Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Putra Ahli Waris


__ADS_3


Begitu banyak tamu hadirin yang datang di acara siang ini, mulai dari pemegang saham di perusahaan mama Widya, perusahaan Jingga Corporatian milik mendiang orang tua Jingga, hingga orang-orang penting dari rumah sakit bintang Harapan.


Jingga bisa mengenal beberapa orang yang bekerja dengan papanya dulu juga hadir di tempat itu, artinya mama Widya berhasil melanjutkan perusahaan orang tuanya sehingga bisa mengundang mereka dan mereka pun bersedia untuk hadir di acara ini.


Sebelum acara inti di mulai, Jingga dan Arkana di panggil oleh orang suruhan mama Widya untuk berkumpul di satu ruangan khusus keluarga mereka.


Setibanya disana terlihat mama Widya, papa Hendra, dan juga Bima sedang menunggu kedatangan Jingga dan Arkana sejak tadi. Kemunculan mereka membuat mama Widya langsung memberitahu apa saja yang akan dia lakukan di hadapan semua orang.


“ Pertama-tama, mama ingin mengumumkan kepada semua orang tentang kehamilan Jingga dan calon cucu mama yang akan menjadi penerus masa depan perusahaan keluarga nantinya. Kemudian memperkenalkan Bima sebagai putra pertama mama, mama ingin semua orang mengenal Bima sebagai putra mama dan papa. Jadi tak hanya Arkana saja yang mereka tahu, Bima pun harus menjadi bagian dari keluarga ini mulai sekarang.” Jelas mama Widya.


Arkana hanya dapat menunduk tanpa kata, dia bahkan tidak ingin melihat wajah Bima saat ini. Sedangkan Jingga terlihat menatap Bima yang membuatnya masih tak percaya bahwa pria itu memiliki wajah yang sama persis dengan Nawa, sadar tengah di perhatikan oleh Jingga sontak membuat Nawa melemparkan senyumnya.


“ Bahkan saat senyum dia mirip banget sama Nawa.” Benak Jingga akhirnya menundukkan pandangannya.


“ Kalau begitu kita keluar sekarang, sudah banyak tamu yang menunggu kita keluar.” Ajak mama Widya yang menjadi pemimpin saat itu.


Papa Hendra menghampiri Arkana sambil menyentuh pundaknya sebentar, tepukan pundak yang mengartikan untuk selalu tegar dalam menghadapi semuanya. Dan kini semua orang sudah keluar dari ruangan itu kecuali Jingga dan Arkana, Jingga meraih tangan Arkana sehingga membuat pria itu tersadar.


“ Aku sudah bilang jangan menundukkan kepala seperti itu.” tegur Jingga.


Arkana melirik tangan Jingga yang meraih tangannya saat ini, dia balas menggenggam tangan Jingga sambil tersenyum.

__ADS_1


“ Jangan lepas tangan kamu ya.” Pinta Arkana lirih, kemudian Jingga membalasnya dengan anggukan pelan.


**


Seperti yang di katakan oleh mama Widya barusan, pertama-tama mereka memperkenalkan Jingga sebagai satu-satunya menantu di keluarga Adyatama yang sebentar lagi akan memberikan penerus perusahaan ke depannya.


Orang-orang yang bekerja di bawah saham orang tua Jingga pun menyadari bahwa Jingga adalah putri dari dua orang hebat yang dulu merintis perusahaan besar itu, melihat Jingga yang sekarang hidup dengan bahagia bersama keluarganya membuat mereka merasa senang dan mempercayakan semuanya kepada keluarga Adyatama untuk menjaga Jingga.


“ Anak perempuan tidak bisa menjadi penerus perusahaan Jingga Corporation, di butuhkan seorang anak laki-laki dari keturunan Jingga.”


“ Benar, tapi mungkin bayinya berjenis kelamin laki-laki.”


“ Ini benar-benar hebat, dua orang besar bersatu. Perusahaan Jingga Corp sangat besar, belum lagi perusahaan Adyatama dan rumah sakit yang mereka miliki menjadikan mereka sebagai orang kaya nomor satu di Indonesia.”


Setelah Jingga di perkenalkan, tampak beberapa dari mereka sibuk membicarakannya. Jingga yang berada di atas podium pun hanya dapat menyunggingkan senyuman manisnya, dan setelah semua selesai di sampaikan, maka yang terakhir adalah giliran Bima.


“ Aku sedikit nervous, kamu nervous nggak.?” Bisik Bima yang membuat Jingga sedikit terkejut.


