Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 134


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Randy.


Di dapur rumah mewah itu, Ratu sedang memasak makanan untuk mereka sarapan tapi wanita paruh baya itu memasak dengan perasaan kesal, Ratu melakukan pekerjaan pagi ini dengan tidak sepenuh hatinya.


"Kenapa Papa bisa lupa kalau hati ini hari ulang tahun aku. Biasanya Papa udah kasih aku hadiah saat jam dua belas malam, sekarang udah pagi tapi dia masih asyik tidur," ucap Ratu menggerutu.


"Mama kenapa pagi-pagi tuh wajah udah ditekuk aja," ucap Nasya yang setiap hari memang suka membantu Mamanya masak.


"Masa gak ada yang ingat hari ini hari apa?" ucap Ratu.


"Kok gak ada yang ingat? Ya ingat lah hari ini hari apa," ucap Nasya.


Ratu tersenyum sumringah saat mendengar ucapan Nasya. Biarlah suaminya lupa akan hari spesial baginya yang penting anak gadisnya mengingat hari lahirnya.


"Hari ini hari kamis kan, Ma. Aku sudah menunggu hari ini karena di sekolah akan ada seorang alumni yang sudah berhasil jadi pengusaha sukses."


Perkataan Nasya berikutnya berhasil membuat Ratu melemas dan kembali bersedih, senyum yang semula sudah mengembang di bibirnya kini hilang entah kemana. Ia pikir putrinya mengingat hari ulang tahunnya tapi ternyata tidak.


Dalam hatinya, Nasya sedang menahan tawanya. Melihat raut wajah sang Mama yang lucu membuatnya ingin tertawa.


"Udah ya, Ma kalau Mama lagi gak enak badan mending Mama istirahat aja biar aku yang masak, aku bisa masak kok," ucap Nasya sembari meraih pisau yang sedang dipegang oleh Ratu.


Ratu hanya diam dan membiarkan Nasya mengambil alih pekerjaannya yang sedang memotong sayuran untuk selanjutnya ia masak.


"Mama bangunin Papa dulu deh, udah azan subuh kok belum bangun," ucap Ratu dengan nada kesal.


Ratu pun langsung berjalan menuju kamarnya yang ada tak jauh dari dapur!


Sementara itu setelah Mamanya pergi, Nasya tersenyum malah sedikit tertawa.


"Mama lucu banget saat lagi marah," gumam Nasya.


Nasya langsung melanjutkan pekerjaan Mamanya yang belum selesai.


"Duh lupa belum ngingetin kak Aby," ucap Nasya.


Nasya pun mengambil ponselnya yang terletak di atas meja makan dan langsung mengetik pesan pada sang kakak.


********


Di kediaman Aby.


Pagi ini Aby dan Mawar sudah terbangun dari tidurnya tapi karena Mawar yang mulai manja, mereka belum beranjak dari tempat tidurnya.


Setelah menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim, mereka tak langsung melakukan aktivitas mereka seperti biasanya, Mawar malah meminta suaminya untuk tidur lagi bersamanya.


Saat sedang asyik belai-belaian tiba-tiba ponsel Aby berbunyi tanda adanya pesan masuk tapi sepertinya Aby tak tertarik untuk membaca pesan itu ia lebih senang membelai rambut hingga pipi Mawar bahkan ia sampai memainkan bibir sang istri dengan ibu jarinya.


"Baca dulu pesannya siapa tahu penting," ucap Mawar.


"Paling Dirga ngingetin meeting hari ini," ucap Aby.

__ADS_1


"Lihat dulu sana."


Aby pun meraih ponselnya yang terletak di atas meja dekat lampu tidur tanpa harus bangkit dari tempat tidurnya!


"Ya ampun," ucap Aby sembari bangkit lalu duduk di samping Mawar.


"Ada apa, Mas?" Mawar pun ikut terkejut melihat Aby yang tiba-tiba tegang.


"Saking paniknya karena kamu pingsan dan berita membagikan dari Dokter, aku sampai lupa kalau aku belum beli kado untuk Mama," ucap Aby.


"Ya ampun, Mas kamu kok bisa lupa sih? Aku kan gak tahu kalau hari ini Mama ulang tahun," ucap Mawar.


"Masih ada waktu, aku beli apa ya buat Mama?"


"Apa ya yang istimewa," ucap Mawar.


Pasangan suami istri itu duduk bersebelahan sambil memikirkan harus membeli apa untuk hadiah ulang tahun sang Mama.


"Ih mending kamu mandi duluan Mas, nanti kita cari kado bareng-bareng. Jam berapa acaranya?"


