Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 118


__ADS_3

"Kamu gak salah nanya gitu?" ucap Mawar yang sebenarnya ia juga merasa malu saat ditanya tentang bagaimana malam pertamanya dengan Aby.


"Gaklah, penasaran aja gitu gimana orang dewasa saat menikah dan melakukan malam pertandingan dengan perawan ting-ting," ucap Mia.


"Iya juga ya, kamu baru usia dia puluh sedangkan Aby udah berapa. Ada kali ya Aby tuh tiga puluh tahunan," ucap Sherin.


"Nah tuh bener Rin, wajar aja sih kalau si Mia yang otaknya selalu mesum itu merasa penasaran," celetuk Ghina.


Perkataan Ghina sontak membuat Mia kesal yang akhirnya Mia memukul Ghina dengan buku yang sedari tadi ada dalam dekapannya!


"Sembarangan lo kalau ngomong," ucap Mia.


Yura tersenyum geli saat membayangkan bagaimana Mawar dan Aby sedang bercinta. Entah apa yang ada dalam pikirannya tiba-tiba ia mengingat akan hal gila itu.


"Kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Mawar yang tak sengaja melihat Yura yang tersenyum sendiri.


"Gak, gak apa-apa. Udah yuk kita pulang," ucap Yura yang berusaha menyembunyikan pikirannya yang sudah melayang entah kemana.


"Kita gak nongkrong dulu?" ucap Mia.


"Gak, sejarah aku sudah bekerja," ucap Mawar.


Perkataan Mawar berhasil membuat teman-temannya terkejut dan menatapnya dengan tatapan mata yang tak berkedip satu kalipun.


"Ada apa melihatku seperti itu?" ucap Mawar.


"Kerja? Gak salah? Seorang Mawar Caroline masih harus bekerja? Istri dari Tuan Muda Abymana masih harus bekerja?" Sherin terus menatap Mawar dengan banyaknya pertanyaan yang ia layangkan pada Mawar.


"Ya, aku kerja di kantor milik suamiku."

__ADS_1


"Gak asyik. Ternyata menjadi istri dari lelaki kaya raya tak menjamin kita tetap happy tanpa harus bekerja," ucap Mia.


"Makanya sekolah yang bener," ucap Mawar.


"Kamu kerja bagian apa? Jangan bilang kalau kerja kamu cuma duduk mandangin Aby dan senyum-senyum manis ke arah suamimu itu," ucap Yura.


Melihat Aby yang bucin akut terhadap Mawar membuat Yura merasa tak yakin bahwa Mawar benar-benar bekerja, bisa saja Aby yang posesif tak membiarkan Mawar jauh-jauh darinya.


"Nah Yura beber juga. Jangan-jangan kamu kerjanya cuma peluk-pelukin Aby sama ngelus-ngelusin dia doang," tambah Ghina.


"Kalian kenapa sih? Kalau misalnya aku elus-elus dia, cium-cium dia, peluk-peluk dia emang ada masalah? Nggak kan? Yang penting aku kerja," ucap Mawar.


"Benar dugaan aku," ucap Yura lalu mereka semua tertawa.


Mawar hanya tersenyum sembari menatap teman-temannya, ia sengaja tak mengatakan yang sebenarnya karena tak ingin mereka mengetahui yang sebenarnya.


**********


Di kantor!


"Pak, saya yakin kalau Roger itu memang kakak saya tapi saya sudah terikat kontrak kerja pada Anda jadi saya akan terus menginformasikan tentang dia pada Anda," ucap Michelle yang kini sedang berada di dalam ruangan Randy.


"Tidak usah Michelle, sepertinya masalah ini terjadi karena kesalahpahaman," ucap Randy.


Michelle terdiam dengan mata yang terus menatap Randy.


"Dulu saya dan Papa kamu bersahabat. Kami selalu melakukan semua hal bersama-sama terkecuali sesuatu yang bersangkutan dengan pekerjaan. Papamu seorang pengusaha kuliner sedangkan saya bukan. Papamu hidup bebas karena dia tak perlu terus berada di tempat usahanya sedangkan saya ... setiap hari saya harus tetap stay di kantor untuk mengurus perusahaannya ini. Suatu hari saya ada waktu luang dan akhirnya, kami mengatur jadwal makan di restoran milik Papa kamu yang baru buka beberapa hari. Mungkin sejak saat itulah Roger mulai salah paham dengan saya," ucap Randy.


