Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 141


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa menit akhirnya teman Dirga mengirimkan video rekaman CCTV yang diminta oleh Dirga.


"Nah, videonya tiba," ucap Dirga sembari membuka pesan whatsapp pada telpon genggamnya tak lupa ia mengucapkan terima kasih sebelum menonton video itu.


Dirga menaruh ponselnya di atas meja lalu mereka menonton bersama.


"Nah ini, Mawar waktu itu aku yang mengantarkan Jingga ke rumah sakit tapi tidak sampai masuk ke dalam rumah sakit karena kakakmu itu keburu sadar dan langsung marah-marah saat tahu aku yang mengantarnya ke rumah sakit. Dia pikir Tuan Muda yang bersamanya di dalam mobil itu," jelas Dirga.


"Jadi foto-foto itu?" ucap Mawar sembari terus menatap layar ponsel Dirga.


"Iya, sayang mungkin Jingga ingin kembali padaku dengan menyingkirkan kamu dia akan menempati posisi kamu," ucap Aby.


"Dia memang ingin menyingkirkan aku bahkan Bu Marisa dan Jingga pernah datang ke rumah untuk mengusir aku dari sini," ucap Mawar tanpa sengaja.


"Apa! Kenapa kamu gak pernah bilang?" ucap Aby dengan nada bicaranya yang sedang terkejut.


"Duh, keceplosan lagi," batin Mawar.


"Mawar, apa yang mereka lakukan padamu?" tanya Aby lagi karena Mawar hanya terdiam.


"Gak ada, mereka cuma bicara biasa saja tidak melakukan apa-apa padaku," ucap Mawar berbohong.


"Maaf Tuan Muda, boleh saya pulang sekarang? Sepertinya masalah sudah selesai," ucap Dirga yang tak ingin ikut campur dalam urusan pribadi mereka.


"Jangan dulu. Kamu pergi ke ruang CCTV dan periksa semua rekaman yang terekam dari awal Mawar tiba di rumah ini sampai sekarang," ucap Aby.


"Yang bener aja, Mas? Gak mungkin Dirga memeriksa semuanya sedangkan aku sudah berapa bulan di sini, udah mau satu tahun lho," ucap Mawar.


"Aku melakukan ini karena kamu gak mau jujur sama aku. Aku gak mau ya kamu terus disakiti sama mereka, aku gak mau kamu dan bayi kita kenapa-kenapa," ucap Aby.


Mawar hanya diam dan tak memiliki perkataan untuk menjawab perkataan sang suami.


"Dirga, cepat lakukan," titah Aby pada Dirga.


"Baik." Dirga bangkit dari duduknya dan langsung melangkah untuk keluar dari ruangan itu.


"Tunggu, Dirga," ucap Mawar menghentikan langkah Dirga.


Dirga pun menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menjadi menghadap Mawar dan Aby.

__ADS_1


"Ada apa?" tanyanya.


"Kamu gak usah memeriksa semuanya," ucap Mawar.


"Maaf, Mawar. Aku tidak bisa membantah perkataan Tuan Muda," ucap Dirga.


"Oke-oke aku akan mengatakan semuanya pada kamu, Mas tapi suruh Dirga untuk tidak melakukan apa yang kamu suruh," ucap Mawar pada Aby.


"Serius?" tanya Aby.


"Iya."


"Yakin?" Aby menatap Mawar dengan tatapan tak biasa.


"Iya, Mas kasian Dirga kalau harus memeriksa semuanya," ucap Mawar.


"Dirga, kamu boleh pulang," ucap Aby pada Dirga.


"Baik, Tuan Muda." Dirga pun mulai melangkah lagi.


**********


"Aaah! Haaah!" Jingga berteriak di taman yang ada di belakang rumahnya sembari memukul ayunan besi yang berada di sampingnya.


Marisa yang saat itu kebetulan ada di dapur tanpa sengaja mendengar suara teriakan Jingga, dia pun segera berlari menghampiri Jingga yang sedang ada di taman belakang rumahnya!


"Jingga, kenapa kamu teriak-teriak gini hah?" tanya Marisa yang mendengar teriakan Jingga.