"Acaranya jam sembilan. Papa sudah menyiapkan tempat untuk merayakan ulang tahun Mama, aku dan Papa memang sudah menyiapkan kejutan ini untuk Mama eh malah aku lupa beli kadonya."


"Kamu mandi sana, aku bikin nasi goreng dulu buat kita sarapan."


Tanpa menjawab, Aby pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan langsung berjalan memasuki kamar mandi!


Mawar juga pergi meninggalkan kamarnya untuk segera membuat makanan untuk mereka sarapan.


*********


"Pagi Pak," ucap Ussy.


"Tumben siang, ada apa Sy?" tanya Dirga.


Pagi ini memang Ussy terlambat datang ke rumah Dirga karena dirinya yang terlambat bangun tidur.


Semalaman dia bergadang untuk mengerjakan tugasnya di kampus.


"Maaf Pak, Ussy kesian lagian masih ada waktu buat bersih-bersih sebelum ke kampus," ucap Ussy.


"Malah minta maaf. Kenapa kamu bisa kesiangan padahal biasanya tidak?"


"Mmm, semalam Ussy gak bisa, tidur karena sakit perut," jelas Ussy berbohong.


Sengaja gadis itu tak mengatakan yang sebenarnya pada Dirga karena ia tahu Dirga akan mengistirahatkan dirinya selama tugasnya belum selesai.


"Terus sekarang gimana? Apa perlu ke Dokter?" ucap Dirga.


"Gak usah, sekarang udah baik-baik saja kok. Ussy mau nyapu dulu ya eh masak dulu ya buat sarapan," ucap Ussy.


"Gak usah, saya sarapan di luar aja," ucap Dirga yang tak ingin membuat Ussy semakin kerepotan.

__ADS_1


"Oke deh, Pak kalau gitu Ussy pergi ke medan perang dulu." Ussy pun langsung pergi ke dapur untuk mengambil sapu.


Dirga tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.


"Ada-ada aja anak itu," gumam Dirga dengan senyum yang masih terukir di bibirnya.


*******


Saat Aby sedang mengenakan pakaiannya, ia melihat alat tes kehamilan dan sebuah kertas hasil pemeriksaan Dokter tentang kehamilan Mawar ia pun tersenyum lalu meraih benda itu!


"Mama gak butuh mobil ataupun perhiasan, Mama butuh cucu untuk menghiasi hidupnya. Alat tes kehamilan dan hasil pemeriksaan ini akan menjadi kado terindah untuk Mama," gumam Aby.


Aby pun langsung keluar dari kamarnya untuk bicara dengan Mawar tak lupa ia meletakkan kembali selembar kertas itu beserta alat tes kehamilannya di atas meja!


**********


Di kediaman Mahendra.


"Aku harus tampil cantik dan memukau. Aby ada di sana, aku harus bisa memikat Aby lagi," batin Jingga.


Saat ini Jingga sedang duduk di depan meja rias nya, ia sedang merias wajahnya secantik mungkin karena ia tahu ia akan bertemu dengan Abymana.


Ya, keluarga mereka diundang untuk menghadiri acara pesta ulang tahun Ratu yang ke lima puluh dua tahun itu.


Randy sengaja mengundang keluarga Mahendra selain karena Mahendra adalah Papanya Mawar, Mahendra juga adalah teman sekaligus partner bisnisnya.


Di ruang makan.


"Pagi Pa," ucap Marisa.


"Udah siap semua ini makanan," ucap Mahendra sembari menarik kursi untuknya duduk.


"Udah Pa, pagi ini sarapannya cuma ini ya Pa," ucap Marisa sembari menatap sayur bayam dan telur dadar yang terdapat di atas meja makannya.


Saat ini tidak ada lagi makanan mewah di atas meja makan mereka, setelah Mawar hanya memberi mereka sedikit hasil dari perusahaan mereka, Mahendra dan keluarganya harus hidup dengan mengirit uang mereka yang hanya sedikit.


"Gak apa Ma, ini tidak akan lama. Setelah uang Aby yang kita pakai sudah lunas Mawar akan menggaji Papa lagi dengan semestinya," ucap Mahendra.


"Awas aja, anak itu akan aku buat malu di sana," batin Maris.


Tak lama, Jingga datang dengan sudah berpenampilan bak putri raja.


"Jingga, kamu gak salah berpenampilan seperti itu?" ucap Mahendra sembari menatap Jingga.


"Ya enggak dong, Pa, Jingga harus tampil sempurna di acara itu," ucap Marisa.


"Ini cuma pesta kecil-kecilan gak harus heboh gitu."


"Aku harus tampil cantik Pa, aku gak mau ya kalah saing sama anak kampung itu," ucap Jingga.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2