
"Hey! Hey! Hentikan!" Nasya mencoba menghentikan seseorang yang sedang menyerang seorang laki-laki yang jelas-jelas sudah kalah.
"Hey Nasya! Apa yang kamu lakukan? Biarkan saja mereka," ucap El yang tak ingin terjadi sesuatu pada Nasya.
"Iya, Mbak Nasya lebih baik kita pergi saja dari tempat ini," ucap Ussy.
Saat itu tiga gadis itu sedang melewati sebuah jalanan yang sepi dari pengendara yang lewat. Mereka akan pergi ke sebuah tempat untuk menghabiskan waktu bersama, tanpa sengaja mereka melihat seseorang yang sedang menyerang seorang laki-laki lainnya yang terlihat sudah kalah dan sudah tak berdaya lagi.
Dengan cepat Nasya menghentikan laju mobilnya dan langsung turun menghampiri dua laki-laki yang sedang berduel itu.
"Laki-laki itu akan mati kalau terus dihajar," ucap Nasya sembari terus berlari menghampiri dua laki-laki itu!
Eliandra dan Ussy pun langsung turun dari mobil dan segera menyusul Nasya!
"Hey! Hentikan. Orang ini bisa mati," ucap Nasya pada laki-laki itu.
"Jangan ikut campur urusan orang. Pergi sana," ucap laki-laki itu.
"Tidak bisa." Nasya membantu seorang laki-laki yang terkapar di atas aspal itu tanpa menghiraukan orang yang menyuruhnya pergi.
Baru laki-laki itu akan mengambil alih orang yang sedang dalam pegangan Nasya, Nasya langsung menepis tangan laki-laki itu dan melawannya.
Laki-laki itu berjalan mundur beberapa langkah karena mendapat serangan dari Nasya dan Nasya membawa laki-laki yang sudah tak berdaya itu ke tepi jalan.
"Hey, nona! Aku peringatan agar kamu tidak mencampuri urusan kami," ucap laki-laki itu.
"Aku tidak mengenal kalian tapi aku tidak mungkin membiarkan kamu menghabisi dia. Kalau kalian punya msalah kenapa tidak diselesaikan secara baik-baik," ucap Nasya.
Diam-diam, saat Nasya dan laki-laki itu berdebat. Korban yang sudah tak berdaya itu pun berusaha kabur dari sana hal itu membuat si laki-laki yang sedang berdebat dengan Nasya berlari untuk menyusulnya!
Nasya tak membiarkan itu terjadi, dia menyerang laki-laki itu lagi demi melindungi orang yang tidak dia kebal itu.
"Aduh Nasya! Nasya awas!" teriak El.
"Mbak Nasya hati-hati!" seru Ussy.
Ussy dan El sangat ketakutan. Otak mereka sulit untuk berpikir jernih hingga mereka lupa untuk mengabari siapa pun yang bisa menolong mereka. Dua gadis itu hanya menonton sambil terus berteriak pada Nasya.
"Ahh! Kurang ajar kamu ya!" seru Nasya saat laki-laki itu berhasil menjamah mahkotanya yang terdapat di bagian dadanya.
Laki-laki itu tersenyum miring ke arah Nasya dan membiarkan gadis itu menyerangnya lagi dan lagi.
Seolah seperti sedang bermain-main laki-laki itu sama sekali tidak melakukan perlawanan terhadap Nasya, dia terus menghindari serangan Nasya dan sesekali berusaha jahil pada gadis yang kini sedang marah padanya.
"Ya ampun, sepertinya dia penjahat," ucap Ussy.
"Kamu tuh gimana sih, udah pasti dia penjahat," ucap El.
El dan Ussy pun mencari sesuatu yang dapat mereka gunakan sebagai senjata dan akhirnya mereka menemukan sebuah balok kayu dari tepi jalan. Dua gadis itu pun mulai menyerang laki-laki itu dari belakang!
__ADS_1
Sayangnya laki-laki itu cukup pintar dan kuat, dia mengetahui pergerakan Ussy dan El dan dia langsung mendorong dua gadis itu hingga terjatuh!
"Awas kamu ya!" Nasya kembali melakukan serangan pada laki-laki itu.
Karena sudah lelah Nasya tertangkap oleh laki-laki itu dan tanpa diduga laki-laki itu mencium bibir Nasya di di depan El dan Ussy.
"Kurang ajar kamu!" seru Nasya yang tak terima dengan perlakuan laki-laki itu.
"Kamu sudah membuat buruan ku kabur jadi, kamu harus dihukum," ucap laki-laki itu.
"Lepaskan aku!" seru Nasya.
