
Setibanya di kantornya Randy langsung berjalan menuju gudang yang letaknya di belakang kantornya!
"Dimana mereka?" tanya Randy.
"Di dalam," ucap Michelle.
"Dirga, kamu di sini juga ternyata," ucap Randy pada Dirga.
"Dirga yang membantu saya. Ini di luar rencana. Sebelumnya Dirga tidak mengetahui rencana ini," jelas Michelle.
"Tidak apa-apa yang penting semua sudah aman karena penjahatnya sudah tertangkap," ucap Randy.
"Mari, saya antar untuk menemui mereka," ucap Michelle.
"Aku di sini aja. Ini kan misi kamu dan Pak Randy, aku tidak termasuk kedalamnya," ucap Dirga.
"Sensi banget. Udah ayo ikut aja," ucap Michelle.
"Gak mau. Aku takut liat kamu marah."
"Ya udah." Michelle pun langsung melanjutkan langkahnya memasuki ruangan itu.
Randy langsung terkejut saat melihat Samuel yang berada di dalam sana.
"Samuel," ucap Randy.
"Jadi, Anda mengenal orang ini?" ucap Michelle.
"Ya. Dia masa lalu istri saya," ucap Randy.
"Randy, lepaskan aku," ucap Samuel.
"Kenapa kamu melakukan ini, Samuel? Kesalahan apa yang sudah aku perbuat sehingga kamu melakukan semua ini padaku?" ucap Randy.
"Kamu sudah merebutnya dariku. Kehadiran kamu membuat hubungan kami berantakan," ucap Samuel.
"Apa maksud kamu? Siapa yang sudah aku rebut darimu?"
"Ratu! Kamu mengambil Ratu dariku disaat hubungan kami sedang tidak baik-baik saja."
"Aku tidak merasa aku merebutnya darimu. Kami menikah setelah hubungan kamu dan Ratu selesai."
"Tidak! Tidak pernah ada kata selesai dalam hubungan kami. Aku masih mencintai Ratu."
"Jadi, orang ini kekasihnya Bu Ratu. Lalu apa hubungannya dengan Mamaku? Kenapa orang ini sering mengawasi Mamaku?" batin Michelle.
"Kamu sudah mencelakakan keluargaku. Kamu akan menerima akibatnya," ucap Randy.
"Kamu yang harus dihukum, kamu yang bersalah dalam hal ini," ucap Samuel.
Randy mulai emosi karena perdebatannya dengan Samuel. Tak ingin terjadi perkelahian Randy memilih meninggalkan tempat itu!
"Michelle, urus orang ini. Dia harus tahu apa yang terjadi sebenarnya," ucap Randy sembari berjalan keluar dari ruangan itu.
Tanpa menoleh ke belakang, Randy langsung meninggalkan tempat itu dan langsung pulang ke rumahnya!
"Ya ampun, ternyata karena masalah hati," ucap Michelle sembari menatap mobil Randy yang kian menjauh.
__ADS_1
"Maksud kamu?" tanya Dirga.
"Orang tua di dalam itu ternyata pacarnya Bu Ratu. Sampai sekarang dia masih mencintai Bu Ratu," ucap Michelle.
"Berarti Pak Randy perebut pacar orang dong," ucap Dirga.
"Belum jelas masalahnya seperti apa. Sepertinya Pak Randy masih harus mempercerah masalah ini."
"Maksud kamu?" Dirga menatap Michelle.
"Ini kisah cinta segi tiga. Satu perempuan dua laki-laki. Ah ya sudahlah jangan pikirkan mereka, lagipula aku juga tidak mengerti cinta-cintaan," ucap Michelle.
"Ya udah. Mending kita pacaran di sini, cahayanya redup nih cocok buat raba meraba."
"Dasar mesum. Aku kalau marah bisa makan orang lho," ucap Michelle.
"Itu di dalam ada dua orang tawanan kalau mau makan orang, maka mereka aja jangan aku," ucap Dirga.
*********
Di rumah sakit.
"Sebenarnya pasien tidak harus dirawat tapi karena keadaan sudah malam pasien boleh pulang besok pagi saja," ucap seorang dokter pada Mahendra.
"Baiklah, dokter. Terima kasih."
"Saya permisi." Dokter itu langsung pergi meninggalkan mereka.
Di dalam ruangan rawat inap.
"Kenapa, mama melakukan ini? Kenapa mama mengorbankan diri mama demi aku?" ucap Mawar sambil menggenggam tangan Marisa.
"Aku tidak meminta mama menebus semuanya, yang aku inginkan kehidupan kita yang bahagia, aku mau kita bersama selamanya," ucap Mawar.
"Kita akan selalu bersama. Kita kan satu keluarga," ucap Jingga.
