
Pagi hari sekitar pukul lima, di tempat penyekapan Samuel.
Michelle berjalan menghampiri Dirga yang tertidur di dalam mobilnya!
"Mas, Mas Dirga!" Michelle membangunkan Dirga dengan menepuk-nepuk pipi laki-laki itu sembari terus menyebut namanya.
Dirga terperanjat lalu membuka matanya.
"Michelle, jam berapa ini?" tanya Dirga.
"Jam lima pagi."
Dirga turun dari mobilnya dan berdiri di depan Michelle! "Kamu gak tidur semalaman?" tanyanya.
"Tidak," sahut Michelle.
"Kenapa? Kamu takut padaku?" tanya Dirga lagi.
"Tidak. Aku tidak bisa tidur."
"Aku harus bekerja, bagaimana dengan mereka?"
"Kerja saja sana biarkan mereka di tempatnya lagipula aku juga harus pulang," ucap Michelle.
"Lalu mereka? Nanti kalau ada orang yang curiga gimana? Kalau tiba-tiba satpam di sini mendengar teriakan mereka gimana?"
"Aduh kamu tuh ribet banget deh. Udahlah mereka gak akan berteriak kalau sampai mereka berteriak aku akan menutup mulutnya selama-lamanya," ucap Michelle.
"Mati dong. Kamu bercandanya jangan gitu, aku ngeri dan takut."
"Ayo pulang. Kamu mau nganterin aku pulang tidak?" ucap Michelle.
"Ya udah ayo, aku antar kamu pulang."
Michelle tersenyum sembari menatap Dirga. "Terima kasih calon imam ku yang baik dan tampan," ucapnya.
Dirga menggaruk kepalanya yang tak gatal dengan senyuman tipis yang merekah di bibirnya.
"Jadi tambah semangat kalau paginya dipuji sama kamu," ucap Dirga.
Michelle mencium pipi Dirga sekilas lalu segera masuk ke dalam mobil Dirga.
Dirga terkejut hingga dirinya sulit untuk bergerak. Dia berdiri mematung dengan tangannya yang memegang pipinya bekas ciuman Michelle.
Astaga ternyata Michelle bisa melakukan hal se_nekat itu.
Beberapa detik kemudian Dirga mulai tersadar dan mulai melangkah masuk ke dalam mobilnya.
"Terima kasih," ucap Dirga saat sudah masuk ke dalam mobilnya.
"Ya sama-sama. Anggap aja itu imbalan karena kamu sudah menemani aku semalaman," ucap Michelle.
"Wah kalau imbalan untuk itu berarti kurang dong harusnya kamu cium bagian bibir bukan pipi."
"Udah dikasih malah minta lebih."
Dirga tersenyum kala melihat raut wajah Michelle yang cemberut, ia pun langsung mengemudikan mobilnya dengan perlahan.
__ADS_1
*******
Di rumah Aby.
"Hei, sedang apa? Pagi-pagi udah sibuk di dapur," ucap Aby sembari memeluk Mawar dari belakang.
Dia mencium daun telinga Mawar dan setelah itu menopang dagunya dengan pundak Mawar.
"Mas, jangan ganggu, aku sedang masak untuk kita sarapan," ucap Mawar.
"Tapi aku mau peluk kamu terus, " ucap Aby.
"Jangan gini dong, ada waktunya kita peluk-pelukan."
"Gimana lagi, bayi kita yang minta," ucap Aby.
"Ih, kamu gak bisa ya beralasan seperti itu. Yang hamil kan aku bukan kamu," ucap Mawar.
"Eh iya ya, lupa." Aby nyengir kuda, "abisnya kamu kalau lagi pengen apa-apa selalu beralasan seperti itu dan anehnya aki gak bisa nolak. Aku pikir kamu juga gak akan nolak keinginan aku ini," sambung Aby.
"Udah, jangan nempel terus nanti masakan aku gosong," ucap Mawar.
Aby melepaskan pelukannya lalu duduk di kursi makan, dia terus memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan oleh Mawar.
"Mama kamu pulang pagi ini. Gak sekalian masakin buat mereka juga?" ucap Aby.
"Ini aku masak banyak untuk mereka juga. Siapa yang akan menjemput mereka?" tanya Mawar.
"Suruh anak-anak aja, aku harus ke kantor," ucap Aby.
"Maksud aku Frans atau siapa kek. Salman atau Joe gitu," ucap Aby.
