
"Kalau gitu aku mau semuanya," ucap Aby dengan tanpa mengalihkan pandangannya dari Mawar.
"Yakin? Kalau aku hamil, kamu mau tanggungjawab?"
"Aku kan suami kamu, ya aku pasti tanggungjawab lah, masa enggak."
Aby meraih kedua belah pundak Mawar lalu merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur!
Tanpa penolakan, Mawar mengikuti arahan Aby yang membaringkan tubuhnya, dia tetap terlihat tenang meski sebenarnya dalam hatinya ada rasa takut.
"Boleh ya, aku ...." Aby menggantung ucapannya.
"Aku sudah siap, kenapa harus bertanya," ucap Mawar.
Dengan tanpa berucap lagi, Aby hendak meraih benda kenyal milik Mawar yang sedaritadi ia incar.
Dengan sigap, Mawar menangkis tangan Aby agar tak sampai menjanah benda pusakanya!
"Sabar dulu. Belum saatnya sayang," ucap Mawar.
"Kenapa? Tadi kamu sudah menggodaku dan ini akhirnya?" ucap Aby.
"Ayo kita berkemas, bukankah besok pagi kamu harus ke kampung? Aku mau ikut, aku mau ketemu Ibu dan Bapakku." Mawar mengangkat tangan Aby dan meletakannya di atas tempat tidur.
Mawar pun mulai bangkit dari tempat tidurnya untuk berkemas!
Tak ingin kalah, Aby menarik tangan Mawar dengan kencang hingga gadis itu kembali terbaring di atas tempat tidur! Dengan cepat, Aby menindih tubuh gadis itu lalu mengincinya dengan tangan dan kaki Aby.
Mawar berusaha menggerakkan kakinya tapi tak bisa karena sudah dikunci oleh kaki Aby.
"Mau kemana? Kamu jangan coba lari," ucap Aby dengan senyum misterius.
"Siapa yang mau lari, aku cuma mau pergi."
"Gak bisa, tadi kamu udah menawarkannya bukan? Aku tidak mau menolak tawaran kamu jadi aku mau memainkannya sekarang."
"Apa! Memainkannya? Kamu pikir ini apa, kok dimainin."
"Ini mainan orang dewasa sayang." Aby mer*mas benda milik Mawar dengan sedikit keras hingga membuat gadis itu terkejut dan sedikit berteriak.
"Apa yang kamu lakukan? Sakit," ucap Mawar.
"Maaf, sengaja." Aby tersenyum penuh kemenangan.
"Sengaja kok minta maaf. Aku gak mau sekarang."
"Aku gak minta sekarang. Tadi kamu nawarinnya ini, ya aku mau ini aja, gak yang lainnya juga." Dengan perlahan tangan nakal Aby, masuk kedalam kaus yang dikenakan oleh Mawar! Dia menelan ludahnya kasar saat merasakan tangannya tiba di tempat tujuannya.
Mawar hanya diam dengan matanya yang tertutup, ia tak ingin melihat Aby yang dari tadi terus menatapnya.
"Udah, jangan lanjutkan. Main-mainnya sudah cukup," ucap Mawar.
__ADS_1
"Aku belum puas." Aby terus bermain di sana seolah tak ingin menghentikan permainannya. Dengan nakalnya dia mencumbu Mawar tanpa meminta izin terlebih dahulu.
**********
Di panti.
"Wah, makanan ini enak sekali. Ini kak Ussy yang masak?" ucap salah satu anak panti yang tengah asyik memakan makanan yang Ussy bawa dari rumah Dirga.
"Iya. Majikan kakak tuh orangnya baik. Dia memberikan semua ini untuk kalian," sahut Ussy.
Anak-anak itu nampak lahap menyantap nasi dengan beberapa macam lauk dan sayuran yang Ussy bawa dari rumah Dirga.
"Kamu udah izin kan sama majikan kamu, kalau kamu akan membawa pulang makanan ini?" tanya Jena.
"Udah Bu, Pak Dirga itu orang baik. Dia sendiri yang menyuruh Ussy untuk membawa semua ini," sahut Ussy.
"Kamu gak makan juga bersama mereka."
"Aku udah makan. Tadi majikan aku membelikan aku roti jadi sekarang perutku masih kenyang."
"Terimakasih ya, sudah mau membantu Ibu."
"Jangan berterimakasih, Bu. Ussy senang diperbolehkan tinggal di sini karena di sini ramai, banyak anak-anak yang menemani Ussy, gak kayak di kontrakan, sepi."
