Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 45


__ADS_3

Setelah selesai mengikuti kelas, kini Mawar tengah berjalan menuju parkiran tempat motornya diperkirakan!


"Heh anak baru!" seru seorang gadis pada Mawar.


Mawar menghentikan langkahnya meski dirinya tengah berada di tengah-tengah lapangan.


"Ya, ada apa?" tanyanya.


"Semua mahasiswa baru di Universitas ini harus mencium kaki gue dan menjadi babu gue selama satu minggu," ucap Yura.


Yura adalah seorang mahasiswa di sana yang terkenal dengan kecantikannya dan kecerdasannya, ditambah dengan dirinya yang terlahir dari orang kaya membuatnya banyak disegani oleh mahasiswa di sana.


Karena merasa dirinya paling kaya dan paling berkuasa, di sana Yura pun selalu bertindak semaunya pada mahasiswa yang ia rasa lemah dan musik.


"Maaf, kamu siapa? Apa peraturan ini dibuat oleh pihak kampus?" tanya Mawar dengan tenang.


"Jangan banyak bertanya, lakukan apa yang gue minta atau lo akan tahu akibatnya."


"Udah deh anak baru, mending lo turuti permintaan Yura daripada lo menyesal nantinya," ucap Mia ~ teman Yura.


"Mia benar. Lo cepat deh cium kaki Yura sebelum lo mengalami masalah," sambung Ghina ~ teman Yura yang lain.


Mawar masih berdiri tanpa melakukan pergerakan sedikitpun.


Mereka pun kini sudah menjadi pusat perhatian semua mahasiswa di sana.


Banyak dari mereka yang takut terhadap Yura karena gadis itu tak segan-segan melakukan kekerasan bahkan dengan uangnya, Yura bisa mengeluarkan mahasiswa yang tak disukainya.


"Cepat cium kaki gue!" Yura berucap dengan suara lantang hingga membuat orang disekitarnya menatapnya tanpa henti.


"Mahasiswa baru itu dalam masalah besar," ucap seorang gadis yang tadi menawarkan kursi untuk Mawar.


"Gimana lagi kita tidak bisa berbuat apa-apa."


"Ada apa nih ramai-ramai?" tanya Galaxi.


Galaxi, pemuda berusia dua puluh tahun. Dia tampan, perawakannya tinggi, kulitnya putih dan memiliki mata berwarna hitam pekat, hidungnya mancung dan memiliki bibir berwarna merah jambu. Pemuda itu adalah salah satu mahasiswa populer di sana karena berbagai prestasinya.


"Lax, tolongin mahasiswa baru itu. Kasian baru pertama masuk kuliah udah ketemu harimau saja."


Yura memang menyukai Galaxi sejak dari lama karena itulah setiap permintaan Galaxi akan dituruti oleh Yura namun sayangnya, cinta Yura tak pernah ditanggapi oleh Galaxi karena Yura tidak termasuk tipe gadis idamannya.


Galaxi hanya diam sembari terus menatap Yura dan teman-temannya yang sedang menunjukkan kekuasaannya di kampus itu.


"Maaf, saya datang ke sini untuk menimba ilmu untuk mengejar cita-cita saya, bukan untuk mencium kaki kamu dan menjadi babu kamu," ucap Mawar.


"Mi, Na beri anak ini pelajaran," titah Yura.

__ADS_1


Mia mengambil sebuah gunting dari dalam tasnya lalu berjalan mendekati Mawar!


Ghina berjalan dan langsung memegangi kedua tangan Mawar!


Yura tersenyum penuh kemenangan, rasa bangga karena tak menerima perlawanan membuatnya semakin merasa dirinya lah yang menang dan paling berkuasa.


Mia meraih rambut Mawar dan mengarahkan gunting itu pada rambut panjang milik Mawar.


Merasa perlakuan mereka yang sudah tak sewajarnya. Mawar menarik tangannya lalu menepis tangan Mia yang memegang gunting hingga gunting itu terlempar beberapa meter dari mereka berdiri.


"Jangan pernah ganggu saya dan jangan pernah sentuh saya," ucap Mawar.


Tak terima Mawar terlepas dari hukumannya, Yura mulai marah dan melayangkan tamparan pada Mawar!


Sebelum telapak tangan Yura mendarat di pipinya, Mawar sudah lebih dahulu mencekal pergelangan tangan Yura!


Mawar dan Yura saling bertatapan dalam waktu yang lama.


Semua orang di sana menatap mereka yang kini tengah bersitegang.


"Gila tuh anak baru, berani banget melawan Yura."


