
"Ada apa ini?" tanya Aby yang baru tiba di rumahnya.
"Saat pulang tadi Mawar langsung mengurung diri di kamar. Dari suaranya dia terdengar sedang menangis saat ibu tanya dia tidak mau menjawab," jelas Bu Ratna.
"Tolong lakukan sesuatu Mama takut dia kenapa-kenapa," ucap Marisa.
"Dia, sudah tahu semuanya," ucap Aby.
"Apa!" Bu Ratna dan Bu Marisa terkejut mendengar perkataan Aby.
Aby langsung berjalan menuju kamarnya lalu mulai mengetuk pintu!
"Sayang, tolong buka pintunya. Aku mau bicara," ucap Aby sembari mengetuk pintu kamarnya.
"Mawar! Kamu ada di dalam kan?" tanya Aby karena tak mendapatkan jawaban dari Mawar.
Aby berusaha membuka pintu kamarnya karena merasa khawatir terhadap Mawar.
"Mawar buka pintunya, kita bicarakan masalah ini baik-baik," ucap Bu Marisa.
"Mama, ada baiknya Mama jangan bicara dulu dengan Mawar, aku takut emosinya memuncak dan dia tidak bisa mengendalikannya," jelas Aby.
"Tolong bujuk dia. Kasian Aditya dan Maira, mereka perlu asi," ucap Marisa.
"Aku akan berusaha membujuknya. Mama jangan khawatir," ucap Aby.
Bu Marisa pun langsung pergi dari sana mengikuti saran dari menantunya itu!
"Mawar, Sayang, tolong buka pintunya aku mau bicara," ucap Aby pagi mencoba untuk membujuk Mawar yang masih tidak terdengar pergerakannya di dalam sana.
"Tolong Mawar, jangan biarkan aku dan anak-anak kita tersiksa. Aku butuh kamu, anak-anak butuh kamu," ucap Aby.
Tak lama Mawar membuka pintu kamarnya dan langsung memeluk Abymana!
Aby langsung membawa Mawar masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya!
"Kenapa kalian membohongi aku? Kenapa?" ucap Mawar.
"Bukan maksud aku untuk membohongi kamu. Jangan menangis, aku tidak bisa melihat kamu sedih," ucap Aby dengan suara lembut.
"Kenapa? Kenapa kamu gak bilang sama aku tentang ini?"
"Aku tidak mau kamu bersedih. Siapa pun ayah kandung kamu, aku tidak ingin kamu tahu tapi sekarang kamu sudah tahu semuanya, kamu akan tahu semuanya."
"Tapi kenapa? Aku harus apa sekarang? Aku merasa hidupku dipermainkan."
__ADS_1
Mawar terus menangis dalam pelukan sang suami. Sedikit pun ia tak mengubah posisinya.
"Dengarkan aku Mawar, hanya orang-orang yang istimewa saja yang akan diberikan cobaan seberat ini. Kamu lebih dari istimewa, Tuhan tahu bahwa kamu bisa melewati semua ini. Ada aku, ada keluarga kita yang akan selalu bersamamu," ucap Aby.
Aby melerai pelukannya dan menghapus air mata yang sudah membanjiri pipi Mawar!
"Jangan menangis, jangan menangis, aku mohon. Bagaimana pun perasaan kamu, semua sudah terjadi kita harus hadapi ini semua bersama," ucap Aby.
"Aku tidak tahu apakah aku bisa melewati semua ini, rasanya sakit ... sakit sekali," ucap Mawar dengan suara parau.
"Aku tahu tapi kamu harus bisa, demi aku, demi anak-anak kita."
*******
Di tempat lain.
"Gimana caranya aku mendapatkan Haris? Dia dikelilingi oleh bodyguard-bodyguardnya setiap saat," gumam Michelle yang saat ini sedang berada di sebuah jalan yang menuju rumah Haris.
Michelle masih berdiri di samping motornya dengan pikiran yang terus berusaha mencari cara untuk mendapatkan satu buruannya itu.
"Fredy," gumam Michelle. "Ya, aku harus mendekati dia. Pasti ada masanya mereka menghabiskan waktu berdua," sambung Michelle.
Michelle mencari karu nama Fredy untuk mencari tahu siapa dan dimana dia bekerja.
"Perusahaan ini? Bukannya ini ...." Michelle nampak mengingat-ingat tentang nama perusahaan Fredy.
********
"Kita mau kemana? Ini bukan jalan menuju rumahku," ucap El.
"Memang bukan. Sebelum pulang kamu temani aku makan siang dulu," ucap Fredy.