"Maaf Pak, salah paham yang bagaimana? Saya tidak mengerti?" tanya Michelle.

__ADS_1


"Waktu saya datang ke rumah kalian untuk menjemput Papa kamu, saat itu cuacanya sudah mendung. Mama kamu sudah melarang kami pergi tapi kami tetap pergi dan saat sudah tiba di restoran Papa kamu, kami melihat bangunan lantai dua yang belum sepenuhnya rampung dibangun, tiba-tiba suara petir terdengar menggeletar di sana, Papamu terkejut karena mendengar suara petir yang terdengar begitu keras yang akhirnya menyebabkan Papamu terjatuh dan berguling dari tangga hingga akhirnya Papa kamu berhenti berguling saat sudah di lantai utama bangunan itu. Saya panik dan semua orang di sana juga panik, kami berusaha menolong Papa kamu dengan membawanya ke rumah sakit secepat mungkin tapi takdir berkata lain ...." Randy menghentikan pembicaraannya lalu menutup matanya untuk menahan air matanya yang mungkin sebentar lagi akan meluncur dari sudut matanya.


Mengingat masa kelam yang membuatnya kehilangan sosok yang begitu menyenangkan membuat dirinya merasa sedih dan merasa bersalah.


"Apa yang terjadi?" tanya Michelle.


"Papa kamu meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit. Waktu itu Mama kamu sempat melaporkan saya pada Polisi dengan tuduhan sengaja menjatuhkan Papa kamu hingga meninggal dunia tapi semua tuduhan itu salah karena saya terbukti tidak bersalah dari hasil visum dan semua pemeriksaan yang dilakukan oleh tim Dokter dan kepolisian, saya terbukti tidak bersalah," jelas Randy.


"Lalu apa yang menyebabkan Papa saya meninggal dunia?"


"Papa kamu terkena serangan jantung. Mama kamu juga tahu dan sudah meminta maaf kepada saya atas tuduhannya."


"Jadi itu yang sebenarnya terjadi. Kakak saya yang saat itu usianya masih dua belas tahun salah mengartikan kejadian saat itu dan akhirnya menyimpan dendam pada Anda," ucap Michelle.


"Saat itu Roger masih terlalu kecil untuk mengertikan kehidupan orang dewasa mungkin dia juga tidak dapat memahami masalah itu secara baik dan lengkap, yang ia tahu saat itu mungkin, Mama kalian melaporkan saya pada Polisi dan yang ada dalam pikirannya sayalah yang bersalah dalam kejadian yang menimpa Papa kamu. Sepertinya hal itu yang membuat Roger menyimpan dendam pada saya," ucap Randy panjang lebar.


"Anda bisa membuktikan bahwa Anda memang tidak bersalah?"


"Mama kamu yang tahu dan Mama kamu yang menyimpan berkas dari rumah sakit dan dari kepolisian. Jika Mama kamu sembuh, mungkin dia bisa menjelaskan semuanya karena saat itu Mama kamu yang tahu semuanya bukti rekaman CCTV yang terpasang di restoran itu juga ada pada Mama kamu. Kuncinya ada pada Mama kamu," ucap Randy lagi.


"Berarti Mama harus sembuh," ucap Michelle.


"Dimana Mama kamu? saya ingin bertemu dengannya."


"Tapi kak Roger."


"Saya akan datang saat Roger tak ada bersama Mama kalian, bukan saya takut tapi saya tidak ingin ada keributan lagi diantara saya dan kakak kamu. Saya sudah menganggap kakak kamu sebagai anak saya tapi waktu itu Mama kamu membawa Roger pindah ke luar negeri dengan alasan ingin fokus mengurus restoran yang ada di luar negeri tanpa saya tahu ternyata mereka sudah kembali ke tanah air dengan kondisi yang sudah berbeda," ucap Randy.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2