
Shanum dan Lingga menatap kakak laki-laki mereka dengan tatapan bingung, sebab sejak mereka tiba di sebuah kafe, dari tadi Keenan terlihat senyum-senyum sendiri sambil menatap layar ponselnya. Sejak dia datang menjemput, Keenan tidak pernah lepas dari ponselnya sehingga membuat dua adiknya itu di buat bertanya-tanya.
“ Kak Keenan punya pacar ya?” Tegur Shanum yang akhirnya berhasil membuat Keenan berhenti memainkan ponselnya.
“ Emang kelihatan ya kalau aku punya pacar sekarang.?” Balas Keenan santai.
“ Aku laporin mama tahu rasa loh, pasti kak Keenan punya pacar orang sana kan? Hubungan kalian udah sampai mana? Aku mau lihat cewek beruntung yang berhasil dapatin kakakku.” Kata Shanum yang mulai penasaran dan ingin mengetahuinya lebih banyak.
Lalu Keenan di buat tertawa dengan ucapan adik perempuannya itu, Keenan kembali menjelaskan bahwa dia tidak memiliki kekasih atau semacamnya yang harus di tunjukkan kepada mereka.
“ Bohong, selama lima tahun disana mana mungkin kak Keenan nggak dekat sama wanita? Setidaknya kak Keenan pernah berpacaran walau sebentar.” Sahut Shanum.
“ Kak Shanum cerewet, kak Keenan sudah bilang nggak ada tapi masih kepo.” Seloroh Lingga berhasil membuat Shanum geram dan langsung mencubit lengannya.
Saat ini Keenan sedang melihat dua adiknya berdebat kecil karena dirinya, tapi dia terlihat menikmati pertengkaran adiknya itu sampai sebuah pesan kembali menyadarkannya dan membuat pria berusia 24 tahun itu segera membuka room chatnya.
( Mau bertemu sebentar? )
Keenan tersenyum senang melihat pesan yang baru saja masuk, kemudian dia menyuruh adiknya untuk lanjut menikmati apapun yang mereka inginkan. Bahkan Keenan sampai memberikan kartu kreditnya kepada mereka, lalu setelah itu dia pergi dengan perasaan penuh bahagia.
“ Kak Keenan benar-benar mencurigakan.” Gumam Lingga yang hanya bisa menatap kepergian Keenan saat itu.
Sementara Shanum yang berhasil menerima kartu kredit Keenan terlihat tersenyum dengan lebar, Lingga menyadari perubahan ekspresi kakak perempuannya yang memang mata uang sejak dulu.
**
Pria itu memilih dua buket bunga dengan jenis yang berbeda, buket satu dengan bunga Lily sedangkan buket dua adalah bunga Daisy. Dia tersenyum saat menerima dua buket itu dan lekas membayarnya.
Setelah dari toko bunga, dia langsung menuju lokasi yang telah di kirimkan oleh seseorang. Sebuah studio pemotretan yang berada tak jauh dari lokasi toko bunga sebelumnya.
Setibanya di lokasi tersebut, Keenan meletakkan satu bunga di mobilnya dan hanya membawa satu buket saja ke dalam. Ketika Keenan masuk ke dalam, dia bisa melihat bagaimana proses pemotretan sedang berlangsung. Dan terlihat dua gadis cantik sedang bergaya di depan kamera, dari auranya terlihat begitu elegan dan mempesona. Sampai Keenan tak sadar kalau dia sedang tersenyum menatap kedua gadis itu.
Dua gadis cantik yang telah bersamanya dalam waktu yang cukup lama, sayangnya mereka harus berpisah selama lima tahun. Sekarang mereka bisa bertemu dan entah mengapa membuat perasaan Keenan menjadi tak karuan.
“ Oke, hari ini cukup sampai sini.” Seru salah seorang fotografer.
Keenan bisa melihat proses pemotretan berakhir, dan dua gadis yang di tunggunya sudah menyadari keberadaannya saat itu. Mereka berjalan menghampiri Keenan, dan yang paling heboh dan langsung memeluk Keenan adalah Lily.
“ Aku kangen banget sama kamu Nan, sekarang kamu udah jadi cowok dewasa ya.” Seru Lily setelah mereka melepaskan pelukannya.
“ Kalian berdua juga udah jadi wanita dewasa yang cantik.” Balas Keenan.
“ Hai Nan, kamu apa kabar.?” Sahut Daisy yang lebih tenang saat bertemu Keenan dari pada Lily.
“ Hai juga, aku baik.” Jawabnya lirih.
