
"Kemana Mawar pergi?" tanya Marisa yang kini sudah berada di dalam perjalanan pulang.
"Ibu khawatir padanya," ucap Bu Ratna.
"Bude jangan terlalu khawatir, Mawar pasti baik-baik saja yang aku khawatirkan adalah Mawar pergi tanpa surat izin mengendara, bagaimana kalau dia terkena razia?" ucap Bu Marisa.
"Dia sudah dewasa, dia sudah bisa memilih antara yang baik dan yang tidak baik. Mawar pasti baik-baik saja," ucap Pak Ija.
"Setelah mengantar, Ibu pulang, kami akan mencari Mbak Mawar kebetulan mobil itu ada alat pelapaknya jadi, kami tahu Mbak Mawar ada di mana," jelas Frans.
"Kalau gitu cepatlah, saya khawatir sama dia," ucap Bu Ratna.
Frans mengangguk paham, ia menambah sedikit kecepatan laju mobilnya.
*******
Karena merasa Mawar cukup tangguh dan sulit untuk dilumpuhkan salah satu daerah empat bodyguard Haris menggunakan senjata tajam dan berusaha menikam Mawar.
Sebenarnya mereka tidak ada niat untuk melukai orang tapi karena Mawar berusaha melukai majikan mereka akhirnya mereka harus melakukan semua cara demi melindungi sang majikan.
Laki-laki itu berusaha menyerang Mawar dengan pisau kecil itu dan Mawar pun terus menghindar dari laki-laki itu karena tak ingin dirinya sampai terluka.
Saat ini satu dari empat bodyguard itu sudah lumpuh mungkin mengalami patah kaki karena tadi Mawar memelintir kakinya sedangkan yang satu lagi sudah babak belur dan sudah mulai kelelahan, kini ada dua orang lagi yang perlu Mawar lumpuhkan, dua orang ini cukup kuat sehingga membuat Mawar harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk melawan mereka.
"Papa," gumam Fredy yang melihat Papa dan Mamanya di pinggir jalan dan ia juga melihat dua bodyguard Papanya tergeletak di jalan.
Fredy pun langsung menepikan mobilnya di samping Haris dan langsung turun dari mobilnya!
"Papa, Mama!" seru Fredy sambil menghampiri kedua orang tuanya!
El melihat orang yang sedang berkelahi di tempat yang tak jauh dari mereka, ia langsung terkejut saat tahu ternyata Mawar yang sedang berkelahi.
"Kak Mawar," gumam El.
"Om, Tante," ucap El sembari berusaha membantu Mamanya Fredy untuk berdiri.
"Tolong Papamu," ucap istrinya Fredy sambil terus menangis.
"Perempuan itu sudah menyakiti Papa," ucap Haris lirih.
Fredy menatap ke arah Mawar dan terlihat ada kemarahan yang besar di wajahnya.
__ADS_1
"Dia akan menerima balasannya," ucap Fredy sembari bangkit dan berlari menghampiri mereka!
"Jangan, Fredy jangan. Kita bisa membicarakan masalah ini baik-baik, kita tanya dulu masalah mereka apa," ucap El sambil berteriak.
Fredy tak mendengarkan perkataan El, dia terus berlari dan bersiap untuk menyerang Mawar!
Dengan cepat El melakukan panggilan video dengan Dirga untuk memberitahukan.
[Kak, cepat ke sini! Kak Mawar berantem sama orang, cepat!] ucap El sembari mengarahkan kamera ponselnya ke arah Mawar yang kini sudah di serang oleh Fredy dan dua bodyguard Haris.
*******
Di kantor Abymana.
Brak!
Dirga membuka pintu ruangan Aby dengan kasar lalu segera masuk ke dalamnya!
"Ada apa, Ga? Bikin kaget saja," ucap Aby.
"Mawar menyerang orang. Cepatlah!" Dirga menarik tangan Aby dan membawanya berlari kencang ke luar kantornya!
Beberapa karyawan yang melihat Dirga dan Aby pun merasa keheranan.
"Mau kemana mereka?"
