Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 61


__ADS_3

Malam hari setelah makan malam, Mawar menonton televisi di ruang keluarga. Dia duduk dengan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi yang didudukinya.


Matanya terus fokus pada televisi yang sedang menyiarkan acara kesukaannya, mulutnya terus mengunyah camilan pedas yang ia beli tadi siang.


"Mawar," ucap Aby sembari menghempaskan bokongnya di kursi di samping Mawar!


"Hmm," sahut Mawar.


"Kamu pasti capek. Mau aku pijitin?"


"Gak usah lagian aku gak apa-apa."


"Kamu cantik."


Mawar menoleh ke arah Aby dan menatapnya.


"Itu pujian atau gombalan?"


"Apa ya? Terserah kamu mau menganggap apa. Yang jelas kamu cantik."


"Oh." Mawar hanya menjawab dengan kata 'oh' saja lalu kembali fokus pada layar televisi.


"Kalau boleh tahu, sejak kapan kamu berlatih menari? Penampilan kamu tadi siang begitu memukau."


"Biasa aja, aku berlatih menari sejak aku SMP."


"Mawar, mulai sekarang kamu pergi kuliahnya diantar sama aku ya."


"Hah, kenapa? Aku bisa sendiri kok."


"Aku tahu tapi aku gak suka aja kamu ditempeli terus sama si cowok sok cool itu."


"Galaxi maksud kamu?"


"Iya, siapa lagi."


"Terserah kamu. Oh ya tadi pagi ngapain aja, sama Jingga? Enak ya dipeluk mantan."


"Siapa yang dipeluk?"


"Jangan kamu pikir aku gak tahu ya tadi padi Jingga meluk kamu sampai segitunya."


Aby tersenyum bahagia, bukannya mencoba membela diri, Aby malah tersenyum kegirangan.

__ADS_1


Dalam pikirnya, Mawar cemburu padanya karena dirinya dipeluk-peluk oleh Jingga.


"Dih, masih kerasa ya sampai sekarang enaknya dipeluk mantan. Eh bukan mantan, tepatnya pacar."


"Cemburu ya," goda Aby sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Mawar.


"Nggak, siapa yang cemburu."


"Kita pacaran yuk!"


"Bukannya kita udah pacaran?"


"Oh iya ya. Gimana kalau pacaran yang lebih ekstrim lagi."


"Emang ada pacaran yang ekstrim?"


"Ada. Sini aku contohin!"


Aby menangkup kedua belah pipi Mawar dengan kedua tangannya lalu dengan cepat mencumbu bibir berwarna merah jambu itu.


"Mmmph! Mmmph!" Mawar mencoba berucap namun suaranya terdengar tak jelas karena perbuatan Aby yang sedang bermain didalam rongga mulutnya.


"Astaga! Kamu udah gila ya? Mana ada pacaran kayak gitu," ucap Mawar setelah berhasil mendorongnya Aby.


Mawar mengusap area bibirnya yang basah! "Udah dua kali kamu melakukan ini tanpa izin. Aku benci sama kamu, dari awal kita udah membuat perjanjian untuk tidak saling merugikan tapi kamu ... apa yang kamu lakukan ini?"


"Jujur aku cemburu melihat kamu didekati oleh cowok itu, aku gak rela kamu disukai oleh dia atau laki-laki manapun itu."


"Kamu pikir aku gak cemburu melihat kamu dipeluk-peluk sama Jingga!"


Aby terdiam dengan matanya yang terus menatap Mawar, ia tak menyangka ternyata Mawar benar-benar merasakan cemburu.


Mawar bangkit dari duduknya dan mulai melangkah untuk meninggalkan Aby di sana. Setelah mengatakan isi hatinya, Mawar tak ingin lagi melihat Aby dan berdebat dengannya.


Baru dua langkah melangkahkan kakinya, Aby menarik tangan Mawar hingga tubuhnya terjatuh ke pangkuan Aby.


"Iih lepasin! Lepasin aku!" Mawar memberontak ingin terlepas dari Aby yang kini tengah menguasai tubuhnya.


"Mawar, kamu cemburu melihatku dipeluk oleh Jingga?" tanya Aby sembari menatap Mawar dengan tatapan dalam.


Mawar tak langsung menjawab, dia hanya diam dengan matanya yang juga terus menatap netra hitam milik Aby.


Mereka berdua saling bertatap mata dalam waktu yang cukup lama.

__ADS_1


*******


"Ma, Pa tahu gak, kak Mawar itu hebat banget. Dia itu serba bisa, dia bisa bela diri, dia juga bisa menari dan mungkin dia bisa melakukan semua hal yang tak bisa dilakukan oleh perempuan lain. Aku kagum banget sama kak Mawar itu," oceh Nasya pada kedua orang tuanya.


"Iya kah? Menurut kamu Mawar itu seperti apa?" tanya Ratu.


"Seperti apa ya." Gadis itu nampak sedang memikirkan sesuatu.


"Pokoknya kak Mawar hebat sampai gak ada apapun sebagai perumpamaan."


"Nasya, gimana kalau ternyata Mawar itu orang jahat?"


"Mana ada, yang ada kak Mawar itu orangnya baik. Buktinya dia menerima tantangan dari ratu kampusnya demi membebaskan teman-temannya yang selalu dijadikan budak oleh si ratu kampus itu."


"Jangan sok tahu kalau kamu tidak tahu kebenarannya seperti apa. Kamu kan gak kuliah di sana, sekolah kamu juga jauh dari kampus itu," ucap Randy.


"Aku tahu kalau sekolah aku jauh dari sana dan aku juga tidak kuliah di sana tapi tadi aku datang ke kampusnya dan melihat sekaligus mendengar permasalahan yang sedang mereka coba selesaikan. Ah ini urusan anak muda, Mama sama Papa tidak akan mengerti."


Nasya bangkit dari duduknya lalu masuk ke dalam kamarnya!


**********


Aby merapikan anak rambut yang berantakan di area wajah Mawar!


"Rambut ini nakal sekali, mereka menghalangi pandanganku," ucapnya.


"Tuan Muda, lepaskan aku."


"Tetap seperti ini dulu Mawar. Aku mohon."


"Tapi aku tidak mau."


"Saat berada dalam dekapanku, apa kamu tidak merasakan bahwa aku sudah jatuh cinta sama kamu? Apa kamu tidak merasakan debaran jantung aku yang seolah menyuarakan isi hatiku?"


Mawar terdiam dan juga tak melakukan pergerakan apapun, ia menatap Aby lagi, namun kali ini tatapan itu terasa berbeda.


Sorot mata Aby terlihat begitu bercahaya seolah sedang menampakkan sinaran cinta.


"Aku cinta sama kamu Mawar." Aby meraih tangan Mawar lalu meletakkannya tepat pada jantungnya!


"Di sini, didalam hati ini sudah tidak ada lagi nama Jingga karena sudah tergantikan dengan namamu. Aku tidak perduli kamu percaya atau tidak tapi inilah kenyataannya, kenyataan bahwa kamu sudah berhasil membuat aku kalah. Kalah oleh ketulusan kamu dan kelembutan hati kamu. Maaf kalau diawal pernikahan kita, aku sempat membenci kamu dan sering melukai perasaan kamu."


Mawar masih terdiam dalam pangkuan Aby, entah kenapa otaknya terasa berhenti berjalan sehingga dirinya kesulitan untuk merangkai kata-kata.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2