
Gadis cantik itu baru saja keluar dari sebuah motel sederhana dimana bisa di tempati oleh semua kalangan, hanya tempat itu yang bisa dia kunjungi dalam pelariannya dari rumah.
Shanum memutuskan pergi karena tak terima jika hubungannya harus berakhir dengan Zacky, dan gadis itu sudah menghilang tanpa kabar selama dua puluh empat jam.
Belum ada tanda-tanda seseorang mencarinya, dia berpikir bahwa papanya mungkin tidak melakukan apa-apa sekarang. Dan ponselnya sudah di biarkan dalam keadaan nonaktif, dan Shanum menggunakan ponselnya yang lain untuk menghubungi Zacky.
Sejak tadi dia sudah menghubungi Zacky namun tak ada jawaban, dia juga sudah mengirimkan pesan sampai puluhan hingga mengirimkan lokasi tempatnya sekarang.
“ Kamu kemana sih Zac? Aku lagi butuh kamu, tapi kamu malah ngilang.” Keluh Shanum menatap layar ponselnya kesal.
Shanum yang mudah overthingking ikut mengira bahwa Zacky sudah menyerah dengan hubungan mereka, namun Shanum yang masih sangat mencintai Zacky berharap hubungan mereka tidak berakhir sampai disini saja. Bahkan jika kedua orang tuanya menentang, Shanum tidak akan mendengarkan apa kata orang tuanya.
Shanum yang bosan terus berada di kamar sejak tadi, kini sudah duduk sendirian di sebuah bangku panjang dekat dari motel tempatnya berada saat ini.
“ Sendirian aja dek.” Tiba-tiba saja suara pria asing mengejutkan Shanum.
Tampak dua pria dengan penampilan yang menakutkan membuat Shanum menatapnya takut, kedua pria itu bahkan dengan sengaja menyentuh lengan Shanum. Dengan cepat Shanum menangkisnya dan mengancam akan teriak jika mereka macam-macam.
“ Biar kita temenin, kamu pasti kesepian kan.?”
“ Sayang banget cantik-cantik harus sendirian, mending kita temenin.”
“ Jangan macam-macam, berani mendekat aku bakal teriak. Aku serius.” Ancam Shanum sambil menunjuk mereka dengan percaya diri.
Kedua pria itu tak takut dengan ancaman Shanum, sampai pada akhirnya salah satu dari mereka berhasil menangkap Shanum. Dan pria satunya dengan cepat melecehkan Shanum, saat itu Shanum benar-benar tidak berdaya.
“ Lepasin aku. Tolooooong.” Teriak Shanum dengan sekuat tenaga, meski dia tahu tempatnya saat ini sangat sepi.
Tiba-tiba saja pria yang memegang Shanum terpental dengan keras, dan satunya lagi ikut di hajar oleh seseorang yang Shanum kenal. Ternyata di saat ini ada Lingga dan Zacky yang datang bersamaan menyelamatkannya.
“ Kamu nggak apa-apa.?” Tanya Zacky sambil melindungi Shanum.
Lingga menghadapi kedua pria itu dengan berani, Lingga pandai bela diri karena dia mahir dalam karate. Hingga kedua pria itu akhirnya menyerah dan melarikan diri dari tempat itu.
Lingga menoleh melihat Shanum dengan tatapan sayu, bahkan saat ini Lingga tidak tahu harus marah atau sedih. Dia yang datang setelah mengetahui keberadaan Shanum dari Zacky memutuskan datang menemuinya, tak hanya itu dia juga mengajak Zacky agar bisa membawa Shanum pulang ke rumah.
__ADS_1
**
Beberapa jam sebelumnya.
Lingga sudah berusaha keras mencari keberadaan Shanum, setelah mendengar kabar bahwa mamanya masuk rumah sakit semakin membuat Lingga frustasi.
Sudah berartus kali Lingga mencoba untuk menghubungi nomor Shanum, namun sampai sekarang belum ada panggilan terjawab. Bahkan puluhan pesan yang dia kirim pun masih belum di baca.
Lingga kembali meraih ponselnya dan mencoba mengirimkan pesan suara, dia berharap Shanum segera melihatnya agar masalah tidak menjadi besar.
“ Kamu dimana sih kak? Kamu nggak kasihan sama mama? Mama lagi di rumah sakit, kondisinya ngedrop, cepat pulang.” Ucap Lingga pada pesan suara yang dia kirim pada Shanum.
Masih belum merasa puas, lagi-lagi Lingga pergi menemui Zacky. Entah mengapa dia masih menyimpan rasa curiga pada pria itu meski dia sudah tahu kalau Zacky berkata dengan jujur kalau dia tidak melihat Shanum.
Saat itu Lingga tak sengaja melihat Zacky bersama seorang gadis lain yang tidak di kenalnya, berbeda dari gadis sebelumnya yang dia lihat di mall saat dirinya pergi bersama Shanum. Keduanya tampak dekat dan jalan sambil bergandengan tangan.
Entah apa yang merasuki Lingga sampai dia berlari menghampiri Zacky dan memberikan bogeman mentah tepat di wajahnya. Lingga tak mau berhenti menghajar Zacky saking kesalnya dengan sikap murahan pria itu terhadap setiap gadis.