"Ya ampun. T_tolong, tolong lepaskan Nasya," ucap El.
"Kami janji kami tidak akan melakukan hal ini lagi. Tolong lepaskan Mbak Nasya," ucap Ussy.
"Oh nama kamu Nasya. Nama aku Reza," ucap laki-laki itu.
"Aku gak perduli. Aku akan melapor polisi atas perbuatan kamu padaku," ucap Nasya.
"Silahkan, aku tidak takut tapi asal kamu tahu saja kamu yang akan ditangkap polisi karena sudah membuat buronan itu kabur. Kamu sudah menggagalkan misi polisi," ucap Reza.
"P_polisi?" ucap Nasya.
"Apa!" ucap El dan Ussy berbarengan.
Reza memperlihatkan kartu pengenalnya pada Nasya dan dua gadis itu tapi sebelah tangannya tetap menahan tangan Nasya agar tidak lari darinya.
"Aku juga akan melaporkan dirimu dengan tuduhan kamu adalah komplotan dari buronan itu," ucap Reza.
"Apa? Dasar licik," ketus Nasya.
"Hey kalian! Sini," ucap Reza pada Ussy dan El.
"Mau apa? Jangan laporkan kami pada polisi," ucap El.
Reza memberikan ponselnya pada Ussy!
"Tulis nomor ponsel gadis ini dan beri nama Nasya," ucap Reza.
Ussy pun langsung meraih ponsel itu lalu segera mencatat nomor handphone Nasya, karena ia tak menghapalnya ia meminta El untuk melihat dari ponselnya.
"Sudah," ucap Ussy sembari memberikan ponsel itu pada Reza.
"Kamu yakin tidak berbohong?" tanya Reza.
"Yakin. Ini beneran nomor handphone Mbak Nasya," ucap Ussy.
"Telpon nomor itu!" titah Reza.
__ADS_1
Ussy pun langsung menuruti perintah Reza dan ponsel Nasya pun berdering.
Reza tersenyum lalu segera meraih ponselnya dari tangan Ussy.
"Kamu harus menjadi pacar aku. Ini hukuman yang paling tepat untuk gadis secantik kamu," ucap Reza.
"Apa!" tiga gadis itu pun terkejut mendengar perkataan Reza.
"Kamu itu polisi bodong ya. Pasti kamu polisi palsu, gak mungkin polisi asli kelakuannya kayak kamu. Memalukan," ucap Nasya sambil terus berusaha melepaskan diri dari Reza.
"Wah kalau hukumannya itu sih boleh banget. Gak apa, Mbak Nasya lagian polisi gadungan ini ganteng," ucap Ussy.
"Aku polisi asli ya. Jangan sembarangan kalau bicara," ucap Reza.
"Gak mau, aku gak mau punya pacar kayak kamu. Dasar mesum," ucap Nasya.
Reza meraba perut Nasya dan meningkatkan tangannya di sana dengan erat.
"Kalau gak mau, aku akan mencium kamu lagi oh ya dan rasanya tangan ini gatal sekali ingin masuk ke dalam sini," ucap Reza sembari menarik baju Nasya pelan.
"Iya-iya. Iya aku mau jadi pacar kamu tapi aku mohon menyingkirlah dari tubuhku. Kamu membuat aku ketakutan," ucap Nasya.
Reza tersenyum lalu melepaskan tangannya dan membiarkan Nasya terbebas darinya.
"Jangan coba lari dari hukuman karena aku tidak akan membiarkan kamu bebas begitu saja," ucap Reza.
"Tidak akan. Kami pastikan Nasya akan menjadi pacar kamu kalau gitu boleh kami pergi sekarang?" ucap El.
"Tentu saja tapi hanya kalian berdua sedangkan gadis ini akan melakukan kencan pertama bersamaku," ucap Reza.
"T_tidak mungkin. Aku dan Ussy tidak bisa bawa mobil," ucap El.
"Itu urusan kalian," ucap Reza pada El.
"Ikut denganku," ucap Reza sembari menarik tangan Nasya!
"El! Ussy! Tolong aku," ucap Nasya.
"Duh, ayo cepat kita ikuti dia," ucap El sembari berlari memasuki mobilnya.
"Kamu mau menculik aku?" ucap Nasya.
"Bukan aku tapi kamu yang sudah menculik aku," ucap Reza.
"Apa? Apa kamu sudah gila, jelas-jelas kamu yang memaksa aku," ucap Nasya lagi.
Reza tak menghiraukan ocehan Nasya, dia langsung melajukan mobilnya dan membawa Nasya pergi!
Bersambung
__ADS_1