"Kamu tuh emang tukang pemaksaan ya," ucap El.
"Tapi kamu suka kan dipaksa?"
"Nggak juga. Kalau dipaksa makan, aku pasti suka kalau dipaksa yang lain yang aneh-aneh, aku pasti marah."
"Lagian aku gak pernah maksa yang aneh-aneh hanya waktu kita pertama bertemu itu pun aku hanya bercanda," ucap Fredy.
"Dasar aneh."
"Eliandra," batin Michelle yang melihat El bersama Fredy dalam mobilnya.
Michelle pun langsung memutar arah lalu mulai mengikuti mobil El yang dikemudikan oleh Fredy!
__ADS_1
"Mau kemana mereka? Apa pacar yang dimaksud Fredy adalah El?" batin Michelle lagi.
*******
"Aditya dan Maira menangis, mungkin dia kangen sama kamu, mungkin juga mereka kehausan. Ibu sudah memberi mereka susu formula tapi tetap menangis mungkin mereka ingin minum asi eksklusif," ucap Aby yang sebenarnya hanya berbohong.
Terpaksa ia menggunakan anak-anaknya demi membuat Mawar tidak terus melamun.
"Tolong bawa mereka ke sini tapi hanya mereka saja, aku sedang tidak ingin ditemui oleh siapa pun," ucap Mawar dengan suara pelan.
"Aku akan membawa mereka. Sebentar ya," ucap Aby lalu bangkit dari duduknya.
Mawar masih bingung dengan apa yang harus ia lakukan dan harus bersikap seperti apa. Ia sakit, kecewa dan sangat marah tapi ia tidak tahu harus marah pada siapa, awalnya ia berpikir bahwa mamanya sudah berselingkuh dan dirinya hamil dari hasil perselingkuhan itu tapi setelah melihat bukti video dari Michelle, dirinya menjadi serba salah dan harus memendam semua yang ia rasakan sendiri.
Tak sampai lima menit Aby sudah kembali dengan membawa Aditya dalam pangkuannya dan Maira dalam baby stroller.
Mawar langsung bangkit dari duduknya dan mengambil alih baby Aditya dari pangkuan Aby!
"Maafkan, Mama, Nak. Kamu lapar ya?" Mawar langsung memberi bayi itu asi eksklusif secara langsung dan membiarkan baby Maira menunggu sebentar.
Meski suasana hatinya sedang tidak baik tapi Mawar tetap berusaha memberikan kasih sayang pada kedua buah hatinya, ia tidak mau kekacauan dalam dirinya berdampak buruk terhadap anak-anaknya.
********
Di sebuah restoran.
"Mereka berpacaran ternyata," batin Michelle yang kini sedang melihat kebersamaan El dan Fredy.
"Aku tidak bisa mengganggu mereka, baiknya aku cari Fian terlebih dahulu," batin Michelle lagi.
Tak ingin membuang waktu untuk menunggu sesuatu hal yang belum pasti keberhasilannya, Michelle memilih untuk mencari buruannya yang lain.
Michelle mengambil sebuah kertas yang berisikan semua informasi tentang Fian dari saku jaketnya lalu mulai membacanya.
"Aku harus mendapatkan orang ini hari ini," batin Michelle lalu langsung pergi dengan mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi menuju tempat tinggal Fian!
*********
"Jadi ini yang kalian sembunyi selama ini?" ucap Mawar yang kini masih memberikan asi eksklusif pada baby Maira.
"Ini alasan kenapa kamu tidak pernah menyentuh ku sejak aku melahirkan?" sambung Mawar.
"Saat kamu melahirkan, kamu kehabisan banyak darah, waktu itu Papa sudah bersedia untuk mendonorkan darahnya untuk kamu tapi ternyata darahnya tidak cocok. Dokter juga memeriksa darah Mama karena mungkin saja kamu cocok dengan Mama tapi ternyata tidak cocok juga. Waktu itu Papa marah besar pada Mama karena tahu ternyata Mama pernah berselingkuh tapi Mama menyangkal tuduhan Papa yang akhirnya membawa kita ke dalam permasalahan ini. Dari bukti video itu terbukti bahwa Mama tidak berselingkuh tapi Mama sudah menjadi korban kekerasan seksual," jelas Aby.
Mawar hanya diam dalam seribu bahasa, ia masih tak percaya semua ini terjadi padanya padahal selama ini ia hanya melihat kisah seperti itu hanya dalam sinetron dan novel online yang ia baca saat mengisi waktu luang.
__ADS_1
Bersambung