
Setelah beberapa saat, karena Mawar terus menyerang Fredy beberapa anak buahnya Haris menyerang Mawar secara bersama-sama hingga Mawar yang mulai kelelahan itu mulai kewalahan menghadapi mereka sedangkan Fredy juga masih terus melakukan penyerangan terhadap Mawar.
Beberapa orang itu memegangi tangan dan kaki Mawar agar Mawar tidak dapat bergerak lagi sedangkan satu orang yang memegangi senjata laras panjang itu kini tengah bersiap untuk membidik Mawar.
"Habisi saja dia!" seru Haris.
Mawar menatap Haris dengan tatapan tajam, kemarahan dan kebencian semakin membakar dirinya setelah mendengar perkataan Haris pada anak buahnya.
Baru laki-laki yang memegang senjata itu akan menarik platuk senjatanya, Michelle datang dengan menerbangkan motornya menabrak laki-laki itu hingga pelurunya meletus ke sembarang arah!
Laki-laki itu terpental hingga beberapa meter dari tempat semula, dia tak dapat terbangun lagi karena mengalami luka yang cukup serius akibat hantaman keras.
Setelah menabrak laki-laki itu Michelle langsung melompat dan langsung menyerang orang-orang yang saat itu masih memegangi Mawar!
"Michelle," gumam Mawar.
Michelle dan Mawar berdiri saling membelakangi, punggung mereka menempel satu sama lain kini mereka bersiap siaga untuk melakukan aksinya.
"Kamu bertindak gegabah, Haris bukan orang sembarangan," ucap Michelle.
Sementara itu Fredy dan keluarga Haris menatap Michelle dengan tatapan heran, tempo hari Michelle adalah gadis lemah bahkan saat terjatuh dari motor saja masih meminta bantuan orang lain tapi hari ini. Hari ini Michelle berubah menjadi wanita tangguh yang dapat mengendarai motor seperti pembalap profesional.
Beberapa detik kemudian perkelahian kembali terjadi tapi kini bertambah satu orang, yaitu Michelle.
Tak lama Dirga dan Aby tiba di tempat, mereka berdua langsung menterang lawan tanpa menunggu lebih lama lagi!
Melihat Mawar yang sudah berdarah di semua bagian tubuhnya membuat Aby khawatir dan marah karena mereka sudah melukai istrinya itu.
Tak sampai sepuluh menit, Aby dan yang lainnya sudah berhasil membuat lawannya lumpuh termasuk Fredy yang kena pukulan Michelle sebanyak berkali-kali hingga laki-laki itu babak belur.
Mendapatkan peluang untuk menyerang Haris, Mawar meninggalkan mereka yang sudah hampir selesai dengan aksinya, ia berlari menghampiri Haris dan langsung menterang laki-laki tua itu secara brutal!
"Jangan! Hentikan! Jangan sakiti suami saya!" ucap istrinya Haris dengan sedikit berteriak.
"Kak, jangan. Kak Mawar hentikan," ucap El sembari berusaha menarik tangan Mawar.
Haris tak dapat melawan karena dia memang tidak pandai bela diri, dia hanya menerima begitu saja setiap serangan dari Mawar
Mendengar teriakan dari sang ibu dan juga El, Fredy berlari dan langsung memeluk tubuh Haris agar tidak terkena pukulan dari Mawar!
Mawar yang merasa terganggu dengan adanya Fredy langsung menarik baju Fredy dengan sekuat tenaganya hingga Fredy berpindah dari tempat saat itu!
Fredy tak membiarkan papanya terus diserang oleh perempuan yang sama sekali tidak mereka kenal, ia menarik tangan Mawar dan melakukan perkelahian lagi!
"Aku tidak ada urusan denganmu. Menyingkirlah dari hadapanku!" Mawar menendang Fredy hingga Fredy terjatuh menimpa tubuh El!
