Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Special Chapter 13


__ADS_3


Shanum mengurung diri di dalam kamarnya semalaman, dan pagi harinya ketika semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang makan, keberadaannya tentu di cari-cari oleh papa dan mamanya.


Jingga sampai turun tangan menuju kamar Shanum untuk segera membujuknya keluar, namun sayang segala upaya yang di lakukan oleh Jingga tak berhasil membuat Shanum membuka pintu.


Arkana yang terlihat kesal namun begitu peduli pada putrinya akhirnya mendobrak pintu kamar Shanum, setelah pintu terbuka ternyata di dalam tidak ada Shanum. Mereka mengecek ke dalam dan tidak menemukan Shanum dimana-mana.


" Shanum kemana mas.? "


" Kalau dia keluar dari pintu kamarnya, pasti pintunya tidak akan terkunci dari dalam. Itu artinya dia keluar dari jendela kamarnya. "


Arkana menemukan jendela kamar Shanum dalam keadaan terbuka, dan terlihat beberapa potongan kain yang di ikat menjadi satu dan kemudian di gantungkan ke bawah sana.


" Anak itu melarikan diri dengan cara seperti ini. " Gumam Arkana tak habis pikir dengan sikap putrinya itu.


Jingga merasa syok sampai menangis tersedu-sedu, dia mulai khawatir dengan Shanum. Bahkan nomornya sulit untuk dihubungi, Arkana langsung memeluk Jingga dan berjanji akan menemukan Shanum segera.


" Bagaimana kalau dia nggak mau pulang mas.? "


" Kita paksa dia untuk pulang, laki-laki itu nggak akan bisa buat Shanum bahagia. Bagaimana pun juga kita adalah orang tuanya, dia pasti akan kembali. "


Terlihat Lingga yang berdiri di ambang pintu dengan pikiran yang kacau, kepergian Shanum ikut membuatnya khawatir. Mungkin setelah ini dia akan pergi mencari Zacky dan menanyakan keberadaan Shanum pada laki-laki itu.


**


Lingga berjalan di koridor sekolah dengan ekspresi wajah yang serius, bahkan para penggemarnya terlihat takut untuk mendekat. Mereka hanya bisa menjaga jarak dan memberikan jalan untuk Lingga melangkah menuju kelas 3.2 di lantai dua.


" Hai Lingga, kamu cari siapa.? " Seseorang menegur Lingga saat dia sudah tiba di depan kelas yang ingin dia tuju.

__ADS_1


" Zacky. Dimana dia.? " Tanya Lingga dengan sorot mata yang tertuju ke dalam kelas.


" Dia disana. " Tunjuk gadis itu pada sosok Zacky yang duduk di bangku paling belakang.


Lingga melangkah masuk ke dalam dengan emosi yang tak tertahankan lagi, dengan menggebrak meja dia berkata tepat di depan Zacky.


" Dimana Kakakku kau sembunyikan.. " Tanya Lingga membuat semua mata tertuju pada mereka berdua.


" Apa yang kau katakan? Aku tidak menyembunyikan Shanum. " Balas Zacky terlihat kebingungan.


" Bohong, kakaku tidak mungkin pergi dari rumah kalau bukan untuk menemuimu. Cepat katakan dimana dia sekarang.? " Lingga mulai geram dan menarik Zacky keluar dari kursinya.


" Kita selesaikan diluar, semua orang bisa salah paham dengan ucapanmu itu. " Kata Zacky berusaha mengajak Lingga bicara diluar, namun sayang Lingga menolak dan tetap memaksa Zacky berkata dengan jujur.


Jika saja bel sekolah tanda pelajaran akan segera dimulai tidak berdering, mungkin Lingga masih akan menahan Zacky. Lingga terpaksa keluar dari kelas itu tapi dia akan tetap membuat Zacky berkata jujur, selama Shanum belum di temukan dia akan tetap menjadi tersangka utama atas hilangnya Shanum.


**


Arkana sudah menghubungi seorang detektif untuk membantu pencarian Shanum, sementara itu Jingga harus di larikan ke rumah sakit karena kesehatan yang menurun yang secara tiba-tiba terjadi.


Arkana menemani Jingga di rumah sakit, sedangkan Lingga bersama teman-teman Shanum pergi mencari Shanum di beberapa tempat yang selalu di kunjungi oleh gadis itu.


" Shanum gimana ya mas? Aku nggak bisa tidur tenang kalau dia belum pulang." Ucap Jingga sambil melirik Arkana yang duduk diam memikirkan sesuatu sejak tadi.