"Aku kesal, Ma kenapa si Mawar itu bisa hamil. Aku jadi makin sulit untuk deketin Aby, malah sekarang anak itu semakin kurang ajar karena sudah berani mengancam kita bahkan tadi saat di toilet restoran itu ...." Jingga mengingat perlakuan Mawar pada mereka saat di toilet restoran tadi siang.


"Gimana lagi Jingga, mereka sudah menikah ya lama-lama Mawar pasti hamil," ucap Marisa.


"Kenapa hidup aku seperti ini? Roger pergi meninggalkan aku dan sekarang Aby juga pergi padahal awalnya Aby begitu mencintai aku," ucap Jingga.


"Mama yakin Aby masih ada sedikit perasaan sama kamu jadi kamu tenang saja ya, Jingga suatu saat Aby akan kembali sama kamu," ucap Marisa.


"Mama gak usah menghibur aku dengan perkataan seperti itu, aku tahu Mama juga tidak yakin dengan perkataan Mama."


"Jingga, kita bisa pikirkan caranya nanti. Sekarang Mama minta kamu tenang ya di dalam ada Papa kamu jangan sampai Papa tahu kalau kita suka mengganggu Mawar. Kamu tahu kan semenjak Mawar dinikahkan dengan Aby, Papa kamu melarang kita untuk mengganggu anak kampung itu?" ucap Marisa.

__ADS_1


*********


"Mas tapi kamu janji ya gak akan apa-apain mereka," ucap Mawar pada Aby.


Aby menatap Mawar. "Aku gak bisa janji," ucapnya.


"Ya udah aku gak mau bilang." Mawar mengubah posisi duduknya menjadi menyamping! Kini Mawar sedikit membelakangi Aby.


"Ya udah iya deh aku janji, cepat katakan apa yang sudah mereka lakukan padamu," ucap Aby.


Mawar kembali mengubah posisi dudukan mejadi menghadap Aby lagi!


"Sebenarnya luka di kepalaku itu, waktu itu karena aku dipukul gagang pelan sama Bu Marisa. Mereka sering menyakiti aku agar aku pergi dari rumah ini dan meningkatkan kamu," ucap Mawar.


"Apa! Kenapa kamu tidak melawan? Mawar, kamu punya kemampuan khusus untuk membela diri kenapa kamu membiarkan mereka melakukan itu padamu?" Aby terkejut saat tahu apa yang Marisa lakukan pada istrinya itu.


"Aku gak tahu kalau Bu Marisa akan setega itu padaku."


"Jangan-jangan waktu kaki kamu sakit beberapa hari lalu itu juga karena ulah mereka."


"Ya, waktu itu aku datang ke rumah Bu Marisa dan meminta Jingga untuk berhenti mendekati kamu. Aku cemburu melihat kamu bersama Jingga dalam foto itu yang akhirnya mereka gak terima diancam dan akhirnya kaki aku kena lemparan pot bunga," jelas Mawar.


Aby terlihat sangat marah mendengar semua penjelasan Mawar.


"Mas, kamu udah janji untuk tidak melakukan apapun pada mereka," ucap Mawar.


"Kamu kenapa, Mawar? Mereka sudah sangat menyakiti kamu tapi kamu tidak ada sedikitpun membalas perlakuan mereka," ucap Aby.


"Aku sayang pada mereka. Biar bagaimanapun mereka adalah keluarga kandung aku."


Aby meraih tangan Mawar lalu menempelkan telapak tangan Mawar tepat di bagian dadanya!


"Kamu rasakan ini, Mawar. Aku sangat sesak mendengar semua yang mereka lakukan padamu tapi kamu ... dengan entengnya kamu mengatakan bahwa kamu sayang pada mereka," ucap Aby dengan emosi yang sudah bergejolak di hatinya.


Mawar hanya diam sembari menundukkan kepalanya.


"Aku heran sama kamu, Mawar. Berapa banyak stok kesabaran kamu, berapa banyak stok maaf kamu untuk mereka? Sebenarnya Tuhan menciptakan hati kamu dari apa? sehingga kamu masih menyayangi mereka padahal mereka tidak pernah menganggap kamu ada," sambung Mawar.


Tiba-tiba air mata Mawar menetes dari pelupuk nya.

__ADS_1


Aby semakin bingung dengan apa yang ada dalam pikiran Mawar kala itu.


Bersambung


__ADS_2