Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 281


__ADS_3

Dua puluh hari setelah pembicaraan antara keluarga Fredy dan Pak Mahendra tentang resepsi pernikahan mereka. Kini tibalah saatnya dimana Fredy dan El melangsungkan akad nikah.


Di rumah Ibu Athalia.


Acara akad nikah antara Fredy dan El sudah selesai dan semua berjalan dengan lancar. Setelah melakukan syukuran atas sah nya pernikahan El dan Fredy, para saksi yang sengaja diundang oleh keluarga Bu Athalia pun mulai berangsur-angsur meninggalkan rumah itu. Acara hari ini hanya dihadiri oleh tamu-tamu penting saja dan beberapa saksi dari pihak mempelai pria dan wanita.


Di ruangan yang sengaja disiapkan untuk melangsungkan akad pernikahan itu. El dan Fredy masih duduk di sana menunggu semua tamu dan saksi meninggalkan rumah mereka. Dirga dan Michelle duduk di samping El, dengan suara pelan Dirga menasihati El agar menjadi istri yang baik untuk suaminya.


El yang hanya memiliki Dirga sebagai pengganti papanya, mendengarkan semua perkataan sang kakak dengan baik dan akan melakukan semua yang dikatakannya. Sementara itu di samping Fredy ada Reza dan Nasya, pasangan kekasih itu terus menggoda sang pengantin pria. Fredy yang mengerti dengan candaan pasangan kekasih itu hanya menanggapinya dengan senyuman, dirinya tak mungkin membalas candaan mereka karena di sana ada Dirga dan Michelle. Selain itu di sana juga ada orang tua mereka yang membuat nyali Fredy menciut baginya candaan mereka terlalu mengarah ke hal-hal yang biasa dilakukan oleh orang dewasa setelah menikah dan Fredy merasa itu tidak pantas didengar oleh mamanya dan juga keluarga istrinya.


"Jangan belah duren dulu. Tunggu aku dan Nasya sah nanti kita balapan siapa yang berhasil duluan," ucap Reza pada Fredy.


"Pernikahan kalian tinggal lima hari lagi dari sekarang. Kenapa tidak mencoba dulu? Nanti malam kita lakukan," ucap Fredy setelah Bu Athalia dan mamanya pergi dari sana.


"Jangan macam-macam. Dia calon ustadz, masa suruh berbuat zina," celetuk Ussy.


"Masih kecil. Jangan membicarakan itu," ucap Dirga pada Ussy.


"Udah dua puluh tahun kali, Kak," ucap El.


"Tapi belum saatnya menikah kalau mau minta Joe cepat nikahi kamu jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," ucap Dirga lagi.


"Nggak, Pak. Ussy masih waras dan Ussy juga masih sayang pada diri sendiri dan tentunya Bapak dan Kak Michelle juga," sahut Ussy.


"Kok jadi saya dibawa-bawa juga?" tanya Dirga.


"Karena saat ini, Bapak yang selalu perhatian begini sama Ussy."


"Kamu ini. Memang aku kurang perhatian," ucap Michelle ketus.


"Kakak juga perhatian. Terima kasih sudah melakukan yang terbaik untuk Ussy," ucap Ussy lagi.


"Awas kalau kamu godain Dirga. Aku jewer sampai telingamu terlepas dari tempatnya," ucap Michelle lagi lalu menggelayut manja di pundak Dirga.


Dirga hanya tersenyum melihat sang istri. Semenjak hamil, Michelle memang berubah menjadi cemburuan bahkan terbilang posesif. Meski begitu Dirga bahagia karena merasa istrinya tidak lagi ganas seperti detektif lainnya.

__ADS_1


"Jangan mengancam Ussy begitu karena Ussy gak takut," ucap Ussy lalu menjauh dari tempat itu karena takut membuat Michelle marah.


"Ada-ada aja dia. Gak takut tapi lari," ucap Nasya.


Rumah itu mulai sepi dari orang luar, setelah pak penghulu pergi dari sana, kini hanya ada keluarga dan orang-orang terdekat saja yang masih di sana. Dari pintu utama, trio pinky boy masuk ke dalam rumah itu dengan membawa pasangannya masing-masing sedangkan Joe datang sendiri karena Ussy sudah ada di sana sejak beberapa hari lalu. Dengan senyuman bahagia yang selalu menghiasi wajah mereka, mereka berjalan menghampiri pengantin yang kini tengah duduk di kursi yang ada di ruangan utama rumah itu.


"Selamat ya," ucap Alena lalu memeluk El dengan penuh kehangatan.