“ Bunga ini buat siapa.?” Tanya Lily penasaran.
“ Buat kalian, tapi karena Daisy nggak suka bunga, aku pilih jenis Lily sesuai dengan nama kamu.” Jawab Keenan kembali membuat Lily menerimanya dengan senang hati.
“ Keenan terbaik, aku menyayangimu.” Lily langsung mengecup pipi Keenan dan membuat pria itu sedikit terkejut.
“ Lily, kita sudah dewasa dan bukan anak-anak lagi. Mungkin sebaiknya kau tidak melakukan hal barusan, orang-orang akan salah paham.” Gumam Keenan sambil melirik sekeliling.
“ Nggak apa-apa, mereka tahu siapa kamu. Dan bukannya itu hal wajar di Negara ini? kau tidak perlu malu-malu begitu.” Seloroh Lily.
__ADS_1
“ Tapi aku merasa sedikit,”
“ Kamu jadi aneh begini, padahal tinggal di Amerika selama lima tahun. Cium pipi adalah hal wajar disana, bahkan lebih dari itu pun banyak yang melakukannya.” potong Lily dengan cepat.
“ Lily, aku harus pergi sekarang.” Sahut Daisy yang sejak tadi diam menyaksikan obrolan Lily dan Keenan.
“ Kau mau pergi kemana.?” Tanya Lily penasaran.
“ Aku mau pergi ke toko buku.” Jawabnya pelan.
“ Oke, hati-hati.” Balas Lily.
“ Aku pergi dulu.” Ucap Daisy pada Keenan, dan di balas senyuman manis oleh pria itu.
Daisy sudah pergi meninggalkan studio, sedangkan Lily masih menahan Keenan dan mengajaknya mengobrol sekitar satu jam tiga puluh menit. Sampai akhirnya Lily mengakhiri obrolan mereka karena jadwalnya sibuk.
“ Oh, ya sudah. Karena aku masih ada jadwal, sepertinya kita harus berpisah juga.” Lily menatap Keenan dengan tatapan memelas.
“ Nggak apa-apa, aku datang ke Singapura untuk berlibur dengan waktu yang tak tentu. Jadi kita masih bisa bertemu.” Sambung Keenan.
Dengan berakhirnya pertemuannya bersama Lily hari ini, Keenan terlihat tergesa-gesa meninggalkan studio. Dia menuju mobilnya sambil mengecek jam, dan ternyata sudah lebih dari beberapa menit dia menunda pertemuannya dengan seseorang.
“ Dia pasti sudah menunggu lama.” Ucap Keenan yang dengan cepat melajukan mobilnya.
**
Keenan menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah toko buku, dia kembali melirik jam dan langsung membuka pintu mobil ketika dia sudah tahu sangat terlambat baginya untuk datang.
Keenan memasuki toko buku itu dan mencari sosok yang sudah menunggunya, sayangnya Keenan tidak menemukan gadis yang dia cari hampir di setiap sudut toko buku itu.
“ Apa dia sudah pergi?”
Keenan terkejut melihat kehadiran sosok yang di carinya muncul dalam penampilan yang sulit di kenali, gadis itu melepas topi dan kaca matanya agar lebih mudah di kenali oleh Keenan.
“ Maaf sudah membuatmu menunggu lama.” Ucap Keenan sambil menggaruk kepala tak gatal.
“ Nggak apa-apa, sambil tunggu kamu aku habis baca beberapa buku disini.” Jawab Daisy lirih.
“ Sekarang kita bisa ke tempat lain kan? Ada sesuatu yang ingin ku beritahu.” Ujar Keenan di balas anggukan pelan dari Daisy.
**
Sebuah bukit yang menunjukkan keindahan matahari terbenam menjadi pilihan tempat Keenan mengajak Daisy, dia membiarkan gadis itu sendirian untuk beberapa waktu. Sementara dirinya masih di dalam mobil sambil mengenggam erat buket bunga yang dia pegang saat ini.
Keenan berusaha meyakinkan dirinya apakah ini saat yang tepat untuknya menyatakan perasaan sukanya pada Daisy? Sejak dulu, bahkan saat dia masih anak-anak, Daisy adalah sosok yang selalu membuatnya merasa bahagia dan nyaman.
Daisy dan Lily mungkin adalah anak kembar, tapi keperibadian mereka berbeda. Dan mungkin Keenan lebih menyukai Daisy yang memiliki kepribadian tenang dan lembut, hanya memikirkannya saja sudah membuat perasaannya hampir meledak.
