Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Congratulations


__ADS_3


Arkana menatap pria di hadapannya dengan malas, dia tidak menyangka malam ini akan menikmati makan malam bersama dengan Samuel. Jingga memang sudah memberitahunya sebelum dia pulang, dan karena dia tidak bisa menolak maka Arkana pun harus sabar menghadapinya.


“ Makanan kamu udah mulai enak ya? Padahal dulu rasanya kaya,” Samuel menggantung ucapannya saat mendapati tatapan tajam dari Jingga.


“ Maksudku makananmu selalu enak.” Sambung Samuel yang ketakutan dengan ekspresi Jingga saat ini.


“ Makanan mamaku yang terbaik om.” Sahut Keenan berhasil membuat suasana di ruang makan menjadi lebih berwarna.


“ Kamu mau coba masakan buatan om nggak?” Tawar Samuel pada Keenan.


“ Mau om.” Jawabnya dengan cepat.


“ Om jago buat humberger loh.”


“ Aku mauuuu.”


“ Keenan nggak boleh makan humbergur.” Sahut Arkana dengan cepat.


“ Tapi papa beliin aku buger waktu itu.” Ceplos Keenan seketika membuat tatapan Jingga langsung tertuju padanya.


“ Jadi kamu diam-diam kasih dia buger mas? Kan kamu tahu kalau dia nggak boleh makan itu, kamu dokter tapi biarin anak kamu makan makanan nggak sehat.” Sahut Jingga kesal.


“ Papa kasih aku buger tapi aku harus minta adek ke mama.” Ceplos Keenan sekali lagi yang membuat Arkana kapok dengan tingkah anaknya sekarang.


“ Oh jadi karena itu Keenan tiba-tiba minta adek.” Ucap Jingga lebih serius.


“ Aku bisa jelasin sayang, Keenan ini kan masih anak-anak, dia nggak ngerti soal gituan.” Balas Arkana berusaha membela diri.


Samuel yang mendengarnya pun langsung tertawa, sedangkan Jingga terlihat sangat marah pada Arkana sekarang. Arkana sendiri berjanji tidak akan bekerjasama dengan putranya lagi.


**


Hujan deras melanda kota Bukit Timah malam itu, Samuel yang menatap keluar jendela merasa malas untuk kembali ke hotel. Namun Arkana terlihat sudah siap mengantarnya pulang saat itu juga.


“ Aku bisa tinggal disini kan.?” Pinta Samuel menatap Jingga dengan penuh harap.


Jingga sendiri tidak bisa menjawab karena harus meminta izin pada Arkana terlebih dulu, Arkana menghela nafas panjang sesaat setelah melihat wajah Jingga. Dia sudah membuat Jingga marah sebelumnya, dan kali ini mau tidak mau dia harus mengizinkan Samuel untuk tinggal di rumah mereka.

__ADS_1


“ Gunakan kamar tamu yang ada di sebelah kamar kami.” Ucap Arkana yang akhirnya pasrah dengan keadaan.


Samuel tampak kegirangan di beri izin untuk tinggal di rumah itu walaupun hanya semalam. Besok pagi dia dan Jingga akan pergi bersama-sama menuju lokasi acara, sehingga Samuel pasti tidak akan terlambat.


**


Arkana terbangun dari tidurnya saat dia merasa haus, dia melirik Jingga yang berada di sampingnya dan masih terlelap dengan damai. Pelan-pelan Arkana turun dari tempat tidur dan bergegas pergi ke dapur untuk mengambil air.


Saat Arkana keluar, dia melihat pintu halaman belakang rumah terbuka. Dia mengira dirinya lupa menutup pintu semalam, dan setelah di cek ternyata diluar ada Samuel yang sedang merokok.


“ Tutup pintunya saat kau sedang merokok, anak dan istriku bisa mencium asapnya nanti.” Sahut Arkana sambil menutup pintu dan berjalan ke samping Samuel.


“ Mereka ada di kamar, mana mungkin bisa mencium asapnya.” Balas Samuel santai.


“ Tetap saja, di rumah ini tidak ada yang merokok. Jadi jangan mencemarinya dengan rokokmu itu.”


“ Santai bung, ini hanya rokok elektrik dan asapnya tidak berbahaya kok.”


“ Kapan kau pulang ke tempat asalmu lagi.?” Tanya Arkana tiba-tiba ingin tahu.


“ Kenapa? kau tidak suka kalau aku disini lebih lama.?”


“ Wah, frontal banget.”


“ Kau memang sepupunya, tapi aku tetap tidak suka.”