Mawar pun kembali menyerang Haris! Permohonan istri Haris yang meminta Mawar berhenti menyerang Haris sama sekali tidak didengarkan oleh Mawar bahkan tangis wanita paruh baya itu sudah tak dapat menggerakkan hati nurani Mawar.
Aby yang melihat aksi Mawar pun langsung berlari menghampiri Mawar! Dia menarik tangan Mawar dan langsung memeluknya!
"Jangan, Mawar jangan lakukan ini lagi. Dia sudah tak berdaya," ucap Aby sambil memeluk Mawar dengan erat.
"Lepaskan aku, Mas!" Mawar memberontak karena merasa belum puas membuat Haris membayar semua rasa sakit yang dideritanya.
__ADS_1
"Mawar, jangan. Hentikan Mawar," ucap Aby lagi, kini Aby menjadikan dirinya sebagai tameng untuk menghalangi pukulan Mawar terhadap Haris.
Seketika Aby meraung kesakitan karena mendapat bogem mentah dari Mawar. Bibir Abymana langsung mengeluarkan darah segar akibat pukulan Mawar yang begitu kuat.
"Apa yang kamu lakukan, Mas!" seru Mawar.
"Hentikan Mawar, dia bisa mati," ucap Aby.
"Kenapa, Mas? Kenapa kamu membela orang ini? Dia yang sudah menyebabkan penderitaan dalam hidupku. Aku menderita seumur hidupku, aku dibuang oleh orang tuaku karena aku bukan anak kandung Papaku, selama dua puluh tahun lebih aku tidak pernah mendapat kasih sayang dari orang tuaku dan sekarang baru aku merasakan sedikit kebahagiaan muncul mereka yang mungkin adalah ayah kandungku. Aku menderita seumur hidupku tapi orang ini!" Mawar menunjuk ke arah Haris.
"Orang ini hidup bahagia dengan keluarganya dan dengan harga hasil korupsi dari perusahaan bosnya sendiri. Laki-laki ini pantas menerima hukuman mati, aku tidak akan menyesal meski aku harus dipenjara karena membunuh laki-laki brengsek ini," sambung Mawar dengan berurai air mata.
Mendengar semua perkataan Mawar, seketika hati istrinya Haris hancur berkeping-keping, ia tak menyangka suaminya melakukan sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Fredy melemas seluruh tubuhnya terluka dan terasa sakit tapi mendengar semua perkataan Mawar, hatinya lebih terasa sakit dibandingkan dengan luka bekas serangan Mawar.
"Tidak mungkin," gumam Fredy yang saat itu tengah duduk di samping El.
El hanya diam mematung, ia masih tak percaya orang yang sangat baik dan sangat berwibawa itu ternyata orang yang begitu keji dan sangat jahat. El mengira bahwa Haris adalah ayah yang baik, yang bertanggungjawab, yang tak pernah memandang orang lain dari segi harta dan kekayaannya.
Dari arah barat sebuah mobil melintas melewati mereka yang masih terkapar di atas aspal!
"Ada apa ini?" tanya Frans yang saat itu sedang mengemudikan mobilnya.
"Aby," gumam Bu Marisa.
"Frans, hentikan mobilnya! Itu Mawar dan Aby," ucap Marisa lagi.
Frans pun menghentikan laju mobilnya dan mereka pun langsung berjalan menghampiri kerumunan itu!
"Dia sudah tidak berdaya. Jangan pukul dia lagi," ucap Michelle pada Mawar.
"Kalian bisa berbicara seperti itu karena kalian tidak merasakan penderitaan yang aku rasakan!" Mawar memberontak dan akhirnya terlepas dari dekapan Aby, dia langsung memukuli Haris lagi namun, kali ini Fredy dan istrinya Haris hanya diam dalam tangis kekecewaan.
"Astaghfirullah, Mawar!" seru Marisa saat melihat Mawar yang sedang menyerang Haris dengan brutal.
Marisa langsung memberikan baby Aditya pada pak Ija lalu ia langsung berlari menghampiri Mawar!
"Hentikan, Nak. Mama mohon hentikan ini. Dia bisa mati," ucap Marisa sembari memegangi tangan Mawar.
