Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 55


__ADS_3

"Tuan Muda bangun! Tuan Muda udah azan subuh nih!" seru Mawar sembari terus mengetuk pintu kamar Abymana.


Tak lama, Aby membuka pintu kamarnya dengan masih menampakkan wajah bantalnya.


"Kenapa sih Mawar? Ganggu orang tidur aja," ucap Aby dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


"Maaf, semalam aku lupa membawa baju ganti." Mawar tersenyum ke arah Aby karena merasa laki-laki itu akan marah padanya.


"Kamu udah mandi?" tanya Aby karena mendapati Mawar yang hanya menggunakan jubah mandi.


"Iya, makanya aku mau ngambil baju aku."


Ya, setelah peristiwa kecelakaan itu, Abymana menyuruh Frans dan dua rekannya untuk memindahkan semua pakaian Mawar ke dalam kamarnya karena tak ingin kerepotan lagi saat keluarganya akan menginap di rumahnya lagi, akhirnya mereka tak memindahkan lagi pakaian Mawar ke kamar sebelah. Setiap malam sebelum tidur, Mawar akan mengambil pakaiannya yang akan digunakan untuk tidur dan yang akan digunakan esok paginya.


Namun entah kenapa, malam tadi Mawar lupa mengambil pakaiannya hingga akhirnya dirinya harus mengganggu Aby pagi itu.


"Masuk!"


Tanpa berucap apapun, Mawar nyelonong masuk ke dalam kamar Aby dan berjalan menuju lemari pakaiannya!


Aby duduk di tepi ranjang sembari terus memperhatikan pergerakan Mawar yang sedang memilih pakaiannya.atas


Mawar meraih pakaiannya yang terletak di tempat paling atas, dia nampak kesulitan karena tangannya tak sampai pada bagian paling tersebut.


Hal itu membuat jubah mandinya yang pendek terangkat ke atas hingga menampakkan paha atasnya.


Melihat pemandangan tak biasa itu membuat jiwa lelaki Aby bergemuruh kencang, ia mencoba untuk tidak menatapnya tapi rasanya sayang untuk dilewatkan.


Sementara itu, Mawar yang tak menyadari itu terus melakukan aktivitasnya tanpa merasa ada yang aneh.


"Mawar kamu lagi nyari apa sih dari tadi gak selesai-selesai?" Karena takut tak dapat menahan hasratnya, Aby beranjak dari duduknya dan berniat untuk membantu Mawar agar Mawar cepat pergi dari kamarnya!


Sebagai laki-laki normal, bisa saja karena terbuai oleh keindahan yang dimiliki oleh seorang gadis, ia lupa akal sehat dan akhirnya merampas apa yang belum menjadi haknya.


Mereka memang sudah menikah tapi mereka sudah sepakat untuk melakukan pendekatan dan pengenalan terlebih dahulu dan juga mereka sepakat untuk tidak saling menyakiti dan saling merugikan satu sama lain.


Jika Aby tak dapat menahan hasrat yang belum semestinya itu, Mawar akan merasa rugi dan bisa saja hubungan mereka berubah menjadi buruk.


"Aku lagi nyari atasan aku yang kamu belikan waktu itu," sahut tanpa menghentikan aktivitasnya.


"Aku bantu carikan deh, awas kamu minggir dulu."


Baru Mawar hendak berpindah posisi, tanpa sengaja kakinya tersandung pada kaki Aby yang berada di sampingnya hingga membuat dirinya oleng dan hampir terjatuh.


Untunglah dengan sigap Aby menangkap tubuh Mawar dan akhirnya Mawar tidak sampai terjatuh.

__ADS_1


Untuk sesaat mereka saling bertatapan, Aby tak mengedipkan matanya satu kali pun, dirinya seolah terpana oleh kecantikan Mawar yang sebenarnya.


"Tuan Muda kamu sedang apa? Jangan hanya menatapku, cepat lepaskan aku jika memang kamu ingin membantuku," ucap Mawar.


Aby terhenyak. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk meriset ulang otaknya.


Bagaimana otaknya tidak travelling, melihat gadis cantik dalam dekapannya dengan hanya menggunakan jubah mandi saja ditambah lagi dengan bagian dada yang sedikit terbuka dan menampakkan isi didalamnya. Laki-laki mana yang tidak langsung memikirkan sesuatu yang indah saat berada dalam kondisi itu.


"Oh ya, maaf. Aku hanya sedang memastikan bahwa kamu baik-baik saja."


Aby pun melepaskan Mawar lalu segera membantu Mawar untuk mencari apa yang sedang dicari oleh gadis itu.


"Baik kita lanjut mencari baju kamu."


"Kalau gak turunin aja semua pakaianku itu, taruh di bagian bawah aja biar aku gak merepotkan kamu terus."