"Sekarang kamu mandi habis itu istirahat," titah Jena.
**********
Dengan hati-hati, Michelle mendekati orang-orang itu dan terus memperhatikan gerak-gerik mereka!
"Sedang apa mereka?" batin Michelle. "Mereka adalah orang yang harus aku ketahui identitasnya."
Michelle mrnaiki pohon besar yang berada di belakang orang-orang itu. Untuk dapat mendengar semua perbincangan mereka, ia harus bisa lebih dekat lagi pada mereka.
"Bakar habis barang-barang ini," ucap salah satu dari mereka.
Seseorang yang tadi menyiramkan sesuatu ke alat-alat bangunan itu, menyalakan korek gas dan bersiap untuk mengajar semua barang yang ada di sana.
Dengan cepat, Michelle memetik buah dari pohon itu lalu melemparkan buah itu tepat pada korek gas yang menyala itu
"Sial," umpat laki-laki itu karena aksinya gagal. Dia menggerakkan tangannya naik turun untuk mereda sakit akibat terkena buah itu.
"Siapa di sana! Jangan bermain-main dengan kami!" seru laki-laki lainnya.
Tiga orang laki-laki itu mencari-cari orang yang telah melempar buah pada mereka hingga rencana mereka gagal.
Tak lama ada sebuah kelelawar terbang dari atas pohon besar itu.
"Kelelawar rupanya. Ayo kita bereskan pekerjaan kita, atau Bos akan marah pada kita kalau tahu pekerjaan kita tidak selesai."
"Jadi ada yang menyuruh mereka," batin Michelle.
__ADS_1
Michelle turun dari pohon itu dan menyerang tanpa mengeluarkan kebisingan. Dia memukul punggung laki-laki yang berjalan paling belakang hingga langsung tak sadarkan diri.
Karena ia tahu laki-laki itu tidak akan mati, ia mengikat tangan dan kakinya dengan tali yang sudah ia siapkan sebelumnya.
Setelah itu bagilah, ia menyerang dua laki-laki lainnya!
"Siapa kamu?" tanya laki-laki itu.
Michelle tak menjawab, dia mengambil ancang-ancang untuk melakukan pertahan diri.
"Jangan ikut campur urusan kami jika kamu masih mau hidup."
"Sebaiknya kalian pergi dan jangan lanjutkan rencana kalian," ucap Michelle.
Perkelahian dua lawan satu pun terjadi, Michelle gagal melumpuhkan laki-laki kedua hingga akhirnya pertempuran pun terjadi.
**********
Di dalam kamar itu, Aby nampak masih asyik bermain-main.
Mawar mendorong dada Aby hingga kini Aby yang berada di bawah dengan posisi tubuh Mawar yang menindih nya!
"Stop. Mainnya cukup sampai disini saja," ucap Mawar.
Aby tersenyum tapi tak mengeluarkan suara sedikitpun.
Mawar segera turun dari tubuh Aby dan merapikan bajunya yang berantakan.
"Nanti lagi ya," ucap Aby dengan senyuman nakalnya.
"Gak boleh."
"Kenapa? Aku gak mungkin minta sama tetangga kan."
"Aku mau nyiapin barang-barang kamu untuk dibawa besok." Mawar bangkit dari duduknya dan berjalan menuju lemari pakaian Aby!
Sementara itu, Aby hanya diam sembari membuka bajunya. Setelah permainan yang cukup menegangkan, dirinya merasa kegerahan dan ingin segera mandi.
"Jangan taruh baju di sana. Letakkan baju kotor di tempat cucian biar aku gak pusing nyari baju kotor kamu," ucap Mawar. Seolah tahu apa yang Aby lakukan, tanpa melihat ke belakang dia sudah berbicara dan melarang Aby menaruh baju kotornya di tempat tidur.
Ya, Aby memang memiliki kebiasaan buruk. Dia selalu menaruh pakaian bekas ia pakai di sembarangan tempat.
"Baru hari ini jadi istri, udah bawel aja," ucap Aby.
Mawar menatap Aby dengan tatapan tajam tapi tak sedikitpun mengeluarkan suaranya.
"I_iya sayang. Aku mau menaruh pakaian kotor ini di tempatnya, kamu jangan menatapku seperti itu," ucap Aby.
Mawar tersenyum. "Suamiku sayang. Terimakasih sudah membantu pekerjaanku," ucapnya.
Bersambung
__ADS_1