Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Talak


__ADS_3


Pintu baru saja terbuka ketika Widya sedang bersandar di kepala tempat tidur sambil memainkan tabletnya, kedatangan Hendra membuatnya melepaskan kaca mata yang sejak tadi terpasang disana.


" Kamu dari mana aja? Tumben pulang jam begini.? " Tanya Widya pada Hendra.


" Kamu baca dan tanda tangan sekarang juga. " Ucap Hendra sambil menyerahkan sebuah surat dokumen pada Widya.


" Apa ini.? " Widya mulai penasaran dan mulai membuka isi surat tersebut.


Kedua matanya terkejut saat melihat isi dari surat tersebut merupakan surat gugatan cerai yang di ambil oleh Hendra setelah dia menemui Aidan beberapa hari yang lalu.


" Apa-apaan kamu mas? Kenapa kamu tiba-tiba gugat cerai aku? Salah aku ke kamu apa.? " Tanya Widya tak terima dengan gugatan tersebut.


" Terlalu banyak kesalahan yang kamu perbuat selama ini sampai aku bingung harus mengatakannya dari mana, pernikahan kita sudah memasuki usia yang cukup lama. Tapi aku merasa kalau posisiku sebagai seorang suami tidak pernah ada sejak awal, seharusnya kau tahu hal ini tanpa harus ku jelaskan. "


" Aku nggak mau kita cerai. " Widya menyobek surat gugatan itu hingga menjadi beberapa lembar.


" Aku nggak peduli, keputusanku untuk bercerai tetap akan ku lakukan. "


" Aku bilang aku nggak mau mas.!!! "


" Sebenarnya apa yang kamu harapkan dari pernikahan ini? Kamu selalu saja egois, apa yang kau inginkan selalu harus terjadi. Coba buka mata dan hatimu, dengan sikapmu yang seperti ini hanya akan membuatmu terus merasa tidak puas. "


" Aku sudah gagal dalam pernikahan sekali, dan aku nggak mau gagal lagi untuk kedua kalinya. "


" Tapi hubungan kita sejak awal sudah gagal, kamu nggak bisa kasih aku anak, kamu nggak bisa jadi istri yang baik, kamu selalu melakukan semuanya atas keinginan kamu tanpa melibatkan aku sebagai suami kamu. "


" Dengar Widya, kamu harus tahu kalau semua yang kamu inginkan nggak akan selalu berpihak sama kamu. Arkana sudah meninggalkan kamu, dan sekarang aku juga akan meninggalkan kamu. "


" Pokoknya nggak, aku nggak mauu. " Teriak Widya dengan suara yang menggema di kamar itu.


" Terserah, aku nggak mau tidur di rumah malam ini. " Sambung Hendra yang akhirnya keluar dari kamar itu.


Widya tidak terima dengan sikap Hendra dan langsung mengejarnya, dia berusaha menahan Hendra agar tidak pergi namun gagal.


" Mas, jangan pergi. "


Hendra tidak menggubrisnya lagi, dia tetap pergi dengan mobil hitamnya. Sementara itu Widya terlihat begitu frustasi dengan kepergian Hendra.


" Aku nggak akan membiarkan hal itu terjadi mas, nggak akan pernah. "

__ADS_1


**


Arkana baru saja kembali dari mencari Jingga hari ini, dia terlihat begitu pucat dan kelelahan. Saat itu dia terlihat kaget melihat ada mobil yang asing sedang terparkir di halaman rumahnya.


Arkana yang panik pun langsung turun dari mobilnya dan berlari masuk ke dalam rumah, ketika Arkana masuk ke dalam dia pun langsung melihat beberapa orang di ruang tamu dan salah satunya adalah papa Hendra.


Arkana terkejut mengapa mereka bisa sampai di rumah ini, padahal dia sudah merahasiakan keberadaannya kecuali dari Diana dan Qania.


" Papa yang cari tahu alamat ini sebelumnya, dan papa tahu dari Qania. " Sahut Papa Hendra.


" Kebetulan banget, tuan Arka ini ada tamu yang nyariin tuan." ucap bi Inah.


Arkana memperhatikan wajah mereka satu persatu hingga berakhir pada seorang pria setengah baya yang membuat Arkana terkejut bukan main.


" Arkana, papa sudah lama tidak melihat kamu nak. " Ucap Aidan yang terlihat terharu menatap wajah Arkana.


" Tunggu, ada apa ini? Kenapa kalian ada disini? " Tanya Arkana yang masih bingung dengan situasinya.


Papa Hendra pun menjelaskan tujuan mereka datang menemui Arkana saat itu yang dimana mereka juga ingin menengok keadaan Keenan untuk pertama kalinya.


" Bisa kita bicara berdua sebentar nak.? " Pinta Aidan pada Arkana.


" Bi, tolong bawa Keenan menemui papa selagi aku mengobrol di belakang. " Perintah Arkana sebelumnya.


