
Samuel tertegun sekaligus kaget setelah mendengar cerita Jingga tentang Nawa, dia tidak bisa berkata-kata lagi saking kagetnya. Tak heran ekspresi Jingga dan Arkana langsung berubah saat dia menyebut nama Nawa.
Selang beberapa menit, Samuel meminta maaf atas perkataannya. Seandainya dia tahu, dia tidak akan mengatakan hal itu. Dia merasa bersalah dan berjanji tidak akan mengatakannya lagi.
Baru sebentar sikap Samuel di anggap Arkana sudah berubah, namun kali ini dia kembali membuat Arkana kesal karena sikapnya yang terlalu manja pada Jingga.
Kali ini Samuel meminta Jingga untuk segera mencoba pakaian yang akan di gunakannya pada event fashion show nanti. Arkana sudah berusaha agar tidak cemburu, tapi rasanya sangat mustahil melihat sikap Samuel yang sekarang.
“ Kamu masih mau disini mas.?” Tanya Jingga dan langsung di balas anggukan cepat dari Arkana.
“ Ya udah, kamu boleh duduk dimana pun kamu mau. Aku harus menyelesaikan persiapanku dengan Samuel dulu.” Lanjut Jingga dan di sambut senyuman penuh kemenangan dari Samuel.
Arkana menjatuhkan tubuhnya di atas sebuah sofa bersama Keenan yang sedang fokus dengan permainan gamenya, tatapan matanya terus tertuju kepada Samuel yang entah mengapa semakin menunjukkan ekspresi wajah yang menyebalkan.
Hal yang paling menyebalkannya lagi adalah ketika Jingga menyentuh tubuh Samuel untuk mencocokkan pakaian, dia tahu itu sudah tugas seorang desainer. Tapi tetap saja Arkana tidak mau kalau Jingga menyentuh pria lain selain dirinya. Bahkan model lain yang di tanganinya pun di ambil alih oleh asistennya, kenapa sekarang justru Jingga yang menangani Samuel langsung?
Arkana melirik Keenan yang sedang asyik bermain game, ide jahatnya tiba-tiba muncul. Kemudian Arkana menarik tubuh putranya sedikit lebih dekat agar dia bisa membisikkan tujuannya kali ini.
“ Papa akan bawa kamu ke pusat game terbesar besok, tapi kamu harus mengajak mama pulang ke rumah sekarang juga. Dia pasti nggak akan menolak kalau kamu yang mengajaknya.” Bisik Arkan dengan hati-hati.
Keenan mengangguk dengan penuh semangat, kemudian dia meletakkan gamenya dan berjalan menghampiri Jingga. Tangan mungil Keenan menarik dress Jingga hingga membuat wanita itu memutar tubuhnya dan menunduk ke bawah.
“ Ada apa nak.?” Tanya Jingga lirih.”
“ Mama, pulang.” Jawab Keenan kemudian.
“ Kamu pulang sama papa nggak apa-apa kan? Mama masih harus menyelesaikan pekerjaan mama.”
“ Nggak mau, aku mau sama mama.”
__ADS_1
Dari tempatnya duduk, tampak Arkana yang sangat bangga pada putranya sendiri. Dia berhasil membuat Keenan mengajak Jingga pulang, dan dia sangat yakin Jingga tidak akan menolak ajakan putranya untuk pulang.
“ Keenan, tunggu sebentar ya. Mama lagi sibuk, kalau kamu mau bersabar, nanti om bakal beliin kamu mainan lego robot yang sekarang lago viral.” Sahut Samuel yang membuat Keenan terpengaruh dan langsung menyetujuinya dengan wajah polos.
Arkana merasa terkalahkan dengan tawaran Samuel yang langsung di terima oleh Keenan, sementara itu Keenan terlihat mempermainkan Arkana dengan lebih memilih tawaran Samuel dari pada tawarannya barusan.
“ Dia anakku, tapi aku ingin mengigit pipi gempalnya itu.” Benak Arkana dengan bercanda.
**
Arkana melipat kedua tangannya dengan gusar sambil menunggu Jingga selesai mandi, pada akhirnya hari ini mereka bertiga pulang bersama setelah Keenan tidak bisa di ajak bekerja sama lagi.
Suara pintu kamar mandi baru saja terbuka, Jingga melangkah keluar dengan handuk yang melilit tubuhnya. Wanita itu berjalan menuju meja riasnya untuk melakukan skincare routinnya setiap malam.
