Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Siaga Satu


__ADS_3


“ Keenan, papa sudah bilang habiskan makanannya.” Sahut Arkana mengomeli Keenan karena lagi-lagi tidak menghabiskan makananya.


“ Nggak.” Tolak Keenan yang berlari meninggalkan Arkana.


Arkana mengambil makanan Keenan dan berjalan mendekatinya, dia tidak mau menyerah sebelum Keenan menghabiskan makanan itu. Bukan tanpa alasan, setiap Keenan tidak menghabiskan makanannya maka dia akan selalu mencari makanan yang di larang oleh Jingga untuk dia makan diam-diam.


Arkana sudah menyembunyikan semua snack dan makanan yang tidak boleh di makan Keenan, tapi entah mengapa anak itu selalu mendapatnya barang sedikit.


Aksi kejar-kejaran pun terjadi di antara anak dan ayah itu, Keenan terus membuat Arkana kewalahan karena kegesitannya menghindari kejaran Arkana. Sampai pada akhirnya Keena tersandung dan membuat lututnya terluka hingga berdarah.


“ Kan sudah papa bilang, jangan lari-lari di rumah.” Omel Arkana yang membuat tangis Keenan pecah.


Keenan menangis begitu keras karena perih yang dia rasakan, dia juga menangis karena amarah Arkana yang terdengar menyakiti perasaannya. Arkana sendiri langsung menggendong putranya dan membawanya ke kamar untuk di berikan perawatan.


“ Cupp..cup.., jangan nangis. Papa nggak sayang sama kamu makanya papa barusan marah, udah jangan nangis lagi.” Kata Arkana sambil menyeka air mata putranya dan mencoba untuk membuat Keenan tidak menangis lagi.


“ Aku mau makan es krim coklat.” Pinta Keenan langsung membuat ekspresi Arkana kembali berubah.


“ Oke, tapi jangan bilang-bilang mama ya.” Ucap Arkana sambil memberikan jari kelingking.


“ Oke pa.” balas Keenan yang sekarang kembali ceria.


**


Arkana menatap Keenan yang sedang menikmati es krim coklat di hadapannya dengan senyum yang merekah, di samping itu dia juga merasa cemas karena takut jika Jingga sampai mengetahui bahwa putranya sedang makan es krim sekarang.


Jingga paling marah kalau Keenan sampai sakit karena salah makan, dan Keenan juga cepat pilek jika makan es krim, tapi apalah daya. Mungkin sebagain besar ayah diluar sana akan selalu menuruti permintaan anaknya meski nyawa taruhannya.


“ Semoga Jingga nggak tahu, hanya sekali dan semoga Keenan nggak sampai pilek.” Batin Arkana.


“ Pa, aku mau tambah.” Ucap Keenan sambil menyodorkan cup es krimnya yang sudah habis.


“ Nak, kamu kan janji Cuma makan satu cup.” Balas Arkana berusaha sabar.


“ Papa beliin cup kecil, jadi cepat habis. “


“ Tapi nanti kamu pilek, papa yang kena semprot sama mama.”

__ADS_1


Keenan langsung memasang ekspresi sedih dan hampir menangis, kemudian Arkana beranjak dari tempatnya dan berkata akan segera membawa satu cup lagi untuk Keenan.


Setelah beberapa saat Arkana kembali ke mejanya dan memberikan Keena satu cup es krim rasa coklat, sambil menunggu Keenan menghabiskan es krimnya tampak Arkana yang melirik keluar kafe.


Tatapan Arkana terpusat pada sesosok wanita yang baru saja keluar dari sebuah toko kain di depan kafe tempat mereka berada sekarang, Arkana berdiri dan memastikan apa yang di lihatnya tidak benar.


“ Itu Jingga kan? Dia sama siapa.?” Benak Arkana penasaran pada seorang pria yang baru saja membukakan mobil untuk Jingga.


Arkana tahu dia tidak bisa mengejar karena Jingga dan pria itu sudah pergi dari pandangannya, dan satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah menelpon nomor Jingga.


“ Nomor yang anda hubungi sedang sibuk, cobalah untuk..”


Arkana menatap ponselnya dengan kesal, bahkan di saat seperti ini dia tidak bisa menghubungi Jingga. Dia sangat yakin wanita itu adalah Jingga, pakaian yang di gunakannya sama persis yang di gunakan Jingga tadi pagi.


“ Keenan, cepat habiskan es krim mu. Kita harus pulang sekarang.” Ucap Arkana di balas anggukan pelan dari Keenan.