"Cewek tangguh. Yang gini yang gue suka," gumam Galaxi.


"Saya bilang jangan ganggu saya dan jangan sentuh saya. Saya tidak perduli dengan siapa kalian, saya tegaskan sama kamu. Saya tidak takut pada siapapun yang mengusik ketenangan saya!" Mawar melepaskan tangan Yura dengan sedikit melemparnya.


Hal itu membuat Yura sedikit terhuyung namun tak sampai terjatuh.


Yura menatap Kepergian Mawar dengan penuh amarah. Giginya beradu kencang dan tangannya mengepal kencang.


"Awas ya lo. Gue gak akan biarin lo hidup tenang di kampus ini!"


Mawar tak mengindahkan perkataan Yura, ia terus melangkah tanpa menoleh sedikitpun ke belakangnya!


**********


Di kantor.


"Jingga, ngapain kamu di sini?" tanya Dirga.


"Aku mau ketemu sama Aby. Ini aku bawakan makanan untuk dia makan siang."


"Tuan Muda tidak bisa diganggu."


"Kamu siapa hah? Melarang-larang aku ketemu sama Aby."


"Jingga tapi seharusnya kamu tahu Tuan Muda itu siapa. Dia sangat sibuk hari ini."

__ADS_1


Dirga terus mencegah Jingga masuk ke dalam kantornya, ia tak mau gadis itu sampai bertemu dengan Aby.


Yang dia tahu, Abymana sangat mencintai Jingga, ia khawatir jika Jingga terus perhatian seperti itu pada Aby, Aby akan jatuh cinta lagi pada Jingga dan akhirnya meninggalkan Mawar bersama janji yang pernah diucapkan nya pada gadis itu.


"Ada kakak ipar rupanya," ucap Aby saat melihat Jingga di lobby kantornya.


"Dirga kenapa kamu gak ngajak Jingga duduk dan menyiapkan minuman untuknya?"


"Tuan Muda, tapi ...."


"Dengar tuh kata bos kamu." Jingga berjalan melewati Dirga yang sedari tadi mencegahnya masuk ke dalam kantor Aby.


"By, ini aku bawakan makanan untuk kamu makan siang." Jingga memberikan sebuah rantang kecil berisi makanan yang entah makanan apa.


Aby menerima rantang itu! Namun sedetik kemudian dia memberikan rantang makanan itu pada seorang satpam di sana.


"Pak, ini ada makanan untuk Bapak. Habiskan ya," ucap Aby pada Pak satpam itu.


"Tapi, By. Itu makanan untuk kamu."


"Yang penting aku sudah menerima makanan dari kamu. Terserah dong mau aku apakan makanan itu."


"Tuan Muda, ini serius buat saya?"


"Iya Pak. Jangan lupa dimakan."


"Kalau gitu terimakasih ya Pak."


**********


Mawar mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, ia merasa masalahnya di kampus memang perlu dipikirkan tapi ia juga tak ingin terlalu terbawa oleh masalah kecil itu. Menurutnya masa muda adalah masanya untuk melakukan apa yang mereka mau selagi masa muda itu belum habis dalam dirinya.


Mawar merasa yang Yura lakukan padanya hanyalah kenakalan sesaat yang suatu saat akan berubah. Seiring berjalannya waktu, mungkin saja Yura akan menyadari kesalahannya dan akan meminta maaf padanya.


Tiba-tiba ada sebuah mobil yang menghadang dirinya dengan menghalangi jalannya, dengan cepat Mawar mengerem motornya dan akhirnya dirinya tak sampai menabrak mobil itu.


"Siapa kamu?" tanya Mawar saat melihat ada seorang pemuda tampan yang turun dari mobil itu.


"Perkenalkan, nama aku Galaxi Wiratama. Panggil aja Galaxi."


"Siapa kamu dan apa mau kamu?"


"Aku adalah mahasiswa di Universitas tempat kamu kuliah, aku mau kita berteman." Galaxi mengulurkan tangannya berharap Mawar bersedia menjadi temannya.


"Semua orang di kampus sudah aku anggap teman. Salam kenal dan salam persahabatan." Mawar tersenyum tapi tak menjabat tangan Galaxi.


Mawar pun kembali naik ke kotor lalu meninggalkan Galaxi yang masih berdiri di tempat semula.

__ADS_1


"Cukup membuat aku penasaran. Mawar, kamu lihat saja tak lama lagi kamu akan tergila-gila padaku. Aku pastikan itu akan terjadi," gumam Galaxi sembari menatap Mawar yang sudah menjauh dan tak mungkin untuk dikejar lagi.


Bersambung


__ADS_2