“ Aku harus melakukannya.” Ucap Keenan dengan sangat yakin.
Keenan turun dari mobilnya dan segera menghampiri Daisy, Keenan menangkap sosok gadis yang membelakanginya saat ini dengan perasaan campur aduk. Dia khawatir dengan jawaban yang akan Daisy berikan, jika mau di ingat kembali. Mereka sudah sering berkomunikasi melalui media social, hampir setiap malam saat dia masih New York, keduanya selalu mengobrol meski membahas hal random sekalipun.
“ Dia juga memiliki perasaan sama sepertiku kan.?” Benak Keenan mulai frustasi.
“ Hmm, Daisy.” Panggil Keenan malu-malu.
“ Ya?” Daisy menoleh dan mendapati ekspresi Keenan yang sulit di tebak.
__ADS_1
“ Aku menyukaimu. Ini bunga yang ku pilih spesial untukmu, kau pernah bilang padaku kalau kau tidak suka di berikan bunga di depan Lily. Jadi aku sengaja memberikannya secara terpisah di waktu ini, di waktu aku mengakui perasaanku padamu.” Ungkap Keenan menatap Daisy dengan tulus.
Terlihat jelas di wajah Daisy saat ini, dia tidak bisa menutupi rasa terkejutnya dengan ungkapan perasaan Keenan barusan. Menyadari bahwa Daisy terkejut dan sulit untuk menjawabnya, Keenan pun meraih tangan Daisy sambil berkata.
“ Kamu nggak harus jawab sekarang, aku akan menunggu jawabannya sampai kamu yakin dengan perasaanmu.” Ucap Keenan di balas anggukan pelan Daisy yang memang belum bisa menjawabnya dengan benar.
**
“ Dimana Keenan.?” Tanya Jingga saat tidak melihat putranya di meja makan.
“ Di kamarnya, katanya nggak lapar.” Jawab Shanum.
“ Tumben? Padahal tadi pagi dia request di buatin rending.” Ucap Jingga bingung.
“ Kamu coba cek dulu, dari tadi dia kelihatan linglung.” Sahut Arkana.
Jingga pun meninggalkan ruang makan dan berjalan menuju kamar putra pertamanya. Sebelum memasuki kamar itu, Jingga mengetuk pintu sampai Keenan mempersilahkannya masuk.
Ketika dia sudah di persilahkan, Jingga yang baru saja masuk melihat keadaan Keenan yang seperti habis di putuskan oleh kekasihnya. Jingga mengetahui kalau putranya itu sedang memikirkan sesuatu, dan sebagai seorang ibu dia pun ingin ikut mendengar cerita anaknya.
“ Ayo cerita sama mama, kamu ada apa hari ini? habis pulang dari mana kok langsung lesuh gitu mukanya.?” Tanya Jingga lirih.
“ Aku habis nembak cewek ma.” Jawabnya spontan.
“ Ya ampun anak mama sudah besar sekarang, terus gimana respon si cewek? Dia nggak mungkin menolak anak mama yang ganteng ini kan.?”
“ Dia belum jawab, tapi kok aku udah kaya di tolak sama dia.”
“ Hmm, mungkin kamu salah saat menembaknya?”
“ Tapi aku melakukannya dengan caraku sendiri ma, aku beli bunga dan nyatain perasaanku ke dia.”
“ Memangnya siapa gadis itu? mama boleh lihat wajahnya? Mama hanya ingin memastikan apa dia baik untuk kamu atau tidak.”
“ Mama kenal sama dia.”
“ Mama mengenalnya? Siapa? Kasih tahu mama dengan jelas.”
“ Anaknya om Mike.”
“ Jadi benar kalau selama ini kamu suka sama dia.?”
“ Loh, kok mama tahu? Kan aku nggak pernah cerita.”
“ Kelihatan jelas kok, sejak kecil kalian selalu bersama-sama. Dan mama tahu siapa yang kamu suka, dan mama rasa dia juga menyukai kamu.”
“ Jadi mama setuju kalau aku sama dia.?”
“ Setuju dong, mama sudah mengenal Mike dan anaknya dari kamau masih kecil. Jadi nggak apa-apa kalau kamu suka sama anaknya.”
“ Tapi masalahnya dia belum jawab, kalau seandainya dia nggak suka aku gimana.?”
“ Soal itu serahin ke mama, mama bisa bantu kamu supaya dia bisa jawab dengan cepat.”
“ Mama serius.”
“ Serius dong, makanya kamu ikut makan malam sama kita sekarang.”
__ADS_1
“ Siap bos.”