" Baik tuan. "


**


Arkana dan Aidan sudah berada di halaman belakang, keduanya duduk bersebelahan dengan tatapan lurus ke depan.


" Bagaimana kabar kamu nak? Papa sering mendengar kabar kamu dari Bima, tapi papa mau mendengarnya langsung dari kamu."


" Kenapa datang kemari? Bahkan nggak ada alasan buat om datang menemui aku sekarang."


Aidan sedikit terkejut mendengar Arkana sudah tidak memanggilnya dengan sebutan papa, namun setelah dua puluh tahun tidak bertemu jelas sebutan om sangatlah cocok untuknya sekarang.


" Kamu pasti sudah tahu kalau kamu bukan anak om, tapi kamu harus tahu Ar, kalau om sangat menyayangi kamu dan sudah menganggap kamu seperti anak kandung om sendiri. "


" Bohong, aku nggak percaya dengan omongan om. Kalau dulu om nggak selingkuh dan bertengkar dengan mama, kehidupanku nggak akan kaya gini. "


Aidan sudah mendengar dari Hendra sebelumnya tentang kehidupan yang di alami oleh Arkana selama ini, dan dia pun tidak pernah menyangka bahwa Widya akan memperlakukan Arkana seperti bukan anak kandungnya.

__ADS_1


Untuk membuat kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka, Aidan pun menceritakan masalah yang terjadi anatar dia dan Widya dulu.


Arkana yang mendengar penjelasan Aidan pun cukup terkejut saat mengetahuinya, selama ini Arkana menganggap bahwa yang membuat mamanya menderita adalah papa Aidan. Tapi setelah mendengarnya dia benar-benar menyesal, sejak dulu yang begitu peduli kepadanya memanglah papa Aidan dan bukan mamanya.


Air mata Arkana tak dapat tertahan kan lagi, dia menangis di sebelah Aidan sembarimeminta maaf kepadanya. Dan Aidan langsung menenagkan Arkana sambil berusaha menahan air matanya agar tak jatuh. "


" Maafin aku, apa boleh aku panggil om dengan sebutan papa lagi.?"


" Boleh, tentu saja kamu boleh panggil saya papa. " Aidan langsung meraih Arkana ke dalam pelukannya, dengan begitu kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka kini sudah berakhir.


" Papa kenapa bisa tiba-tiba datang ke rumah? Kenapa papa tiriku juga sampai datang.?" Tanya Arkana setelah dia selesai meluapkan emosinya.


" Papa tiri kamu datang menemui om beberapa hari yang lalu, dan om sudah lama ingin melihat kamu, jadi om memutuskan datang untuk menemui kamu sekarang. "


" Siapa wanita dan anak laki-laki diluar? "


" Dia wanita yang dulu om nikahi, dan anak laki-laki itu adalah anak om."


Arkana sudah cukup tahu tentang keluarga papa Aidan, melihatnya sudah memiliki anak dari wanita itu sudah dapat membuktikan bahwa kehidupan mereka pasti penuh dengan kebahagiaan.


**


Aidan dan istrinya yang bernama Syifa akan membantu pencarian Jingga dengan bantuan dari beberapa kenalan mereka nantinya.


Aidan sekarang merupakan CEO dari perusahaan yang dia jalani dari perusahaan keluarga istrinya. Setelah menikah, semua aset dan properti di serahkan kepada Aidan untuk di kelola olehnya.


Mereka juga memiliki beberapa kenalan seseorang yang ahli dalam pencarian orang hilang, untuk membantu Arkana tentu saja mereka akan melakukan segala cara meski harus melibatkan banyak pihak.


" Kamu tenang saja, papa akan mencoba menemukan istri kamu apapun yang terjadi. Jadi sekarang kamu harus lebih banyak istirahat, kondisi kamu sekarang terlihat sangat memprihatinkan. " Ujar papa Aidan.


" Benar, wajah kamu sangat tirus sekarang. Kesehatan lebih penting Ar, jadi jangan menanggung semuanya sendirian. " Sambung papa Hendra.


" Terima kasih karena sudah peduli dan mau membantu, tapi sampai aku menemukan kabar tentang Jingga, aku tidak akan berhenti untuk mencarinya. " Ungkap Arkana.


Aidan beserta istri dan anaknya sudah bertemu dengan Arkana dan juga Keenan, setelah pertemuan penuh emosional itu terjadi kini mereka semua hendak pamit undur diri.


Arkana memberi izin kepada mereka untuk datang ke rumah ini lagi jika ada waktu, dan mereka pun mengundang Arkana dan keenan untuk datang berkunjung ke rumah mereka juga.


" Ar, papa mau bicara sama kamu. " Sahut papa Hendra yang saat itu sengaja untuk tinggal lebih lama.


__ADS_1


__ADS_2