Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 94


__ADS_3

Setibanya di lokasi Nasya, Dirga langsung menghentikan mobilnya dan tanpa menunggu mobil itu benar-benar berhenti, Aby sudah turun duluan dari mobilnya!


"Nasya, dimana Mawar?" tanya Aby.


"Kak, aku tak tahu dimana kak Mawar. Pas aku lewat sini aku melihat motor kak Mawar terparkir di tengah jalan, aku udah cari kak Mawar di sekitar sini tapi gak ketemu. Lihat darah itu, aku menemukan tas kak Mawar di dekat darah itu," ucap Nasya panik.


"Dirga, cepat cari Mawar," titah Aby pada Dirga.


"Astaga, Mawar kamu dimana? Mawar! Mawar kamu dimana! Mawar!" Aby terus berteriak memanggil Mawar tapi orang yang dipanggilnya sedikitpun tak menyahut.


"Kak cepat temukan kak Mawar. Coba telpon rumah sakit disekitar sini mungkin saja kak Mawar menjadi korban tabrak lari," ucap Nasya.


Saat Aby sedang kebingungan mencari Mawar, Dirga juga tidak tahu harus mencari Mawar kemana tiba-tiba sebuah taksi berhenti di dekat mobil Aby dan Mawar langsung turun dari mobilnya!


Taksi itu langsung pergi setelah penumpangnya turun.


"Mawar!" Aby langsung memeluk Mawar dengan erat.


"Aku sangat khawatir padamu. Kamu kenapa, apa yang terjadi?" ucap Aby.


Aby menangkup kedua belah pipi Mawar lalu mengusap darah segar yang keluar dari sudut bibirnya.


"Siapa yang melukaimu seperti ini? Mawar, katakan siapa," ucap Aby.


Aby memeluk Mawar lagi dan menciumnya beberapa kali.


Dirga dan Nasya hanya berdiri mematung sembari menatap Aby yang begitu khawatir pada Mawar.


"Tadi aku diculik oleh tiga preman jalanan," ucap Mawar dengan nada lirih.


"Sekarang dimana mereka?" tanya Aby.


Mawar tak berucap lagi, dia menangis lalu memeluk Aby. "Maafkan aku," ucap Mawar.


"Kenapa minta maaf? Kamu tidak salah, ayo kita pulang," ucap Aby pada Mawar.


"Dirga, kamu bawa motor Mawar ya, kamu langsung balik ke kantor aja, saya mau pulang sama Mawar," ucap Aby pada Dirga.


"Baik, Tuan Muda." Dirga pun langsung menaiki motor itu dan pergi lebih dahulu.


"Nasya, kamu pulang. Hati-hati di jalan kalau ada apa-apa telpon kakak," ucap Aby pada Nasya.


Aby membawa Mawar masuk ke dalam mobilnya lalu segera pergi meninggalkan tempat itu!

__ADS_1


**********


Yura menangis di atas tempat tidur butut itu dengan Mia dan Ghina di sisi kanan dan kirinya, tiga gadis itu hanya mengenakan pakaian dalam saja sedangkan tiga preman itu duduk lemas di lantai ruangan itu.


"Gue nyesel melakukan ini pada Mawar," ucap Yura.


"Gue juga," ucap Ghina.


Tiga preman itu beranjak dari duduknya, dengan sisa tenaganya yang masih ada, mereka hendak pergi dari tempat itu sebelum Mawar datang lagi untuk menyerang mereka!


"Lo gak usah kasih tambahan atas pekerjaan kita dan jangan pernah minta kami lagi untuk menculik gadis brutal itu," ucap salah satu preman itu.


Tiga preman itu menderita luka pada sekujur tubuhnya, Mawar yang sedang marah besar tanpa hentinya memukul mereka tanpa ampun.


Tiga preman itu pun langsung pergi dari ruangan itu!


"Ayo kita pulang, besok kita minta maaf sama Mawar," ucap Ghina.


"Untung saja dia masih punya hati, dia tidak menyuruh preman-preman itu memper***a kita," ucap Mia.


"Gue malu bertemu dengan Mawar. Selama ini gue selalu berbuat jahat padanya," ucap Yura.