“ Kau sudah mendekati kakakku dan setelah kau putus dengannya kau pergi mencari penggantinya, hah.?” Ucap Zacky dengan emosi yang kuat.
“ Lepaskan.” Zacky akhirnya melawan dengan mendorong Lingga dari hadapannya.
Gadis yang bersama Zacky akhirnya pergi meninggalkan mereka setelah sempat berdebat dengan Zacky, Lingga tidak mau tahu soal hubungan mereka lagi. Baginya yang penting hanya keberadaan kakaknya saja.
Zacky pun menunjukkan pesan Shanum dengan nomor baru yang dia gunakan hanya untuk Zacky. Saat itu Lingga ingin segera pergi menemui kakaknya, tapi dia berpikir bahwa Shanum mungkin tidak akan langsung ikut jika dia tidak membawa Zacky bersamanya.
“ Ikut aku sekarang.” Tarik Lingga pada Zacky yang awalnya menolak kini menerima perlakuan Lingga dengan pasrah.
**
Shanum, Lingga, dan Zacky sekarang berada di motel tempat Shanum menginap. Tak ada percakapan yang terjadi di antara mereka bertiga saat itu, kemudian Lingga menyuruh Zacky untuk segera pulang karena dia akan bicara empat mata dengan kakaknya.
“ Kamu jangan pergi, biar Lingga aja yang pergi.” Sahut Shanum menahan tangan Zacky untuk tidak pergi.
“ Kak, kenapa kamu lebih dengar pria macam dia dari pada adikmu sendiri.?” Lontar Lingga yang semakin kesal dengan sikap Shanum.
“ Karena yang bisa buat aku bahagia Cuma Zacky.” Jawab Shanum menatap Lingga lurus.
__ADS_1
“ Cuma dia katamu? Kamu tahu dia selingkuh dengan gadis lain nggak? Sebelum kalian pacaran pun dia sudah dekat dengan gadis lain, kamu terlalu di butakan oleh cintamu itu. Buka matamu kak, mana kak Shanum yang dulu.?”
“ Kamu anak kecil diam aja, jangan ikut campur ursan aku.”
“ Urusan kamu urusan aku juga, apalagi kalau hal ini sampai melibatkan papa dan mama. Kamu saudaraku satu-satunya perempuan, aku memang seorang adik, tapi aku bisa jagain kamu dari pria macam dia.”
“ Lingga, kamu sebaiknya pulang. Aku nggak butuh kamu sekarang.” Usir Shanum.
“ Nggak, aku nggak akan pulang kalau kamu nggak ikut. Mama sedang sakit dan di rawat di rumah sakit, kondisinya tiba-tiba drop karena kamu kabur dari rumah.” Jelas Lingga.
“ Mama masuk rumah sakit.?” Shanum baru terkejut setelah mendengarnya.
“ Kalau kamu sayang sama mama, cepat pulang. Papa dan Mama nggak akan marah sama kamu, bagaimana pun juga mereka sangat khawatir kalau kamu nggak ada di rumah kak.” Ucap Lingga kemudian.
**
Shanum dan Lingga sudah berdiri di depan kamar inap Jingga, tapi saat itu Shanum terlihat takut untuk masuk ke dalam. Dia sangat takut papanya marah dan melontarkan kata-kata yang menyakitkan.
“ Tenang aja, mereka nggak akan marah.” Kata Lingga sambil meraih tangan Shanum.
Pintu kemudian di buka oleh Lingga, mereka berdua masuk ke dalam ruangan itu dan menjadi pusat perhatian papa dan mama mereka. Shanum langsung menghampiri papanya dan meminta maaf karena sudah pergi dari rumah tanpa bilang-bilang.
Kemudian Shanum memeluk Jingga sambil menangis sejadi-jadinya, ini pertama kalinya Shanum melihat mamanya terbaring di tempat tidur rumah sakit. Sedih dan sakit rasanya melihat mamanya seperti itu karena dirinya.
“ Shanum nggak akan nakal lagi, mama cepat sembuh ya.” Ucapnya tak mau berhenti menangis.
“ Mama maafin sayang, kamu sehat kan.?” Tanya Jingga merasa senang melihat putrinya akhirnya kembali.
“ Aku sehat ma, aku baik-baik aja. “
“ Shanum.” Panggil Arkana sontak membuat Shanum langsung menoleh ke arahnya.
“ Iya pa.?” Shanum sudah siap jika dia akan di marahi oleh Arkana saat ini.
“ Maafin papa, mungkin papa sudah keras sama kamu sampai buat kamu kabur dari rumah. Tapi kamu harus tahu, papa melakukan ini semua karena papa sayang banget sama kamu.” Ujar Arkana sambil memeluk Shanum.
“ Shanum juga minta maaf pa.”
__ADS_1
Akhirnya permasalahan mereka telah terselesaikan, Shanum akan lebih mendengarkana perkataan orang tuanya mulai sekarang. Meskipun dia tahu kalau melepaskan Zacky dalam hidupnya akan sangat berat, tapi mungkin inilah yang terbaik.