Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Perhatian Seorang Istri


__ADS_3


Tok..tok..tok..


“ Masuk.”


Pintu baru saja terkuak dan memunculkan sosok Arkana yang membuat dokter Nala sempat bingung melihatnya, tidak biasanya Arkana datang di saat ini ke ruangannya.


“ Ada apa dok.?” Tanya dokter Nala penasaran.


“ Saya ada keluhan dok.” Jawab Arkana setelah dia duduk di hadapan dokter Nala.


“ Keluhan? Saya nggak salah dengar kan.?”


“ Nggak dok, ini keluhan saya dan saya rasa Cuma dokter Nala yang tahu cara mengatasinya.”



“ Baik.., baik.., saya dengarkan keluhan kamu dok.” Dokter Nala mempersilahkan Arkana menyebutkan keluhannya.


Setelah Arkana menyebutkan keluhannya, terlihat dokter Nala yang menahan senyum karena menganggap ini adalah hal yang lucu terjadi pada seorang Arkana.


“ Memang benar kalau seorang suami juga bisa mengalami gejala morning sickness, dalam dunia medis ini di sebut sebagai Couvade syndrome. Tak hanya istri saja yang bisa mengalaminya, terkadang suami dan teman dekat ibu hamil pun bisa merasakan sindrom kehamilan ini.”


“ Tapi kenapa saya yang kena gejalanya dok?”


“ Dokter Arkana ini kok nanya kaya gitu, ya jelas kan kamu adalah suaminya.”


“ Maksud saya, dia kan..” Arkana tidak jadi melanjutkan ucapannya setelah dia sadar.


“ Beberapa penelitian sudah dilakukan untuk memahami tentang fenomena ini, akan tetapi masih belum di temukan penyebab pasti mengapa sindrom kehamilan ini bisa terjadi. Namun para peneliti menyimpulkan, tingginya tingkat stress pada suami saat istri hamil menjadi salah satu pemicunya.” Jelas dokter Nala kemudian.


“ Lalu bagaimana cara menyembuhkannya dok? Saya nggak bisa kalau kaya gini terus, gimana saya bisa kerja dengan baik.?”


“ Sayangnya tidak ada obat khusus yang bisa meredakan gejala morning sickness ini, akan tetapi karena banyak pemicu ini terjadi karena stress, maka di sarankan untuk mengelola mood agar menjadi lebih baik. Jalin komunikasi yang baik dengan istri, pergi berlibur menikmati waktu berdua, dengan begitu tingkat stress akan menurun ke level terendah.”


Arkana tidak bisa berkata-kata lagi, dia tidak tahu harus melakukan apa yang membuat dirinya merasa lebih baik. Bahkan tumpukan masalah yang dia alami sekarang semakin banyak mengetahui dirinya yang mengalami gejala tersebut.

__ADS_1


**


Jingga terkejut melihat kalender yang dulu pernah dia beri tanda merah sebelumnya, besok adalah hari ulang tahun Arkana dan dia lupa akan hal itu jika saja tidak mengecek kalender hari ini.


“ Aku harus kasih apa ya.?” Jingga bingung untuk memilih hadiah dadakan.


“ Tas? Sepatu? Baju? Tapi pasti dia sudah punya semua merk branded, aku harus kasih apa dong.?” Jingga menjatuhkan tubuhnya di sofa yang kemudian membuat dia teringat sesuatu.


Jingga beralih menuju lemari kaca di ruangan itu, dia mengeluarkan sesuatu dari sana yang membuat tatapan matanya terlihat berbinar.


“ Aku belum sempat kasih ke mas Arka waktu itu, mungkin ini akan menjadi hadiah menarik karena aku yang membuatnya langsung.” Ucap Jingga sambil tersenyum senang.


Dan untuk kejutannya dia akan menyiapkannya besok di halaman belakang, sisanya dia hanya perlu memesan dekorasi ulang tahun pada salah satu layanan online shop.


**


Siang itu Arkana pulang lebih cepat dari biasanya, wajahnya sangat pucat dan dia bahkan tidak bisa berjalan dengan benar. Jingga yang baru saja keluar dari kamarnya segera menghampiri Arkana dan membantunya berjalan.


“ Aku nggak butuh bantuan kamu.” Ucap Arkana berusaha menjauhkan dirinya dari Jingga.