"Oh, ya udah aku suruh Frans aja deh," ucap Mawar.
"Aku mandi dulu ya," ucap Aby.
"Ih belum mandi ternyata, pantas dari tadi aku mencium bau-bau apa gitu. Ternyata kamu belum mandi," ucap Mawar dengan tawa kecilnya.
"Nakal kamu ya, ngatain aku bau," ucap Aby.
"Emang iya kamu bau."
"Dahlah, aku mandi biar wangi biar dapat pelukan dari kamu." Aby bangkit dari duduknya lalu mulai berjalan meninggalkan Mawar.
*********
Di kediaman Dirga.
"Pagi, Bu," ucap Ussy yang baru tiba di rumah Dirga.
"Sy, udah dateng ternyata kamu," ucap Athalia.
"Ussy harus apa dulu nih, Bu?" tanya Ussy.
"Terserah kamu mau ngerjain apa dulu. Nyapu udah saya kerjakan, ngepel lantai udah dikerjakan sama El dan nyuci juga udah tuh tinggal jemur aja dan masak juga udah," ucap Athalia.
"Kalau begitu Ussy mau ngerjain apa? Semua udah dikerjakan," ucap Ussy.
__ADS_1
"Kamu mandiin saya aja deh. Lelah nih lembur," ucap Dirga yang baru tiba di rumahnya.
"Ogah. Mandi aja sendiri, kayak anak bayi aja minta dimandiin," ucap Ussy.
"Tadi kamu tanya harus ngerjain apa, giliran dikasih kerjaan malah nolak," ucap Dirga.
"Lagian ngasih kerjaan kira-kira dong, Pak. Masa Ussy mandiin Bapak, ada-ada aja deh," ucap Ussy.
"Canda, Sy canda lagipula ogah juga saya dimandiin sama kamu nanti yang ada kamu terpesona oleh keindahan tubuh saya," ucap Dirga.
"Aduh, rumah ini gak ada sepinya ya kalau ada kalian berdua," ucap Eliandra.
"Iya, kakak kamu sama Ussy kerjaan berdebat dan bercanda," ucap Athalia.
"Ussy jemur pakaian dulu deh habis itu numpang sarapan sebelum berangkat ke kampus," ucap Ussy sembari berjalan ke arah tempat menjemur pakaian!
"Kamu kenapa baru pulang jam segini?" tanya Athalia pada Dirga.
"Pacaran. Eh nggak, maksud aku lembur di kantor," ucap Dirga.
"Lembur? Bukannya kemarin kamu libur ya karena menghadiri acara istrinya bos kamu?" ucap Athalia.
"Aduh, salah beralasan lagi," batin Dirga.
"Kenapa diam? Kamu ya belum nikah udah diajak kelayapan anak orang," ucap Athalia sembari menjewer telinga Dirga.
"Aduh! Aduh, Ma sakit."
El tertawa melihat kakaknya yang meringis kesakitan.
"Rasain tuh. Adiknya dilarang pergi malam meski cuma nonton bioskop eh sendirinya malah semalaman penuh menculik anak gadis," ucap El.
"Awh, Ma ampun-ampun lagian aku gak ngapa-ngapain kok sama Michelle. Jujur deh," ucap Dirga.
Athalia melepaskan tangannya dari telinga Dirga.
"Berarti benar semalaman sama Michelle?" ucap Athalia.
"Iya, aku menemani dia bekerja," jelas Dirga.
"Kerja apa? Kok kerjanya malam?"
"Gak usah tahu, Ma kalau tahu bisa ketakutan. Aku aja takut melihat bagaimana cara dia kerja. Ngeri, Ma," ucap Dirga.
"Kerja apa sih, bikin penasaran aja," ucap Athalia.
"Aku mau mandi dulu, mau kerja bentar lagi," ucap Dirga sembari berjalan meninggalkan Athalia di ruangan itu!
"Memangnya kerja apa Michelle itu? Aku harus tanya sama Mitha," gumam Athalia.
"Penasaran. Pekerjaan apa yang membuat kakak sampai ketakutan? Gak mungkin kerja minta-minta, gak mungkin juga kerja jadi begal jalanan," ucap El.
"Hus, sembarangan kalau bicara. Gak mungkin tukang minta-minta apalagi begal, Michelle itu perempuan lembut gak mungkin jadi begal," ucap Athalia.
"Biasa aja, Ma lagian aku cuma bercanda," ucap El.
Bersambung
__ADS_1