Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 221


__ADS_3

Saat sudah membeli minuman, El berniat kembali ke tempat tadi via bersama dengan Nasya dan Ussy tiba-tiba dirinya bertabrakan dengan seseorang yang juga baru membeli minuman di tempat itu.


"Aduh!" El terjatuh ke tanah dan minumannya pun berantakan.


"Maaf-maaf, saya tidak sengaja," ucap orang itu.


"Gak apa-apa, Mas," ucap El.


"Ada yang sakit, ada yang terluka?" tanya laki-laki itu sembari membantu El berdiri.


"Gak apa-apa, gak ada yang terluka kok," ucap El.


"Saya akan mengganti minuman kamu. Tunggu sebentar ya," ucap laki-laki itu sembari berjalan ke warung kecil itu lagi.


"Nggak usah. Nggak usah, Mas saya bisa beli sendiri kok."


"Gakpapa, anggap aja ini sebagai permintaan maaf saya," ucap laki-laki itu sembari memberikan satu botol air mineral pada El.


"Terima kasih," ucap El sembari menerima botol berisi air minum itu dari tangan laki-laki yang tidak dikenalnya.


"Sama-sama. Oh ya, nama saya Fredy," ucap laki-laki itu lagi.


"Saya Eliandra," ucap El.


"Kamu datang sendiri?" tanya Fredy.


"Tidak. Saya datang sama teman, kamu sendiri?" tanya El.


"Saya datang sendiri siapa tahu saya ketemu jodoh di sini," ucap Fredy.


"Haha! Mencari jodoh toh tapi kalau boleh saya sarankan cari jodoh di aplikasi pencari jodoh saja," ucap El dengan tawa kecil.


"Saya hanya bercanda," ucap Fredy.


"Saya juga bercanda lagipula gak mungkin gak ada yang mau sama kamu. Kelihatannya kamu orang kaya dan ganteng lagi. Aku rasa pasti banyak cewek yang mau sama cowok kaya," ucap El.


"Hmm, kebanyakan cewek yang saya dapatkan pada matre semua."


"Cuma cowok kere dan pelit yang ngatain cewek matre."


"Kamu benar tapi cuma cewek gak baik yang meminta sesuatu yang berlebihan pada pacarnya terkecuali mereka sudah menikah kalau mintanya cuma tas atau alat-alat make_up sih wajar tapi kalau udah minta mobil, apartemen dan kehidupan yang layak tanpa mau dinikahi, apa itu bukan cewek matre namanya?" ucap Fredy.


"Entahlah, aku tidak tahu karena tidak pernah meminta apa pun dari laki-laki terkecuali kakakku."


"Kamu asyik juga ya diajak ngobrol kalau diajak ke hotel mau gak, kita bisa bersenang-senang di sana?"


El menghentikan langkahnya lalu menatap Fredy dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Laki-laki jurang ajar. Aku menyesal karena sudah berkenalan denganmu. Ambil minuman ini dan pergilah dari sini," ucap El sembari memberikan botol minum yang ia pegang pada Fredy.


"Anggap kita tidak pernah berkenalan," ucap El sembari pergi meninggalkan Fredy di sana!


********


Di tempat penyekapan.


"Masih tidak mau bicara? Kamu belum tahu ya hobi seorang wanita seperti saya," ucap Michelle.


"Video itu memang sudah tidak ada, saya sudah menghapusnya," ucap Darko.


"Kamu lihat pisau ini? Asal kamu tahu saja, pisau ini sudah memotong burung banyak orang. Entah kenapa saya sangat suka memotong burung milik tawanan saya, saya suka melihat tawanan saya mati perlahan," ucap Michelle.


"Saya memang tidak mempunyai video itu."


"Terserah saja tapi burung itu tidak akan lepas dari gorokan pisau mungil ini." Michelle meraih celana Darko dan berusaha membuka ikat pinggangnya.


"Istrimu mau memper***a orang tuh, Ga," ucap Aby yang melihat aksi Michelle dari ambang pintu.


Sebelumnya Michelle memang sudah menelpon Aby dan Dirga untuk datang ke tempat penyekapan itu untuk membantunya mengintrogasi Darko karena dirinya mulai bosan dengan Darko yang tidak juga berkata jujur.


"Biarkan saja, dia penasaran kali dengan ukuran senjata milik orang tua itu," ucap Dirga dengan santai seolah tak menyimpan cemburu sedikit pun.


"Jangan! Jangan lakukan ini pada saya. Saya mohon jangan bunuh saya. Saya punya anak yang masih membutuhkan saya," ucap Darko.


"Kesalahan kamu adalah kamu sudah membuang video itu dan sebagai hukumnya, saya akan tetap memotong burung ini," ucap Michelle sembari terus memegang celana Darko.


