Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 151


__ADS_3

"Semua salah Mama, kalau saja Mama bersikap baik pada Mawar setelah Mawar dinikahkan dengan Aby mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini," ucap Mahendra.


"Papa kok jadi nyalahin Mama. Papa juga bersalah," ucap Marisa.


"Udah-udah, kalian berdua malah bertengkar. Sekarang kita harus bagaimana? Ancaman Mawar ini serius," ucap Jingga yang mulai kembali seperti biasa setelah barusan ia terkejut karena mendapatkan perlakuan tak biasa dari Mawar.


"Apa lagi selain pergi dari rumah ini. Kita tidak bisa melawan Mawar, kalian masih ingatkan bagaimana perlakuannya pada Jingga, tadi," ucap Mahendra.


Terus kita mau tinggal di mana?" ucap Jingga.


"Kita tinggal di rumah kontrakan saja kebetulan tadi Mawar memberikan uang pesangon," ucap Mahendra.


"Ya udah sekarang kita cari dulu kontrakan yang bisa kita bayar," ucap Marisa.


"Jual aja perhiasan aku kalau memang uang Papa kurang," ucap Jingga.


"Jangan dulu. Semoga aja uang Papa cukup," ucap Mahendra.


Mereka pun langsung keluar dari rumah dan memasuki mobilnya untuk segera pergi mencari rumah kontrakan yang akan mereka tempati.


**********


Di kantor Mawar.


Aby bari tiba di kantor yang semula adalah milik Mahendra namun, sekarang sudah pindah kepemilikan yaitu menjadi milik Mawar.


Aby berjalan memasuki kantor itu dan mengarah pada ruangan pribadinya Mawar!


"Selamat siang, Bu Mawar," ucap Aby setelah mengetuk pintu ruangan Mawar sebanyak beberapa kali.


"Masuk!" terdengar suara Mawar yang mempersilahkan dirinya masuk ke dalam ruangan itu.


Ia pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut!


"Mas, kamu ke sini kok gak bilang-bilang?" tanya Mawar setelah melihat Aby berjalan ke arahnya.


"Aku kangen sama kamu. Udah makan belum?" ucap Aby sembari terus berjalan menghampiri Mawar.


"Baru aja aku masuk ruangan ini setelah makan siang di luar barusan," ucap Mawar.


"Pak Mahendra udah pergi?" tanya Aby.


"Ya, tadi pagi," sahut Mawar.


"Kamu yakin dengan apa yang kamu lakukan ini?" tanya Aby memastikan.

__ADS_1


"Sudah terjadi kenapa kamu masih bertanya?"


"Tidak apa, aku hanya bertanya saja lalu setelah ini apa lagi rencana kamu?"


"Aku belum memikirkannya. Biarkan saja dulu Pak Mahendra dan keluarganya hidup sederhana toh dulu sebelum menjadi orang kaya mereka pernah mengalami hidup menjadi orang biasa saja. Mereka tidak akan langsung mati meski gak makan selama dua atau tiga hari," ucap Mawar.


"Bukan begitu maksudku, aku tahu kamu tidak akan membiarkan mereka kelaparan."


Mawar tersenyum pada Aby dengan tanpa mengatakan sesuatu apapun lagi.


"Mau pergi?" tanya Aby.


"Hah, kemana?" Mawar bertanya balik pada sang suami.


"Kemana aja yang penting kamu bahagia."


"Aku udah bahagia," ucap Mawar.


"Lalu bagaimana dengan bayi kita?" tanya Aby lagi.


"Dia sedang ingin ingin dimanja sama Papanya katanya dia mau dielus-elus," ucap Mawar.


Aby tersenyum lalu mengangkat tubuh Mawar dan membawanya ke sofa yang ada di sudut ruangan itu!


"Mas, kamu kok ke sini? Emang gak balik ke kantor?" tanya Mawar.


"Nanti aja lagipula ada Dirga di sana," ucap Aby sembari terus melingkarkan tangannya di perut Mawar.


