Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 169


__ADS_3

Setelah satu hari dirawat di rumah sakit. Kini Mawar sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.


"Sayang, ayo kita pulang," ucap Aby sembari mendekatkan kursi roda pada ranjang pasien tempat Mawar terbaring!


"Mas, dimana yang lain? Bukankah semalam masih ada orang tua kamu dan orang tua aku di sini?" ucap Mawar.


"Mereka sudah pulang karena harus mengerjakan aktivitas masing-masing," sahut Aby.


Aby memangku tubuh Mawar dan memindahkannya ke kursi roda dan setelah itu ia langsung mendorong kursi roda itu menuju luar!


"Mas maafkan aku ya," ucap Mawar.


"Maaf untuk apa? Kamu tidak membuat kesalahan padaku," ucap Aby sembari terus melangkah mendorong kursi roda Mawar.


"Karena aku sudah membuat kamu cemas, panik dan khawatir."


"Semua sudah berlalu. Yang penting sekarang kamu selamat," ucap Aby.


"Gini ya rasanya dipeluk dan dicium oleh ibu kandung," ucap Mawar dengan air mata yang mulai menggenang.


"Mama kamu sudah menyesali perbuatannya. Aku rasa perjuangan kamu sudah berhasil, mereka sudah meminta maaf padamu dan sudah mengakui kesalahannya," ucap Abymana.


"Apa kamu yakin, Mas? Yang aku tahu Bu Marisa itu sangatlah licik."


"Sayang ... asal kamu tahu ya, seseorang yang merasa punya hutang budi akan selalu mengingatnya dan akan selalu berusaha untuk menebus atau membahas budi pada orang yang sudah menolongnya. Kamu tahu kenapa aku begitu menyayangi kamu?"


"Kenapa?" ucap Mawar.


"Karena aku berhutang budi padamu dan aku sudah berjanji akan mencintai dan menyayangi kamu selamanya. Karena kamu, aku masih hidup sampai sekarang ini, aku ingin kita selamanya bersama," ucap Aby sambil mengingat masa lalu.


"Aku tidak merasa pernah melakukan sesuatu yang berharga bagimu."


"Saat pertama aku datang ke kampung kamu. Saat itu ada sekelompok penjahat yang mengeroyok aku, aku ditolong oleh seorang perempuan yang menutupi wajahnya dengan masker. Entah apa alasan perempuan itu menyembunyikan wajahnya tapi aku tahu perempuan itu adalah kamu," ucap Aby.


"Apa! Kamu sok tahu deh bisa saja perempuan itu adalah Michelle."


Karena asyik mengobrol tak terasa mereka sudah tiba di parkiran dan sekarang mereka sudah berada di samping mobilnya.


Setelah menghentikan langkahnya. Aby berjalan dan berlutut di depan Mawar!


"Aku tahu perempuan itu kamu. Kamu masih gak mau jujur juga sama aku?" ucap Aby sembari menatap Mawar.


Mawar tersenyum dalam tatapannya yang terus tertuju pada netra Aby.

__ADS_1


"Darimana kamu tahu? Selama ini aku tidak pernah memberitahu siapapun tentang itu. Pertemuan pertama kita masih tersimpan rapi dalam diriku," ucap Mawar.


"Kita ditakdirkan berjodoh, karena itulah tanpa harus aku mencari tahu tentang siapa perempuan itu, perempuan itu sudah ada dalam dekapan aku dan takdir lah yang mempersatukan kita. Kadang aku berpikir untuk berterima kasih pada orang tua kamu khususnya pada Jingga karena sudah mempertemukan aku dengan jodohku yang sesungguhnya, dengan orang yang sudah menolongku waktu itu," ucap Aby lagi.


"Ayo kita pulang. Kasihan Frans udah nunggu tuh di dalam mobil," ucap Mawar.


Aby tersenyum lalu segera bangkit dari depan Mawar!


Joe langsung membukakan pintu mobilnya untuk Aby dan Mawar masuk!


Setelah pintunya terbuka. Aby kembali memangku Mawar dan memasukkannya ke dalam mobil sementara itu Joe melipat kursi roda milik Mawar lalu memasukannya ke bagasi mobilnya.


Setelah semua sudah berada di dalam mobil. Frans langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan perlahan.


*********


Di suatu tempat.


Saat sedang berjalan, tiba-tiba ada orang yang tak dikenal menabrak Randy hingga ponsel Randy terjatuh.


