
Didepan kafe tempat Mawar dan teman-temannya nongkrong bareng. Aby berdiri sembari menatap Mawar dengan sebelah tangannya yang ia lipat ke belakang untuk menyembunyikan sebuah bunga untuk Mawar.
"Eh ada Tuan Muda Abymana tuh," ucap Sherin.
"Jangan bercanda kamu, gak mungkin dia ada di sini," ucap Mawar yang posisinya duduk membelakangi Aby.
"Serius," ucap Sherin lagi.
"Aduh gak tahan liat gantengnya," ucap Ghina.
"Hus, milik aku tuh," ucap Mia.
"Ealah, ngomong sama aku kalau mimpi jangan ketinggian lah sendirinya malah ngaku-ngaku pacar orang," ucap Mawar.
"Ya ampun dia ke sini," ucap Ghina.
"Gak mungkin lah," ucap Mawar yang sedikitpun tak mempercayai ucapan teman-temannya.
Aby tersenyum saat sudah mendekati Mawar, dia menutup mata Mawar dengan tangan kirinya!
"Siapa sih, jangan bercanda deh," ucap Mawar sembari berusaha melepaskan tangan yang menutup matanya.
Sherin, Yura dan orang-orang yang ada bersama Mawar hanya diam dalam dengan tatapan yang terus tertuju pada Mawar dan Aby.
Aby melepaskan tangannya dan membiarkan Mawar melihatnya.
"Mas Aby." Mawar tersenyum sumringah, ia bangkit dari duduknya lalu memeluk Aby!
Sontak perlakuan Mawar terhadap Aby membuat teman-temannya terkejut dan bertanya-tanya ada hubungan apakah mereka.
"Kamu beneran ada di sini?" ucap Mawar yang masih memeluk Aby.
"Untuk kamu," ucap Aby sembari memberikan setangkai bunga mawar merah pada Mawar.
Mawar menatap Aby dengan penuh gembira lalu meraih bunga itu dari tangan Aby! "Terima kasih," ucapnya.
"Lagi pada ngapain? Udah pada makan siang?" tanya Aby pada Mawar.
"Belum, baru mau," sahut Mawar.
"Boleh gabung?" tanya Aby pada gadis-gadis temannya Mawar.
"B_boleh. Silahkan," ucap Sherin.
Aby tersenyum lagi lalu duduk di kursi Mawar! "Terima kasih," ucapnya.
__ADS_1
"Ih itukan kursi aku," ucap Mawar pada Aby.
"Mawar, kamu duduk di sini aja," ucap Galaxi menawarkan kursinya untuk Mawar.
"Tidak perlu, Mawar duduk di sini aja," ucap Aby sembari menepuk-nepuk pahanya.
Semua teman-temannya Mawar kembali terkejut dengan pernyataan Aby.
"Kamu apaan sih, jangan bikin orang baper deh," ucap Mawar.
"Mas!" seru Aby pada seorang pelayan restoran.
"Tolong minta satu kursi lagi ya buat di sini," ucapnya lagi setelah pelayan itu menyahut.
Pelayan itu pun langsung mengantarkan satu kursi ke tempat mereka berkumpul.
"Sebenarnya kalian ada hubungan apa?" tanya Yura dengan tanpa ekspresi apapun.
Yura memang tak mempunyai perasaan spesial pada Aby, sedari fokusnya hanya pada Galaxi saja.
Aby menatap Mawar lalu menatap teman-temannya Mawar.
"Perkenalkan saya adalah pacar sekaligus suaminya Mawar," ucap Aby.
"Gak mungkin," ucap Galaxi yang menaruh harapan besar pada Mawar.
"Kalian kenapa? Biasa aja kali tadi aku sudah bilang sama kalian kalau aku cinta sama Tuan Muda dan aku juga bilang kalau Tuan Muda Abymana hanya milik aku," ucap Mawar dengan santainya seolah tidak terjadi apa-apa.
"Ini serius? Bukan bohong kan?" ucap Ghina.
"Kami memang sudah menikah tapi awalnya kami sepakat untuk merahasiakan pernikahan kami tapi karena ada sesuatu masalah jadi saya berpikir untuk jujur pada kalian," ucap Aby.
"Masalah apa? Kamu yang bermasalah, aku sih tidak," ucap Mawar.
Aby nyengir kuda hingga menampakkan deretan giginya yang putih dan bersih.