"Kenapa terlihat buru-buru sekali?"
Berbagai pertanyaan pun muncul dari karyawan Aby yang melihat mereka berdua seperti sedang dikejar setan.
Dirga dan Aby langsung masuk mobil dan Dirga pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju tempat perkelahian itu!
"Telpon Michelle! Suruh dia datang ke tempat itu," ucap Dirga sembari terus menyetir.
"Aku akan menelponnya," ucap Aby sembari meraih ponselnya dari saku celananya.
"Mawar diserang oleh tiga orang sekaligus, aku juga melihat ada dua orang yang sudah terkapar," ucap Dirga.
"Siapa yang Mawar serang itu? Lebih cepat lagi, aku khawatir dia kenapa-kenapa."
Dirga menambah kecepatan mobilnya hingga mencapai batas maksimal, dirinya juga khawatir pada Mawar dan juga El.
__ADS_1
Ia takut sesuatu terjadi pada El karena El adalah adik satu-satunya yang ia miliki.
********
Di tempat pengintaian nya, Michelle langsung bergegas pergi setelah mendapat kabar dari Aby. Secepat mungkin ia harus tiba di lokasi sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada Mawar.
"Siapa yang menyerang Mawar?" gumam Michelle sambil terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
*******
"Menyingkirlah! Aku tidak ada urusan dengan kalian!" seru Mawar yang saat ini sudah mendapat luka goresan pisau di bagian tangannya.
Meski sudah terluka dan luka itu mengeluarkan darah, dirinya tetap melakukan perlawanan pada Fredy sedangkan dua bodyguard itu sudah berhasil dikalahkan.
"Apa urusanmu dengan Papaku? Kenapa kamu menyakitinya?" tanya Fredy sambil terus menyerang Mawar.
Perkataan Fredy membuat Mawar menghentikan serangannya secara tiba-tiba hingga akhirnya dirinya terkena bogem dari Fredy.
"Jadi kamu anaknya," ucap Mawar lalu menterang Fredy lagi tanpa henti.
"Papa, bertahanlah," ucap istrinya Haris dengan air mata yang tak pernah surut.
Haris tak menyahut, dia masih meringkuk di pinggir jalan itu sembari menahan sakitnya.
"Apa yang terjadi, Om, Tante? Kenapa dia menyerang kalian?" tanya El dengan suara yang bergetar karena ketakutan.
"Tante tidak tahu, tiba-tiba dia menghadang mobil kami dan akhirnya terjadi perkelahian ini. Dia menyerang padanya Fredy, dia seperti memiliki dendam pada papanya Fredy," jelas istrinya Haris.
"Selama ini Papa tidak punya musuh dan tidak pernah punya masalah dengan siapa pun. Papa tidak tahu siapa perempuan itu," ucap Haris sembari terus menahan rasa sakit.
"Tidak mungkin Kak Mawar akan merampok mereka sementara kak Aby saja sudah kaya sejak lama," batin El.
Dari arah belakang Mawar terdengar suara kendaraan yang menuju ke sana dan benar saja anak buahnya Haris tiba di sana!
Dua mobil dengan delapan orang penumpang berhenti tidak jauh dari Mawar dan Fredy! Orang-orang itu berjalan ke arah Mawar dan Fredy lalu mereka mengelilingi Mawar dan Fredy yang sedang berduel sengit.
Ada dua orang dari mereka yang membawa senjata api, mungkin senjata itu digunakan untuk menakut-nakuti lawan bahkan mungkin untuk menghabisi lawannya.
"Hentikan! Atau kami akan menembak mu!" seru salah satu dari mereka sambil mengarahkannya senjata laras panjang pada Mawar dan Fredy.
Seolah tidak takut mati Mawar terus saja menyerang Fredy dan sedikit pun tak menggubris ancaman orang-orang itu.
__ADS_1
Karena tak mendapat respon laki-laki itu mengangkat senjatanya dan mulai mengarahkannya pada Mawar, dia terlihat kesulitan membidik lawannya karena Mawar dan Fredy tak berhenti bergerak.
Bersambung