Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Pemecatan


__ADS_3


Ruang direktur utama rumah sakit bintang harapan saat ini sedang ramai dengan beberapa orang yang di panggil secara langsung oleh mama Widya, menyusul rumor yang keluar beberapa saat yang lalu dan menimbulkan kehebohan yang masih belum terkontrol dengan baik.


Mama Widya telah berhasil menemukan pelaku yang telah memposting rumor yang telah menghebohkan semua orang, dan di dalam ruangan saat ini selain mama Widya dan papa Hendra, ada Qania, Nisa, Angga, dan dua orang farmasis rumah sakit bintang harapan.


“ Saya akan membahas dua masalah hari ini, dan semua orang yang ada di ruangan ini harus berkata dengan jujur.” Lontar mama Widya yang mengambil alih pertemuan hari ini.


“ Pertama, saya mau menanyakan terkait postingan yang menyebarkan rumor perselingkuhan Arkana dan Qania, saya sudah menyuruh seseorang untuk melacak id pengguna. Dan di temukan bahwa id pengguna itu sendiri adalah perawat yang bekerja dengan Arkana, Annisa Rahma, kamulah orang yang menyebarkan postingan itu di forum rumah sakit.” Lirik mama Widya membuat semua mata langsung tertuju padanya.


“ Maaf bu, saya tidak mengerti maksud anda.?” Balas Nisa menatapnya kebingungan.


Mama Widya menyuruh asistennya untuk menunjukkan bukti yang berhasil mereka kumpulkan, dan semua bukti tersebut mengarah kepada Nisa. Saat di selidiki pun Id penggunanya sama, tapi Nisa terus berikeras mengatakan bahwa bukan dia yang melakukannya.


“ Saya tidak heran kalau kamu yang menjadi pelakunya, saya sudah mendengar dari beberapa orang kalau kamu tertarik dengan Arkana. Apa semua ini sengaja kamu lakukan untuk balas dendam pada Arkana.?” Lontar mama Widya.


“ Saya tidak melakukannya bu, saya benar-benar tidak tahu apapun soal postingan itu. Beberapa hari terakhir saya nggak pernah social media, hp saya terus berada di tas selama saya bekerja bu.” Jelas Nisa.


“ Lalu bagaimana ini bisa berakhir dengan id pengguna kamu? Kamu mau bilang kalau ada seseorang yang menghacknya.?”


“ Saya nggak tahu bu, tapi saya berani bersumpah kalau bukan saya yang melakukannya.”


“ Bukti sudah jelas dan saya tidak akan memberikan kesempatan untuk pelaku seperti kamu tetap bekerja di rumah sakit ini. Mulai sekarang kamu di pecat, kami tidak membutuhkan perawat sepertimu di rumah sakit ini.” Lontar mama Widya yang sudah memutuskannya dengan matang.


“ Saya tidak terima dengan tuduhan palsu ini, saya akan buktikan ke semuanya kalau bukan saya yang melakukannya.” Ketus Nisa.

__ADS_1


“ Bawa dia keluar dari sini, jangan biarkan dia mengatakan apapun yang terjadi di ruangan ini pada orang lain.” Titah mama Widya pada dua asistennya yang lain.


“ Baik nyonya.” Balas mereka segera menarik Nisa keluar dari ruangan.


Suasana kembali terasa mencekam dari sebelumnya, Qania yang masih duduk di hadapan mama Widya pun terlihat kebingungan dengan situasi yang terjadi saat ini.


“ Aku percaya sama Nisa, dia tidak mungkin melakukan hal ini pada Arkana.” Benak Qania.


“ Dan yang kedua, ini bahkan jauh lebih parah dari rumor itu. Saya sudah mendengar dari seseorang kalau kalian berempat sudah melakukan medication error pada menantu saya? Sekarang jelaskan, kenapa kamu sampai melakukan kesalahan seperti ini Qania.?” Lirik mama Widya pada Qania.