“ Sedikit mas.” Jawab Jingga tak berani melirik Bima.


Mama Widya kembali mengambil alih podium, kemudian dia memperkenalkan Bima di hadapan semua orang sebagai putra pertamanya. Banyak dari mereka yang tak menyangka kalau keluarga Adyatama masih memiliki satu orang putra, dan selama ini hanya Arkana saja yang mereka ketahui.


“ Abimana Adyatama merupakan putra saya yang sudah lama mengurus perusahaan pertambangan yang ada di beberapa tempat, alasan kami tidak memberitahu semua orang bahwa kami masih memiliki satu orang putra lagi karena kami ingin menjaga privasinya dari semua orang, dan hari ini kami memutuskan untuk memberitahu kalian semua tentang putra pertama kami.” Ungkap mama Widya.

__ADS_1


“ Kenapa mama harus berbohong?” Benak Jingga yang tak menyangka mama Widya akan mengumumkan hal itu menjadi satu kebohongan yang membuat semua orang percaya padanya.


Dan satu lagi, semua orang di ruangan itu tidak tahu kalau mama Widya sudah menikah sebelumnya dan mereka hanya tahu kalau papa Hendra merupakan ayah kandung dari Arkana dan sekarang Bima.


Rahasia ini sudah di buat sejak dulu sebelum pernikahan terjadi, mama Widya meminta agar orang-orang tidak tahu kalau dia sudah pernah menikah dan mengalami masalah keluarga yang tidak ingin dia ingat kembali.


“ Dan disini saya akan memberitahu informasi yang lebih penting, saya akan mengumumkan sekarang juga kalau ahli waris dari semua perusahaan nantinya akan jatuh pada putra pertama saya. Saya berharap semua orang disini bisa menjalin kerja sama yang baik dengannya, sekian dan terima kasih.” Lanjut mama Widya yang membuat semuanya terkejut.


“ Apa yang mama katakan? Tadi dia tidak menjelaskan apapun soal ahli waris? Dan kenapa semua jatuh ke aku? Bagaimana dengan Arkana.?” Benak Bima yang cukup terkejut mendengar penjelasan mamanya.


Jingga yang masih duduk di sana pun sama terkejutnya, dia tidak menyangka mama Widya akan memberikan hak ahli waris hanya kepada Bima. Lalu bagaimana dengan Arkana yang bahkan selama ini lebih lama hidup dengannya, Jingga mengkhawatirkan perasaan Arkana dan mencarinya di antara banyaknya orang yang ada di bawah.


“ Dia nggak ada? Kemana mas Arka pergi.?” Benak Jingga penasaran.


Setelah semua selesai di infokan, sekarang tiba saatnya untuk menikmati hidangan yang di sediakan. Jingga mencoba turun dari podium dan pergi mencari Arkana, dia bahkan tidak peduli ketika mama Widya memanggilnya untuk menemui para tamu penting.


“ Kamu dimana mas.?” Benak Jingga yang akhirnya mencoba menghubungi Arkana.


Jingga tidak berhasil menemukan Arkana di aula itu, dan dia juga tidak berhasil menghubungi Arkana meskipun panggilannya terus berdering. Tak ingin menyerah, Jingga pun keluar dari Aula dan berharap bisa menemukan Arkana diluar sana.


“ Apa yang mama Widya pikiran? Kenapa dia bisa memberitahu semua orang dengan mudah? Dia bahkan tidak memikirkan perasaan mas Arka sama sekali, padahal mas Arka sudah melakukan banyak hal untuknya.” Jingga terus membenak dengan kesal, dia tidak pernah merasa kesal seperti itu sebelumnya dan sekarang ekspresinya benar-benar tidak bisa di jelaskan oleh kata-kata lagi.


“ Kamu dimana mas.?” Jingga terus berjalan keluar mencari Arkana, dia hanya bisa berharap menemukan pria itu agar bisa sedikit menghiburnya.

__ADS_1


Saat Jingga sudah turun di lantai dua, dia bisa melihat ada seorang pria yang sedang berdiri di dekat jendela sambil menatap lurus ke depan. Jingga mendekatinya dengan perasaan lega karena akhirnya berhasil menemukan suaminya.


“ Kamu nggak sendirian mas, aku tahu masalah kamu dan aku tahu bagaimana perasaan kamu sekarang. Jangan menganggap kalau kamu sedang sendirian sekarang, jangan pernah.” Benak Jingga dengan langkah yang terhenti ketika dia sudah berdiri di sebelah Arkana.


__ADS_2