"Kita harus minta maaf. Singa betina itu akan mengamuk lagi kalau kita tidak meminta maaf," ucap Mia.


**********


Mawar duduk di tepi ranjang sambil terus menangis.


"Mawar, sebenarnya apa yang terjadi sama kamu. Jangan terus menangis seperti ini, aku gak bisa melihat kamu menangis," ucap Abymana.


"Maafkan aku," lirih Mawar.


"Maaf untuk apa? Kamu tidak bersalah," ucap Aby lagi.


"Penjahat itu sudah ...." Mawar menghentikan ucapannya karena tak kuasa menahan kesedihannya.


"Kenapa? Katakan Mawar."


"Mereka mengikat tangan dan kaki aku, mereka menjamah apa yang seharusnya tidak tersentuh oleh orang lain selain kamu," ucap Mawar.


"Maksud kamu?"


"Mereka melihat dan sempat memegang dadaku, maafkan aku aku tidak bisa menjaga apa yang seharusnya hanya kamu yang menyentuhnya." Tangisan Mawar semakin pecah saat mengatakan apa yang terjadi sebenarnya.

__ADS_1


Aby menatap Mawar lalu segera memeluknya! "Untuk apa minta maaf, kamu gak salah," ucap Aby.


"Mungkin mereka akan melaporkan aku pada Polisi karena aku menghajar mereka habis-habisan."


"Tidak akan ada siapa pun yang dapat mengganggu kamu lagi sekalipun itu Polisi. Mereka yang bersalah, jika Polisi masih menangkap mu, aku sendiri yang akan mencari keadilan untuk kamu."


Aby terus memeluk Mawar dengan erat, sesekali ia mencium pucuk kepala Mawar. Betapa ia menyayangi Mawar.


**********


"Sebenarnya siapa Roger sebenarnya? Aku tidak menemukan bukti apapun di rumah ini," batin Michelle yang saat itu sedang berada di kamar Roger dan Michaela.


Saat rumah sedang dalam keadaan sepi, Michelle masuk ke dalam rumah itu lewat jendela lantai dua rumah itu.


Ya, Roger dan Michaela memang jarang di rumah, mereka berdua memiliki kesibukan masing-masing. Memiliki restoran di mana-mana membuat keduanya membagi tugas untuk mengelola restoran milik mereka.


"Sepertinya Roger memiliki kepribadian yang berbeda, mungkin saja istrinya tidak mengetahui kejahatan yang dia lakukan, karena itulah aku tidak menemukan apa-apa di sini," batin Michelle.


*********


Di panti asuhan.


Roger menatap panti asuhan itu dalam waktu yang lama, ia pernah datang ke tempat itu untuk menanyakan tentang orang yang ia cari tapi dirinya tak mendapatkan informasi apapun dari pengelola panti asuhan itu.


"Aku yakin kamu ada si sana tapi aku tidak bisa mengenali kamu," ucap Roger didalam hatinya.


"Mas, Mas sedang apa di sini?" tanya Ussy yang baru tiba di sana.


Roger tersentak saat mendengar suara Ussy. Dia menoleh ke arah Ussy lalu tersenyum kaku.


"S_saya ... saya hanya sedang iseng saja," ucap Roger karena tak tahu apa yang harus dikatakan.


"Jangan-jangan, Anda mau menculik anak-anak di sini ya," ucap Ussy.


"Nggak, nggak mungkin saya melakukan itu. Kamu tinggal di sini?" tanya Roger.


"Iya, saya tinggal di sini kalau kamu macam-macam pada anak-anak di sini, saya akan memukul kamu sampai babak belur," ucap Ussy.


Bukannya pergi, Roger malah menatap Ussy dengan waktu yang lama, entah apa yang dipikirkannya tapi pandangan Roger berhasil membuat Ussy takut.


Dengan sesegera mungkin Ussy berlari masuk ke dalam panti asuhan itu sembari menenteng kantong plastik berisi makanan untuk anak-anak di sana makan siang!


Sementara itu, Roger masih asyik menatap Ussy yang sudah masuk ke dalam panti asuhan itu. Entah mengapa dirinya enggan mengalihkan pandangannya dari gadis itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2