Aku ingin bertemu dengannya.” Pinta Keenan dengan sungguh-sungguh.
“ Dia ada di studio sekarang, kau ingin bertemu sekarang.?” Tawar pria itu di balas anggukan cepat dari Keenan.
**
“ Kita sudah mendapat model prianya, dan dia sangat tampan. Tapi tunggu, wajahnya seperti tidak asing.”
“ Aku seperti pernah melihatnya di suatu tempat.”
Daisy tampak diam melamun ketika seorang stylist merias rambutnya untuk pemotretan kali ini. Dia bahkan tidak peduli dengan obrolan staff lain yang sedang membahas model pria baru yang akan di pasangkan olehnya.
Beberapa hari terakhir dia sudah merasa sangat lelah dengan keadaannya, dia ingin secepatnya ke Paris untuk melupakan semua itu. Tapi sayangnya dia masih terikat kontrak, dia baru bisa pergi setelah menyelesaikan satu bulan kontrak di agensinya yang sekarang.
“ Daisy, ada yang ingin menemuimu.” Sahut managernya.
“ Siapa.?”
“ Aku.” Jawab suara itu dengan cepat.
Semua mata tertuju pada Keenan yang saat ini berdiri di hadapan Daisy, mereka yang mengenal Keenan pun langsung menunjuknya dan berkata.
“ Dia model pria yang akan melakukan pemotretan denganmu.”
__ADS_1
Daisy sendiri di buat lebih terkejut dengan pernyataan mereka, jadi sejak tadi yang mereka ributkan adalah Keenan. Tapi kenapa? kenapa harus Keenan di saat dia ingin menghindar dari pria itu.
“ Aku mau bicara denganmu sebentar.” Pinta Keenan sekali lagi.
“ Aku sibuk, sebentar lagi ada pemotretan solo.” Jawabnya tanpa melakukan kontak mata dengan Keenan.
“ Sebentar saja, hanya limat menit.” Sambung Keenan.
“ Dua menit.” Balas Daisy dan akhirnya di terima oleh Keenan dari pada tidak sama sekali.
Dan akhirnya Keenan berhasil mengajak Daisy untuk bicara empat mata walau hanya dua menit, sekarang mereka sudah berada di tempat yang cukup sepi dan hanya ada mereka berdua saja di tempat itu.
“ Katakan.” Ucap Daisy sambil membelakangi tubuh Keenan.
“ Kau tidak harus pergi ke Paris hanya untuk menghindar.” Sahut Keenan.
“ Kata siapa aku akan ke Paris? Aku bahkan belum bilang ke orang tuaku tentang hal itu, kau tahu dari mana.?” Tanya Daisy akhirnya menatap wajah keenan.
“ Mamaku yang bilang.”
“ Tante Jingga? Tapi kenapa?”
“ Aku nggak tahu mama bisa tahu dari mana, tapi kumohon jangan pergi hanya karena ingin menghindariku.”
“ Kemana aku mau pergi itu bukan urusanmu, sebaiknya kau urus saja urusanmu sendiri.”
“ Aku sedang mengurusnya, menghalangimu untuk pergi adalah urusanku. Aku ingin kau tetap disini, jangan pergi.”
Dering ponsel Keenan baru saja berdering, tapi dia tidak ingin menjawabnya sekarang. Dia bahkan tidak tahu siapa yang menelponnya. Tapi karena suaranya sangat mengganggu dan Daisy menyuruhnya untuk segera menjawab, mau tidak mau Keenan pun segera menjawabnya.
“ Ini dari Lily, aku tidak perlu menjawabnya.”
“ Kenapa? mungkin itu panggilan yang penting.”
“ Tidak ada yang lebih penting dari kamu.”
Daisy mengalihkan pandangannya karena tak kuat untuk menatap Keenan lebih lama, dia melirik ponselnya dan ternyata sudah empat menit berlalu dari kesepakatan di awal.
“ Waktu habis, aku harus kembali.” Ucapnya dengan tegas.
Daisy pun beranjak meninggalkan Keenan, sementara itu Keenan terlihat lebih frustasi dari sebelumnya sampai mengepal kedua tangannya dengan kuat. Ponselnya masih terus berdering, dan dia pun menjawab panggilan dari Lily dengan menghembuskan nafas panjang.
“ Halo?”
“ Ku dengar kau akan menjadi model bersama Daisy”
“ Iya, aku melakukannya untuk membantu teman kecilku saja.”
“ Oke, ku pikir kau membantunya karena kau menyukai Daisy.”
“ Kau ini bicara apa? Sudah dulu ya, aku sibuk.”
Keenan tak sadar kalau di tempat itu masih ada Daisy, dan dia mendengar semua percakapannya barusan. Daisy yang terlihat sedih beranjak dari sana dengan berusaha menahan tangisnya agar tidak pecah.
__ADS_1