Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 99


__ADS_3

Pagi hari, Mawar bangun kesiangan saat itu jam sudah menunjukan pukul tujuh pagi tapi Mawar masih asyik terbaring di atas tempat tidurnya.


Perlahan ia membuka matanya dan langsung terkejut saat melihat jam.


"Astaga, aku kesiangan." Mawar langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berlari ke kamar mandi!


Setelah sepuluh menit, ia baru keluar dari dalam kamar mandi, dengan cepat ia memakai pakaiannya!


Waktu terus berjalan jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan, ia belum menyiapkan sarapan untuk suaminya, dengan cepat Mawar berlari ke dapur hendak menyiapkan makanan untuk mereka sarapan!


"Selamat pagi, Mawarku," ucap Aby saat Mawar tiba di dapur.


"Mas, kamu kok gak bangunin aku? Kesiangan kan jadinya," ucap Mawar.


Aby melihat jam ditangannya! "Baru setengah delapan, ayo sarapan," ucapnya.


"Sarapan? Kamu memasak ini sendiri?" ucap Mawar sembari menatap nasi goreng di atas meja makan.


"Iya, maaf kalau rasanya gak enak."


Mawar menatap Aby lalu tersenyum tipis.


"Maaf sudah membuat kamu repot," ucapnya.


"Tidak apa, ayo makanlah." Aby menuang air minum ke dalam gelas lalu memberikannya pada Mawar.


"Selamat makan," ucapnya lalu mulai menyentuh sarapannya.


**********


Di kediaman Roger.


"Sayang, aku pergi duluan ya kalau kamu capek, kamu istirahat aja dulu di rumah ya," ucap Roger pada Michaela.


"Iya sayang, aku akan pergi ke restoran agak siangan dikit," ucap Michaela.


Roger tersenyum lalu mencium kening Michaela setelah itu dia pergi!


Michelle yang sudah mengintai dari pagi langsung mengikuti Roger dari belakang!


"Kemana dia akan pergi, aku harus tahu kemana dia pergi dan akan menemui siapa," batin Michelle.


Michelle terus membuntuti Roger dari kejauhan agar tak menimbulkan kecurigaan.


Setelah mengikuti Roger selama dua puluh menit akhirnya Roger menghentikan laju mobilnya didepan sebuah rumah mewah. Dari luar rumah itu terlihat tidak terurus tapi sepertinya Roger sudah terbiasa dengan keadaan itu, Roger terus berjalan memasuki rumah itu!


Dari jarak yang tak terlalu dekat, Michelle terus menatap memperhatikan laki-laki itu hingga saat Roger sudah benar-benar masuk ke dalam rumah itu ia baru melangkah menuju rumah itu untuk mengetahui sedang apakah Roger di dalam!


Dengan berjalan mengendap-endap, Michelle memasuki ruangan utama rumah itu, ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling tapi tak menemukan Roger.


"Kemana dia?" batin Michelle.


Michelle masuk ke ruangan lain untuk mencari keberadaan Roger! Tiba di suatu ruangan, ia melihat Roger yang sedang berdiri didepan sebuah foto berukuran besar yang terpajang di dinding ruangan itu.


"Maafkan aku, Pa sampai saat ini aku belum bisa menemukan Mimi dalam keadaan Mama yang seperti ini, aku kesulitan untuk menemukan Mimi," ucap Roger pada foto didepannya itu.


"Mimi? Siapa Mimi? Dan orang dalam foto itu mungkinkah mereka Mama dan Papanya Roger," batin Michelle.

__ADS_1


"Mimi, sampai kapanpun selama aku masih memiliki nyawa untuk hidup, aku akan selalu mencarimu. Kamu dimana?" ucap Roger sembari mengusap bayi yang sedang dalam gendongan sang mama dalam foto itu.


"Dia sedang mencari Mimi, Bayi itu adalah Mimi tapi apa hubungannya dengan Pak Randy kenapa dia menginginkan kehancuran Pak Randy?" ucap Michelle dalam hatinya.


Michelle mengambil foto dengan kamera ponselnya setelah itu ia segera pergi untuk melapor pada Randy!


**********


Di kampus.


"Mawar, maafkan gue," ucap Yura sembari memeluk betis Mawar.


Mawar berdiri mematung, ia mencoba memperhatikan sekeliling dan mencubit pipinya sendiri.


"Aaw," ringisnya.


"Mawar maafin gue juga ya," ucap Ghina.


"Gue juga minta maaf ya Mawar," ucap Mia.


