Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 210


__ADS_3

Dua hari Mawar dirawatvdi rumah sakit kini dia sudah pulang ke rumahnya dan sudah bisa menggendong bayinya.


"Mas, siapa nama anak kita ini?" tanya Mawar.


"Siapa ya? Kamu ada nama untuk mereka?" ucap Aby.


"Mana ada. Aku baru aja sembuh," ucap Mawar.


"Aku searching di google dulu deh nama yang bagus untuk mereka apa," ucap Aby.


"Ya ampun, harus nunggu lagi jadinya ini?" ucap Mawar.


"Gimana lagi? Kemarin aku sibuk mikirin kamu jadinya gak sempat mikirin nama mereka."


"Aduh-aduh, keponakan aku ini cantik dan lucu. Hey jangan menangis, Cintaku," ucap Jingga yang sedang menemani dua bayi itu di tempat tidurnya.


Aby dan Mawar menoleh ke arah Jingga yang sedang bersama dengan anak mereka.


"Sepertinya kakakmu sudah benar-benar berubah. Kemarin dia sangat mengkhawatirkan dirimu," ucap Aby.


"Benarkah?" tanya Mawar.


"Iya. Aby junior menangis! Kenapa kalian malah sibuk berpacaran," ucap Jingga sembari menggendong bayi laki-laki itu.


"Maaf, Kakak ipar," ucap Aby sembari berjalan menghampiri Jingga!


Aby mengambil alih bayi laki-laki itu dari tangan Jingga lalu menimang bayi itu.


"Jangan menangis, jangan menangis. Anak pintar dan baik jangan menangis." Aby bersenandung sambil terus menimang bayi itu.


"Nyanyian apa itu? Terdengar sangat aneh," ucap Mawar sambil tertawa kecil.


"Aneh tapi lihat saja, bayi ini langsung terdiam," ucap Aby.


"Mungkin bayi itu tidak mau menyakiti perasaan papanya, makanya dia diam," ucap Jingga.


"Kalian sedang apa? Ayo bawa cucu Mama ke sini," ucap Bu Marisa.


Jingga meraih bayi perempuan yang terbaring di atas tempat tidurnya lalu membawanya pada Marisa!


"Bayi ini sangat cantik. Cantik, persis mamanya," ucap Marisa setelah menggendong bayi itu.


"Mama, nanti siang Papa ingin mengajak Mama makan di luar," ucap Aby.


"Kok cuma Mama? Kalian semua?" ucap Marisa sembari mengelus-elus pipi bayi itu.


"Mungkin papa ingin menghabiskan waktu berdua," ucap Aby.


"Iya deh, nanti Mama akan telpon Papa untuk menanyakan kebenarannya," ucap Marisa.


"Mama akan diantar oleh Frans ke tempatnya," jelas Aby lagi.


"Mas, sejak kapan kamu jadi mak comblang? Eh tepatnya Pak comblang kali ya," ucap Mawar.

__ADS_1


**********


Di kediaman Mitha.


Siang ini Michaela sengaja datang ke rumah Mitha saat tidak ada orang selain Mitha di rumah itu.


"Mama," ucap Michaela pada Mitha.


"Hey, Michaela. Tumben datang sendirian, Roger mana?" tanya Mitha.


"Aku sengaja datang sendiri. Mama sama siapa di rumah?" tanya Michaela.


"Sama Michelle saja tapi dia sedang ada urusan makanya gak keluar-keluar dari kamarnya," jelas Mitha.


"Oh. Ada yang mau aku bicarakan sama Mama." Michaela duduk di kursi yang posisinya berhadapan dengan Mitha.


"Bicara apa, Nak? Mau minum?"


"Aku bisa ambil minum sendiri kalau aku haus, Ma. Ma, aku ingin mencarikan istri untuk Mas Roger," ucap Michaela.


"Apa!" perkataan Michaela berhasil membuat Mitha terkejut.


"Aku sudah bulat dengan keputusanku ini," ucap Michaela mantap.


"Tapi kenapa? Apa kamu sudah tidak ingin menjadi menantu Mama lagi? Apa Roger sudah menyakiti kamu?" tanya Mitha.