" Kamu tenang aja, kita sudah menyerahkan masalah ini sudah kita serahkan pada detekti terpercaya. " Jawab Arkana berusaha terlihat tetap tenang di hadapan Jingga.


Arkana kemudian bangkit dari tempatnya dan langsung membenarkan posisi selimut Jingga, dia ingin istrinya itu istirahat agar kondisinya segera membaik.


Butuh waktu lama untuk Arkana menemani Jingga sampai akhirnya dia terlelap, setelah melihat istrinya tidur, tampaknya Arkana masih belum mengantuk.

__ADS_1


Pria itu berjalan menuju sofa lalu menjatuhkan tubuhnya dengan ekspresi wajah yang sedih, dia merogoh saku celananya dan meraih ponselnya. Pada layar ponsel terlihat jelas wajah cantik putrinya, terbayang memori indah ketika Shanum pertama lahir ke dunia.


" Dulu kamu masih terlihat seperti malaikat kecil papa, tapi kenapa sekarang kamu berubah nak? Padahal papa sudah berusaha agar hidupmu tidak seperti papa dulu, apa papa yang salah mendidik kamu selama ini.? " Gumam Arkana terus menatap foto kecil putrinya itu.


FLASHBACK


Tiga tahun setelah Jingga mengalami keguguran, tuhan seakan menjawab doa-doanya dengan di berikannya seorang bayi cantik yang di beri nama Elshanum Kainaya Sandyakala.


Lengkap sudah kebahagiaan Arkana dengan di berikannya seorang anak perempuan, dia memang sangat ingin memiliki seorang anak perempuan yang memiliki paras seperti istrinya.


Di hari kelahiran Shanum waktu itu, semua orang datang untuk menjenguk. Keluarga dari pihak papa Aidan, mama Widya, bahkan sampai Qania dan Aizen pun sampai datang ke Singapura.


Tangisan Shanum terdengar merdu di telinga Arkana dan Jingga saat bayi mungil itu herhasil di keluarkan dari dalam perut Jingga. Kelahiran Shanum membuat Jingga menangis sangat bahagia, ini pertama kalinya dia melahirkan dalam keadaan sadar dan bisa menyaksikan bayinya sendiri lahir dengan selamat.


" Selamat ya sayang, kamu memang hebat. Aku sayang banget sama kamu. " Ucap Arkana lembut sambil mengecup kening Jingga.


Sejak saat Shanum lahir, banyak yang memberikan perhatian dan kasih sayangnya kepada Shanum. Kirim baju, sepatu, mainan, bahkan uang sudah begitu banyak di terima oleh Jingga.


Arkana merasa seperti menjadi ayah baru lagi, dulu saat merawat Keenan dia tidak begitu khawatir berlebihan. Hanya Shanum yang membuatnya khawatir berlebihan, mengingat Shanum adalah seorang perempuan.


" Nak, papa janji akan buat kamu jadi princess papa. Papa akan berikan seluruh cinta dan kasih sayang papa untuk kamu, papa akan jagain kamu sampai nggak ada satu lelaki pun yang berani menyakiti kamu. Kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan papa, jadi kamu harus tumbuh dengan baik menjadi putri papa yang membanggakan. " Ucap Arkana yang hampir setiap hari Jingga mendengar kalimat itu keluar dari mulutnya.


Arkana benar-benar menjadi papa yang melindungi putrinya dari apapun, dari Shanum masih bayi, tumbuh balita, pertama masuk TK, SD, kemudian ketika Shanum sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik seperti Jingga.


Pernah suatu ketika Arkana menangis di kamarnya karena tak ingin melihat Shanum tumbuh dewasa, dia takut jika putri kecilnya semakin tumbuh dewasa lalu bertemu dengan pria yang di cintainya, dan membawa Shanum pergi dari rumah.


Arkana ingin sekali membatasi hidup Shanum sejak saat itu, tapi dia sadarkan oleh Jingga bahwa hal itu hanya akan membuat tumbuh kembang Shanum terganggu. Dan Arkana juga harus pasrah untuk memberikan semua kepercayaan kepada shanum.


Seperti yang dulu di katakan oleh Arkana, kebahagiaan Shanum adalah kebahagiaannya sendiri. Selama Shanum menjadi gadis yang baik, dia tidak perlu khawatir tentang apapun. Dia juga merasa tenang lantaran ada Keenan dan Lingga yang menjadi pelindung Shanum selain dirinya.

__ADS_1



__ADS_2