
Waktu terus berputar, kini hari sudah memasuki tengah hari menjelang sore.
Sekitar pukul empat belas, Michelle sedang menemui Randy di kantornya.
"Roger sedang mencari seseorang," ucap Michelle pada Randy.
"Maksud kamu?" ucap Randy sembari menatap Michelle.
"Masalah ini sedikit rumit tapi saya akan berusaha untuk menyelidiki apa motif Roger melakukan ini pada, Anda. Tadi saya mengikuti Roger sampai ke rumah sakit jiwa di sana dia menemui seorang wanita yang dipanggilnya dengan sebutan Mama mungkin wanita itu adalah orang tuanya Roger, di sana Roger terus berjanji pada wanita itu kalau dia akan menemukan seseorang yang sedang mereka cari. Saat ini saya belum menemukan bukti lain, saya tidak bisa menangkap Roger tanpa menyelidikinya terlebih dahulu karena bisa saja ada orang lain di belakang dia," jelas Michelle.
"Sampai saat ini kamu mengerjakan tugas kamu dengan baik, saya harap secepatnya kamu dapat mendapatkan informasi tentang Roger itu. Saya penasaran siapa dia dan ada masalah apa dia dengan saya. Saya sendiri tidak mengenalnya, dia masih muda mungkin usianya hanya sedikit di atas Abymana anak saya," ucap Randy.
"Saya akan usahakan untuk bergerak cepat. Anda tidak usah khawatir," ucap Michelle lagi.
**********
Di kediaman Aby.
"Terimakasih ya sudah menjaganya untukku," ucap Aby pada Mawar.
Aby mencium kening Mawar lalu kembali berbaring di samping istrinya itu.
Saat ini Mawar dan Aby tengah terbaring lemas setelah pergulatan pribadinya di atas tempat tidur itu. Hari ini akan menjadi hari yang tak dapat dilupakan oleh keduanya, dimana mereka melakukan penyatuan cinta untuk yang pertama kalinya.
Sama-sama belum pernah melakukan dan belum pernah merasakan, kini keduanya sudah tahu dan sudah mengenal akan nikmatnya cinta yang sesungguhnya.
"Kamu pasti lelah, istirahat saja dulu aku mandi duluan," ucap Aby sembari bangkit dari tempat tidur itu.
"Bukan cuma lelah tapi aku juga kesakitan dasar laki-laki bisa-bisanya menyakiti perempuan seperti ini. Katanya cinta tapi aku dibikin luka," batin Mawar sembari terus menutup matanya.
Mawar nampaknya tak berani membuka matanya, setelah apa yang terjadi dirinya merasa malu pada Aby apalagi dengan kondisinya saat ini yang tak mengenakan sehelai benang pun membuatnya semakin malu hingga dirinya tak berani menatap laki-laki yang kini sudah dicintainya itu.
Aby masih terdiam, berdiri di tempat semula sambil terus menatap Mawar.
Mawar membuka matanya karena yakin Aby sudah tidak ada di sana. Namun saat dirinya membuka matanya, Aby tengah menatapnya dan tersenyum ke arahnya.
Seketika Mawar menyembunyikan wajahnya kedalam selimut yang sedari tadi menutup seluruh tubuhnya!
Aby mengulum bibir bawahnya lalu duduk di tepi tempat tidurnya! Dia menarik selimut itu agar dirinya dapat melihat wajah sang istri.
__ADS_1
"Kenapa bersembunyi hemm? Aku masih belum puas menatap wajahmu," ucap Aby.
"Katanya mau mandi? Udah sana pergi," ucap Mawar.
"Kamu malu ya sama aku? Jangan malu, kita kan udah sama-sama lihat tadi," ucap Aby menggoda Mawar.
"Aby, pergi sana ah. Aku gak malu, aku cuma tidak mau melihat kamu dalam keadaan begitu," ucap Mawar.
"Oke, aku pergi tapi nanti malam lagi ya."
"Gak mau. Aku kesakitan, di sini lecet parah kalau belum sembuh belum boleh lagi," ucap Mawar.
Aby tersenyum geli, ingin sekali dirinya tertawa tapi takut Mawar marah padanya.