Qania tidak takut untuk menjelaskan semua yang dia ketahui, mulai dari awal sampai akhir di sampaikannya dengan penuh percaya diri berharap mama Widya percaya dengan penjelasannya saat ini.


“ Mau itu tidak sengaja atau di sengaja, semua sudah terjadi. Menantu saya bisa meninggal karena kesalahan kalian semua. Karena saya tidak ingin ada masalah yang lebih besar yang membuat citra rumah sakit ini rusak, saya akan menarik SIP ( Surat Izin Praktik) kamu Qania.”


Qania sudah menduga hal ini pasti akan terjadi jika mama Widya sampai mengetahuinya, terlebih lagi dengan rumor tersebut yang membuat semuanya menjadi semakin kacau.


Qania ingin sekali melawan untuk mempertahankan kebenaran yang ada, tapi kondisinya tidak cukup baik. Dia merasa pusing dan sedikit mual, pasrah adalah pilihan terbaik untuk saat ini.


“ Semua boleh keluar, dan jangan sampai memberitahu siapapun tentang apa yang terjadi di ruangan ini.” Ucap mama Widya tegas.


Setelah semua keluar dari ruangan, tampak papa Hendra yang sejak tadi berdiam diri mulai angkat bicara atas keputusan mama Widya yang di anggapnya tidak tepat.


“ Kamu tidak harus menarik SIP Qania, dia merupakan salah satu dokter yang menangani Jingga untuk saat ini.”


“ Masih banyak dokter lain, jika dia terus di rumah sakit ini maka semua orang akan menganggap rumor itu benar. “

__ADS_1


Papa Hendra hanya bisa diam, dia tidak bisa berbuat banyak untuk saat ini. Emosi istrinya sedang tidak stabil untuk beberapa saat, dia penasaran apa yang telah membuatnya seperti ini.


**


Wanita itu baru saja keluar dari ruangannya di temani oleh dua asisten pribadinya yang dimana selalu ikut kemana pun dia pergi, mereka sudah sampai di parkiran untuk segera meninggalkan rumah sakit.


Mobil hitam itu berhasil keluar dari pelataran rumah sakit dan sedikit bergerak menuju sebuah kafe di ujung jalan, saat mobil itu berhenti terlihat ada seorang gadis yang masuk ke dalam dan duduk di sebelahnya.


“ Bagaimana tante? Tante sudah memecat mereka semua kan.?” Tanya Tsania melirik Widya dengan senyuman licik.


“ Kau melaporkan mereka semua dalam satu waktu, kenapa aku merasa kalau semua ini adalah ulahmu.?” Lirik Widya sedikit kesal.


“ Karena aku? Hey tante yang cantik, aku bahkan kaget loh pas tahu berita itu keluar. Sumpah, aku tuh nggak tahu apa-apa soal hubungan anak tante. Aku hanya tahu rahasia tante selama ini, jadi jangan salahkan aku.”


“ Lalu kenapa kau ingin mereka di pecat.?”


“ Itu karena mereka sangat sombong, mereka sudah membuatku kesal. Tante nggak mau kan rahasia tante kebongkar sampai semua orang tahu, makanya tante ikutin apa kataku aja.”


“ Sial, aku di atur sama anak kecil.” Benak mama Widya begitu kesal.


Beberapa saat yang lalu.


Saat semua orang sedang sibuk membahas rumor yang beredar, seseorang diam-diam datang menemui Widya di ruangannya. Sebelum itu dia memastikan bahwa Widya benar-benar sendirian disana, dan setelah itu Tsania memberitahu semuanya kepada mama Widya.


Tsania memberitahu mama Widya bahwa Qania terlibat medication error pada Jingga, dan kemudian dia juga yang memberitahu mama Widya untuk segera melakukan pengecekan id pekerja rumah sakit untuk mengetahui siapa yang telah memposting rumor tersebut.

__ADS_1


Nampaknya mama Widya berhasil termakan hasutan Tsania, hingga akhirnya dia memutuskan untuk memanggil mereka semua dan menyelesaikannya sebelum masalah semakin membesar.



__ADS_2