
Di kampus. Saat Nasya hendak pulang ke rumah setelah semua kegiatannya selesai.
"Hai, Sayang," ucap Reza.
"Kamu selalu datang tak diundang kayak jailangkung," ucap Nasya.
"Gak asyik. Sekarang kamu diikutin dia mulu," ucap El.
"Namanya juga baru jadian, wajarlah masih bucin-bucinya," celetuk temannya Nasya dan El.
"Nasya, kita jalan yuk!" ajak Reza.
"Aku mau ke rumah kak Aby. Mau nengokin keponakan aku," ucap Nasya.
"Bayi? Aku ikut dong. Boleh ya? Boleh ya?" ucap El memohon pada Nasya.
"Aku emang mau ngajak kamu," ucap Nasya.
"Asyik. Terima kasih, Nasya temanku yang baik hati. Gak sabar pengen ketemu bayi," ucap El.
"Kamu gak mau ngajak aku gitu?" tanya Reza.
"Emang kamu mau ikut?" Nasya malah bertanya balik pada Reza.
"Mau dong. Aku juga harus menjenguk calon kakak ipar aku kan," ucap Reza.
"Ya udah, ayo pergi sekarang," ucap Nasya.
"Tapi pakai apa? Aku ke sini bawa motor. Gak bisa buat bertiga," ucap Reza.
"Pakai mobil aku aja," ucap Nasya.
******
Di kediaman Aby.
"Pengumuman-pengumuman! Aku udah ada nama yang cantik dan bagus untuk anak-anak ini," ucap Aby.
"Pengumuman sama siapa coba? Orang di sini cuma ada aku," ucap Mawar sembari memainkan tangan bayi perempuan itu.
"Itu ada dua anak kita yang ganteng dan cantik," ucap Aby.
"Mereka juga sama. Sama-sama manusia," sambung Aby.
"Apa namanya? Awas kalau jelek," ucap Mawar.
"Gimana kalau Tiger dan Flower? Tiger itu kuat dan Flower itu indah."
"Apaan sih. Masa ngasih nama anak Tiger? Yang benar aja. Ini anak manusia bukan anak harimau dan lagi Flower ... kamu pikir ini bibit tumbuhan berbunga apa." Mawar kesal karena Aby memberi nama anaknya yang aneh dan jelek baginya.
Aby tertawa melihat wajah Mawar yang cemberut karena tidak setuju dengan nama yang diberikannya.
"Namanya Maulana Aditya dan Maira Abbiyya. Bagus gak?" ucap Aby.
__ADS_1
"Artinya apa?" tanya Mawar.
"Maulana artinya tuan kami atau pelindung sedangkan Aditya adalah matahari atau dewa matahari. Aku memaknainya sebagai matahari dewasa pelindung, semoga dia menjadi matahari untuk semua orang dan pelindung bagi semua orang."
"Maira Abbiyya apa artinya?" tanya Mawar lagi.
"Maira artinya dalam islam adalah ringan, cepat, bergerak cepat, menembus sedangkan Abbiyya adalah tidak takut atau pemberani. Maira Abbiyya akan tumbuh seperti mamanya yang selalu sigap, gerak cepat, cerdas dan tidak pernah takut pada apa pun dan siapa pun yang menghalangi jalannya," ucap Aby dengan sedikit mengulas senyum di bibirnya.
"Nama yang bagus. Aku suka," ucap Mawar.
"Alhamdulillah kalau kamu suka tapi panggilannya Tiger boleh gak?"
"Gak boleh. Gak boleh, masa Tiger, Maulana atau Aditya saja," ucap Mawar.
"Yah! Ya sudahlah, kita tidak bisa membantah ibu ratu," ucap Aby sembari mengelus pipi bayi perempuan itu.
"Oh ya, Sayang, aku ada urusan sebentar di luar. Aku pergi sebentar ya," ucap Aby lagi.
"Pergilah, lagian udah berapa hari ini kamu gak kerja-kerja nanti kamu dipecat lagi dari kantor," ucap Mawar.
"Gak mungkin. Aku kan bosnya, siapa yang mau memecat aku?"
"Papa lah, siapa lagi?"