"Maaf ya Galaxi, mulai sekarang kamu gak boleh lagi mendekati Mawar apalagi berharap untuk memilikinya," ucap Aby pada Galaxi.
"Aku tahu itu jadi, ini alasannya Mawar gak pernah menggubris semua ungkapan perasaan aku," ucap Galaxi.
"Udah deh jangan pada murung gitu mending kita pesan makanan untuk kita makan," ucap Mawar.
********
Di rumah sakit.
__ADS_1
"Aku sudah menemukan Mimi, dalam waktu dekat ini aku akan membawa dia ke sini untuk menemui Mama, Mama cepat sembuh ya agar kita bisa berkumpul lagi," ucap Roger sembari menggenggam tangan Mitha.
"Mimi ... Mimi, Michelle." Mitha menatap Roger sembari menyebutkan nama bayinya yang hilang dua puluh tiga tahun lalu itu.
"Ya, aku sudah menemukan Mimi, Michelle kita." Roger memeluk Mamanya lalu mengusap-usap kepalanya beberapa kali.
Betapa dirinya sangat menyayangi Mitha meski perempuan yang sudah mulai tua itu mengalami gangguan jiwa tapi orang tua tetaplah orang tua, dirinya tetap menyayangi Mitha dan posisinya tak akan pernah tergantikan oleh siapapun juga.
"Aku janji aku akan membawanya pulang ke rumah dan tinggal bersama kita, Mama tenang aja bagaimana pun caranya Michelle akan menjadi milik kita lagi. Aku yakin gadis itu adalah Mimi, Michelle yang kita miliki," batin Roger sambil terus memeluk Mitha.
**********
"Dari kemarin, Aby gak ada nelpon aku atau datang ke rumah. Baguslah sepertinya Mawar gak cerita tentang yang kita lakukan padanya," ucap Jingga pada Mamanya.
"Mungkin saja, semoga saja anak itu gak ngadu pada Aby kalau dia ngadu, Aby bisa makin sulit untuk kamu dapatkan lagi," ucap Marisa.
"Gak sabar ngeliat Mawar pergi, paling besok atau lusa dia pergi dari rumah Aby," ucap Jingga dengan penuh percaya diri.
"Kita lihat saja ya sayang."
**********
Di panti asuhan.
"Ada apa, Nak? Kenapa kamu melamun seperti ini? Akhir-akhir ini Ibu lihat kamu banyak melamun," ucap Bu Jena pada Michelle.
"Bu, ada seorang laki-laki yang mengenali liontin ini. Dia mengaku sebagai kakakku," ucap Michelle jujur.
"Bagus dong, itu artinya kamu sudah menemukan keluargamu."
"Tapi Bu, laki-laki itu orang jahat. Dia yang selama ini aku cari tahu asal-usulnya, dia adalah orang yang selama ini menginginkan kehancuran Pak Randy. Aku takut laki-laki itu hanya memperalat diriku untuk menggapai keinginannya."
"Ada baiknya kamu bicara dulu dengannya. Bicara dari hati ke hati, kalau memang benar kalian bersaudara kalian pasti merasakan ikatan batin yang kuat karena sesungguhnya saudara kandung, meski kalian tinggal jauh bahkan terpisah sekalipun akan tetap memiliki ikatan batin yang kuat," ucap Bu Jena.
"Entahlah, Bu. Aku masih bingung dan juga ragu."
"Nak, selama ini kamu bekerja keras untuk menemukan mereka, sekarang apa salahnya mencoba mengenal dan mendekatkan diri pada laki-laki itu. Kamu anak Ibu yang tangguh dan tak akan pernah terkalahkan jika laki-laki itu berbuat tidak baik padamu, ibu yakin kamu akan melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan," ucap Bu Jena.
Michelle terdiam dalam wajahnya yang tertunduk ke bawah.
"Yakinkan hatimu jika dia memang benar-benar kakakmu dia akan memiliki bukti yang kuat dengan dia mengenal liontin itu, itu adalah bukti kecil kalau dia memang mengenalimu."
"Aku tidak tahu dengan perasaanku sekarang. Entah aku harus bahagia atau harus bersedih, sudah sejak lama aku mencari mereka tapi sekarang, saat aku menemuinya ternyata dia adalah orang jahat, orang yang menginginkan kehancuran orang lain bahkan dia tidak segan menggunakan cara kotor untuk menggapai keinginannya," ucap Michelle.
Bersambung
__ADS_1