Samuel tertawa mendengarnya, Arkana menatapnya heran.


“ Kalau aku bilang aku juga suka sama Jingga, apa yang akan kau lakukan.?” Tanya Samuel tiba-tiba.


“ Jingga sudah menjadi milikku, sampai kapan pun selagi dia masih menjadi milikku, orang lain sepertimu tidak akan bisa merebutnya.” Jawab Arkana dengan penuh percaya diri.


“ Cepat selesaikan urusanmu, hari ini adalah hari penting untuk Jingga. Jadi jangan membuat acaranya berantakan.” Sambung Arkana sebelum akhirnya meninggalkan Samuel sendiri.


**


Hari yang di tunggu-tunggu oleh Jingga pun tiba, di hadapan seratus tamu undangan dan sepuluh juri yang akan menilai busana yang telah dia rancang untuk sepuluh model yang akan memperagakannya di panggung runaway.


Arkana dan Keenan berada di antara tamu undangan, keduanya duduk di barisan kedua belakang juri atas undangan vip yang mereka dapat dari Jingga.

__ADS_1



Sekitar dua puluh orang desainer muda akan menampilkan karya terbaik mereka, dan tiga dari mereka akan mendapatkan penghargaan dengan kategori yang berbeda-beda.


“ Keenan lihat, mereka yang di atas sana adalah model-model mama.” Tunjuk Arkana ketika para model Jingga sudah memasuki runaway dan berjalan menampilkan setiap sudut busana yang di buat oleh Jingga.


“ Om Muel.” Sahut Keenan yang paling mengenal Samuel di antara semuanya.


“ Kamu nggak perlu bersikap berlebihan melihat orang itu nak.” Gumam Arkana menghela nafas pelan.


Seluruh model Jingga telah berhasil menampilkan aksi panggung yang menarik, Arkana bisa mengetahuinya dari beberapa juri di depannya sedang membicarakan desain busan Jingga yang memang sangat iconic dari yang lain.



Setelah semua para model keluar, sekarang adalah waktunya sang desainer ikut berjalan keluar bersama para modelnya. Tampak Jingga yang terlihat begitu cantik dan mempesona mengenakan dress berwarna putih dengan rambut yang di jepit ke belakang.


“ Mama…, mama.” Seru Keenan paling antusias saat melihat mamanya muncul.


Arkana tidak mau tinggal diam, dia langsung mengeluarkan kamer digitalnya dan memotret istrinya dengan cepat. Arkana terus memotret sampai dia tidak tahu ada berapa jumlah hasil potretannya saat ini.



Baginya setiap gerakan Jingga di atas sana adalah yang terbaik dan harus di abadikan ke dalam setiap gambar. Dan setelah Jingga dan para model menuruni panggung, Arkana kembali melihat hasil dari jepretannya.


“ Keenan, lihat. Mama sangat cantik ya.” Ucap Arkana dan langsung di setujui oleh Keenan dengan antusias.


Setelah beberapa waktu akhirnya sudah memasuki penghujung acara, seorang MC di atas panggung akan menyebutkan tiga penghargaan dari kategori busana terbaik, penampilan terbaik, dan desainer berbakat.


Dari ketiga pernghargaan tersebut Jingga berhasil mendapatkan salah satu di antaranya, Jingga memenangkan pernghargaan desainer berbakat pada event tahun ini.


Tampak Arkana dan Keenan bersorak paling keras mendengarnya, melihat Jingga yang di beri pelakat serta karangan bunga di atas sana membuat Arkana kembali mengambil gambar istrinya dengan mata yang berkaca-kaca karena sangat terharu.


Arkana tahu hal ini adalah impian Jingga sejak dulu, mungkin event ini bukanlah event yang besar. Tapi untuk bisa berada disini adalah suatu kesyukuran yang patut di banggakan.


“ Selamat ya sayang, akhirnya kamu bisa meraih apa yang kamu inginkan sejak dulu.” Benak Arkana yang tersenyum menatap Jingga di atas sana.


Saat membacakan pidato singkatnya di atas, Jingga menyebutkan Arkana sebagai best motivationnya selama ini. Dan Keenan yang menjadi support systemnya di kala dia lelah dalam mengerjakan semua busana buatannya, hanya dua sosok itulah yang mampu membuat Jingga kembali semangat.


“ Untuk suami dan anakku, aku sayang sama kalian.” Ucap Jingga dan membuat satu tempat tersentuh dengan ucapan Jingga yang tulus.

__ADS_1



__ADS_2