Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 248


__ADS_3

"Untuk apa kalian datang ke sini?" tanya Michelle saat melihat Fredy dan mamanya datang ke rumahnya.


"Saya ingin bicara," ucap Fredy.


"Eh, Fredy," ucap Dirga yang melihat tamu yang datang ke rumah mereka.


Fredy tersenyum tipis pada Dirga tapi tak mengucapkan sesuatu apa pun.


"Kenapa masih di luar? Mari masuk," ucap Dirga.


"Kak, saya ingin bicara dengan kak Michelle," jelas Fredy.


"Kakak?" ucap mamanya Fredy penuh tanya.


"Kak Dirga ini kakaknya El, Mam dan ini kak Michelle, istrinya kak Dirga," jelas Fredy pada mamanya.


"Oh, tentu saja kalau gitu aku permisi. Kalian boleh bicara di dalam," ucap Dirga pada mereka.


"Silahkan masuk," ucap Michelle pada Fredy dan mamanya.


Mereka pun langsung berjalan membuntuti Michelle dari belakang!


"Mau bicara apa?" tanya Michelle setelah mereka duduk di kursi ruang tamu rumah Mitha.


"Maksud kedatangan kami, kami ingin menanyakan tentang DNA suami saya. Apa hasilnya cocok dengan DNA perempuan itu?" tanya mamanya Fredy pada Michelle.


"Sebenarnya saya tidak ingin memberitahu kalian tapi kalian berhak tahu. Mawar adalah anak dari Pak Haris Sitompul," ucap Michelle.


Seketika terlihat raut wajah kekecewaan dalam wajah Fredy dan perempuan paruh baya itu.


"Itu sudah terjadi dan tidak akan bisa diperbaikin. Saya harap kalian dapat menyikapi masalah ini dengan baik," ucap Michelle lagi.


"Yang saya dengar dari Mawar katanya suami saya pernah melakukan korupsi di perusahaan Pak Mahendra, apa itu benar?" tanya mamanya Fredy.


"Benar. Karena kasus korupsi itulah yang menyebabkan hadirnya Mawar di dunia ini."


"Kami berniat untuk mengembalikan uang itu, kalau boleh tahu berapa uang yang papa saya ambil dari perusahaan Pak Mahendra?" tanya Fredy.


"Untuk jelasnya saya tidak tahu karena saya tidak menyelidiki tentang uang itu. Saya hanya ditugaskan untuk mencari tiga orang yang telah menodai Bu Marisa, itu saja," ucap Michelle.


"Boleh kami minta alamat Pak Mahendra dan Mawar? Saya ingin sekali meminta maaf secara pribadi pada keluarga Pak Mahendra terutama Bu Marisa," ucap mamanya Fredy.


"Saya tidak bisa sembarangan memberikan alamat rumah mereka," ucap Michelle.


"Tolong, kak Michelle," ucap Fredy.


"Kamu gak tahu Mawar itu seperti apa, dia orang yang keras dan sedikit pendendam, saya takut kalian malah tidak mendapatkan perlakuan baik dari Mawar. Baiknya kita cari waktu lagi untuk menemui Mawar," ucap Michelle.


"Aku dan mama akan menerima semua kemungkinan terburuknya," ucap Fredy.


"Baiknya tunggu Mawar tenang dulu, baru tadi pagi saya memberitahu tentang Pak Haris padanya kalau kalian ke sana sekarang atau besok rasanya kalian akan sia-sia karena Mawar masih dalam kemarahan yang besar," jelas Michelle.

__ADS_1


*******


"Sy, kita temui El yuk," ucap Nasya pada Ussy.


"Ussy ikut aja apa kata, Mbak Nasya," ucap Ussy.


"Kasian anak tuyul satu itu gak dapat waktu bermanja dengan pasangannya," ucap Nasya lagi.


"Apaan, tadi udah peluk-pelukan," ucap Ussy.


"Tadi itu beda lagi urusannya. Kita bujuk El lagi biar hatinya mantap sama Fredy lagipula aku yakin Fredy tidak seperti papanya," ucap Nasya.


"Hooh, udah yuk berangkat," ucap Ussy.


Dua gadis itu pun langsung berjalan memasuki mobil Nasya dan langsung menuju ke rumah Eliandra!


*******


Di kediaman Aby.


"Aduh-aduh cucu kakek lagi pada ngapain?" ucap Pak Mahendra sembari menatap wajah Maira.


Bayi mungil itu hanya tersenyum melihat gerak mulut sang kakek.


"Duh, Maira ini cantik sendiri ya karena rata-rata di sini cowok semua," ucap Pak Mahendra lagi.