Mawar yang duduk di pangkuan Aby dengan posisi membelakangi Aby meletakkan tangannya di atas tangan Aby yang sedikit mengelus-elus perutnya itu.


"Perusahaan ini akan dipimpin oleh salah satu karyawan di sini yang aku anggap layak untuk menerima jabatan tertinggi," ucap Mawar.


"Siapa orangnya?" tanya Aby.


"Ada, dia asisten Pak Mahendra dulu sebelum aku datang ke sini."


********


Di rumah Mitha.


"Pacar kamu kayaknya udah serius sama kamu," ucap Mitha.


"Dari mana, Mama tahu?" ucap Michelle.


"Tadi dia udah melamar kamu sama Mama. Apa lagi kalau bukan bukti keseriusan dia, sama kamu," ucap Mitha lagi.

__ADS_1


"Dia memang serius sama aku dan aku pun cinta sama Dirga tapi ada ketakutan yang besar yang selalu datang melanda hatiku," ucap Michelle dengan terus menundukkan kepalanya.


"Kenapa, Nak? Yang Mama lihat dua itu sepertinya pemuda yang baik dan bertanggungjawab."


"Dia memang baik, dia bertanggungjawab, dia lebih dari sempurna bagiku tapi aku takut setelah dia tahu kalau aku ini adalah adik dari seorang Roger, dia akan pergi meninggalkan aku," ucap Michelle mengutarakan ketakutannya pada sang ibu.


"Kenapa? Kenapa kamu begitu takut jika dia tahu kalau kamu adalah adiknya Roger?"


"Karena kayak adalah musuh Pak Randy sedangkan Dirga adalah orang pertama yang selalu ada untuk Pak Randy bahkan Dirga rela kehilangan nyawanya demi Pak Randy dan keluarganya," jelas Michelle.


"Maksud kamu apa?" ucap Mitha yang belum tahu apa-apa.


"Tempo hari kita pernah membahas tentang kakak yang salah membalas dendam pada Pak Randy. Mama tidak tahu apa yang sudah kakak lakukan pada Abymana anaknya Pak Randy."


"Memang apa yang dilakukannya?"


"Ceritanya panjang. Sudahlah, Ma aku mau ngurus kerjaan dulu, nanti kita lanjut lagi ceritanya," ucap Michelle yang tak ingin membongkar keburukan kakaknya pada sang ibu.


Michelle pun beranjak dari duduknya lalu mulai pergi memasuki kamarnya!


Sementara itu Mitha hanya diam sembari menatap kepergian Michelle.


"Sebenarnya apa masalah diantara kalian?" batin Mitha.


*******


Di sebuah perumahan sederhana, Mahendra dan keluarganya mencari rumah sewaan atau rumah kontrakan yang bisa mereka tempati.


Setelah memasuki area perumahan tersebut, Mahendra melihat rumah yang dimaksud oleh pengiklan yang ia lihat di sosial media.


"Kayaknya itu rumahnya," ucap Mahendra sembari menghentikan laju mobilnya didepan rumah itu.


"Gak salah, Pa? Kecil banget ukurannya," ucap Marisa.


"Ma, itu juga kita belum tahu apakah kita bisa membayar sewanya atau tidak," ucap Mahendra.


"Aku gak mau ya, Pa kalau kamar aku gak ada kamar mandinya," ucap Jingga.


"Kalian ini belum apa-apa udah protes seharusnya kalian mikir bagaimana caranya kita bisa menghemat uang yang masih kita miliki sekarang jangan malah menghambur-hamburkan uang untuk keperluan yang tidak terlalu penting. Dapat tempat tinggal saja sudah syukur kalau gak dapat tempat tinggal kita mau tinggal dimana?" ucap Mahendra.


"Mama udah telpon Pak Randy dan udah menceritakan semua yang Mawar lakukan pada kita, semoga saja Pak Randy menendang Mawar dan mengembalikan semua hak kita," ucap Marisa.


Mahendra hanya diam sembari menatap Marisa. Dalam pikirnya mengapa istrinya itu tak juga menyadari kesalahannya dan tak menyadari bahwa saat ini Mawar sedang membalas dendam padanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2