Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 156


__ADS_3

"Frans, dimana terakhir kalian melihat orang tuaku?" tanya Mawar pada Frans.


"Dipinggiran kota tepatnya di area pasar tradisional xxx," jelas Frans.


"Mereka udah pasti dapat makan kan?" Mawar menatap Frans intens.


"Ya, tadi saya lihat juga Pak Mahendra jadi tukang kuli panggul di sana."


Mawar menatap Aby dan ternyata Aby juga tengah menatapnya.


"Mau jemput mereka sekarang?" ucap Aby.


Mawar menggeleng kepalanya pelan. "Biarkan saja dulu, besok aku sendiri yang akan me jemput mereka," ucap Mawar.


"Baiklah. Kalau gitu sekarang kamu istirahat dulu," ucap Aby.


"Tentu saja, Mas tapi sebelum istirahat cium dulu." Mawar memanyunkan bibirnya ke arah Aby.


Aby menatap Mawar lalu menatap Frans.


Frans menundukkan kepalanya lalu berkata, "permisi."


Dengan terus menundukkan kepalanya Frans berjalan dengan langkah cepat agar sesegera mungkin menjauh dari ruangan itu.


"Ayo, Mas cium aku," ucap Mawar lagi.


Aby tersenyum lalu menangkup kedua belah pipi Mawar!


"Ada Frans, memangnya kamu tidak malu?" ucap Abymana.


"Kenapa harus malu? Frans tahu kita sudah menikah dan lagi aku rasa dia tidak akan merani melihat kita," sahut Mawar.


Aby mengecup bibir sang istri dengan lembut lalu memangku tubuh Mawar ala bridal style dan membawanya ke dalam kamar!


Mawar tersenyum sambil terus menatap wajah sang suami dengan tangannya yang dikalungkan pada leher Abymana.


"Coba kalau dari dulu kamu manja gini pasti aku gak mau pergi dari rumah," ucap Aby.


"Emang dulu aku seperti apa?" tanya Mawar.


"Dulu kamu tuh cuek terkesan masa bodo padahal suaminya dipeluk oleh perempuan lain."


"Itu kan waktu kita belum saling jatuh cinta," ucap Mawar.


"Mana ada. Aku jatuh cinta saat pertama kali melihat kamu tapi kamunya aja yang gak peka seolah tak merasa aku sudah jatuh cinta," ucap Aby.

__ADS_1


Aby membaringkan tubuh Mawar di atas tempat tidurnya lalu ia berbaring di sebelah Mawar!


"Eh lupa belum nyapa bayi kita," ucap Aby.


"Sama anak sendiri bisa lupa," ketus Mawar.


"Abisnya sibuk sama Mamanya," sahut Aby sembari mendekatkan wajahnya ke perut Mawar.


"Hey sayang, sedang apa kamu di sana hemm? Papa udah gak tahan pengen ketemu kamu, kamu sehat-sehat ya di dalam sana," ucap Aby pada bayi yang masih didalam kandungan Mawar.


Mawar tersenyum bahagia. Tangannya meraih dan mengusap rambut Abymana.


**********


Di Panti asuhan.


"Selamat malam semuanya," ucap Dirga pada semua orang yang ada di sana.


"Pak Bos, tumben ke sini?" ucap Ussy saat melihat Dirga mendatangi panti.


"Kamu kok tahu aku di sini?" ucap Michelle.


"Ya, tadi aku ke rumah kamu dan kata Mama kamu, kamu di sini," ucap Dirga.


"Eh ayo masuk Pak. Ussy buatkan minum dulu ya," ucap Ussy sambil berlalu dari sana.


Ya, saat ini Michelle, Ussy dan anak-anak lainnya sedang menikmati malam di halaman depan panti asuhan.


"Selamat malam, Om," ucap anak-anak di sana sambil mencium tangan Dirga secara bergantian.


"Malam anak-anak. Bagaimana dengan kiriman dari om kemarin, kalian suka?" ucap Dirga.


"Suka banget. Terima kasih ya om."


"Sama-sama, sayang."


Anak-anak itu pun berlarian meninggalkan tempat itu dan membiarkan Michelle dan Dirga berduaan!