“ Kamu kenapa mas? Dari tadi aku dengar mendengus sebal terus.?” Tanya Jingga melirik Arkana dari pantulan cermin di depannya.
“ Aku nggak suka sama sepupu kamu itu.” Balas Arkana terang-terangan.
“ Dia memang sepupu kamu, tapi aku nggak suka kalau dia sentuh-sentuh kamu sesuka dia. Seharusnya dia tahu batasan, kamu ini kan sekarang udah jadi istri aku.”
“ Sejak kecil aku sama Samuel sering main bareng, waktu itu dia memang terang-terangan bilang ke aku kalau dia suka sama aku dan mau menikah denganku saat kita dewasa. Tapi itu hanya masa kanak-kanak, kamu nggak perlu khawatir soal itu.”
“ Kamu ngomongnya gampang, sedangkan aku yang merasakannya terus menderita. Sekarang gini deh, gimana kalau aku juga punya sepupu perempuan dan dia nempel banget sama aku? Kamu risih nggak.?” Lontar Arkana dengan nada ketus.
“ Jadi kamu mau aku gimana mas.?” Tanya Jingga yang kini sudah selesai dengan dirinya dan bergegas untuk tidur.
Arkana meraih Jingga ke dalam pelukannya saat wanita itu sudah datang menghampirinya, aroma Jingga setelah mandi membuatnya merasa senang dan ingin memeluknya terus menerus.
“ Aku nggak larang kamu dekat sama dia, kalian berdua hanya perlu jaga batasan, itu aja cukup kok.” Ucap Arkana lirih.
“ Iyaa mas, besok aku akan kasih tahu Samuel langsung untuk jaga batasan. Kamu jangan cemburu lagi ya.” Balas Jingga meraih wajah Arkana dan menatap kedua bola matanya dengan lekat.
__ADS_1
Arkana tersenyum puas mendengarnya, kemudian dia menarik selimut menutupi tubuhnya dan Jingga. Suara tawa Jingga di balik selimut serta ajakan Arkana untuk melakukan hal itu membuat Jingga terus tertawa sampai akhirnya dia tidak menolak untuk melakukannya.
**
Besok, Jingga akan memulai debutnya sebagai desainer yang akan di kenal oleh banyak orang. Dia merasa begitu gugup setiap kali memikirkannya, segala pesiapan sudah di lakukan dan sekarang adalah hari terakhir gladi untuk semua model yang telah di pilih Jingga untuk fashion shownya kali ini.
Semua sudah berkumpul di aula, Jingga dan seorang mentor catwalk memantau para model yang telah di arahkan sebelumnya untuk berjalan sesuai arahan yang di berikan.
Selama hampir tiga jam mereka latihan, dan akhirnya hari ini resmi berakhir. Semua model di minta untuk istirahat dan menjaga diri mereka sampai besok.
Samuel berjalan menghampiri Jingga dan langsung memeluk wanita itu, sikap manja Samuel yang selalu dia lakukan kali ini di tolak oleh Jingga. Hal itu langsung membuat Samuel menatapnya bingung.
“ Mulai sekarang kamu jangan asal peluk aku kaya gitu ya.” Ucap Jingga dengan sopan.
“ Kenapa? dulu kita sering gitu kamu nggak pernah marah, kenapa sekarang jadi begini.?” Tanya Samuel penasaran.
“ Muel, kamu kan tahu kalau sekarang aku sudah menikah. Aku punya suami, dan aku nggak mau suamiku berpikir yang nggak-nggak karena sikap kamu.”
“ Kamu udah berubah ya, sekarang patuh banget sama pria itu.”
“ Dia suamiku Muel, surga seorang istri ada pada suaminya. Aku hanya mau menjaga batasan dari laki-laki lain, maaf ya kalau hal ini buat kamu nggak nyaman.”
“ Nggak apa-apa, aku ngerti kok. Kamu memang istri yang baik, dia beruntung dapat istri kaya kamu.”
Jingga tersenyum senang mendengarnya, sebelumnya dia mengira kalau Samuel akan marah padanya dan bersikap seperti dulu saat dia marah dan enggan mengajak Jingga bicara sampai berhari-hari.
“ Oh iya, nanti malam aku free. Aku boleh ke rumah kalian nggak? Masa selama aku datang kesini, kamu nggak pernah undang aku buat makan malam kek, apa kek, jahat banget sih kamu.” Seloroh Samuel dengan wajah kesalnya.
“ Gimana kalau malam ini.?” Tawar Jingga cepat.
__ADS_1