Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Spesial Chapter 1


__ADS_3


Pria itu terbangun dari tidurnya dalam keadaan perasaan yang bahagia, bagaimana tidak, hari ini dia akan pulang ke Singapura setelah hampir enam tahun lamanya menuntut ilmu di negeri paman Sam.


Keenan telah selesai merapihkan tempat tidurnya, selama ini dia hidup sendirian di sebuah apartemen yang berada tak jauh dari kampusnya.


Sekitar satu tahun yang lalu Keenan telah menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan mengambil jurusan Seni dan Perfilman. Sejak kecil dia senang dengan hal yang berbau film dan sinematografi, pamannya Samuel yang menawarkan untuk melanjutkan impiannya di Amerika.


Dan setelah lulus SMA, dia meminta kepada kedua orang tuanya untuk mengizinkannya mengambil jurusan tersebut. Dan tentu saja kedua orang tua Keenan akan sangat mendukung apapun pilihan putra mereka selama Keenan bahagia dengan pilihannya, maka tidak ada kata tidak bagi kedua orang tuanya.


Setelah selesai bersih-bersih, sambil menikmati sarapan paginya Keenan mencoba menghubungi kedua orang tuanya terlebih dulu. Sebenarnya dia belum memberitahu mereka tentang kepulangannya karena ingin membuat kejutan, tapi Keenan penasaran dengan suasana disana dan apa saja kesibukan orang tua dan adik-adiknya akhir-akhir ini.


" Hai ma, mama ngapain.? " Ucap Keenan saat panggilan telah terhubung.


" Mama baru pulang dari butik, kamu ada apa nelpon mama.? "


" Kangen aja, papa mana? Shanum sama Lingga juga.? "


" Papa masih belum pulang, Shanum lagi ada kemah sekolah, kalau Lingga seperti biasa ada di kamarnya. "


" Kalian semua sehat kan.? "


" Sehat, kamu gimana? Kapan pulang ke sini? Sudah hampir lima tahun loh, kamu betah banget disana. Nggak kasihan sama mama.? "


" Sabar ya ma, anakmu sedang berjuang menjadi Sutradara disini. Keenan pasti pulang kok kalau ada kesempatan. "


" Kamu ini selalu begitu jawabannya, mama kasih izin kamu sekolah disana bukan untuk jauh dari mama lama-lama. "


" Iya ma, Keenan juga kangen banget sama mama. "


" Kalau kangen pulang dong. "


" Mama berdoa aja yang banyak, siapa tau besok aku udah disana. "


" Mama udah sering berdoa, kamu aja yang nggak pernah mau pulang. "


Keenan merasa sudah cukup baginya mengobrol dengan mamanya, dia pun harus melalukan persiapan untuk kepulangannya ke Singapura.


**


Tepat pukul empat sore, Keenan sudah meninggalkan apartemennya. Dia di temani oleh Samuel ke bandara saat itu, Keenan juga sudah memberitahu Samuel untuk tidak memberitahu mamanya tentang kepulangannya hari ini.


" Sejak tadi kau terus menatap foto itu, sebenarnya siapa mereka.? " Tegur Samuel pada Keenan yang terus menerus menatap foto dua gadis cantik pada sebuah sampul majalah.


" Temanku. " Jawabnya singkat.


" Mereka kembar.? "


" Iya, mereka kembar. "


" Jangan bilang kau menyukai salah satu di antara mereka.? "


" Suka? Aku nggak tahu harus menjelaskannya seperti apa. " Jawab Keenan sambil senyum-senyum kecil.

__ADS_1


" Hati-hati dalam menyukai anak kembar. " Sahut Samuel membuat Keenan meliriknya bingung.


" Memangnya kenapa.? "


" Hubungan kalian pasti nggak akan baik-baik aja, anak kembar cenderung memiliki hubungan yang kuat satu sama lain. Kalau mereka menyukai satu orang yang sama, itu bisa berbahaya nantinya. Saranku jangan sukai mereka, kau ini tampan sepertiku, jadi nggak akan susah mencari pasangan. " Lontar Samuel dengan penuh percaya diri.


" Alasan yang tidak masuk akal. " Ucap Keenan beralih melirik keluar jendela dan menikmati keindahan kota yang sebentar lagi akan di tinggalkannya.


**


Sekitar pukul sepuluh pagi di Singapura, Keenan telah sampai di bandara internasional Changi setelah menempuh delapan belas jam lebih lamanya dari New York ke Singapura.


Kedatangan Keenan benar-benar menjadi rahasia yang tidak di ketahui semua orang. Dari bandara dia hanya naik taksi menuju rumah orang tuanya, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah dia datang dengan cara menyamar sebagai kurir paket yang membawakan paket mamanya ke rumah.


Keenan sudah sampai di depan rumah orang tuanya, dia telah menyiapkan penyamarannya sebaik mungkin. Ketika dia menekan tombol bel rumah, tampak bi Yuli yang merupakan pembantu di rumah itu baru saja menjawab panggilan interkom.


" Cari siapa.?" Tanya bi Yuli.


" Paket untuk bu Jingga."


" Tunggu sebentar. "


" Tapi saya mau bu Jingganya langsung yang ambil. "


" Baik sebentar saya panggil bu Jingga. "


Keenan menatap buket bunga yang sengaja dia beli sebelum datang ke rumah orang tuanya, dia memili bunga Daisy yang membuatnya teringat dengan seseorang.


" Ini ada kiriman buket bunga untuk bu Jingga. " Keenan memberikan buket itu dan sukses membuat Jingga semakin kebingungan.


