
Setelah setengah jam melakukan perhitungan akhirnya mereka selesai juga.
"Oke semuanya, kita sudah melakukan penghitungan dan ini reel ya, gak ada kecurangan sama sekali karena penghitungan ini disaksikan oleh semua orang jadi seperti yang kita lihat, Mawar mendapatkan dukungan lebih banyak dari Yura, yaitu Mawar mendapatkan dukungan sebanyak 54 suara sedangkan Yura 51 suara. Sudah bisa dipastikan Mawar adalah pemenangnya. Selamat untuk Mawar," ucap Galaxi.
Semua orang yang mendukung Mawar bersorak bahagia karena mulai besok si Ratu kampus yang terkenal sombong dan kejam itu tidak akan hadir lagi di kampus mereka.
"Gak bisa! Kalian semua pasti sudah melakukan kecurangan. Kalian sengaja melakukan ini agar aku kalah."
Yura yang tak terima dirinya dikalahkan oleh Mawar pun mengamuk dan menuduh orang-orang pendukung Mawar melakukan kecurangan.
"Galaxi, gue tahu lo suka kan sama Mawar. Bisa aja lo melakukan kecurangan agar Mawar tidak keluar dari kampus ini," ucap Mia.
Aby menatap Mawar yang dari tadi hanya diam.
"Taruhan? Kemarin aku tanya sama kamu, apa kamu baik-baik saja di sini tapi ini apa?" tanya Aby.
"Aku memang baik-baik saja. Anak itu perlu diberi peringatan agar dia tidak bersikap semena-mena pada orang lain apalagi terhadap anak baru."
Aby tak berucap lagi, dia hanya diam tanpa berkomentar apapun.
"Kak Mawar, cowok ganteng itu rupanya menyukai kakak," ucap Nasya sembari mengarahkan pandangannya pada Galaxi.
"Wah, Tuan Muda punya saingan berat nih," sambung Dirga.
"Apaan sih kalian, Mawar gak akan tertarik sama cowok seperti dia. Jelas-jelas aku udah mapan dan pasti terjamin."
"Siapa bilang, Galaxi termasuk laki-laki yang ada dalam daftar kriteria ku," ucap Mawar.
"Heh Mawar! Lo pasti udah menghasut mereka biar milih lo kan! Ngaku deh lo!" Yura berucap dengan nada tinggi sembari mendorong Mawar.
"Heh Yura, apaan sih lo. Kalau kalah jangan sewot dong, mending lo cepat pergi dari sini dan jangan balik lagi," ucap salah satu mahasiswi yang tak suka pada Yura.
"Kamu bisa aja gak harus pergi atau keluar dari kampus ini tapi dengan satu syarat ...." Mawar menggantung ucapannya.
"Apa syaratnya?"
"Sujudlah dan cium kaki aku."
Yura tak berucap lagi, dia terdiam mematung di hadapan Mawar.
"Kenapa? Kamu gak mau? Kalau begitu pergi saja."
Aby tersenyum melihat Mawar yang ternyata memiliki jiwa yang keras. Ada perasaan kagum yang melebihi dari apapun sampai dirinya sendiri pun tak bisa menjelaskannya.
Semua orang yang berkumpul di sana terdiam sampai tidak ada sedikitpun suara manusia yang terdengar di sana. Mereka begitu menaruh harapan pada Mawar agar mereka terbebas dari Yura yang selalu bertindak semaunya bahkan Yura selalu menjadikan mereka pembantunya di setiap harinya.
__ADS_1
**********
Di kantor.
"Jadi besok saya akan berangkat ke kampung ya Pak," ucap Michelle.
"Terserah kamu mau berangkat kapan tapi yang pasti, Dirga dan Aby akan ke sana lusa," ucap Randy.
"Baik Pak, saya berangkat besok dan akan mulai bekerja lusa."
"Pastikan kamu berhasil menangkap pelaku penyerangan terhadap orang-orang saya atau seenggaknya kamu mendapatkan informasi tentang mereka."
"Saya pasti berusaha untuk melakukan yang terbaik. Saya janji."
"Terimakasih Michelle, oh ya satu lagi jangan sampai Aby atau Dirga tahu kalau saya mempekerjakan kamu dan kamu juga harus berhati-hati karena istrinya Aby jago bela diri jangan sampai saat kamu melakukan pengintaian kamu ketahuan dan akhirnya diserang oleh Mawar."
