
Keesokan harinya, di depan panti asuhan tempat Michelle tinggal.
Roger berdiri di depan pagar besi yang menjadi pembatas antar wilayah panti dan wilayah lain, dia berdiri mematung sembari menatap ke arah pintu rumah yang berada di dalam pagar itu.
Tak lama, Michelle keluar dari rumah itu dan langsung melihat Roger. Ia menatap Roger sesaat lalu membalikkan tubuhnya hendak kembali masuk ke dalam!
"Michelle! Aku akan tetap di sini sebelum kamu mau menemui aku!" seru Roger.
Michelle menghentikan langkahnya yang baru beberapa langkah memasuki rumah lalu kembali melangkah menghampiri Roger!
"Sepuluh menit. Aku hanya ada waktu sepuluh menit untuk bicara denganmu," ucap Michelle.
"Tidak harus sepuluh menit, lima menit cukup untuk aku membuktikan bahwa aku ini kakakmu," ucap Roger.
Michelle membuka pintu pagar itu lalu berbicara di luar dengan Roger!
"Aku tidak mau membuat Ibuku sedih, kita bicara di sini saja," ucap Michelle.
"Aku ingin membuktikan bahwa aku adalah kakakmu. Boleh aku pinjam liontin itu?" ucap Roger.
Michelle meraih liontin nya tapi tak langsung melepaskannya dari kalung yang ia pakai.
"Jika didalam liontin itu ada foto keluarga kita berarti kamu memang adik aku yang selama ini aku cari," ucap Roger lagi.
Michelle menatap Roger lalu membuka kalungnya, ia memberikan liontin itu pada laki-laki yang selama ini sudah diselidiki nya itu.
"Kalung ini bisa dibuka, begini caranya." Roger menekan satu bagian di pinggir liontin itu lalu memasukkan anak kunci yang ukurannya sangat kecil pada lubang yang terdapat pada sisi kiri liontin itu lalu ia membuka liontin itu.
"Kamu lihat, ada foto keluarga kita didalam sini." Roger memperlihatkannya foto ukuran mini yang terdapat didalam liontin itu.
"Yang ini Papa, yang ini Mama, ini aku dan bayi ini adalah kamu. Saat itu usia aku dua belas tahun makanya terlihat beda dengan yang sekarang. Sekarang kamu percaya kan kalau aku ini kakakmu? Aku tidak mungkin memegang anak kunci ini kalau aku bukan anggota keluargamu," ucap Roger lagi.
Michelle meneteskan air matanya sembari menatap Roger, dirinya tak percaya bahwa Roger benar-benar kakak kandungnya.
"Mimi, tolong peluk kakak. Sudah lama sekali kakak merindukan kamu," ucap Roger yang juga sudah menangis kala itu.
__ADS_1
Michelle menatap Roger dengan mulutnya yang tertutup rapat.
"Sekali saja Michelle, kakak rindu," ucap Roger lagi.
Michelle pun langsung berhamburan memeluk Roger!
"Akhirnya kita bertemu lagi. Maafkan kakak karena terlalu lama untuk sampai pada waktu ini," ucap Roger dengan suara berbisik di telinga Michelle.
Kakak beradik yang sudah lama tak bertemu itu, akhirnya kembali bersama setelah dua puluh tahun lebih menjalani hidup masing-masing.
*******
Di kampus Mawar.
Saat itu Mawar baru keluar dari kelasnya, dia melihat ada setangkai bunga mawar merah yang tergeletak di depan pintu kelasnya dengan bertuliskan namanya pada kertas yang menempel pada tangkai bunga itu.
"Malah diliatin, ambil itu untuk kamu," ucap Sherin yang saat itu berdiri di samping Mawar.
"Yakin ini untuk aku?" ucap Mawar sembari meraih bunga itu.
Mawar membuka lipatan kertas itu lalu membaca pesan yang tertulis di sana.
"Lihat kiri dan ikuti anak panah berwarna merah," ucap Mawar yang sedang membaca pesan itu.
Mawar dan Sherin melihat ke kiri mereka dan memang benar ada panah berwarna merah.
"Ini aman gak sih? Aku takut ada orang jahat," ucap Mawar.
"Mana aku tahu. Kira-kira dari siapa yang bunga ini?" ucap Mia.
"Mungkin dari Galaxi," ucap Ghina.
"Ada apa sih? Kalian main nimbrung aja pembicaraan orang," ucap Yura.
"Tuh." Mia mengarahkan jari telunjuknya pada Mawar.
__ADS_1
"Mawar dapat bunga mawar merah sebagai tanda cinta," sambung Mia.
"Kayak lagu dangdut lawas," ucap Ghina.
"Iya. Lagunya Umi Elvi Sukaesih," tambah Sherin.
"Dih malah ngebahas lagu," ucap Yura.
"Kita ikuti aja kali ya arah panah itu," ucap Mawar.
"Ya udah ayo, kita temani deh biar kalau ada orang jahat, kita bisa minta tolong," ucap Yura.
"Gak perlu kali. Lo lupa kalau dia itu singa betina," ucap Ghina.
"Heh, lo pikir Mawar suka menggigit apa? Dibilang singa betina," ucap Sherin yang tak terima Mawar disamakan dengan seekor hewan buas.
Tanpa berkata lagi, Mawar berjalan mengikuti kemana panah itu mengarahkannya!
Setelah berjalan mengikuti panah itu Mawar, menemukan lagi satu bunga mawar merah dengan kertas yang sama namun, pesan yang berbeda.
"Sekarang ikuti bunga yang bertebaran di kakimu," batin Mawar membaca pesan yang ada pada bunga itu.
Mawar melihat di sekitarnya memang terdapat bunga yang bertebaran. Ia pun mengikuti bunga itu dengan langkah pelan sembari terus melihat ke sekelilingnya untuk memastikan dirinya aman.
"Siapa orang yang memberikan bunga pada Mawar?" ucap Sherin sembari terus mengikuti Mawar.
"Mana gue tahu, mungkin Galaxi. Semua orang tahu kalau Galaxi suka sama Mawar," ucap Yura.
"Gak mungkin lah, Galaxi udah tahu kalau Mawar udah punya Abymana," ucap Mia.
"Terus siapa yang sedang membuat keromantisan ini pada Mawar? Gak mungkin Abymana kan dia pasti sedang sibuk dengan urusan pekerjaannya sekarang," ucap Ghina.
"Kamu benar Na, orang sibuk seperti Abymana pasti gak tau caranya romantis," ucap Sherin.
Bersambung
__ADS_1