"Terima kasih. Semoga cepat nyusul aku," ucap El pada Alena.


"Semoga saja," sahut Alena dengan senyuman bahagia.


"Selamat, Mas Bro. Semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah," ucap Joe pada Fredy.


"Terima kasih. Terima kasih semuanya," ucap Fredy.


"Ini pasti pacarnya Salman," ucap Michelle yang baru melihat Alena.


Alena tersenyum seraya mengangguk pelan. "Hai, Kak. Kakaknya El?" ucapnya.


"Iya. Semoga cepat nyusul mereka deh. Salman udah waktunya nikah, tuh," ucap Michelle lagi.


"Gak usah diajak duduk, Ma lagian kalau mereka merasa pegel nanti juga duduk sendiri," ucap El.


Dari arah belakang. Mawar dan Aby berjalan menghampiri mereka. Setelah akad nikah selesai, dia langsung masuk ke dalam kamar tamu karena kedua anaknya kehausan, setelah itu dua bayinya tertidur dan Mawar pun segera menghampiri kakaknya yang sedang berbahagia itu.


"Selamat ya, kakak," ucap Mawar pada Fredy.


"Terima kasih, adikku," ucap Fredy dengan senyuman yang terus membingkai di wajahnya.


"Sekarang posisinya jadi aneh. El jadi kakak iparnya kak Mawar dan kak Mawar kakak ipar aku. Jadi bingung sendiri aku," ucap Nasya.


"Ngapain mikirin yang gak harus dipikirkannya, mending pikirin gimana caranya biar kita bisa mengganggu pasangan pengantin baru ini biar mereka tidak tenang," ucap Reza.


"Apa perlu kita pasang CCTV di kamarnya? Biar kita bisa ngintip," ucap Frans.

__ADS_1


"Kalau berani dan kuat mental ya silahkan," ucap Fredy.


"Hmm, kita mau panas-panasan. Siap-siap saja buat kepanasan," sambung Eliandra.


"Udah, jangan bicara seperti itu. Joe dan Salman masih lama tuh nikahnya," ucap Dirga.


"Hmm, belum ada kepastian," sambung Mawar.


"Pastikan, dong jangan berlama-lama pacaran," ucap Abymana.


"Mawar, kamu sudah makan?" tanya Bu Haris yang masih berada di sana.


"Belum, Ma. Hari ini sibuk," sahut Mawar.


"Jangan telat makan. Mama ambilkan makan untuk kamu ya," ucap Bu Haris lagi.


"Mentang-mentang udah ada Mawar sekarang aku dilupakan," ucap Fredy.


"Benar sekali. Aku juga setelah aku nikah, mamaku perhatiannya sama Michelle terus. Kamu siap-siap saja perhatian mama kamu berpindah pada El dan Mawar," ucap Dirga.


"Aku pikir hanya aku yang merasakan hal ini. Mamaku juga menjadi lebih perhatian pada Mawar bukan padaku, entahlah sampai sekarang aku masih belum mengerti kenapa para orang tua lebih sayang menantu dibandingkan dengan anak kandungnya," ucap Aby.


"Pada dasarnya tidak ada orang tua yang membeda-bedakan kasih sayang hanya saja si anak suka cemburu saat orang tuanya membagi kasih sayang pada menantunya," jelas Bu Marisa.


"Anda benar sekali, Bu Marisa. Ah sudahlah, jangan pikiran curhatan mereka, anak laki-laki memang lebih posesif," ucap Bu Ratu.


"Selama ini kasih sayang Mama hanya untuk kamu dan sekarang jika harus terbagi menjadi tiga, kamu gak boleh cemburu karena gak mungkin Mama membedakan kasih sayang antara kamu, istrimu dan juga adikmu," ucap Bu Haris.


Para ibu yang mendengar curhatan para anak laki-laki itu langsung menyangkal tuduhan mereka karena sebenarnya memang tidak pernah ada kasih sayang yang dibeda-bedakan antara anak dan menantunya.


"Dan anehnya ya, adik perempuan aku juga lebih sayang sama istriku," ucap Dirga lagi yang tak menghiraukan ucapan para ibu.


"Benar seratus persen. Nasya juga lebih sayang sama Mawar," sambung Aby.


"Awas aja kalau kamu lebih sayang pada El. Aku baru punya adik beberapa bulan lalu jadi jangan pernah mencoba melupakan aku," ucap Fredy pada Mawar.

__ADS_1


"Kenapa jadi membahas ini? Aku sayang sama kakak dan semua keluargaku. Tenang saja aku tidak akan berubah," ucap Mawar.


Bersambung


__ADS_2