"Mama yang salah karena sudah membiarkan kamu menderita, Mama yang salah," ucap Marisa dengan tangis yang mulai deras.
Mawar menghentikan aksinya. Dia mundur beberapa langkah dan menjatuhkan dirinya ke aspal, kini ia duduk lemah tak berdaya dengan tangis yang tak pernah ada hentinya.
"Dunia ini tidak adil padaku, kalian tidak adil padaku!" lirih Mawar.
Michelle mendekati Mawar lalu menusukkan jarum obat bius pada tangan Mawar!
Mawar menatap Michelle lalu menatap lengannya.
"Maafkan aku," ucap Michelle.
"Tenanglah, Mawar ingat anak-anak kita," ucap Aby.
__ADS_1
Aby membawa Mawar ke dalam pelukannya dan beberapa detik kemudian obat bius itu mulai bekerja pada tubuh Mawar. Mawar melemas dan langsung pingsan.
"Bawa dia ke rumah sakit sebelum kehabisan banyak darah," ucap Michelle pada Aby.
Aby mengangguk lalu langsung memangku tubuh Mawar dan membawanya masuk ke dalam mobilnya!
Setelah Mawar berada di dalam mobilnya, Aby kembali menghampiri mereka!
"Mama pulang aja biar aku yang urus Mawar di rumah sakit. Mama bisa bawa mobil kan?" tanya Aby pada Marisa.
Bu Marisa mengangguk pelan dan mulai berjalan menghampiri mobilnya!
"Ayo, Bude," ucap Bu Marisa pada Bu Ratna.
"Kalian tolong urus mereka yang terluka, bawa mereka ke rumah sakit," titah Aby pada tiga bodyguardnya.
Tiga bodyguard itu mengangguk paham dan langsung mengerjakan tugas mereka.
"Haris akan menjadi milikku saat ini. Aku yang akan membawanya ke rumah sakit," ucap Michelle.
"El, kamu sedang apa di sini? Pulanglah," ucap Dirga pada El.
"Jangan pulang dulu, El," ucap Michelle.
"Bawa kekasihmu ke rumah sakit dan antarkan mamanya pulang ke rumahnya," sambung Michelle.
"Tidak, Kak. Mulai saat ini aku sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi dengan laki-laki ini. Aku mau pulang sama Bu Marisa saja," ucap El sembari berjalan ke arah mobil Bu Marisa!
"El! El apa maksud kamu?" ucap Fredy.
"Hubungan kita selesai, Fredy. Aku tidak mau menjadi pacar kamu lagi!" teriak El dengan hati yang penuh kecewa.
Fredy tak berucap lagi, dia menundukkan kepalanya menahan kekecewaan yang ditambahkan oleh El.
Mamanya Fredy menangis melihat dua kehancuran yang mendera hati sang putra.
"El! Eliandra!" seru Dirga.
"Sudahlah, Mas biarkan dia pergi mungkin dia butuh waktu sendiri," ucap Michelle.
"Tapi–"
"Tolong bantu aku untuk mengangkat laki-laki ini ke mobil," ucap Michelle memotong perkataan Dirga.
"Kamu dan tante, ikut saja denganku," ucap Michelle pada Fredy dan istrinya Haris.
Setelah Haris sudah berada di dalam mobil Michelle pun langsung masuk ke dalamnya dan bersiap untuk pergi.
"Pastikan semua anak buah Haris mendapatkan penanganan medis. Mereka terluka," ucap Michelle pada Dirga sebelum akhirnya dia pergi.
"Jangan khawatir, aku akan membawa mereka semua ke rumah sakit," sahut Dirga.
"Aku akan membawa Haris ke rumah sakit yang berbeda dengan Mawar dirawat, kalau dia membutuhkan darah telpon saja aku," ucap Michelle lagi.
__ADS_1
Dirga mengangguk pelan dan Michelle pun mulai meninggalkan tempat itu!
Bersambung