Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 171


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih tiga puluh menit, akhirnya Dirga dan Michelle tiba di rumah Aby.


Mereka turun dari mobilnya dan langsung memasuki rumah mewah itu!


"Selamat siang, Pak," ucap Frans pada Dirga.


"Mawar ada?" ucap Dirga.


"Ada. Silahkan masuk," ucap Frans.


Michelle tersenyum ke arah mereka sambil terus berjalan mengikuti Dirga.


"Dirga, kamu ke sini?" tanya Aby.


"Saya mau melihat keadaan Mawar," ucap Dirga.


"Dimana Mawar?" tanya Michelle sembari mencari-cari keberadaan Mawar.


"Dia di halaman belakang. Ayo kita ke sana!" Aby berjalan melewati dapur mereka untuk sampai ke tempat Mahendra.


"Tuan Muda, sejak kapan ada pintu penghubung ini?" tanya Dirga sembari melewati pintu itu.


"Udah lama, kamu nya aja yang sekarang sibuk sama Michelle makanya gak ada waktu untuk ke sini," ucap Aby.


"Aduh, Papa! Ini gimana? Mawar ini gimana? Mama gak bisa."


Baru mereka masuk ke bagian lahan belakang rumah Aby, mereka disambut oleh suara Marisa yang berteriak-teriak.


"Sedang apa mereka?" tanya Dirga.


"Aku lihat ada Jingga di sana," ucap Michelle sembari mengarahkan pandangannya ke arah rumah panggung yang ada tak jauh dari mereka.


"Dia memang tinggal di sini," ucap Aby.


"Apa!" seketika Michelle dan Dirga menghentikan langkahnya dan menatap Aby.


"Kamu sudah gila ya. Mawar lagi hamil malah memasukkan ular berbisa," ucap Michelle.


"Sepertinya Anda sudah tidak waras," ucap Dirga.


"Ya, kamu benar. Aku memang tidak waras gara-gara Mawar, aku jadi tidak waras seperti ini. Kamu tahu gak? perempuan itu berhasil membuat aku tidak waras dan menjadi gila seperti ini. Ah Mawar itu sangat beracun sehingga aku tidak dapat melawan atau membantah keinginannya."


"Bu Marisa," gumam Michelle saat melihat Marisa yang sedang berendam di sawah.


"Apa itu? Bu Marisa menanam padi?" ucap Dirga tak percaya.


Aby tertawa. "Itulah Mawar. Dia tidak mengizinkan aku menyentuh mereka karena dia ingin melakukan ini. Lihatlah ... Bu Marisa yang terhormat rela kotor-kotoran demi Mawar," ucap Aby.

__ADS_1


Di samping sawah itu terlihat Mawar duduk di kursi rodanya sambil memperhatikan Marisa sedangkan Mahendra asyik mencangkul tanah kosong yang akan ia tanami sayuran.


"Ayo kita temui Mawar. Kalian ingin melihat kondisi Mawar kan?" ucap Abymana.


Mereka pun berjalan menghampiri Mawar!


"Apa ini sudah rapi? Mama harap iya," ucap Marisa.


"Sama sekali belum. Itu terlalu jarang, Ma," ucap Mawar.


"Masa dari tadi masih belum juga," ucap Marisa yang tubuhnya sudah penuh dengan lumpur.


"Mau aku bantu?" ucap Mawar.


"Nggak-nggak. Nggak usah, nanti cucu Mama kecapekan," ucap Marisa.


Meski dirinya tak pernah menanam padi sebelumnya dan dirinya tak pernah turun ke sawah tapi Marisa mencoba menanam padi itu sendiri. Dirinya sadar bahwa dirinya masih diberikan kesempatan oleh Mawar karena itulah, meski sebenarnya dirinya merasa jijik pada lumpur sawah itu, dirinya tetap menanam padi itu karena ingin membuktikan bahwa dirinya memang bisa melakukan semua itu dan dirinya sudah benar-benar berubah.


Marisa ingin memperbaiki hidupnya dan hubungannya dengan Mawar. Sebisa mungkin dirinya akan melakukan yang terbaik dan yang berguna untuknya dan untuk orang lain.


"Mawar! Dirga dan Michelle datang untuk menemui kamu," ucap Aby setelah dekat dengan Mawar.


Semua orang di sana menoleh melihat ke arah Aby dan dua tamunya!


"Michelle," ucap Mawar.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Dirga.


"Seperti inilah keadaanku sekarang. Untuk berjalan saja harus menggunakan kursi roda," ucap Mawar.