"Ini nyata, ini bukan mimpi," batin Mawar.


"Mawar, gue bersedia melakukan apapun asalkan lo maafin kita," ucap Yura.


"E_e_eh, Yura, Mia, Ghina bangun, jangan sujud sama aku. Kalian gak malu apa? Itu orang-orang pada ngeliatin kita," ucap Mawar.


"Gue gak perduli. Maafin gue," ucap Yura.


"Gila tuh si Ratu kampus, bisa-bisanya dia berlutut pada Mawar," ucap salah satu mahasiswa yang melihat kejadian itu.


"Itulah kehebatan Mawar, dia bisa membuat si Yura takut sama dia," ucap Sherin.


"Aku gak tahu, itu urusan mereka, yang pasti kita akan hidup aman dan damai setelah ini karena setelah ini Mawar yang berkuasa," ucap Sherin lagi.


"Aku udah maafin kalian, ayo berdiri," ucap Mawar.


Yura dan dua temannya berdiri lalu bersalaman dengan Mawar.


"Mulai sekarang kita teman kan?" ucap Yura.


Mawar tersenyum lalu menjabat tangan Yura. "Teman, mulai sekarang kita berteman," ucap Mawar.


Yura memeluk Mawar dengan Ghina dan Mia di samping kiri dan kanan mereka.


"Nah tuh akur kan mereka. Ini kesempatan buat lo dapetin dua cewek cantik sekaligus," ucap temannya Galaxi pada Galaxi.


"Maksud lo?" tanya Galaxi.


"Ya lo bisa dapetin Mawar dan juga Yura secara bersamaan. Mereka berdua sama-sama cantik."


"Gue gak minat sama Yura, sedikitpun gue gak ada minat sama dia," ucap Galaxi.


**********


Di kantor Randy.


"Michelle, kamu di sini?" tanya Dirga.

__ADS_1


"Ya, aku mau ketemu sama Pak Randy," sahut Michelle.


"Bagaimana lukanya?" sambung Michelle.


"Baik, berkat kamu, lukanya udah mulai mengering," sahut Dirga.


"Syukurlah, aku ke ruangan Pak Randy dulu ya," ucap Michelle.


"Ya, silahkan. Mau aku antar?"


"Tidak perlu, aku tahu kok." Michelle melanjutkan langkahnya menuju ruangan Randy!


"Siapa?" tanya Aby pada Dirga sembari menatap Michelle yang sudah menjauh.


"Michelle," sahut Dirga.


"Michelle ... ngapain dia ke sini?"


"Sekarang dia kerja sama Pak Randy, apa Tuan Muda belum tahu?"


"Nggak. Sejak kapan, kerja dimana dan di bagian apa dia?" ucap Abymana.


"Dia kerja di kantor cabang entah bagian apa, saya juga tidak tahu."


Di ruangan pribadi Randy.


"Ada bukti baru tentang Roger," ucap Michelle pada Randy.


"Apa itu?" tanya Randy.


"Dari hasil penyelidikan tadi pagi, saya menemukan ini." Michelle memperlihatkan foto yang tadi ia ambil di rumah itu.


"Roger sedang mencari bayi yang ada dalam foto itu, namanya Mimi, yang saya belum mengerti kenapa dia terus mengejar Anda dan keluarga Anda," ucap Michelle.


Randy menatap layar ponsel Michelle dan alangkah terkejutnya ia saat melihat orang yang ada dalam foto itu.


"Arman," gumam Randy.


"Anda kenal dengan orang ini?" tanya Michelle.


"Dia sahabat baik saya. Apa mungkin Roger anaknya Arman," ucap Randy.


"Tapi kenapa dia menyimpan amarah yang besar pada keluarga Anda?"


"Saya harus bicara dengannya. Mungkin benar, kesalahpahaman yang membuat semua masalah ini tak juga berhenti," ucap Randy.


"Maksud Anda?" Michelle menatap Randy penuh tanya.


"Dulu ...." Randy menghentikan ucapannya karena Aby tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya.


"Maaf, Pa, aku menganggu. Aku hanya ingin mengingatkan kalau sebentar lagi Papa harus menemui pihak perusahaan dari luar negeri," ucap Aby.


"Oh ya, sebentar lagi."


Aby tersenyum lalu segera keluar lagi dari sana!


"Nanti akan saya ceritakan yang terjadi dua puluh lima tahun lalu," ucap Randy.

__ADS_1


"Baik, kalau gitu saya permisi."


Bersambung


__ADS_2