Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Cobaan Arkana


__ADS_3


Arkana terlihat menunggu dengan sabar sampai dokter selesai memeriksa keadaan Jingga, setelah menyadari bahwa Jingga mengalami amnesia, dia langsung pergi menemui dokter saraf dan melakukan percakapan sesama dokter dalam bidang tersebut.


Arkana percayakan semuanya pada dokter saraf di rumah sakit itu, karena untuk saat ini dia tidak bisa bertemu dengan Jingga lagi. Kehadirannya akan membuat trauma Jingga semakin parah, sehingga menghindar adalah pilihan terbaik untuk sekarang.


Saat ini ada banyak hal yang mengganggu Arkana, dia benar-benar berada di posisi yang sulit sekarang. Kebahagian yang dia ciptakan dalam beberapa tahun terakhir harus hancur karena keadaan Jingga, lantas bagaimana dia bisa membuat Jingga percaya lagi?


“ Arka.” Sahut seseorang yang membuatnya langsung menoleh.


“ Papa.” Suara Keenan membuat Arkana langsung meraih dan memeluk anak itu dengan cukup lama.


“ Maaf ya nak, papa nggak bisa jagain kamu akhir-akhir ini.” ucap Arkana merasa bersalah.


Keenan seakan mengerti dengan posisi Arkana saat ini, dia bahkan menggelengkan kepala tanda bahwa dia baik-baik saja jika di titipkan pada kakek dan neneknya.


“ Aku mau ketemu mama.” Ujar Keenan lirih.


“ Mama lagi di periksa sama dokter, tunggu selesai ya baru kamu bisa masuk lihat mama.” Jawab Arkana di balas anggukan pelan dari putranya.


“ Jadi gimana keadaan Jingga Ar.?” Tanya papa Hendra.


“ Aku khawatir kalau dia mengalami amnesia, dia tidak bisa mengenal Keenan. Tapi aku belum tahu pasti pa, dokter sedang memeriksa keadaannya.”


Tak lama setelah itu dokter pun keluar, dan dia akan menjelaskan hasil dari pemeriksaannya hanya pada Arkana. Sedangkan yang lain boleh melihat keadaan Jingga saat ini.


**

__ADS_1


“ Mama.” Seru Keenan yang langsung berlari menghampiri Jingga.


Tapi saat itu Jingga terlihat bingung melihat Keenan, dia bahkan tidak memberikan respon apapun terhadap Keenan saat ini. Jingga hanya mengenali Widya dan Hendra saja, dalam ingatannya saat ini keduanya masih menjadi mertua terbaik untuknya, sehingga Jingga tidak menolak kehadiran mereka saat ini.


“ Mama maafin aku, karena aku mama jadi sakit.” Lontar Keenan berusaha keras menarik perhatian Jingga lagi.


“ Dia siapa pa, ma.?” Tanya Jingga sukses membuat Keenan langsung memasang wajah sedihnya.


“ Kamu benar-benar nggak ingat siapa anak ini? dia anak kamu dan Arkana, namanya Keenan.” Balas Widya.


Sekuat apapun Jingga mengingatnya, dia sama sekali tidak bisa ingat apapun. Dia hanya ingat kalau dulu Arkana pernah menyuruhnya melahirkan seorang anak dari pria lain, tapi beruntung hal itu tidak sampai terjadi.


“ Aku tidak ingat apapun, kalian tidak sedang berbohong kan? Aku nggak mau kalian bohong ke aku dengan mengatakan kalau aku sudah memiliki anak dari mas Arka, saat ini aku bahkan berpikir untuk segera menceraikan mas Arka.” Balas Jingga.


“ Mama nggak ingat sama aku?” Keenan tampak mulai menangis mendengar ucapan Jingga yang tidak mengakuinya sama sekali.


Tiba saatnya Widya menghampiri Jingga sambil meraih tangan menantunya itu dengan lembut, dia sebagai pelaku yang telah membuat Arkana bertindak kasar kepada Jingga di masa lalu pun merasa bersalah atas semuanya.


“ Mama minta maaf sama kamu, mama tahu ini berat untuk kamu dengan ingatan yang tersisa sekarang. Tapi kamu harus tahu, sekarang kehidupan kamu dan Arkana sudah berubah. Dia mungkin suami yang jahat dulunya, tapi sekarang dia telah menjadi suami terbaik yang bisa membuat kamu menjadi wanita terbahagia di dunia. Dia memberikan semua yang kau inginkan, dan hasil buah cinta kalian tadi adalah Keenan, anak laki-laki yang berusia lima tahun itu, dia adalah anak kamu nak.”