“ Aku bikini teh anget ya.” Sahut Jingga melihat Arkana yang berjalan menuju kamarnya dengan sempoyongan.


Jingga harus menjaga mood Arkana tetap bagus, meskipun terdengar sangat sulit tapi akan tetap dia lakukan. Setelah semua selesai, Jingga pun langsung menuju kamar Arkana.


Pelan-pelan Jingga mengetuk pintu kamar Arkana, meskipun tak ada jawaban sama sekali dirinya tetap nekat untuk masuk ke dalam. Seperti biasa, Arkana sedang sibuk di kamar mandi dengan gejala yang sama.


“ Sial, kenapa jadi aku yang kena sih.” Keluhnya di dalam sana.


Perlahan namun pasti Arkana keluar dari sana, melihat Jingga yang sudah berdiri di samping tempat tidur sontak membuat Arkana langsung mengusirnya.


“ Aku buatin kamu teh anget mas.”


“ Aku nggak butuh, keluar kamu.”


“ Nggak mau.”


“ Berani ya kamu bantah aku.”

__ADS_1


Jingga menarik tangan Arkana dan memaksanya untuk duduk, kemudian dia meraih cangkir teh itu dan memberikannya kepada Arkana.


“ Kamu minum selagi masih anget.”


Arkana meraih cangkir itu dan mulai menyesapnya pelan-pelan, dia tidak lagi menyuruh Jingga keluar dari kamarnya. Sebaliknya Jingga terlihat duduk di samping Arkana, tangannya meraih kaki Arkana untuk dapat diluruskan di atas tempat tidur.


“ Kamu mau ngapain.?” Tanya Arkana heran.


“ Pijitin kamu.” Balasnya kemudian.


“ Nggak usah, aku nggak perlu pijitan dari kamu.”


“ Aku bisa pijitin kamu biar kamu merasa jauh lebih baik, aku tahu kamu lagi nggak enak badan karena gejala hamil. Jadi aku mau bantu kamu mengatasinya, please kamu nggak usah menolak dulu.”


Dan Arkana kembali diam membiarkan Jingga melakukan apa yang dia mau, baru beberapa saat mendapat pijatan dari Jingga kini membuat Arkana merasa mengantuk dan ingin tidur.


“ Sekarang aku ngerti cara menghadapi kamu mas, aku harus berterima kasih sama Qania karena sudah memberitahuku semuanya.” Benak Jingga sambil tersenyum simpul.


**


Perlahan namun pasti Arkana mulai membuka kedua matanya, dia melirik sekitar ruangan yang tidak lagi asing. Aroma lavender kemudian membuatnya semakin tersadar, di sampingnya terdapat diffuser dengan aroma lavender yang mungkin sengaja di pasang oleh Jingga sebelumnya.


Arkana tahu fungsi dari aroma lavender yang di gunakan oleh Jingga, namun dia tidak menyangka kalau wanita itu akan sampai memasangnya untuk membuat dirinya dapat tertidur dengan nyenyak.


Aroma bunga lavender sangat populer di gunakan sebagai aroma pereda stress karena dapat meredakan syaraf-syaraf yang tegang, mengatasi perasaan tertekan, bingung, cemas, dan kelelahan.


Melihat jam sudah menunjukkan pukul 4: 00 sore, dia bangun untuk mandi dan setelah itu mengenakan pakaian santai ala rumahan. Dia keluar dari kamar dan mendapati keadaan rumah yang sepi, dia tidak melihat Jingga atau para pembantu dimana pun itu.


“ Bi.., bi.” Panggil Arkana saat melihat bi Inah yang baru saja muncul dari halaman belakang.


“ Eh tuan? Ngapain disitu.?” Lontar bi Inah.


“ Maksud kamu? Ini kan rumah saya, saya berhak dong ada dimana-mana.”


“ Maksud saya, eh…, tuan di kamar aja dulu. Kalau butuh sesuatu biar saya yang ambilin.”


“ Saya Cuma mau ambil minum, ngomong-ngomong Jingga dimana.?”

__ADS_1


“ Ada kok tuan, non Jingga lagi di kamarnya istirahat.”


“ Oh gitu.” Arkana kemudian berjalan kembali ke dalam kamarnya, bi Inah masih berdiri di tempatnya memastikan Arkana benar-benar masuk ke dalam kamar.


__ADS_2