
Frans terus berjalan menjauh dari Salman dan Joe!
"Aneh-aneh aja mereka gak mungkin aku sama Mbak Jingga," gunam Frans.
"Ada apa Frans?" tanya Mawar yang mendengar Frans menggerutu tidak jelas.
"Eh, Mbak Mawar. Nggak, Mbak gak ada apa-apa kok," ucap Frans.
"Yakin?" tanya Mawar.
"Yakin Mbak, yakin banget malah," ucap Frans.
"Aditya sayang, kamu sedang apa di sini?" ucap Jingga.
"Jingga, kamu ngapain ke sini? Maira mana?" tanya Mawar.
"Ada di dalam. Dia sedang tidur," ucap Jingga.
"Tidur? Kenapa Aditya belum tidur ya," ucap Mawar.
"Mungkin dia mau main bareng orang-orang ganteng," ucap Frans sembari mengambil alih baby Aditya dari tangan Mawar.
"Emang siapa yang ganteng?" tanya Jingga.
"Ya siapa lagi kalau bukan tim pinky boy memangnya Mbak Jingga dan Mbak Mawar ganteng? Pastinya nggak ya, serem juga kalau perempuan terlihat ganteng," ucap Frans.
"Ada-ada aja kamu," ucap Mawar sambil tertawa.
"Kalau gitu aku titip baby Aditya sebentar ya. Aku mau bikin susu dulu," ucap Mawar sembari berjalan meninggalkan Jingga dan Frans.
Frans tersenyum canggung pada Jingga lalu segera menyibukkan diri dengan mengajak baby Aditya berbicara.
Di dalam rumah.
"Mawar," ucap Aby.
"Ya, Mas ada apa?" ucap Mawar.
"Dimana jagoanku?" tanya Aby.
"Dia lagi main sama pinky boy," sahut Mawar.
"Hah! Pinky boy?" Aby menatap Mawar dengan tatapan penuh tanya.
"Itu lho Frans dan kawan-kawannya," jelas Mawar.
"Mmm, anak-anak gak ada. Kita pacaran dulu yuk!" Aby memeluk Mawar dari belakang lalu mencium daun telinganya.
"Aku lagi bikin susu buat Aditya, jangan ganggu aku," ucap Mawar.
"Siapa yang ganggu? Aku hanya ingin memeluk istriku."
"Mas, nanti dilihat Ibu," ucap Mawar sembari menggeliat.
"Ibu sudah melihat kalian. Tidak apa-apa, jangan malu," ucap Bu Ratna.
Seketika Aby melepaskan tangannya yang membelit perut Mawar!
"I_ibu, sejak kapan, Ibu di sana?" ucap Aby.
__ADS_1
"Dari tadi. Kalian mengingatkan Ibu pada masa muda Ibu dulu," ucap Bu Ratna.
"Jadi, dulu Bapak juga sering menggoda Ibu?" ucap Aby.
"Tentu saja."
"Para suami emang gak ada kerjaan lain selain mengganggu istrinya," ucap Mawar.
"Memangnya mau menggoda siapa lagi selain istrinya? Masa istri tetangga," ucap Aby.
*********
"Aku butuh uang," ucap Darko pada Marisa.
"Aku tidak ada uang," sahut Marisa.
"Kalau tidak ada uang kes bisa transfer ke nomor rekening aku. Kamu tidak lupa kan dengan video itu?" ucap Darko.
"Oke-oke, akan aku transfer sekarang. Berapa yang kamu butuhkan?" ucap Marisa.
"Dua puluh juta."
"Apa! Gila kamu ya."
"Terserah kamu kalau kamu mau semua orang tahu tentang video ini."
"Oke-oke. Aku akan mentransfer uangnya sekarang."
Marisa mengambil ponselnya dari dalam tasnya lalu mengirim pesan pada Michelle.
(Michelle, Darko ada di sini. Cepat tangkap dia)>kirim.
"Berapa nomor rekening kamu? Aku lupa," ucap Marisa.
Di tempat persembunyiannya, Michelle langsung menyiapkan senjatanya untuk melumpuhkan Darko. Tak ingin membuang waktunya. Michelle menggunakan tembakan yang pelurunya adalah jarum yang berisi obat bius.
Setelah mengisi senjatanya dengan peluru obat bius itu Michelle langsung membidik sasarannya sebelum akhirnya menembakkan pelurunya pada sasarannya dan akhirnya pelurunya mendarat tepat di bagian leher Darko.
Merasakan ada yang mengigit nya, Darko menyentuh lehernya dan mendapati sebuah jarum menancap di lehernya.
Dengan sesegera mungkin, Michelle langsung keluar dari persembunyiannya lalu berlari menghampiri Marisa dan Darko!
"Apa ini?" Darko mencabut jarum itu dari lehernya.
"Siapa yang menusukkan jarum di leherku?" tanya Darko setelah tahu ada jarum yang menancap di lehernya.
"Astaga Michelle, kenapa ditembak dengan peluru jarum suntik? Yang ada Darko keburu kabur," batin Marisa yang sudah mengeluarkan raut wajah ketakutan.
"Sudah ditransfer belum?" tanya Darko.
