Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 107


__ADS_3

Di kediaman Dirga.


"Ussy!" panggil Athalia.


"Iya, Bu ada apa?" sahut Ussy.


"Kamu udah mau pulang?" tanya Athalia.


"Iya, Bu. Ada yang bisa Ussy bantu?" tanya Ussy.


"Gak ada, kalau mau pulang jangan lupa bawa makanan di meja," ucap Athalia mengingatkan Ussy.


"Udah aku kemas nih tinggal dibawa pulang," ucap El sambil berjalan menghampiri Ussy dan sang Mama!


"Kamu udah rapi begitu mau kemana?" tanya Athalia.


"Mau ikut sama Ussy. Aku mau ngajak Ussy nonton bioskop, boleh kan?" ucap El.


"Memangnya kamu punya uang? Sok-sokan mau ngajak Ussy nonton."


"Ada dong. Uang bulanan aku masih tebel," ucap Eliandra.


"Pergilah kalau mau pergi tapi ingat jangan pulang malam-malam," ucap Athalia.


"Terima kasih Mama sayang," ucap El.


Gadis itu mencium pipi Athalia lalu pergi meninggalkannya!


"Ayo Sy! Mau pergi pakai motor atau mobil?" ucap El.


"Kalau ada pakai helikopter aja biar gak kena macet," celetuk Ussy.


"Kamu ini ada-ada aja deh. Ditawarin apa mintanya apa."


"Lagian pakai bertanya. Udah pasti pakai mobil, Mbak gak nyadar apa bawaan segini banyak," ucap Ussy


"Oh iya ya. Ya udah bawain nih ke dalam mobil," ucap El.


Mereka pun langsung memasukkan makanan dalam boks itu ke dalam mobil!


*******


Di rumah Aby.


"Katakan siapa Ayahnya Mawar!" ucap Mahendra dengan suara yang menggelegar hingga membuat Marisa ketakutan.


"Mama gak tahu, Pa," ucap Marisa sambil terus menangis.


Kemarahan Mahendra sangat membuatnya ketakutan hingga tubuhnya terasa bergetar hebat. Selama ini dirinya tak pernah melihat suaminya marah seperti itu padanya.


Mahendra mencengkeram lengan Marisa dengan keras hingga Marisa meringis kesakitan.


"Katakan siapa Ayah kandung Mawar, Marisa! Tidak mungkin kamu tidak tahu." teriak Mahendra.


"Mahendra, lepaskan. Jangan sakiti Marisa," ucap Pak Ija yang melihat kejadian itu.


"Mahendra, sabar. Semua masalah bisa dibicarakan baik-baik," ucap Bu Ratna.


"Kalian tidak tahu sakitnya hatiku, kalian tidak tahu berapa hancurnya aku setelah tahu bahwa Marisa mengkhianati aku sejak puluhan tahun lalu. Kalian bisa bicara seperti itu karena kalian tidak merasakan bagaimana rasanya dikhianati oleh orang yang sangat kupercaya," ucap Mahendra sambil terus mencengkeram lengan Marisa.

__ADS_1


"Pa, tolong lepaskan Mama. Kasian Mama sudah kesakitan," ucap Jingga yang kala itu sudah menangis deras karena tak tega melihat Mamanya kesakitan.


Mahendra melepaskan Marisa sambil mendorongnya hingga tubuhnya terjatuh ke lantai!


"Kurang ajar! Siapa laki-laki yang sudah menghamili kamu? Marisa! Tidak mungkin kamu tidak tahu atau kamu sengaja melindunginya?" Mahendra terus berteriak pada Marisa, emosinya terus meledak-ledak seakan sulit untuk ditenangkan.


"Aku tidak tahu Pa, aku benar-benar tidak tahu. Aku diper***a oleh tiga orang sekaligus, aku tidak tahu siapa Ayah kandung Mawar," jelas Marisa.


"Apa." Mahendra berjalan mendekati Marisa lalu duduk di sampingnya!


"Kenapa kamu tidak pernah bilang sama aku? Kenapa baru sekarang kamu mengatakan ini? Kamu pikir aku bisa percaya begitu saja setelah semua yang terjadi saat ini?"


"Aku tidak bohong, Pa. Aku cinta sama kamu, Pa aku sayang sama kamu," ucap Marisa.


********


Di rumah sakit.


"Selamat ya, Tuan Muda, bayi kalian cantik dan tampan," ucap Dirga pada Aby.


"Mawar, boleh aku tahu siapa nama mereka?" tanya Michelle.


"Tanya Mas Aby. Aku sendiri belum tahu siapa nama mereka," ucap Mawar.


"Aku belum memikirkan namanya. Aku terlalu kacau dan akhirnya aku tidak bisa memberikan nama untuk mereka hari ini," ucap Aby.