*******
Di depan rumah Dirga.
"Ini kali ya rumah Pak Dirga? Dari alamatnya sih benar tapi kok kayak gak ada penghuninya," ucap Joe sembari menatap rumah Dirga.
Joe mencoba mengetuk pintu tapi belum ada tanda-tanda akan ada orang yang membuka pintu itu, ia mencoba lagi dan lagi sampai ada orang yang membuka pintu itu.
"Mau bertemu siapa ya, Mas?" tanya Ussy yang baru pulang kuluah dan langsung ke rumah Dirga untuk bekerja.
Joe berbalik badan untuk melihat orang yang berbicara padanya!
"U_Ussy. Kamu kok ada di sini?" tanya Joe.
"Mas ... Mas siapa ya? Aduh lupa lagi," ucap Ussy bergumam.
"Joe. Masih ingat?" ucap Joe.
"Oh iya. Maaf ya. Ussy emang orangnya sedikit pelupa." Ussy tersenyum canggung pada Joe dengan raut wajahnya yang salah tingkah.
"Siapa ya?" ucap Athalia yang berdiri di ambang pintu setelah ia membuka lebar pintu itu.
"Ussy? Kamu sama siapa?" tanya Athalia setelah melihat mereka berdua dengan jelas.
"Ibu. Assalamualaikum, Bu," ucap Ussy.
"Waalaikumsalam. Baru salam setelah pintunya kebuka," ucap Athalia.
"Maaf, Bu."
__ADS_1
"Ini siapa?" tanya Athalia.
"Ini ...."
"Perkenalkan, Bu. Saya Joe utusan dari kantor Randy group," jelas Joe.
"Oh ya, saya tahu. Mari masuk!"
"Randy group? Perusahaan apa itu?" batin Ussy.
"Ussy! Ngapain di situ? Cepat masuk!" ucap Athalia.
Ussy tersenyum lalu masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan Joe dan ibu majikannya itu.
"Silahkan duduk. Saya ambil dulu berkasnya ya," ucap Athalia.
Tak lama setelah Athalia masuk ke dalam ruang kerja Dirga Ussy datang dengan membawa segelas air minum berwarna merah untuk Joe.
"Silahkan diminum, Mas," ucap Ussy sambil meletakkan gelas itu di atas meja.
"Terima kasih," ucap Joe.
Ussy tersenyum lalu segera pergi ke dapur untuk mengerjakan pekerjaannya!
**********
Di sebuah restoran Mahendra, Marisa dan Aby sudah duduk dalam satu meja yang sama. Mereka sudah memesan makanan dan minuman untuk mereka makan siang.
"Sebenernya saya ingin menanyakan tentang ayah kandung Mawar," ucap Aby tanpa basa-basi.
"Papa sudah menduganya," ucap Mahendra.
"Saya harus bertemu dengannya untuk mengesahkan pernikahan saya dengan Mawar."
"Maafkan, Mama, By. Mama tidak bermaksud untuk membohongi kamu," ucap Marisa.
"Kalau gak bermaksud membohongi kenapa gak jujur dari awal? Mama tahu gak? Mama sudah membiarkan saya dan Mawar berzina sampai selama ini, sampai kami mempunyai anak," ucap Aby dengan penuh emosi.
"Masalahnya mama tidak tahu siapa ayah kandung Mawar," ucap Mahendra.
"Tidak mungkin. Mama pasti tahu tidak mungkin tidak tahu."
"Kenyataannya seperti itu, Aby. Mama memang tidak tahu," ucap Marisa.
"Kita harus cari orang yang memegang kunci dari semua permasalahan ini," ucap Mahendra.
"Apa sih, Pa? Saya tidak mengerti," ucap Aby.
"Mama mengalami musibah. Dia diperkosa oleh orang tak dikenal dan ada orang yang memegang bukti video kejadian itu. Kita harus cari dia untuk mengetahui siapa papanya Mawar," jelas Mahendra.
Aby terdiam dengan tatapan mata yang tertuju pada Marisa, ia tak menyangka dibalik kebencian Marisa terhadap Mawar ternyata ada luka yang mendalam.
Bersambung
__ADS_1