
Setelah masalah ini sepakat tidak ingin di perpanjang, Arkana hanya memberikan pelajaran berupa drop out dari sekolah kepada Zacky. Tak hanya itu, dia juga memastikan kalau Zacky tidak akan di terima di sekolah mana pun.
Sebenarnya bukan hanya itu saja pembalasan yang di berikan Arkana, masih begitu banyak sampai dia ingin membuat hidup Zacky lebih menderita lagi di banding Shanum.
Kondisi fisik Shanum saat ini masih sehat, namun pisikisnya terganggu. Terkadang dia menangis seharian, lalu merenung, kemudian terlihat bersikap biasa saja, sampai kedua orang tuanya berpikir ingin membawa Shanum menemui Gilang jika mereka kembali ke Indonesia.
Semenetara itu Shanum merasa kasihan kepada orang tuanya, meskipun dia terus menerus meminta maaf, pada hatinya seperti ada sesuatu yang mengganjal.
Pernah suatu saat Jingga menemui Shanum tengah menangis sendirian di kamarnya, Jingga mencoba menenangkan Shanum dengan berbagai cara hingga gadis itu berhenti menangis.
" Aku merasa kotor ma, aku nggak pantas terus hidup. Aku sekarang hanya akan jadi aib buat papa dan mama. " Isak Shanum.
" Shanum sayang, kamu nggak boleh ngomong seperti itu. Mama nggak mau kamu berpikiran sempit dan melakukan bunuh diri, itu bukan solusinya nak. " Balas Jingga tak henti-hentinya membelai Shanum dengan kasih sayang.
" Dengarkan mama, apapun yang telah terjadi sama kamu. Mama nggak akan pernah salahin kamu, mama terima keadaan kamu seperti ini dari pada mama harus kehilangan putri mama satu-satunya. " Lanjut Jingga dan kembali membuat Shanum menangis histeris.
**
Pindah ke Indonesia setelah menghabiskan waktu selama 26 tahun lamanya, Arkana, Jingga, dan kedua anaknya akan menempati rumah papa Hendra dan mama Widya.
Keduanya sudah sangat tua dan ingin anak dan cucunya hidup di rumah yang sama dengan mereka, Arkana pun tidak bisa menolak dan mewujudkan keinginan mereka untuk tinggal bersama.
Sebelum tiba di Indonesia, mereka sepakat untuk tidak membahas masalah Shanum pada siapapun. Rahasia itu akan di tutup rapat-rapat bahkan kepada Keenan sekali pun.
Hari kedatangan mereka di Indonesia rupanya di sambut hangat oleh Keenan, pria itu sudah menunggu kedatangan keluarganya satu jam sebelum mereka tiba.
Bahkan Keenan datang dengan membawa mobil sendiri, saat bertemu dengan keluarganya membuat pria itu bahagia hingga memeluk mereka satu persatu.
" Keenan kangen banget sama kalian."
Setelah memeluk mereka satu persatu, entah mengapa Keenan memeluk Shanum lebih lembut dari biasanya. Keenan melakukan itu karena melihat tatapan mata Shanum yang tidak secerah sebelumnya, dia tidak tahu apa yang terjadi pada adiknya dan hanya menunjukkan rasa sayangnya sebagai seorang kakak pada sang adik.
" Gimana kabar kamu Nan.? " Tanya Jingga.
__ADS_1
" Baik ma, aku, kakek, dan nenek juga baik. " Jawab Keenan mantap.
Semua barang-barang mereka telah di kirim lebih awal sebelumnya, sehingga mereka hanya datang membawa tas di tangan mereka masing-masing.
Keenan sengaja membawa Alphard milik neneknya untuk menjemput keluarganya itu, dan setelah semua orang sudah naik ke atas mobil, Keenan pun melaju dengan kecepatan sedang sambil menceritakan pengalamannya selama tinggal di Indonesia.
**
Pesta perjamuan makan siang besar-besaran di adakan di kediaman Widya, semua keluarga di undang termasuk keluarga dari papa Aidan.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama semua orang berkumpul di rumah itu. Mama Widya dan papa Hendra memperoleh tiga cucu dari Arkana, sedangkan papa Aidan mendapat cucu dari Arkana, dua dari Zara, dan tiga dari putra bungsunya.
Jika saja Bima masih ada, mungkin akan lebih ramai lagi rumah itu. Semua anak-anak memang sudah dewasa, tidak ada suara tangisan bayi lagi. Meski begitu semua orang merasa senang dan bersyukur masih di berikan kesehatan untuk berkumpul bersama.
