Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 79


__ADS_3

"Bisa diam gak Tuan Muda Abymana?" Mawar memutar tubuhnya hingga kini ia berhadapan dengan Aby, ia mengalungkan tangannya di leher Aby dengan tatapan mata yang menggoda, senyum tipis terukir di bibirnya saat melihat sang suami yang terlihat gugup dengan perlakuannya.


"Kamu bilang gitu tapi kamu malah gini," ucap Aby yang tak pernah melepaskan tangannya dari tubuh Mawar.


"Kalau malam cuaca di sini terasa dingin."


"Lalu?" Aby menatap Mawar dengan tatapan tak biasa.


"Hah, sudahlah." Mawar melepaskan tangannya dan berusaha untuk melepaskan tanga Aby yang sedari tadi melingkar di pinggangnya.


"Lihat, sepertinya ada orang lain yang baru menyapa bunga kesayanganku ini," sambung Mawar.


"Siapa yang akan datang hanya u untuk melihat bunga? Mungkin bekas hewan liar," ucap Taufik yang sedari tadi merasa kesal karena mereka terus bermesraan.


"Kamu kayak tahu aja, memangnya bunga ini bilang sama kamu kalau tadi ada yang datanya?" ucap Aby.


"Ya, nggak juga hanya saja aku lihat ada orang yang memetik satu bungaku. Kamu lihat deh, tangkai bunga ini masih ada getahnya, tandanya baru beberapa menit lalu bunga ini dipetik," jelas Mawar.


Michelle menatap bunga mawar yang ia petik lalu segera memadukannya kedalam saku dalam jaket yang ia kenakan!


"Rupanya bunga itu milik Mawar, maafkan aku karena sudah memetik bungamu tanpa izin," batin Michelle.


"Apa yang mau kita lakukan? Mencari orang yang sudah mencuri bungamu?" ucap Aby.


"Nggaklah, ikhlaskan aja bunga itu lagipula kita gak tahu siapa yang sudah datang dan mengambil bunga itu," ucap Taufik.


"Sebenarnya aku sayang sama bunga ini tapi ya, mau gimana lagi. Bungaku sudah dalam genggaman orang yang tak kukenal," ucap Mawar.


**********


Di rumah Mawar.

__ADS_1


"Pak, Anda mau kemana?" tanya Joe yang melihat Dirga keluar dari kamarnya.


"Saya bosan di kamar," sahut Dirga.


"Tapi luka, Anda."


"Tidak apa-apa. Lukanya tidak terlalu dalam jadi sudah tidak terasa sakit lagi setelah diobati oleh Bapaknya Mawar," jelas Dirga.


Dirga berjalan keluar rumah lalu duduk di sebuah bangku panjang yang ada didepan rumah orang tuanya Mawar. Frans dan Salman yang sedang duduk di bangku itu pun langsung berdiri karena merasa tak enak jika harus duduk bersebelahan dengan Dirga.


"Kalian mau kemana? Duduk aja di sini tadi saya udah bilang kalau saya bosan di kamar, sekarang kenapa kalian mau ninggalin saya? Sama aja bodong kalau saya di sini tapi sendirian," ucap Dirga.


"Bukan gitu, Pak. Kami hanya–"


"Duduklah, jangan terus berdiri lagipula bersikap biasa saja dengan saya tidak usah seperti pada Tuan Muda," ucap Dirga memotong perkataan Frans.


Mereka pun duduk dalam satu tempat duduk yang sama dengan tanpa ada satu orang pun yang memulai pembicaraan.


Dari kejauhan, terlihat orang yang tengah memperhatikan mereka. Dia bersembunyi dibalik tanaman padi yang tumbuh subur di sawah depan rumah orang tuanya Mawar.


**********


Di kota.


"Beneran ya tuh si Mawar, kayak tahu kalau dia mau diculik oleh preman-preman itu," ucap Yura dengan nada kesal.


"Lo tenang aja Ra, masih ada hari esok atau lusa. Kalau pun hari ini dia bisa lolos karena gak datang ke kampus, besok atau lusa dia pasti ke kampus kan dan pada saat itulah lo bisa telpon preman-preman itu untuk memberitahukan bahwa Mawar ada di kampus," ucap Ghina.


"Gue udah gak sabar pengen liat dia tersiksa."


"Yura, sabar dikit dong. Untuk mendapatkan hasil sempurna kita harus bersabar. Besok atau lusa Mawar pasti masuk kampus," ucap Mia.

__ADS_1


**********


"Haaah! Kenapa sih, Abumana sulit sekali dihubungi?" Jingga berteriak didalam rumahnya karena tak juga berhasil menelpon Aby.


Sejak tadi dia menghubungi Abumana tapi telponnya tak juga diterima oleh Aby.


"Jingga, kamu kenapa berteriak seperti ini? Ada apa?" ucap Marisa yang baru tiba di rumahnya.


"Aku gak bisa nelpon Aby, Ma. Aby gak mau ngangkat telpon aku," sahut Jingga dengan raut wajahnya yang dipenuhi amarah.


"Aby sibuk, dia sekarang lagi ke kampung untuk meresmikan pembangunan pabriknya di sana," jelas Marisa.


"Dari mana, Mama tahu?"


"Mama kan abis bertemu sama Bu Ratu, ya pasti Mama tahulah."


"Mawar ikut juga?"


"Pasti ikut, kampung tempat Aby akan membangun pabrik adalah kampung tempat orang tuanya Mawar tinggal, Mawar pasti ingin bertemu dengan orang tuanya," jelas Marisa.


**********


Di kampung.


"Kalian emang biasa gini ya? Didepan umum juga sukanya bermesraan terus, gak tahu apa di sini ada seorang pemuda yang belum tahu kapan nikah," ucap Taufik.


"Maaf, Fik suamiku ini kadang emang gilanya suka kumat. Nah kayak gini nih kalau dia sedang kumat," ucap Mawar.


Saat itu, Aby terus menggenggam tangan Mawar bahkan sesekali dirinya memeluk Mawar, hal itu terus dilakukannya hingga membuat Mawar merasa kesal karena tak enak hati pada Taufik.


Michelle tersenyum geli melihat kelakuan Abymana yang sangat diluar dugaan.

__ADS_1


"Ternyata dia posesif juga," batin Michelle.


Bersambung


__ADS_2