Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Air Mata Pernikahan


__ADS_3


Flashback masa lalu Widya


“ Kamu pokoknya harus menikah dengan Aji, dia itu orang kaya dan perusahaannya ada banyak. Kalau kamu nikah sama dia, hidup kita bisa enak Widya.”


“ Ma, Widya udah punya mas Aidan. Dan dia juga janji mau nikahin Widya tahun ini.”


“ Tapi si Aidan itu miskin, dia nggak punya apa-apa. Orang tuanya hanya penjual barang campuran, mau makan apa kamu kalau nanti nikah sama dia.”


“ Pokoknya nggak mau, aku tetap akan memilih mas Aidan, titik.”


Widya yang saat itu berusia Sembilan belas tahun merasa hidupnya selalu di atur oleh sang ibu, hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk melawan ketika dirinya hendak di jodohkan oleh seorang pria dari kalangan yang berada.


Widya menolak semua itu dan melarikan diri dari rumah, dia merupakan anak satu-satunya di keluarganya namun bukan sebagai anak kesayangan. Melainkan sebagai seorang anak yang harus memberikan sesuatu yang lebih kepada kedua orang tuanya.


Setelah melarikan diri dari rumah, dia datang menemui Aidan kekasihnya yang saat itu merupakan seorang pekerja bangunan. Aidan memang berjanji akan menikahi Widya ketika uangnya sudah cukup, namun kedatangan Widya membuat perjanjian itu akhirnya di percepat oleh keduanya.


Widya menikah tanpa restu kedua orang tuanya, dan pernikahan itu di lakukan secara sederhana dan sah dalam agama maupun Negara. Setelah menikah pun Widya benar-benar menjauh dari keluarganya, dan hidup bersama Aidan suaminya di sebuah kontrakan sederhana yang terbuat dari kayu.


Kehidupan pernikahan Widya dan Aidan awalnya berjalan dengan baik, Widya pun tidak begitu menutut apapun dari Aidan. Dia merasa kehidupannya setelah berpisah dari orang tuanya sangatlah menyenangkan, dan setelah beberapa bulan menikah dia langsung postif hamil yang dimana bayi di dalam kandungannya itu adalah Bima yang sangat dia sayangi.


Kelahiran Bima membuat kebahagiaan Widya bertambah, dia seperti mendapat sebuah hadiah yang tak bisa di bandingkan dengan apapun saat itu. Aidan dan Bima membuat hidup Widya lengkap, dan menjadikannya sebagai wanita yang paling bahagia di dunia.


Semuanya memang berjalan baik, namun itu hanya terjadi selama lima tahun pernikahan saja. Widya mulai merasa bahwa kehidupan yang dia inginkan bukan hanya itu, dia ingin lebih tapi Aidan tidak bisa memberikannya.


Factor paling utama yang mereka alami adalah masalah ekonomi, Aidan tidak lagi mendapat tender pekerjaan dan sangat sulit untuk mendapatkan uang di tengah-tengah krisis yang melanda perekonomian keluarga mereka.


“ Mas, kamu kerja dong. Cari kerja apa aja kek, beras udah habis mau makan apa kita? “ Protes Widya pada Aidan.


“ Sabar ma, papa juga sedang berusaha cari kerja. Kamu tahu sendiri kan lulusan SMA kaya papa susah kalau mau dapat kerjaan yang gajinya besar.” Balas Aidan.


“ Aku capek hidup begini, tahu gitu aku nggak nikah sama kamu.” Lontar Widya ketus dan berlalu meninggalkan suaminya.


Semenjak saat itu Widya menjadi sangat tempramen dan selalu menyalahkan Aidan atas keadaannya saat itu, dia juga jarang mengurus Bima karena selalu keluar setiap hari dengan alasan ingin mencari pekerjaan.

__ADS_1


Suatu ketika Widya tidak pulang selama satu hari dan tanpa ada kabar sama sekali, Aidan pun merasa khawatir dan mencoba untuk mencarinya. Widya merupakan tipe wanita yang jarang bergaul dan memiliki teman yang banyak, sehingga sulit bagi Aidan untuk menemukannya.


Aidan yang sudah mencarinya kemana-mana akhirnya membuat dirinya pasrah karena tak berhasil menemukan Widya, setelah dua hari menghilang barulah Widya kembali ke rumah dengan sikap yang lebih tenang.


Aidan mengetahui bahwa Widya hanya pulang ke rumah kedua orang tuanya, mengetahui bahwa akhirnya Widya kembali ke rumah itu setelah sekian lama jelas membuat Aidan merasa tenang.


Sejak saat itu tidak ada lagi perkelahian antara dia dan Aidan, entah apa yang membuat Widya sampai berubah dan Aidan pun tidak mempertanyakan alasannya.


Beberapa minggu kemudian Widya kembali positif hamil, Aidan terkejut dan tidak menyangka dirinya akan kembali mendapatkan anak kedua. Tentu saja hal itu membuatnya sangat senang dan tak sabar untuk menyambut kehadiran anaknya.


Widya yang menyadari dirinya tengah mengandung justru terlihat tidak senang, dia bahkan berkata kepada Aidan untuk menggugurkan kandungannya itu. Tentu saja Aidan tidak terima dan akan marah besar jika hal itu sampai terjadi.