Di saat semua orang berkumpul di ruang keluarga, terlihat Shanum yang masih enggan untuk berbaur. Dia merasa tidak pantas bergabung dengan para sepupunya yang sudah dewasa, dan seseorang menyadari sikap aneh Shanum hingga merangkulnya dengan penuh semangat.
" Adikku yang satu ini tumben banget kelihatan sedih? Biasanya yang paling ceria dan cerewet kan kamu." Gumam Arkana melirik Shanum dengan senyuman.
" Nggak kenapa-napa kok." Balas Shanum lirih.
" Kita mau kemana?" Tanya Shanum penasaran.
" Jalan-jalan. " Jawab Keenan sambil mengeluarkan mobil dari pelataran rumah..
" Tapi kita kan lagi kumpul keluarga.? "
" Nggak apa-apa, nanti aku telpon mama kalau aku ajak kamu keluar jalan-jalan. "
" Tapi kenapa? Aku lagi nggak mau jalan kemana-mana. "
" Tapi aku mau, udah kamu ikut aku aja. Kita senang-senang berdua. " Seru Keenan kemudian.
**
Keenan mengajak Shanum ke tempat yang indah dan tenang, sebuah pantai dengan suasana yang menenangkan hati dengan angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah mereka.
__ADS_1
" Kalau ada sesuatu yang di pendam, kamu boleh kok teriak. " Ucap Keenan melirik Shanum yang di lihatnya sejak tadi terus menghela nafas panjang.
Shanum ikut melirik Keenan dengan tatapan sayu, dia ingin menangis saat melihat wajah Keenan yang tidak mengetahui tentang keadaannya saat ini.
" Kak Keenan, aku merasa bukan gadis baik-baik sekarang. "
" Kok kamu ngomong begitu? Kamu itu gadis yang baik, cantik, dan kebanggan kita semua." Balas Keenan sambil membelai kepala Shanum.
" Aku nggak pantas buat siapa-siapa, sekarang aku takut bagaimana nasibku ke depannya."
Keenan tidak mengerti mengapa Shanum terus berkata hal yang aneh, sampai pada akhirnya dia meminta Shanum untuk menceritakan yang sebenarnya.
Shanum memang tidak ada niat untuk menutupi hal ini dari Keenan, hingga dia menceritakan semuanya kepada Keenan sambil menangis tersedu-sedu.
Sepanjang cerita, terlihat Keenan yang menampakkan wajah kesalnya. Terutama saat dia mendengar nama Zacky di sebut. Dan setelah Shanum selesai menceritakannya, Keenan beranjak dari tempatnya sambil mengumpat dengan kalimat yang membuat Shanum sedikit terkejut.
" Seharusnya aku ada disana waktu itu, biar ku patahkan kakinya supaya dia tidak bisa berjalan lagi. Sialan, berani-beraninya dia membuatmu seperti itu. " Ucap Keenan dengan emosi yang meluap.
Shanum menyadarinya sekali lagi, di saat dia sedih tapi ada yang peduli dan sayang padanya, perasaan sedih itu langsung menghilang. Kini dia bisa tersenyum kembali, dia tidak perlu khawatir sekarang. Karena dia tahu kalau ada begitu banyak orang yang berada di pihaknya.
**
Mood Shanum kembali membaik setelah dia dan Keenan pergi menghabiskan waktu bersama, setelah dari pantai, keduanya pergi bermain di taman bermain, kemudian belanja makanan kesukaan Shanum, hingga menunjukkan Shanum keindahan kota Jakarta pada malam hari.
Bagaimana bisa Shanum begitu bahagia memiliki seorang kakak laki-laki seperti Keenan, sosok Keenan adalah kakak yang pengertian tanpa harus di minta. Dan dia juga punya adik laki-laki yang akan selalu melindunginya dari apapun.
Shanum begitu beruntung, jika saja dia di lahirkan kembali, dia hanya ingin di lahirkan oleh seorang wanita cantik yaitu mamanya.
Sepulang dari menikmati waktu berduanya dengan Keenan, Shanum kembali disambut hangat oleh keluarga besarnya. Yang tadinya dia cuek pada para sepupunya, kini menjadi ceria lagi.
Bahkan Arkana dan Jingga sampai di buat keheranan dengan sikap Shanum yang berubah, lantas Keenan memberikan kode kepada mereka bahwa dia berhasil membuat Shanum berubah hanya dalam sekejap.
" Kita nggak perlu khawatir lagi sekarang. " Kata Arkana sambil merangkul pundak Jingga.
" Iya mas,sekarang dia sudah mulai tersenyum. " Balas Jingga ikut senang melihat Shanum.
__ADS_1