Si penabrak itu tak menghiraukan Randy yang saat itu menatapnya. Sang penabrak itu terus berjalan tanpa sedikitpun menoleh ke belakang.


"Astaghfirullah, orang zaman sekarang sudah sangat minim kesopanannya," gumam Randy.


Ia pun langsung mengambil kertas itu setelah terlebih dahulu mengambil ponselnya.


"Kembalikan milikku," ucap Randy membaca tulisan pada kertas itu.


Randy menoleh ke belakang berharap si penabrak itu masih berada di sana namun, sepertinya keberuntungan sedang tidak berada pada pihaknya. Si penabrak itu sudah pergi dan sudah tak terlihat lagi.


"Siapa orang itu? Apa maksud dari tulisan ini?" batin Randy.


Tak ingin ambil pusing Randy pun kembali melanjutkan langkahnya menuju mobilnya!


Setibanya di mobilnya, ia melihat ada coretan di mobilnya.


'Aku sudah kembali, aku ingin mengambil apa yang sudah kamu ambil dariku'


"Siapa orang itu?" gumam Randy sembari menghapus coretan pada mobilnya itu!


Randy melihat sekeliling tempat itu untuk mencari orang yang menerornya tapi usahanya tak membuahkan hasil, ia tak melihat siapa pun di sana.


Randy pun langsung masuk ke dalam mobilnya setelah tak menemukan seseorang di sana dan dia langsung tancap gas sebelum ada teror lainnya.

__ADS_1


Tak lama setelah Randy pergi dari sana. Ponselnya berbunyi tanda adanya pesan masuk.


Dia pun langsung membuka pesan dari orang tak dikenal itu.


[Jangan pernah berpikir kamu akan bahagia dengan keluarga yang kamu curi dariku. Kamu tidak akan pernah mendapatkan cucu.]


Randy semakin panik setelah membaca isi pesan itu.


"Siapa orang ini? Selama ini aku tidak punya musuh dan juga tidak pernah merebut apa pun dari siapa pun. Apa mungkin orang ini adalah Roger? Tapi dia sudah meminta maaf padaku," batin Randy.


*******


Di kediaman Aby.


"Ma, sedang apa di sini?" ucap Jingga pada Marisa.


"Mama sedang masak untuk Mawar. Dia pasti belum makan di rumah sakit," ucap Marisa.


"Mama serius? Maaf Mama sama Mawar itu serius?" ucap Jingga.


"Kamu pikir Mama pura-pura?" tanya Marisa.


"Ya, biasanya kan hidup Mama penuh dengan dusta dan kebohongan-kebohongan yang dapat melancarkan Mama menggapai keinginan Mama," ucap Jingga lagi.


"Sekarang Mama serius. Maafkan Mama ya karena selama ini Mama sudah membawa kamu ke dalam jalan yang salah yang dipenuhi kebencian," ucap Marisa.


Jingga memeluk Marisa dengan erat! "Ma, sekarang saatnya kita menebus semua kesalahan kita pada Mawar. Mawar juga anak Mama kan? Dia berhak mendapatkan kasih sayang dari kita," ucap Jingga.


"Iya, sayang. Kita mulai kehidupan baru mulai sekarang, semoga saja Mawar masih bisa memaafkan kita terutama Mama. Mama yang selama ini sudah menancapkan luka dalam hati Mawar.


"Mawar sudah tiba," ucap Mahendra pada Marisa dan Jingga.


Mereka pun langsung berjalan ke teras rumah untuk menyambut kedatangan Mawar!


"Mawar, kamu pasti capek. Ayo makan dulu, Aby ayo makan Mama sudah masak untuk kalian berdua," ucap Marisa setelah Mawar dan Aby turun dari mobilnya.


"By, biar aku yang dorong Mawar, kamu pasti capek, masuk saja duluan," ucap Jingga sembari mengambil alih kursi roda Mawar dari tangan Aby.


Tanpa penolakan dan tanpa sepatah kata pun, Aby langsung masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ruang makan!


"Ayo Mawar, kamu jangan cemburu ya. Aku sudah tidak menginginkan Aby lagi, yang aku inginkan sekarang adalah maaf dari kamu dan hidup bahagia bersama kamu," ucap Jingga sembari mendorong kursi roda Mawar!


Mawar hanya diam dan hanya membiarkan Jingga membawanya entah kemana.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2