Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 270


__ADS_3

Aby menatap kepergian Dirga dengan tatapan aneh. Dia merasa ada sesuatu yang mengganjal pikiran Dirga.


Aby yang penasaran pun langsung berjalan mengikuti langkah Dirga untuk menanyakan tentang ada apakah sebenarnya dengan asisten sekaligus temannya itu. Lama bersama membuat dirinya tahu bahwa saat ini Dirga sedang memiliki masalah akan tetapi dirinya tidak tahu masalah apa yang sedang dihadapi oleh temannya itu.


"Ga, kamu kenapa?" tanya Aby yang hanya berdiri di ambang pintu ruangan Dirga.


"Saya mau kerja. Ngapain, Anda ke sini?" tanya Dirga.


"Aku khawatir sama kamu. Kayaknya ada yang aneh sama kamu, gak biasanya kamu meleset dengan janji yang sudah kamu ucapkan," ucap Aby lagi.


"Janji apa? Saya tidak pernah janji." Dirga duduk dengan santainya di kursi kerjanya.


"Tadi pagi kamu telpon mau masuk kantor jam sepuluh tapi nyatanya kamu telat satu jam. Apa yang terjadi, apa yang membuat kamu telat sampai segitu lamanya padahal tidak biasanya kamu telat."


"Michelle gak mau ditinggal. Dia, mau di peluk-pelukan terus," ucap Dirga jujur.


"Apa! Wah ini sesuatu yang sangat langka. Ngapain kamu kerja? Di rumah aja sana," ucap Aby.


"Kalau gak kerja nanti saya makan apa lagian saya risih digelendoti terus sama Michelle," sahut Dirga.


"Nanti juga kalau udah biasa, kamu senang sendiri," ucap Aby.


Saat mereka berbicara tiba-tiba ponsel Dirga berdering tanda ada telpon masuk. Dirga langsung melihat ponselnya dan langsung terlihat nama Michelle di layar ponselnya.


"Lagi diomongin langsung nelpon orangnya. Jangan-jangan Michelle tahu kalau kita sedang membicarakan dia," ucap Dirga.


Aby tertawa kecil. "Angkat telponnya. Aku permisi," ucap Aby lalu pergi dari dalam ruangan itu.


********


Di kediaman Mitha.


"Mas, mau kita kasih nama apa bayi ini?" tanya Michaela yang sedang menggendong bayi laki-laki itu.


"Apa ya? Aku bingung," sahut Roger.


"Kenapa bingung? Sekarang anak itu udah menjadi anak kalian," ucap Mitha.


"Iya, Ma tapi untuk menentukan nama anak 'kan gak boleh sembarangan," sahut Roger.


"Kalau gitu pikirkan dulu mau dikasih nama siapa," ucap Mitha lagi.


Saat mereka sedang berbincang tiba-tiba bayi itu menangis. Michaela menimang bayi itu agar bayi tersebut bisa tenang dan berhenti menangis.


Michaela yang baru menjadi ibu selama satu hari itu pun kebingungan karena tak tahu kenapa bayinya menangis.


"Aduh, aduh, Sayangku jangan nangis ya. Cup, cup, cup, Sayang," ucap Michaela sembari menimang bayi itu.


"Kenapa, anak papa? Kenapa, Sayang?" ucap Roger sembari menfusap mengusap kepala bayi itu dengan lembut.


Michaela dan Roger bekerja sama untuk menenangkan bayi itu. Mereka terus berbicara pada bayi yang belum mengerti apa-apa itu sambil terus mengusap kepala dan bokong si bayi.


"Mungkin dia haus. Mama akan membuatkan susu untuknya," ucap Mitha sembari beranjak dari duduknya.


"Gak usah, Ma. Biar aku aja," ucap Roger.

__ADS_1


"Memangnya kamu bisa?" tanya Mitha.


"Bisa dong, semalam udah searching di google gimana caranya bikin susu." Roger berbicara sambil berjalan menuju dapur rumahnya.


"Ma, ini kenapa, kok nangisnya makin kencang?" tanya Michaela tanpa menghentikan gerakan tubuhnya yang sedang menimang bayi itu.


"Dia kehausan. Kamu telat ngasih dia susu," sahut Mitha.


"Eh, eh, eh. Cintaku, pujaan hatiku kenapa menangis?" ucap Michelle yang baru keluar dari kamarnya.


Michelle berjalan menghampiri sang ibu dan kakak iparnya itu. Dia langsung mengambil alih bayi itu dari Michaela.


Dengan gerakan pelan dan penuh kasih sayang. Michelle menimang bayi itu sambil bersenandung.


"Nanana, nananana ...." Michelle terus melakukan gerakan ke kiri dan ke kanan secara beraturan.


Sementara Michelle sibuk dengan bayi yang sedang menangis itu. Mitha dan Michaela menatap Michelle dengan tatapan aneh tapi penuh kekaguman.


Michelle yang memakai dress sebatas lutut dengan haig heels berwarna senada membuat wanita itu tampak cantik, lebih cantik dari biasanya.


"Ini anak kenapa? Hari ini aneh banget," gumam Mitha.