"Ya emang Maira cantik sendiri masa kita cantik? 'Kan gak mungkin," ucap Frans.


"Bisa aja kamu," ucap Joe.


"Nah ini nih Joe yang cocok momong mereka. Udah punya pacar kan? Latihan deh ngurus anak," ucap Salman pada Joe.


"Lah emang kalian gak punya pacar? Ingat, Man yang kemarin kenalan di kafe itu siapa," ucap Joe.


"Hus, diam! Itu baru cem-ceman," ucap Salman.


Frans hanya tersenyum melihat kelakuan dua rekannya itu tiba-tiba pantangannya teralih pada Jingga yang baru tiba di rumah itu.


"Sore semuanya," ucap Jingga sambil terus berjalan.


"Jingga, dari mana saja kamu? Dari siang gak ada di kantor tapi ternyata kamu baru tiba di rumah?" tanya Pak Mahendra pada Jingga.


"Ketemu teman, Pa," sahut Jingga tanpa menghentikan langkahnya.


Frans terus menatap Jingga hingga sampai Jingga sudah tak terlihat lagi.


"Hem! Hem! Kalau suka kenapa tidak diutarakan?" ucap Pak Mahendra sembari pura-pura batuk.


Frans mengalihkan pandangannya pada Pak Mahendra lalu menundukkan kepalanya.


"Tidak, Pak, saya hanya heran dengan mbak Jingga. Biasanya dis selalu menyapa baby Maira dan baby Aditya tapi hari ini tidak," jelas Frans.

__ADS_1


Di dalam rumah.


Mawar dan Aby sedang asyik duduk berdua sembari menonton televisi.


Aby duduk di sofa dengan Mawar yang menjadikan pahanya sebagai penopang kepalanya.


"Hmm, kalian berdua asyik pacaran, anak-anaknya dititipin orang," ucap Jingga seolah dirinya sedang tidak punya masalah.


"Mereka yang mau ngajak Aditya dan Maira main, udahlah lagipula kami perlu waktu berdua," sahut Aby.


"Mmm, kamu betul juga. Ya udah teruskan pacarannya," ucap Jingga sembari melangkah lagi.


Mawar tertawa kecil sambil berkata. "Apaan sih, gak jelas banget dia."


"Jangan dipikirin. Dah kamu anteng aja nonton cowok-cowok kesukaan kamu tuh," ucap Aby sembari menunjuk ke arah televisi.


"Mas, kamu cemburu pada artis Korea itu?" tanya Mawar yang memang begitu ngefans pada artis Korea terutama pada lee min hoo.


"Nggak, Mai cemburu juga gak akan ada artinya, kamu kan kalau udah nonton mereka suka lupa diri."


"Nggak, Mas. Kamu yang utama, kamu tenang saja," ucap Mawar lagi.


*******


Di kantor polisi.


Setelah dari rumah Michelle, Fredy dan mamanya sengaja datang ke kantor polisi untuk bicara, dengan Haris.


"Mawar adalah anak kamu, Mas," ucap istrinya Haris tanpa basa-basi.


"Apa?" Haris terkejut dan langsung melemas saat tahu ternyata Mawar memang anaknya.


"Papa sadar gak sih? Papa sudah menyakiti Mama dan juga menyulitkan hidupku," ucap Fredy. Terlihat dengan jelas ada kemarahan dalam diri Fredy.


"Maafkan Papa, Ma. Papa benar-benar tidak tahu kalau akhirnya akan seperti ini," ucap Haris dengan penuh rasa, bersalah.


"Maaf Papa sudah terlambat, semua sudah hancur, Pa," tegas Fredy.


"Fredy, Fredy udah, Nak. Meski kamu memaki Papamu sampai suara kamu habis, tidak akan bisa mengembalikan waktu yang sudah terlewatkan," ucap mamanya Fredy sembari mengelus punggung Fredy.


"Terserah," ucap Fredy sembari pergi meninggalkan tempat itu!


Sementara itu Haris dan istrinya hanya menatap kepergian Fredy dengan tatapan sendu.


"Maafkan Papa, Ma," ucap Haris.


"El menjauhi Fredy dan tidak ingin melanjutkan rencana pernikahan mereka karena El tidak mau punya mertua seorang penjahat dan kini menjadi seorang narapidana," ucap istrinya Haris dengan berlibang air mata.


Haris hanya diam dengan kepalanya yang tertunduk lesu. Baru ia sadari kesalahan masa lalunya ternyata hadir dan membuat luka dalam keluarganya, keluarga yang sangat ia sayangi lebih dari dirinya sendiri.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2