"Malam ini indah ya, semakin indah dengan adanya kamu di samping aku," ucap Dirga.


"Jangan terlalu merayu, Pak. Nanti kena bogem," celetuk Ussy sembari mengerikan minum yang baru ia buat.


"Karena gak ada meja, Ussy taruh minumnya di sini aja ya," ucap Ussy lagi sembari menaruh nampan yang diatasnya afa dia gelas minum.


"Maaf, Kak minggir sedikit ya biar ada tempat untuk naruh minumnya selain itu kakak dan Pak Bos juga belum mukhrim kan jadi duduknya gak boleh nempel-nempel karena takut ada setan," ucap Ussy.

__ADS_1


Dirga hanya diam sambil menggeser duduknya sedikit, dalam hati ia merasa ingin menggetok kepala Ussy karena mengganggunya tapi ia mencoba menahan keinginannya itu karena tahu perkataan Ussy ada benarnya juga.


"Setannya bukan kamu kan Sy?" ucap Michelle sambil tertawa kecil penuh candaan.


"Bukanlah! Masa setannya Ussy? Gak nyadar apa Ussy cantik gini," ucap Ussy dengan nada kesal.


"Ya udah biar gak ada setan kamu di sini aja buat jagain kakak kamu. Bisa saja saya lupa dan akhirnya menerkam dan memangsa kakak kamu ini," ucap Dirga pada Ussy.


"Ogah ah. Biarpun Ussy asisten rumah tangga Pak Dirga tapi sekarang bukan jam kerja jadi Ussy tidak menerima perintah dari siapapun. Permisi." Ussy langsung pergi dari tempat itu karena tahu ia hanyalah akan mengganggu obrolan mesra mereka bahkan mungkin obrolan penting diantara mereka!


Dirga dan Michelle tertawa sembari menatap kepergian Ussy.


"Ini nih yang bikin aku suka sama Ussy. Dia lucu, sifatnya kadang kekanak-kanakan tapi dia juga bisa bersikap dewasa. Ussy ini emang beda dari gadis lainna," ucap Dirga.


"Dia itu orangnya periang, pintar sekali menyembunyikan perasaan sedihnya," ucap Michelle.


"Lupakan Ussy. Sekarang kapan kamu akan mempertemukan aku dengan kakak kamu? Habis bulan ini aku mau membawa orang tuaku untuk bertemu dengan Mamamu, kita akan membicarakan tentang pernikahan kita," ucap Dirga.


"Besok aku akan mempertemukan kamu dengan kakak aku," ucap Michelle tanpa ragu.


"Aku gak perduli apa keputusan kamu setelah bertemu dengan kak Roger. Jika kita memang berjodoh, aku yakin kak Roger tidak akan menjadi alasan untuk kamu pergi dari aku," ucap Michelle didalam hatinya.


*******


Di tempat lain.


"Om Sam! Om Samuel!" seru Roger pada seorang laki-laki paruh baya.


Laki-laki itu menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya menjadi menghadap Roger.


"Om, kenapa akhir-akhir ini Om sulit sekali dihubungi dan ditemui. Ada apa Om?" ucap Roger pada Samuel.


"Untuk apa kamu mencari Om?" tanya Samuel.


"Om, aku butuh penjelasan kenapa Om mengatakan bahwa Om Randy sengaja membunuh Papaku padahal sebenarnya Om Randy tidak pernah melakukan itu," ucap Roger tanpa basa-basi.


"Kamu sudah ditipu oleh mereka Roger. Mamamu dan Randy sengaja memalsukan bukti itu," ucap Samuel.


"Apa maksud Om, jelas-jelas bukti itu nyata dan memang sudah terbukti keasliannya."


"Roger. Randy itu sangat licik, dia itu sebenarnya pacar Mama kamu. Mereka berdua berselingkuh dibelakang pasangannya masing-masing," ucap Samuel.


"Tidak." Roger menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak mungkin. Mamaku tidak mungkin sejahat itu," ucap Roger.

__ADS_1


"Kalau tidak percaya tidak apa. Om tidak akan memaksa," ucap Samuel lalu kembali melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Roger di tempat itu!


Bersambung


__ADS_2