"A_akan aku transfer," ucap Marisa.
Michelle langsung memukul punggung Darko sebelum Marisa berhasil mentransfer sejumlah uang yang diminta oleh Darko.
"Aaaa! Michelle cepat tangkap dia," ucap Marisa dengan nada tegang.
"Jadi kamu menyuruh orang untuk menangkap ku?" ucap Darko.
Darko yang jatuh tersungkur mencoba untuk bangkit dan menata orang yang menyerangnya!
__ADS_1
"Hahaha! Hanya seorang perempuan," ucap Darko sebelum akhirnya dia menyerang Michelle.
Michelle hanya tersenyum kecil dan beberapa detik kemudian Darko terkulai lemah karena obat bius itu sudah bekerja dalam tubuhnya.
Pandangan Darko berubah menjadi buram dan kepalanya terasa begitu pusing tapi dia masih bisa mendengar semua perkataan orang di sekitarnya.
"Tidurlah dengan tenang. Sepertinya kamu sudah kelelahan," ucap Michelle yang saat itu berjongkok di samping tubuh Darko yang terkapar di atas tanah.
"Apa mau mu?" ucap Darko sebelum akhirnya kesadarannya hilang total.
"Michelle, apa dia sudah mati?" ucap Marisa.
"Tidak. Dia hanya pingsan," sahut Michelle.
*********
Di kediaman Dirga.
"Pak, apa boleh Ussy punya pacar?" tanya Ussy pada Dirga.
Selama ini memang Dirga selalu menjauhkan Ussy dari para pemuda yang menggodanya karena itulah saat Ussy menyukai seseorang harus meminta izin terlebih dahulu pada Dirga.
"Kamu punya pacar?" tanya Dirga.
"Ussy, Dirga itu bukan ayah kamu. Kamu tidak perlu meminta izin padanya untuk berpacaran," ucap Athalia.
"Selama ini Bapak yang selalu melindungi Ussy dari bahayanya kaum laki-laki yang nakal jadi, Ussy gak berani pacaran tanpa izin dari Bapak," ucap Ussy pada Athalia.
"Saya begitu karena saya gak mau kamu kenapa-kenapa," ucap Dirga.
Ussy terdiam, dalam hatinya ia sedang menunggu jawaban dari Dirga terkait pertanyaannya.
"Apa ada laki-laki yang kamu sukai?" tanya Dirga pada Ussy.
Ussy mengangguk dengan tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
"Sekarang kamu sudah mulai dewasa, pastinya kamu sudah tahu yang mana yang buruk dan yang mana yang baik kalau menurut kamu laki-laki yang kamu sukai itu orang baik, silahkan berpacaran asal kamu tahu saja kalau laki-laki itu tidak pernah menuntut apa pun dari kamu itu artinya dia laki-laki baik yang pantas memiliki kamu tapi jika setelah berpacaran dia minta macam-macam meski cuma satu ciuman itu artinya dia bukan laki-laki yang pantas memiliki kamu karena sejatinya laki-laki yang benar-benar mencintai gadisnya. Dia tidak akan merusak apa yang gadis itu miliki," jelas Dirga pada Ussy.
"Aku yakin dia baik. Aku pernah bertemu dengannya," ucap El.
"Yang dari luar kelihatan baik belum tentu hatinya baik. Laki-laki itu pintar, kalau dia sedang ada kemauan maka dia akan berlagak seolah dia orang baik tapi setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, dia akan pergi karena seburuk-buruknya laki-laki, mereka akan mencari gadis baik-baik yang tidak gampang disentuh orang."
"Kakak ini aneh, kok menjelek-jelekkan kaum sendiri," ucap El.
"Karena kakak adalah laki-laki, kakak tahu kebanyakan sifat laki-laki itu seperti itu tapi gak semua ya. Kakak tidak seperti itu," ucap Dirga.
"Bagaimana cara agar Ussy tahu dia baik atau tidak sementara kami baru bertemu beberapa kali saja," ucap Ussy.
"Kalau kamu suka sama dia kenapa tidak mencoba menjalin hubungan? Tidak semua laki-laki buruk pemikirannya, semoga saja laki-laki itu serius sama kamu," ucap Athalia.
"Iya, Sy. Coba aja dulu kalau dia nakal tinggal gampar aja pakai sepatu, kamu masih ingat kan waktu kamu ngusir preman-preman yang waktu itu gangguin kita," ucap El.
Ussy masih terdiam karena belum benar-benar mendapatkan izin dari Dirga meski Athalia sudah membolehkannya tapi yang menyayangi dirinya lebih banyak adalah Dirga. Dalam pikirnya, dirinya harus mendapatkan izin dari Dirga karena kalau ada apa-apa nanti dirinya pasti meminta tolong pada Dirga.
"Kamu boleh berpacaran dengan siapa pun asal kamu bisa jaga diri. Jangan pernah berikan kesucian kamu pada laki-laki yang baru berstatus sebagai pacar karena itu hanya akan menjadi penyesalan dalam hidup kamu," ucap Dirga.
"Terima kasih, Pak. Ussy janji akan selalu mengingat kata-kata, Bapak pada saya," ucap Ussy
Bersambung
__ADS_1