**


Jingga sudah sampai di rumah sekitar pukul 5:00 sore, dia turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah dengan senyum yang merekah di bibirnya.


“ Kamu dari mana aja.?” Tanya Arkana yang membuat langkah Jingga terhenti dan langsung menoleh ke samping.


“ Aku tanya, kamu dari mana? Tumben pulang sore, biasanya pulang jam dua.”


“ Aku dari butik, kamu pikir aku kemana mas.?”


“ Kamu yakin nggak pergi kemana-mana hari ini.?”


“ Nggak, kamu kenapa sih? Ada apa.?”


Arkana mencoba mengendalikan emosinya dan menganggap bahwa yang di lihatnya hari ini bukanlah Jingga. Dia ingin percaya pada Jingga sepenuhnya dan membuang rasa cemburunya barusan.


“ Nggak ada apa-apa, aku Cuma khawatir aja sama kamu.” Balas Arkana sambil meraih Jingga ke dalam pelukannya.


“ Keenan mana.?” Tanya Jingga setelah mereka selesai berpelukan.


“ Di kamarnya, dia lagi nonton channel kesukaannya.”


“ Dia udah makan?”

__ADS_1


“ Udah, kamu nggak perlu khawatir soal makannya Keenan.”


“ Kamu memang paling bisa di andalkan.”


Jingga memberikan kecupan singkat di pipi Arkana sehingga membuat pria itu kegirangan, dia sampai lupa dengan permasalahan sebelumnya. Bahkan dia meminta lebih dan langsung mendapat sinisan tajam dari istrinya itu.


**


Malam itu Arkana masih belum tidur sepenuhnya, Jingga sendiri sudah tidur di dalam pelukannya dengan pulas. Sampai Arkana mendengar suara getaran ponsel di atas nakas, Arkana membuka kedua matanya dan melihat bahwa ponsel Jingga baru saja bergetar.


Arkana penasaran siapa yang mengirim pesan di tengah malam seperti ini kepada istrinya, dan kecurigaannya kembali muncul sampai akhirnya dia mencoba melepaskan Jingga dari pelukannya agar bisa meraih ponsel itu.


Sekarang Arkana sedang memegang ponsel istrinya, dia melihat ada notifikasi pesan dari seorang pria bernama SAMUEL. Arkana tidak tahu siapa pria itu, dari namanya saja sudah terdengar seperti nama orang asing.


Arkana melirik Jingga sebentar sebelum akhirnya membuka ponsel Jingga dengan sidik jarinya sendiri, ponsel Jingga memang sudah memiliki akses khusus untuk Arkana karena mereka sepakat tidak ingin menyembunyikan apapun lagi.


SAMUEL : Ini nomorku ya, besok aku datang ke butik kamu pagi-pagi deh biar bisa fitting.


SAMUEL : Have a nice dream, sorry kalau ganggu.


Arkana yang sebal dengan isi pesan dari pria itu langsung mencaritahu siapa pria tersebut, dia melihat foto profil pria bernama Samuel itu dengan lekat. Dia serasa tidak asing dengannya, tapi Arkana lupa dimana dia pernah melihat wajah itu.


“ Siapapun kamu, aku nggak akan biarin istriku dekat dengan pria sepertimu.” Benak Arkana sambil mengetik sesuatu untuk membalas pesan Samuel.


**


Sementara itu di lain tempat, tampak seorang pria tampan yang tidak mengenakan pakaian dan hanya menggunakan celana pendek sedang menatap keluar jendela apartemennya dengan senyum merekah.


Dering ponselnya kembali membuat pria bernama Samuel itu segera meraih ponselnya, dari yang semula senyum menjadi bingung saat dia membaca balasan pesan dari Jingga.


JINGGA : Jangan ganggu aku, suamiku marah kalau kamu terus ngechat aku.


“ Hahahaha, menarik. Kayaknya seru kalau aku main lebih jauh.” Gumam Samuel yang terus tertawa membaca pesan balasan yang jelas bukan dari Jingga.


“ Suaminya cemburuan, lucu juga.” Kata Samuel lagi.


Tangan Samuel menggulir sebuah pesan dan menemukan satu foto yang memperlihatkan fotonya dan Jingga di masa lalu, dia masih terpesona melihat wajah Jingga ketika SMA dan Jingga yang sekarang meskipun sudah menikah dan memiliki anak.


“ Dia masih cantik seperti dulu.”

__ADS_1



__ADS_2