Michelle melepaskan tangannya lalu menatap Darko dengan tatapan tajam.


"Dimana video itu?"


"Ada di rumah, saya masih menyimpannya dengan baik," ucap Darko.


"Kenapa gak bilang dari tadi?" ucap Michelle.


"Michelle, kenapa kamu gak jadi memper***a laki-laki tua ini?" tanya Aby setelah Michelle keluar dari ruangan itu.


"Aku gak nafsu. Punya Dirga lebih jumbo," celetuk Michelle.


Perkataan Michelle membuat Aby terkejut, ia pikir Michelle akan merasa malu atau salah tingkah saat dirinya bertanya seperti itu.


"Sayang, kamu berhasil memancing dia untuk berkata jujur," ucap Dirga.


"Kalian datang terlambat. Laki-laki tua itu sudah mengaku," ucap Michelle.


"Sebenarnya dari tadi kita udah di sini tapi melihat kamu mau membuka celana su tua itu akhirnya kami penasaran kamu berani gak melakukan apa yang kamu katakan," ucap Dirga.

__ADS_1


"Aku berani melakukan apa pun bahkan aku berani memotongnya," ucap Michelle.


"Kamu lebih sadis dari yang aku bayangkan," ucap Aby pada Michelle.


"Hati-hati Ga, lama-lama punya kamu juga akan dipotong nanti kalau kamu nakal," sambung Aby.


"Nggaklah, kalau punya Dirga dipotong nanti aku mau pakai apa?" ucap Michelle.


"Ya ampun Michelle, ternyata kamu nakal. Mawar tidak pernah membicarakan tentang burung ku, dia terlihat malu saat aku mengajaknya bercanda tentang ini tapi kamu ... sungguh diluar dugaan," ucap Aby.


"Diamlah kalian. Tolong buka ikatan laki-laki itu dan suruh dia mengambil video itu ke rumahnya," ucap Michelle.


"Baik, Sayang." Dirga langsung masuk lagi ke ruangan itu dan membuka tali yang mengikat tubuhnya!


"Michelle, kamu adalah wanita yang baik yang unik yang pernah aku temui. Dirga beruntung memiliki istri yang tangguh seperti kamu," ucap Aby pada Michelle.


"Pada dasarnya semua orang akan kerasa beruntung kalau mensyukuri apa yang mereka miliki. Kamu juga beruntung punya Mawar, dia cantik, dia baik, dia sabar, dia tangguh, dia mempunyai hati yang bersih dan dia sudah lebih dari sempurna untuk ukuran anak yang dibuang oleh orang tuanya," ucap Michelle.


*******


Di kediaman Mawar.


"Nananana, nanana." Mawar bersenandung sambil mengganti popok baby Maira.


Sebagai perempuan ini pertama kalinya Mawar menjadi seorang ibu, semua yang bersangkutan dengan bayi adalah hal baru baginya. Tentu saja Mawar masih perlu belajar banyak untuk menjadi seorang ibu yang baik untuk anak-anaknya tapi Mawar adalah Mawar. Mawar yang selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk siapa pun termasuk anak-anaknya, semua yang bersangkutan dengan anak, ia akan melakukannya sendiri dan terus memperbaiki diri dalam merawat mereka.


"Serius banget," ucap Bu Ratna.


"Ibu, sini Bu." Mawar menepuk tempat tidurnya agar Bu Ratna duduk di sampingnya.


"Ada apa?" ucap Bu Ratu sembari mengikuti arahan Mawar untuk duduk di tempat tidur itu.


"Payu***a ku sakit. Kenapa ya, Bu?" ucap Mawar.


"Itu karena asi kamu subur sedangkan Aditya dan Maira tidak terlalu banyak minum asi dan lagi ini yang pertama kamu menyusui makanya terasa sakit," jelas Bu Ratna.


"Oh ya, Bu lihat deh ada ruam di paha dan bagian bokong Aditya. Ini kenapa ya?" tanya Mawar sembari memperlihatkan bokong Aditya.


"Ini ruam popok mungkin gak cocok pakai popok yang sekarang," ucap Bu Ratna lagi.


"Berarti harus ganti popok lain ya. Aku mau suruh mas Aby beli dengan merek lain nanti," ucap Mawar.


"Kamu gak mau pergi sendiri aja?"


"Aku belum puas mainin Aditya dan Maira, Bu."


"Ya sudah, terserah kamu saja. Jadilah ibu yang baik jangan sampai kamu pilih kasih terhadap anak-anak kamu ini."

__ADS_1


"Tenang saja, Bu. Aku sudah merasakan sakitnya tidak dianggap oleh orang tuaku, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi pada anak-anakku," ucap Mawar.


Bersambung


__ADS_2