Walaupun dirinya menginginkannya lagi tapi tidak mungkin dirinya tega memaksa Mawar untuk melayaninya lagi, dirinya tahu kalau Mawar sedang kesakitan karena ulahnya yang bermain terlalu kasar.
"Ya udahlah, barang baru emang suka gitu. Maaf ya tadi aku terlalu kasar padamu," ucap Aby.
"Minta maafnya terlambat. Udah mandi sana habis itu aku aku yang mandi," ucap Mawar.
Aby pun langsung pergi ke dalam kamar mandi untuk segera membersihkan diri!
**********
Anak-anak di sana berebut untuk memeluk Michelle yang baru tiba dari luar kota.
Empat hari bukanlah waktu yang sebentar bagi mereka, empat hari tidak bertemu dengan Michelle membuat mereka sangat merindukan kakaknya itu.
"Ya ampun, gantian sayang yang lainnya juga mau dipeluk sama kakak," ucap Michelle.
"Kakak pergi lama sekali, mana oleh-oleh untuk kami?" ucap salah satu anak di sana.
Bu Jena tersenyum melihat kepolosan anak-anak asuhnya. Bagaimana tidak, seharusnya mereka menanyakan kabar kayaknya saat sang kakak baru tiba dari bekerja. Mereka malah menanyakan oleh-oleh dari Michelle.
"Ada, tentu saja ada. Tunggu ya kakak ambilkan dulu oleh-oleh untuk kalian," ucap Michelle.
Michelle pun berjalan ke arah motornya lalu mengambil sebuah kantong plastik besar yang diikat di jok motornya.
"Bu." Michelle langsung mencium punggung tangan Ibu Jena saat ibu asuhnya itu menghampirinya.
__ADS_1
"Nak, bagaimana kabarmu?" tanya bu Jena.
"Aku baik Bu, bagaimana dengan Ibu dan anak-anak?" ucap Michelle.
"Kami semua baik. Ayo berikan oleh-oleh itu pada mereka dan kamu langsung istirahat di kamar, kamu pasti capek," ucap Jena sembari merangkul punggung Michelle.
**********
Setelah hampir dua puluh menit, Aby di kamar mandi, kini laki-laki itu sudah keluar dari kamar mandi dan langsung berjalan menuju lemari pakaiannya!
Mawar yang sedang duduk dengan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang hanya terdiam sambil menatap Aby.
Setelah, Aby selesai memakai pakaiannya, Mawar belum juga beranjak dari tempat tidurnya, dia masih duduk di tempat semula Aby melihatnya.
"Katanya mau mandi, kenapa masih diam di situ?" ucap Aby.
"Gak peka banget ya jadi suami. Aku kalau tahu rasanya kayak gini, aku gak bakal mau melakukan itu sama kamu atau sama siapa pun juga," ucap Mawar.
Aby mengerutkan dahinya karena ocehan Mawar padanya. Dia berjalan menghampiri Mawar lalu duduk di samping Mawar!
"Kamu kenapa ngoceh-ngoceh gini? Kayak emak-emak kurang belanja," ucap Aby.
"Abyyy!" Mawar berteriak pada sang suami.
Bukannya marah karena dibentak oleh istrinya, Aby malah tersenyum sembari terus menatap Mawar.
"Kalau butuh bantuan bilang dong. Kamu gak bisa jalan ke kamar mandi?" ucap Aby.
Mawar menundukkan kepalanya sekilas lalu menatap Aby lagi dengan sedikit senyuman di bibirnya.
Tanpa berkata lagi, Aby memangku tubuh Mawar dan membawanya ke dalam kamar mandi!
"Sebenarnya aku bisa tapi mungkin jalannya lama," ucap Mawar.
"Gak apa, aku senang melakukan ini. Lumayan kan bisa megang-megang dikit," ucap Aby.
************
Dirga sedang dalam perjalanan menuju panti asuhan tempat tinggal Michelle.
__ADS_1
Seperti yang sudah dirinya bicarakan pada Aby dan Mawar bahwa mereka sepakat untuk meminta bantuan Michelle untuk mencari orang misterius yang selalu datang saat mereka dalam pertempuran dengan orang-orang jahat yang mereka sendiri tidak tahu siapa mereka.
Bersambung