"Tumben merias wajahnya sampai lengkap gitu, pasang alis, bulu mata lentik, kelopak mata juga berwarna dan bibirnya merah banget," ucap Michaela.


"Susu sudah tiba!" seru Roger sembari melangkah menghampiri mereka yang sedang berdiri di ruang keluarga.


Tiba-tiba Roger menghentikan langkahnya saat melihat penampilan Michelle. Dia menatap sang adik dalam waktu sedikit lama ditambah dengan si bayi yang sudah tidak menangis lagi membuat mereka anteng menatap Michelle.


Perlahan Roger melangkah memutari Michelle. Dia begitu terpesona dengan kecantikan sang adik yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.


"Aku cuma pinjam bayinya, lagian setelah aku ambil, ini bayi langsung diam," ucap Michelle lagi.


"Kamu cantik," ucap Roger.


"Jangan gombal karena gak akan mempan sama aku. Sini susunya, bayi tampan ini pengen susu." Michelle mengambil botol susu dari Roger lalu memberikan susu itu pada bayi yang sedang dia gendong itu.


"Chell, kamu cantik banget lho," ucap Michaela.


"Iya kah? Terima kasih kakakku," ucap Michelle.


"Berasa kayak punya anak gadis lagi. Kalau dari dulu penampilan kamu kayak gini pasti banyak milyarder yang suka sama kamu," celetuk Mitha.


"Aku gak perduli. Cinta aku cuma buat Dirga aja, gak ada tempat untuk yang lain," sahut Michelle.


"Aneh nih anak. Jangan-jangan yang dikatakan Dirga ada benarnya, tadi kita dari tanah pemakaman jangan-jangan ada yang ngikut dalam tubuh Michelle," ucap Roger.


"Hus! Ngawur aja. Ambil keponakan aku yang lucu ini," ucap Michelle sembari memberikan bayi itu pada Michaela.


"Aku mau ke kantor Dirga dulu. Kangen, gak ketahan," sambung Michelle.


"Eh, ini anak kayaknya harus dikasih obat deh. Sakit kayaknya," celetuk Roger sembari menatap Michelle yang sudah pergi menjauh dari mereka.


*********


Di kampus tempat Nasya dan El kuliah.

__ADS_1


Dua gadis cantik itu sedang berjalan keluar dari kampusnya. Mereka sudah selesai dengan kelasnya dan sekarang hendak pulang ke rumah masing-masing.


Di depan gerbang kampus itu, Reza dan Fredy sudah menunggu mereka. Hari ini mereka ada janji bertemu, rencananya mereka semua akan pergi ke panti asuhan untuk mengirim mainan dan pakaian yang sudah mereka beli khusus untuk anak-anak di sana.


"Hai, kalian udah di sini aja," ucap Nasya.


"Iya, dong. Laki-laki siaga kita mah," ucap Reza.


"Prett! Siaga katanya," ucap El.


"Kita jemput Ussy dulu," ucap Fredy.


"Jemput ke rumah aku. Hari ini dia gak ngampus," ucap El.


"Kenapa?" tanya Nasya.


"Gak tahu, antara gak ada kelas dan malas," sahut El.


"Kita berangkat sekarang!" ajak Reza.


"Anak tuyul, pasti gak sabar pengen berduaan tuh," celetuk El.


"Seharusnya kalian para wanita sudah tahu dan sudah mengerti apa keinginan kami para lelaki. Selain ingin berduaan kami juga ingin *****-*******," ucap Reza lagi.


Pak!


Fredy memukul punggung Reza dengan sedikit keras hingga pemuda itu terhuyung ke depan. Untunglah Reza masih bisa menyeimbangkan tubuhnya hingga dirinya tak sampai terjatuh.


"Aduh! Sakit," ucap Reza.


"Calon ustadz. Jangan mesum," ucap Fredy ketus.


"Orang cuma bercanda," ucap Reza.


"Selalu saja ribut. Kalian ini kayak Tom and Jerry beneran deh," ucap El.


"Lagian kamu bercandanya keterlaluan," ucap Nasya.


"Resiko kamu karena punya pacar orang tua," ucap Fredy.


"Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi," sambung El.


"Et dah, tua katanya. Yang penting belum sampai kepala empat," ucap Reza.


Reza memang sudah cukup berumur tapi karena kesibukannya sebagai polisi, dirinya telat mencari pacar dan telah menikah tentunya. Sampai sekarang usia Reza sudah menginjak tiga puluh lima tahun tapi dirinya masih asyik dengan masa lajangnya.


Reza memang tidak terlalu memikirkan tentang pernikahan, selama dirinya happy dan keluarganya juga happy, baginya tidak ada beban atas kesendiriannya itu. Memang sekarang dirinya sudah serius dengan Nasya tapi dirinya harus bersabar lagi sampai Nasya selesai kuliah.


"Tidak merasa dirinya sudah tua. Kak Aby aja udah punya dua anak," ucap Nasya.


"Kamu bilang gitu karena kamu ngebet pengen dinikahi 'kan?" ucap Reza.


"Nah itu, kamu tahu. Ayo sikat," ucap Fredy.


"Ini juga sedang mempersiapkan pernikahan. Kalian tenang aja," sahut Reza lagi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2