"Sekarang udah malam lebih baik kalian pulang biar Papa yang menunggu Mama," ucap Mahendra.
"Papa benar, ayo kita pulang," ucap Aby pada Mawar.
"Tapi aku–"
"Cucu mama pasti kecapean. Tolong kamu pulang ya, Nak jangan biarkan cucu mama kenapa-kenapa," ucap Marisa.
"Tapi aku mau di sini sama Mama," ucap Mawar.
"Mawar, kamu sedang hamil mending kamu pulang aja. Aku akan menjaga mama dengan baik," ucap Jingga.
"By, kamu bawa istri kamu pulang ya. Hati-hati di jalan dan jangan lupa jagain adik dan calon keponakan aku," ucap Jingga pada Aby.
"Ya, aku pasti menjaga anak aku. Kamu jangan khawatir," ucap Aby pada Jingga.
"Bu Marisa, kami pulang dulu ya dan mungkin besok kami tidak akan menjemput ke sini," ucap Aby.
"Tidak apa-apa, By lagipula ada Papa dan Jingga yang menemani Mama pulang," ucap Marisa.
*******
__ADS_1
Setelah lama mengobrol dengan Dirga, Michelle kembali masuk ke dalam gudang tempatnya menyekap Samuel dan satu orang lainnya!
"Katakan. Apa hubungan kamu dengan mamaku?" ucap Michelle pada Samuel.
"Mitha maksud kamu? Rupanya kalian sudah bertemu," ucap Samuel.
"Siapa kamu?" ucap Michelle lagi.
"Saya adalah teman lama papa kamu."
"Untuk apa kamu mengawasi mama saya?"
"Bukan urusan kamu," ucap Michelle.
"Katakan sekarang juga atau saya akan menghabisi kamu," ucap Michelle sembari menodongkan sebuah pisau kecil pada Sampel.
Dari ambang pintu Dirga terus memperhatikan Michelle yang sedang mengintrogasi tawanannya. Dia berdiri tegak dengan mata yang terus tertuju pada kekasihnya, mulutnya tertutup rapat bibirnya terasa kaku sehingga membuat dirinya kesulitan berucap.
Begitu banyak hal baru yang ia ketahui dari Michelle hari ini padahal mereka belum menghabiskan hari ini sepenuhnya.
"Oke, masih tidak mau bicara. Saya tidak ingin memaksa, tidurlah dan jangan harap kamu bisa lepas dengan mudah dari sini," ucap Michelle lagi karena Samuel tak kunjung berbicara.
*******
Di kediaman Randy.
"Papa kenapa sejak pulang tadi kelihatannya gelisah begitu?" ucap Ratu.
Sedari tadi Randy memang tak bisa tidur, tubuhnya terjaring di atas tempat tidurnya namun, dia tak dapat tertidur.
Randy terus membalikkan tubuhnya menyamping ke kanan dan ke kiri, semua posisi tidur tidak ada yang nyaman baginya.
"Ma, Papa tidak bisa tidur," ucap Randy.
"Kenapa? Papa khawatir pada Mawar?"
"Ada sesuatu yang ingin Papa tanyakan pada Mama."
"Apa? Tanyakan saja. Mama akan menjawab dengan sejujur-jujurnya," ucap Ratu.
"Dulu ...." Randy menggantung ucapannya.
"Kenapa, Pa? Ada apa dengan masa lalu mama?" tanya Ratu.
"Apakah saat kita menikah dulu kamu masih punya hubungan dengan Samuel?" tanya Randy.
"Kalau mama masih punya hubungan pecintaan dengan dia tidak mungkin mama menikah dengan Papa. Pa, Samuel itu masa lalu mama tidak pernah mengingatnya lagi. Ada apa, Pa? Papa tidak percaya pada mama?" ucap Ratu.
"Tidak-tidak. Tidurlah, mungkin Papa lagi bucin sama mama makanya muncul rasa curiga. Maaf ya, Ma padahal mama adalah wanita terbaik yang Papa miliki."
"Papa tudur ya, istirahatlah. Mama mencintai Papa dan satu lagi, Papa harus ingat kalau mama tidak mungkin mencintai Samuel itu, bagi mama, dia hanyalah masa lalu dan Papa adalah kehidupan mama, Papa adalah cinta terakhir mama meski Papa bukan cinta pertama mama."
Randy tersenyum lalu mencium kening Ratu! "Papa mau tidur tapi sambil meluk Mama. Boleh ya?"
"Tentu saja boleh. Tubuh ini, semuanya milik Papa."
Randy dan Ratu merebahkan tubuhnya berbarengan lalu saling memeluk satu sama lain!
__ADS_1
Bersambung