"Tidak, Ma. Aku ... aku tidak bisa hamil. Aku tidak bisa memberikan Mas Roger seorang anak, karena itulah aku ingin mencari istri yang bisa mengerikannya seorang anak," ucap Michaela.


"Apa pun alasanmu tapi itu tidak benar, Nak. Kamu akan tersakiti dengan menikahkan Roger dengan perempuan lain dan lagi ... apa kamu sudah bicara pada Roger tentang keinginan kamu ini?" ucap Mitha.


"Mama tidak setuju. Mama tidak mau ada poligami di keluarga Mama."


"Ma, ini demi kebaikan Mas Roger, demi kebaikan aku dan demi kebaikan kita semua. Aku cinta sama Mas Roger, aku ingin dia bahagia."


"Bahagia tidak harus dengan cara seperti itu, kak Michaela. Masih banyak cara untuk menuju hidup bahagia," ucap Michelle yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Michaela dan mamanya.


**********


Di kampus.


"Sya, gimana kabar kamu dengan Reza?" tanya El.


"Baik. Kami sepakat untuk pacaran," ucap Nasya.


"Serius?" El menatap Nasya penuh tanya.


"Iya. Gimana lagi, polisi mesum itu terlanjur mencium ku."


"Tapi kamu suka kan sama dia?"


"Kalau gak suka, kamu pikir aku mau gitu sama dia? Kalau aku sepakat untuk pacaran ya artinya aku suka sama dia."


"Gayanya aja sok jual mahal padahal dari awal udah suka sama dia kan?"

__ADS_1


"Awalnya aku benci sama dia tapi sekarang berubah jadi cinta. Kamu tahu gak, El? Dia itu seksi banget. Tangannya berotot dan perutnya bergelombang kayak jalanan yang banyak polisi tidurnya," ucap Nasya.


"Ih masa disamain dengan polisi tidur. Gak ada romantis-romantisnya sama sekali," ucap El.


"Emang yang romantis yang kayak apa?"


"Mana aku tahu. Jangan tanya sama aku karena aku gak tahu," ucap El.


*******


Di kediaman Abymana.


"Woy! Kenapa senyum-senyum sendiri? Kesamber gledek baru tahu rasa," ucap Frans sambil memukul pundak Joe.


"Apaan sih, ganggu aja," ucap Joe.


Salman tertawa kecil sembari menggelengkan kepalanya.


"Lagi jatuh cinta dia tuh," ucap Salman.


"Hah, jatuh cinta? Sama siapa?" tanya Frans.


"Sama cewek lah masa sama kambing," ucap Salman lagi.


"Iya, maksudnya cewek yang mana, siapa namanya? Apakah aku tahu dengan orangnya?"


"Cewek yang gak tahu asal-usulnya. Kami bertemu di jalan," ucap Salman.


"Ada-ada aja. Gimana kalau cewek itu punya pacar atau suami?" ucap Frans.


"Salman! Tolong kamu pergi ke rumah Dirga," ucap Abymana.


"Maaf, Tuan Muda bukannya menolak tapi hari ini saya diminta Pak Ija untuk membantunya menurunkan pupuk di belakang," sahut Salman.


"Kalau gitu kamu aja, Frans."


"Maaf tapi saya ada tugas dari Pak Mahendra," sahut Frans.


"Saya aja. Saya lagi pengen sliweran di jalan," ucap Joe.


"Ngapain sliweran di jalan? Kayak kertas tidak terpakai saja," ucap Aby.


"Ada lah. Rahasia," sahut Joe.


"Ya udah lagian saya juga gak mau kepo. Kamu pergi ke rumah Dirga ya, ambil berkas di sana. Nanti di sana ada mamanya Dirga kamu bilang aja kalau kamu disuruh Dirga," jelas Aby.


"Siap. Tuan Muda," ucap Joe sembari berjalan menghampiri mobilnya!


"Oh ya lupa. Berkas apa? Takutnya nanti mamanya Pak Dirga bertanya," ucap Joe.


"Datang aja ke sana dulu, tadi Dirga bilang kayanya dia mau menelpon mamanya," jelas Aby.


"Oke deh, kalau gitu saya pergi."

__ADS_1


Bersambung



__ADS_2