" Dari siapa ya pak.? " Tanya Jingga masih di buat penasaran.


" Dari pengagum rahasia bu Jingga. " Jawab Keenan lagi.


" Maaf saya nggak terima kiriman buket dari orang asing. " Jingga menolak buket itu dan mengembalikannya lagi.


" Nggak bisa gitu dong bu, saya sebagai kurir hanya bertugas membawa kiriman ke alamat yang saya tuju. " Keenan mulai sedikit memainkan perannya di hadapan Jingga.


" Tapi saya nggak bisa pak. "


" Ada apa ini.? " Suara yang terdengar cukup berat baru saja muncul, Keenan mulai gugup saat mengetahui papanya keluar dari rumah.


" Kurir ini bawain aku kiriman bunga dari orang asing, aku nggak mau terima dan minta return tapu dia juga nggak mau. " Jelas Jingga pada Arkana.


" Tolong balikin buketnya ke si pengirim, bilang aja kalau suaminya nggak terima kalau istrinya di kirimin bunga kaya gini. " Lontar Arkana dan mengembalikan bunga tersebut dengan paksa..


" Kalau pengirimnya atas nama Keenan Arshakalif bagaimana.? " Akhirnya Keenan menunjukkan dirinya yang asli di hadapan kedua orang tuanya.


" Keenan.! " Ucap Jingga yang langsung memeluk putranya itu dengan kerinduan yang selama ini di bendungnya.


Arkana bahkan sampai kaget mengetahui bahwa kurir itu ternyata adalah anaknya sendiri. Keenan tampak begitu puas mengerjai kedua orang tuanya, dia sampai di cubit oleh mamanya sendiri karena sudah jahil.


" Kamu kok nggak bilang kalau mau datang.?" Tanya Jingga masih memeluk Keenan dengan sangat erat.

__ADS_1


" Mama udah doa belum hari ini? Kalau udah, mungkin karena doa mama aku bisa ada disini." Jawab Keenan mengingatkan Jingga pada percakapan mereka sebelumnya di telepon.


" Kamu itu seharusnya bilang kalau mau pulang, kan papa sama mama bisa jemput kamu di bandara. " Lontar Arkana.


" Nggak ah, aku mau kasih kejutan ke kalian. " Jawab Keenan masih terlihat puas dengan usahanya kali ini.


" Ayo masuk dulu, kamu pasti capek dari perjalanan jauh. " Ajak Jingga dengan menarik tangan putranya untuk masuk ke dalam rumah.


**


Sore harinya seakan tidak lelah dengan perjalanan jauhnya, Keenan pergi menjemput adik perempuannya di tempat kemah yang di adakan oleh sekolah selama seminggu.


Dan sekarang sudah tepat seminggu Shanum mengikuti kegiatan pramuka di sekolahnya, seharusnya yang datang menjemput adalah Arkana, tapi karena Keenan ingin memberi kejutan pada adiknya maka dialah yang datang untuk menjemput.


Keenan datang dengan mobil mamanya, dan saat mobil itu sudah datang ke pelataran lokasi kemah. Shanum yang mengenali mobil mamanya pun langsung berlari menuju mobil itu dengan ekspresi wajah yang lelah, bahkan saat dia masuk ke dalam mobil pun, dirinya tidak tahu kalau yang ada di dalam mobil ternyata adalah kakak laki-lakinya.


" Mukanya kok gitu banget.? " Tegur Keenan sontak membuat Shanum menoleh dengan kaget.


" Kak Keenan.? " Ucapnya dan langsung memeluk pria itu.


" Ini beneran kakak aku kan? Kak Keenan kan? " Shanum sampai tidak percaya tapi dia bisa melihat dengan jelas bahwa pria yang di peluknya memang benar adalah Keenan.


" Ini beneran aku, sekarang kamu udah jadi gadis remaja ya. Makin cantik kaya mama." Ucap Keenan bukan membuat Shanum merasa senang, justru membuatnya terlihat sedih.


" Kenapa? Aku salah ngomong ya.? " Tanya Keenan cemas.


" Aku beneran cantik kak.? " Rupanya Shanum tidak percaya diri dengan kecantikan yang dimilikinya.


" Kamu cantik kedua setelah mama, memangnya ada yang bilang kamu nggak cantik.? "


Shanum terdiam sejenak, dia merasa tidak ingin membahasnya sekarang. Dia pun meminta Keenan untuk mengajaknya ke tempat yang seru sebelum pulang ke rumah.


" Kita jemput Lingga dulu di sekolah, aku udah janji sama papa dan mama kalau Lingga juga harus di jemput."


" Okee deh. "


**


" Kak Keenan.? "


Anak laki-laki berusia 15 tahun yang sekarang masih menginjak bangku SMP itu tampak terkejut dengan apa yang di lihatnya sekarang, Lingga sendiri merupakan anak terakhir dari Jingga dan Arkana dan sekarang tiga bersaudara itu telah bertemu dan saling melepas rindu.


" Ini beneran kak Keenan? " Ucap Lingga sekali lagi.


" Beneran, memangnya ada Keenan palsu.?" Seloroh Keenan.


" Aku kangen banget sama kak Keenan, kita ketemu tahun lalu pas kita semua datang ke New York waktu itu. " Ucap Lingga tak berhenti memeluk kakak laki-lakinya.


" Karena aku sudah datang, gimana kalau kita bertiga ke Plaza Singapur. Kalian bebas mau jajan apa aja, tapi ingat jangan kasih tahu mama dan papa. "


" Siap kak. " Seru mereka berdua kompak.


__ADS_1


__ADS_2