"Iya tapi nanti, jangan sekarang. Nanti aja kalau hari libur, kita beres-beres bareng." Aby terus berbicara sambil terus menggerakkan tangannya mencari baju Mawar.


"Ya udah, terserah. Udah ketemu belum bajunya?"


"Gak ada. Pakai yang lain aja ya." Aby mengambil sebuah dress berwarna biru lalu memberikannya pada Mawar!


"Kamu pakai ini aja," ucapnya.


"Hah, yang benar aja aku mau masak harus pakai baju ini."


"Kirain, aku masak suruh pakai baju ginian."


Aby mengarahkan tangannya pada dada Mawar sehingga Mawar berpikir kalau Aby hendak menyentuh mahkota miliknya.


"Tuan Muda, kamu mau apa?" tanya Mawar dengan tangannya yang sudah bersiap untuk membogem suaminya yang ia pikir akan berbuat tak senonoh padanya.


"Jangan menggodaku, kalau aku udah gak tahan aku bisa melakukan apapun demi mendapatkan sarang ularku," ucap Aby sembari merapikan jubah mandi yang dikenakan oleh Mawar.


Mawar menundukkan kepalanya sembari merapikan lagi jubah mandinya itu.


"Aku permisi. Maaf sudah menganggu." Dengan suara halus, Mawar pergi meninggalkan Aby di kamarnya.


Dirinya sudah berpikir buruk pada laki-laki yang menikahinya karena terpaksa itu tapi ternyata pikirannya salah besar, ternyata Aby tidak seperti laki-laki pada umumnya.


Jika biasanya para laki-laki akan membiarkan pemandangan yang mereka sukai tetap pada posisinya, berbeda dengan Aby yang malah menutup pemandangan itu dan memilih untuk tidak menikmatinya.


**********


"Pak, ini sarapannya udah Ussy buatkan. Sarapan dulu dong."

__ADS_1


"Iya, Ussy. Saya masih belum selesai dengan dasi saya," sahut Dirga.


"Jangan minta tolong Ussy, Pak. Nanti yang ada Bapak kehabisan nafas karena tercekik oleh dasi yang Ussy pasangkan."


"Ya kalau kamu memakaikan dasinya kekencangan, jelas saya bukan cuma kehabisan nafas tapi mati saat itu juga."


"Yah Pak, jangan mati dulu. Ussy masih betah kerja sama Bapak."


Dirga menatap Ussy dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa Ussy berbicara seperti itu padahal ia berpikir Ussy akan berkata kalau dia akan melonggarkan dasinya dan tidak akan membiarkan dirinya mati.


Dirga tersenyum, dalam hatinya ia tertawa geli karena Ussy yang selalu bertingkah lucu bahkan Ussy seperti tak menganggapnya sebagai majikan melainkan menganggapnya sebagai teman atau keluarga.


"Oh ya Pak, Ussy boleh kan tinggal di panti asuhan?"


"Iya, boleh," sahut Dirga singkat.


"Hah! Serius Pak?" Dengan tiba-tiba, Ussy memeluk Dirga dengan penuh kegembiraan.


Dirga hanya diam mendapatkan perlakuan Ussy yang baru pertama dilakukannya itu.


"Ah ya ampun. Maaf Pak, kelepasan. Aduh baju Bapak jadi kusut deh." Ussy berusaha merapikan baju Dirga yang kusut akibat pelukannya dengan cara mengusap-usap baju kemeja yang dikenakan oleh Dirga.


Dirga semakin ingin tertawa. Dirinya sudah dek-dekan karena dipeluk oleh seorang gadis tapi ternyata gadis yang memeluknya sepertinya tak merasakan apa-apa.


**********


"Mau kemana kamu Jingga?" tanya Mahendra yang baru selesai sarapan.


"Mau ketemu teman," sahut Jingga sembari terus berjalan.


"Jangan pernah ganggu Mawar."


Jingga menghentikan langkahnya lalu berbalik badan.


"Apa? Gak mungkin aku mengganggu anak kampung itu. Aku pergi untuk menemui temanku, bukan anak kampung itu."


"Jingga! Jaga ucapan kamu ya. Mawar itu adik kamu."


"Tapi aku gak mau punya adik kayak dia. Kampungan," ucap Jingga santai dengan menekan kalimat terakhirnya.


Hal itu membuat Mahendra kesal. "Jingga. Sekali lagi kamu mengatai Mawar, Papa akan menghukum kamu!" seru Mahendra.


"Ini yang bikin aku gak suka sama dia. Gara-gara dia, Papa jadi sering memarahi aku dan tidak menyayangi aku lagi."


Jingga berbalik arah dan pergi dengan kakinya yang terus dihentak-hentakkan ke lantai!

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2