“ Tapi aku nggak bisa ma, bayang-bayang mas Arka jahatin aku selalu buat aku takut dan gemetar.”


“ Nggak apa-apa, kamu bisa sembuh pelan-pelan. Kamu hanya perlu percaya, Arkana yang sekarang nggak akan pernah nyakitin kamu barang sedikit pun.”


Mendengar ucapan mama Widya membuat Jingga tiba-tiba memikirkannya, dia masih takut pada Arkana tapi di satu sisi juga dia ingin percaya pada apa yang di katakan oleh mama mertuanya itu.


**

__ADS_1


Arkana dan dokter Steve yang menangani Jingga barusan sudah berada di ruangan dokter itu, tampak Arkana yang tidak sabar mendengar hasil pemeriksaan Jingga barusan.


“ Seperti yang anda duga sebelumnya, Jingga mengalami amnesia yang masuk dalam kategori anterograde. Saya tidak perlu menjelaskan apa itu anterograde karena anda sudah pasti mengetahuinya dengan jelas. Tapi jangan risau, dia bisa mendapatkan ingatannya kembali dengan cara membantunya mengingat kejadian-kejadian yang menyenangkan di masa lalu. Saya yakin hal itu mampu membuat rangsangan pada otaknya, sehingga ingatan yang hilang dapat kembali secara perlahan.” Jelas dokter Steve.


Arkana mencoba menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, mendengar Jingga yang mengalami amnesia anterograde membuatnya tidak bisa berkata-kata lagi. Anterograde sendiri merupakan ketidakmampuan seseorang dalam mengingat ingatannya karena kerusakan di otaknya, penderitanya dapat melupakan beberapa ingatan beberapa tahun sebelumnya sama seperti yang di alami oleh Jingga sekarang.


Yang membuat Arkana risau adalah dia tidak tahu apakah Jingga akan mendengarkannya kali ini? sedangkan kenangan yang dulu di buatnya bersama Jingga memang banyak yang menyenangkan, namun yang menyimpan luka jauh lebih besar dan sulit untuk di maafkan.


“ Baik dok, terima kasih atas bantuannya. Saya akan mencoba untuk membantunya mengingat semua ingatannya yang telah hilang.” Kata Arkana dengan wajah pasrahnya.


**


Jingga terdiam di tempat tidurnya sambil menatap keluar jendela kamar rumah sakit, dia melihat langit senja yang sangat indah sore itu. Saat melihat senja dia merasa damai dan tenang, tapi hanya beberapa saat sampai akhirnya dia kembali mengingat ketakutannya hidup bersama Arkana.


Dia sudah tahu kalau sekarang dirinya tidak berada di Indonesia, dia benar-benar tidak bisa mengingat semuanya. Kenapa dirinya bisa tinggal di Singapura? Kenapa dia bisa memiliki seorang anak dari Arkana? Dan kenapa semuanya terasa seperti mimpi di siang bolong.


Suara ketukan pintu baru saja membuat Jingga menoleh, dia bisa melihat sosok Arkana yang berdiri di ambang pintu sambil berkata.


“ Aku boleh masuk nggak.?”


Dengan pelan Jingga membalasnya, “ Silahkan.”


Arkana melangkah masuk tapi dia tidak berdiri di dekat Jingga, dia menjaga jarak sekitar dua meter dari tempat tidur dengan menatap Jingga tulus.


“ Gimana keadaan kamu sekarang? Ku dengar kamu menolak Keenan, aku hanya mau bilang, kamu nggak apa-apa nggak mau ketemu aku atau dekat sama aku. Tapi tolong, jangan jauhin Keenan dari kamu. Dia anak kamu, dia sayang sama kamu, dan kamu juga sayang banget sama dia. Kalau kamu nggak percaya, ini hp kamu. Di dalamnya ada banyak foto dan video kamu sama dia.”


“ Kalau kamu masih nggak percaya sama aku, nggak apa-apa. Tapi setidaknya cukup percaya sama Keenan.” Lanjut Arkana yang kemudian melangkah mundur dan perlahan meninggalkan Jingga sendirian.

__ADS_1



__ADS_2