"Ya ampun, kenapa tidak menyiapkan nama sejak bayi itu dalam kandungan," ucap Dirga.


"Aku baru pertama punya anak, aku gak tahu kalau harus menyiapkan nama sebelum melahirkan," ucap Aby.


"Ya sudah tak apa lagipula kapan pun kita akan mengetahui nama mereka, sekarang yang penting adalah kesembuhan ibu bayinya," ucap Michelle.


"Aku akan memberikan nama yang indah untuk mereka tapi kamu harus sembuh dulu. Seharian ini kamu membuat aku hancur," ucap Aby sembari mengelus pucuk kepala Mawar.


"Maafkan aku," lirih Mawar.


"Kenapa minta maaf? Kamu tidak salah seharusnya aku yang meminta maaf karena aku yang sudah membuat kamu hamil," ucap Aby.


"Ya pada dasarnya kehamilan terjadi karena sama-sama mau buka atas keinginan sebelah pihak jadi, tidak harus saling menyalahkan," ucap Dirga.


"Kamu benar," ucap Mawar.


*******


Saat diperjalanan menuju panti asuhan tiba-tiba mobil yang dikemudian oleh El mati di tengah jalan.


"Kenapa, Mbak kok berhenti di sini? Kita belum sampai lho," ucap Ussy.


"Gak tahu nih, kenapa mobil ini tiba-tiba mati," sahut El.


"Abis bensin kali," ucap Ussy.


"Nggak, bensinnya masih ada kok," ucap El.


El segera turun dari mobilnya dan membuka bagasi depan! Seolah mengerti dengan mesin mobil, El melihat dan memeriksa mesin mobilnya itu.


"Apanya yang rusak?" tanya Ussy sembari melihat ke dalam mesin itu.


"Mana aku tahu. Ngerti juga enggak," sahut El.

__ADS_1


"Yaelah, Mbak kalau gak ngerti ngapain berlagak kayak orang ngerti? Paksi buka-buka bagasi segala. PHP aja," ucap Ussy.


"Dengar ya Ussy kalau kita buka bagasi ini, bukan cuma untuk melihat bagian yang rusak saja tapi juga buat memberikan kode pada pengendara yang lewat kalau mobil kita sedang bermasalah," ucap El.


"Betul juga ya, Mbak jadi, mereka bisa bantu kita nanti," ucap Ussy sambil nyengir kuda.


"Selain itu agar kita gak diomelin pengendara yang lewat karena kita parkir di tengah jalan kayak gini," ucap El.


"Kamu punya nomor bengkel gak?" tanya El.


"Gak ada, Mbak. Ussy gak punya teman yang kerjanya di bengkel.


Saat kedua gadis itu sedang kebingungan tiba sebuah mobil berhenti di dekat mereka lalu membuka kaca jendela mobilnya.


"Kenapa mobilnya?" tanya laki-laki si pengendara mobil itu.


"Ini, Mas mobil kami tiba-tiba mati," ucap El.


Laki-laki itu pun segera turun dari mobilnya dan menghampiri El dan Ussy!


"Boleh saya periksa mobilnya?" tanya Salman.


Ya, laki-laki si pengendara mobil itu adalah Salman dan Joe. Mereka hendak pulang ke rumah setelah seharian berjaga di rumah sakit.


"Silahkan, Mas," ucap El dengan senyum canggung.


"Hai, boleh kenalan?" ucap Joe pada Ussy.


Ussy tersenyum sambil menggeser tubuhnya mendekati El!


"Nama saya Joe," ucap Joe sembari mengulurkan tangan pada Ussy.


"Mbak, ada yang ngajak kenalan tuh," ucap Ussy pada El.


"Eh malah aku. Dia ngajak kenalan sama kamu bukan aku," gumam El.


El tersenyum pada Joe lalu menarik tangan Ussy dan mengarahkannya untuk bersalaman dengan Joe.


"Namanya Ussy," ucap El.


"Maaf ya teman saya memang belum pernah kenalan sama laki-laki jadi, masih kaku," sambung El pada Joe.


Salman yang sedari tadi asyik memeriksa mobil milik El pun hanya menggelengkan kepala melihat Joe yang malah mencuri kesempatan untuk mendekati gadis-gadis itu.


"Oh ya siapa nama kamu?" tanya Joe pada El.


"Nama saya Eliandra, panggil saja El," sahut El.


"Eumm, Mbak! Mobilnya udah saya perbaiki, bisa dicoba?" ucap Salman.


"Oh ya." El segera masuk ke dalam mobilnya lalu menyalakan mesin mobilnya dan ternyata sudah nyala seperti sediakala.


"Sudah nyala, Mas. Terima kasih ya," ucap El sembari turun dari mobilnya.


"Sama-sama tadi ada kabel yang putus dan sekarang sudah saya sambungkan," ucap Salman.


Bersambung


__ADS_1


__ADS_2