Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 62


__ADS_3

"Jangan bermain-main. Ini hati bukan taman kanak-kanak," ucap Mawar sembari bangkit dari pangkuan Aby!


Aby menahan langkah Mawar dengan menggenggam tangannya.


"Aku serius, apa yang bisa kulakukan agar kamu percaya?"


Mawar berbalik lalu kembali duduk di samping Aby.


"Tidak ada, cukup ambil semua aset milik kamu dari perusahaan Pak Mahendra dan biarkan aku yang mengelola perusahaan itu."


"Mawar, kamu–"


"Aku sudah menduganya. Kamu pasti menolak karena kamu masih cinta kan sama Jingga."


"Tidak. Bukan begitu, kalau kamu mau kamu boleh memimpin perusahaanku."


"Gak usah, aku cuma bercanda kok Tuan Muda Abymana yang baik." Mawar tersenyum manis ke arah Aby lalu menarik tangannya yang masih digenggam oleh Aby.


"Tapi Mawar, tunggu dulu. Kamu mau kan jadi istri aku?"


"Iya, orang sejak beberapa minggu lalu, aku sudah jadi istri kamu," sahut Mawar sembari terus berjalan.


Aby bangkit dari duduknya lalu mengejar Mawar!


"Kamu mau kemana? Sini ikut aku!" Lagi-lagi Aby menarik tangan Mawar namun kali ini, Aby menariknya dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.


"Iih mau apa? Aku mau tidur."

__ADS_1


"Kita tidur di sini aja lagian kamu udah mau jadi istri aku kan."


"Ya udah tapi kamu jangan macam-macam."


"Iya, janji deh."


"Ya udah." Mawar merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Aby lalu menutup tubuhnya dengan selimut!


"Apa cuma Mawar doang ya yang gak terpancing saat berdekatan dengan laki-laki? Kok dia kayak biasa aja pas dekat bahkan nempel sama aku padahal biasanya juga para gadis langsung meronta ingin disentuh pas udah meraba-raba dada aku, apalagi Jingga, dia paling gak tahan kalau udah disentuh bagian leher belakangnya. Apa mungkin Mawar gak normal ya? Tapi kalau gak normal, dia gak mungkin sampai nangis pas aku cium dia di tepi danau waktu itu." Aby terus berbicara didalam hatinya sambil terus menatap Mawar yang sudah memejamkan matanya.


Mawar membuka matanya dan mendapati Aby yang masih berdiri di posisi semula.


"Lagi ngapain masih si situ? Gak mau istirahat apa?" ucapnya tanpa ekspresi apapun.


"Iya, mau lah. Ini aku juga mau tidur kok." Aby berjalan dan menaiki tempat tidurnya!


"Jingga, mungkin ini awal aku akan melupakan kamu. Aku sudah mulai nyaman bersama Mawar dan juga sudah mulai mencintai dia. Jujur dalam hati ini masih ada kamu tapi aku tidak bisa menerima penghianatan yang kamu lakukan padaku, kalau hanya pacaran biasa mungkin aku masih bisa memaafkan kamu tapi kamu sudah keterlaluan banget. Aku gak mau barang bekas, selama ini aku tidak melakukan itu padamu karena aku sayang sama kamu, aku gak mau merusak gadis yang aku cintai tapi kamu ... dengan mudahnya kamu menyerahkan kesucian kamu pada laki-laki itu," ucap Aby didalam hatinya.


Saat ini Aby memang sudah mulai menyukai Mawar tapi tak bisa dipungkiri bahwa cintanya pada Jingga belum hilang sepenuhnya. Didalam lubuk hatinya yang paling dalam masih menyimpan rasa cinta untuk Jingga meski begitu dirinya akan berusaha untuk mengubur rasa itu dan tak akan membiarkannya tubuh lagi.


**********


"Aaaa! Aaaaaa! Brengsek! Brengsek!" Yura melemparkan gelas minumnya ke lantai sampai gelas itu pecah.


"Yura, lo jangan kayak gini dong. Kita bisa kerjain si Mawar di luar kampus kan," ucap Mia.


"Gue gak terima anak itu mempermalukan gue didepan banyak orang." Yura tak dapat menahan emosinya sehingga dia terus berteriak dan melemparkan apapun benda yang ada di dekatnya.

__ADS_1


"Kita kerjain lagi Mawar tapi bukan dengan tangan kita. Kita bisa bayar preman untuk menculiknya dan mengancamnya atau bila perlu suruh preman-preman itu memp**kosa Mawar, biar kapok sekalian," ucap Ghina.


Tiga gadis yang memiliki kebencian yang teramat besar pada Mawar itu pun kembali merencanakan kejahatan pada Mawar.


Yura tersenyum lalu meminum minuman yang masih terdapat dalam botolnya itu.


Mereka pun tersenyum penuh rasa percaya diri kalau rencana mereka akan berhasil.


**********


"Jingga! Dari mana kamu?" tanya Marisa."


"Aku abis jalan-jalan. Bosan di rumah terus." Jingga menghempaskan bokongnya pada sofa yang berada di samping Marisa!


"Papa mana?" tanya Jingga.


"Belum pulang, katanya hari ini Papa lembur."


"Pantas gak ada Papa di samping Mama."


"Sayang, tadi Mama udah ketemu sama Mamanya Aby. Mama minta bantuan dia untuk menyingkirkan Mawar dari hidup Aby," jelas Marisa.


"Serius? Mama gak salah, terus apa tanggapan tante Ratu, apa yang Mama katakan pada tante Ratu."


"Mama bilang aja kalau ternyata Mawar yang menculik kamu karena dia suka sama Aby."


"Ih Mama pintar banget deh." Jingga tersenyum ceria mendengar perkataan Marisa.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2