"Oh jadi istrinya Aby bernama Mawar," batin Michelle.
"Baik Pak, saya akan lebih berhati-hati."
"Pekerjaan kamu sangat rahasia, jangan sampai terendus oleh musuh. Saya curiga ada orang terdekat saya yang mengkhianati saya."
"Anda tidak perlu khawatir Pak, saya mengerti akan hal itu. Saya permisi karena masih ada yang harus saya lakukan lagi."
Michelle tersenyum menanggapi perkataan Randy lalu dia seger keluar dari ruangan itu!
**********
"Benar gak ya yang dikatakan oleh Bu Marisa?" gumam Ratu.
Setelah kepergian Marisa, Ratu termenung memikirkan semua yang dikatakan oleh Marisa.
Dirinya tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Marisa karena yang ia tahu, Mawar adalah gadis yang baik dan sopan. Menurutnya tidak mungkin Mawar melakukan hal seperti yang dikatakan Marisa, terlebih Jingga adalah kakak kandungnya sendiri rasanya tidak mungkin Mawar menculiknya dan merebut Aby darinya.
"Kayaknya aku harus selidiki Mawar dulu sebelum meminta Aby menceraikan Mawar, lagipula aku juga tidak yakin dengan semua perkataan Bu Marisa."
Ratu meraih ponselnya dari atas meja lalu menelpon Frans, ia ingin mengajak bodyguard Aby itu bertemu di suatu tempat.
********
Mawar tertawa terbahak melihat raut wajah Yura yang tengah merasakan malu, marah, kesal dan bingung bercampur menjadi satu.
"Kenapa Yura? Kamu gak mau mencium kaki aku hah?" ucap Mawar.
"Cium tuh kaki Mawar biar sekali-kali lo tahu rasanya sepatu kotor," ucap Galaxi.
__ADS_1
"Cium!"
"Cium!"
"Cium!"
Semua mahasiswa menyuarakan keinginannya dengan diiringi oleh tepukan tangan yang berirama.
Mereka menjadikan saat itu momen yang sayang untuk dilewatkan, dimana orang yang suka menindas mereka akan merasakan apa yang sudah Yura lakukan pada mereka.
"Udah, udah-udah." Mawar meminta mereka untuk tidak memaksa Yura untuk mencium kakinya.
"Kamu gak udah mencium kaki aku dan juga gak usah keluar dari kampus ini tapi aku gak mau ngeliat kelakuan kamu yang suka menindas mereka dan memperlakukan mahasiswa baru dengan tidak baik kalau kamu melakukan kebiasaan itu lagi, aku pastikan kamu akan merasakan malu yang lebih dari hari ini. Perlu kamu ketahui Yura, aku bukan orang yang lemah yang bisa seenaknya kamu caci-maki dan seenaknya kamu suruh-suruh."
"Udah ya semuanya, semua sudah jelas. Mawar sudah menang dan dia juga tatap mengizinkan Yura berkuliah di sini tapi kalian gak usah takut karena Yura tidak akan menjadikan kalian sebagai pembantunya," jelas Sherin.
"Semuanya! Gue rasa ini sudah berakhir, jadi kalian bisa bubar sekarang. Silahkan tinggalkan tempat ini," ucap Galaxi.
Mawar berjalan keluar dari lapangan itu tanpa berucap apapun lagi pada Yura, ia rasa permainan hari ini sudah berakhir.
"Kak Mawar hebat banget, aku kagum banget sama kakak," ucap Nasya.
"Kagum sama apa, aku tidak melakukan apa-apa."
"Mawar, kamu cantik banget tadi," ucap Aby.
"Diih kok nyambungnya ke sana."
"Sekarang kita balik ke kantor ya Tuan Muda," ucap Dirga.
"Ya, terserah kamu aja."
"Mawar!" seru Galaxi.
Mawar menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang.
"Ingat, kamu sudah punya aku," ucap Aby di telinga Mawar.
"Galaxi, ada apa?" ucap Mawar seolah tak menghiraukan perkataan Aby.
"Makan siang bareng yuk," ucap Galaxi.
"Maaf kak, hari ini kak Mawar sudah menjadi milik kami kalau kakak mau makan siang bareng kak Mawar, kakak bisa atur waktu lagi," ucap Nasya.
Bersambung
__ADS_1