Sejak kehamilan Widya, Aidan kini mendapatkan sebuah proyek pekerjaan bangunan dengan skala besar yang dapat mengembalikan perekonomian mereka kembali. Karena Widya melihat sikap Aidan yang terlihat perhatian dan penuh rasa sayang, dia pun akan melanjutkan kehamilannya itu meski dengan rasa takut yang masih menghantuinya.


**


Beberapa bulan kemudian, kehamilan Widya sudah memasuki usia tujuh bulan. Sudah waktunya untuk melakukan check up rutin, dan hari ini mereka juga akan melihat jenis kelamin si bayi.


Hari dimana Widya dan Aidan pergi ke rumah sakit merupakan hari dimana mimpi buruk itu akhirnya terjadi, Aidan mengetahui bahwa ternyata bayi yang di dalam kandungan tersebut bukanlah darah dagingnya.


Aidan pun merasa kejanggalan yang terjadi sebelumnya kini terbukti jelas, dia memang terkejut saat mengetahui bahwa Widya hamil sementara dia dan Widya jarang melakukan hubungan suami istri.


“ Aku benar-benar kecewa sama kamu.” Ucap Aidan yang membuat Widya menangis sejadi-jadinya meminta maaf dengan menarik lengan Aidan.


Aidan yang tidak ingin masalahnya sampai tersebar di tempat umum pun segera membawa Widya pulang. Dia melanjutkan amarahnya pada Widya disana, dia menyalahkan Widya atas kecerobohan yang telah dia lakukan.


“ Aku minta maaf mas, aku benar-benar khilaf. Aku mabuk berat dan nggak tahu kalau Wira dan aku sudah melakukannya.”


Aidan merasa begitu frustasi sekarang, Widya memang salah tapi anak di dalam kandungan itu tidak bersalah. Aidan masih mencintai bayi di dalam kandungan itu meskipun dia tahu bahwa itu bukan anaknya.


“ Kumohon mas, aku nggak mau kita cerai. Aku bisa gugurin kandungan ini kalau kamu,”


“ Jangan, jangan kamu gugurin. Tetap lahirkan anak itu, dia nggak bersalah.”


“ Tapi mas, ini bukan anak kamu.”

__ADS_1


“ Dia memang bukan anakku, tapi anggap saja dia adalah anakku. Dan aku mau kamu berhenti menemui siapa-siapa, janji sama aku untuk selalu nurut apa kata aku.”


“ Iya mas, aku janji sama kamu.”


**


Dan anak kedua berhasil terlahir ke dunia, dia di beri nama Arkana Raharjo dan membuat Bima resmi menjadi seorang kakak untuk Arkana. Kehadiran Arkana kembali membuat keluarga itu semakin harmonis, Aidan telah memaafkan kesalahan Widya dan mencoba untuk melupakan semuanya sejak saat itu.


Sementara Wira yang merupakan ayah kandung Arkana sudah lama pergi entah kemana, dia tak pernah muncul lagi dan rahasia bahwa Arkana bukanlah anak kandung Aidan di rahasiakan rapat-rapat untuk membuat Arkana tidak mengetahui kebenaran itu jika dia beranjak dewasa nanti.


Aidan yang kini sudah menjadi seorang karyawan tetap di pusat pembangunan berhasil mendapat pangkat sebagai kepala mandor, semua itu berkat kerja keras dan kejujuran Aidan dalam bekerja.


Tak hanya itu, putri dari pemilik kontruksi diam-diam tertarik pada Aidan. Dan hal tersebut sampai di ketahui oleh Widya, dan Widya yang tidak terima meminta Aidan keluar dari pekerjaannya itu agar bisa jauh dari wanita tersebut.


Widya benar-benar mengacaukan segalanya karena rasa cemburu yang berlebihan, sampai pada akhirnya Aidan harus kehilangan pekerjaannya itu karena ulah Widya sendiri.


“ Kamu bilang mau hidup enak, aku udah dapat kerja yang bagus tapi kamu malah begini.” Protes Aidan kesal.


“ Kamu boleh kerja apa aja asal jangan di tempat wanita ular itu.”


“ Jaga ucapan kamu, dia itu sudah baik memberikan pekerjaan yang cukup buat menghidupi keluarga kita.”


“ Oh, jadi kamu lebih bela dia dari pada istri kamu sendiri mas.?”


“ Aku lagi nggak mau bertengkar sama kamu, jadi stop berpikir yang aneh-aneh.”


“ Kamu suka kan mas sama wanita itu? kamu selingkuha kan? Kamu duain aku setelah apa yang terjadi sama aku kemarin.?”


“ Kita sudah sepakat untuk tidak membahas masalah kamu, masalah kita berbeda. Dan asal kamu tahu aja ya, aku selama ini cukup sabar bertahan sama kamu. Kalau seandainya aku nggak sabar, udah dari kemarin aku tinggalin kamu.”


“ Jadi kamu mau kita cerai? Kamu tega sama aku? Kita punya anak-anak, kamu mau hidup kita berantakan.”


Aidan benar-benar tak bisa lagi menahan emosinya, tapi dia tidak bisa menyakiti Widya dengan caranya sehingga dia hanya bisa pergi dari rumah itu. Widya merasa sangat sakit melihat sikap Aidan yang seperti itu, dan semua yang terjadi malam itu di saksikan langsung oleh Bima.


__ADS_1


__ADS_2