"Ini hanya untuk beberapa hari saja, selebihnya kamu pasti bisa berdiri dan berjalan menggunakan kaki kamu," ucap Mahendra sembari berjalan menghampiri mereka!


"Pak Mahendra, apa kabar?" ucap Dirga sembari mengulurkan tangannya hendak menjabat tangan Mahendra.


"Maaf, Pak Dirga tangan saya kotor," ucap Mahendra menolak bersalaman dengan Dirga.


"Tidak apa, Pak. Saya tidak masalah dengan tanah ataupun lumpur sawah," ucap Dirga.


"Mama udah dulu ya, udah tengah hari kayaknya," ucap Marisa sembari berjalan ke tepi sawah!


"Makan dan minum sudah tiba," ucap Jingga dengan membawa nampan berisi satu piring kue dan beberapa gelas kosong dengan satu teko besar berisi minuman berwarna merah.


"Wah rupanya ada tamu sepertinya aku harus mengambil gelas untuk kalian berdua," ucap Jingga setelah meletakkan makan yang ia bawa di atas meja yang terletak di bawah pohon besar itu.


Tanpa menunggu lama, setelah meletakkan minuman itu Jingga langsung kembali ke rumah untuk mengambil gelas!


"Selamat siang Bu Marisa," ucap Michelle.

__ADS_1


"Selamat siang, Michelle. Kalian lanjut saja dulu ya saya mau membersihkan diri dulu," ucap Marisa lalu pergi.


"Silahkan minum," ucap Mahendra.


"Tenang saja, gelas sudah aku cuci dengan bersih dan makanannya juga higienis kok," ucap Jingga yang baru kembali lagi ke sana.


Jingga langsung menuang minuman ke dalam gelas dan mengambil kue itu dan meletakkannya di atas piring kecil.


"Ini untuk kamu, Mawar." Jingga memberikan segelas minuman itu pada Mawar. "Dan ini kue untuk keponakan tante," sambung Jingga sembari memberikan kue itu pada Mawar.


"Terima kasih. Padahal aku bisa mengambil sendiri," ucap Mawar.


"Tidak apa-apa, Mawar. Selama kamu belum sehat sempurna, aku akan melayani semua kebutuhan kamu," ucap Jingga penuh kebahagiaan.


Dirga dan Michelle yang sudah menggenggam gelas mereka masing-masing menjeda minumnya, mereka saling menatap karena tak percaya Jingga bisa melakukan itu pada Mawar.


"Seperti inilah kehidupan kami sekarang tapi kami bahagia karena bisa berkumpul bersama Mawar," ucap Mahendra.


"Michelle, maaf ya waktu itu aku pernah mengunci kamu fi dalam toilet," ucap Jingga tanpa meras takut dan malu pada semua orang yang berada di sana.


"Semua sudah berlalu. Aku sudah melupakan itu," ucap Michelle.


"Astaga Jingga. Kamu keterlaluan sekali," ucap Mahendra pada Michelle.


"Michelle, maafkan kesalahan Jingga ya," ucap Mahendra pada Michelle.


"Tidak apa, Pak Mahendra sebenarnya saya sempat ingin bales dendam tapi Mawar melarang saya jadi, terpaksa saya tidak melakukan apa-apa," sahut Michelle.


Kehidupan Mawar hari ini terasa lebih indah karena dilewati bersama dengan keluarganya, keluarga yang selama ini ia kejar untuk meminta haknya.


Kini, Mawar sudah merasakan kasih sayang dari Mereka meski ia sendiri belum tahu apakah yang mereka lakukan sekarang ini kebohongan atau memang benar-benar ketulusan hati mereka tapi yang pasti hari ini Mawar merasa sangat bahagia.


********


Di tempat lain.


Suara pecahan dari barang yang terbuat dari kaca terdengar sangat mengganggu di ruangan itu.


Di rumahnya. Sam sedang mengamuk dengan melemparkan barang-barang pecah ke semua arah. Dia marah karena tak bisa lagi mempengaruhi Roger.


Entah Mitha yang ia kejar atau kehancuran Randy yang ia inginkan tapi yang jelas Sam sangat marah karena mendapat penolakan dari Roger.


"Sial! Sial! Usahaku selama ini menjadi sia-sia karena Roger sudah tahu kalau Randy tidak bersalah. Aah, lagipula kenapa Mitha bisa sembuh?" ucap Sam dengan emosinya yang memuncak.


"Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi, aku tidak bisa. Kalian tidak boleh hidup bahagia diatas penderitaan aku," gumam Sam lagi.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2