
Selama di perjalanan mereka tak mendapatkan kendala sedikitpun, nampaknya orang-orang yang ingin mengganggu mereka sudah merasa bosan karena terus kalah.
"Menurut aku ada yang aneh saat ada penyerangan tadi malam," ucap Mawar.
Sedari semalam, Mawar sudah curiga dan sudah berpikir bahwa ada orang lain yang berpihak pada Aby yang ikut bertempur melawan orang-orang tak dikenal itu tapi ia tak tahu siapa orangnya dan kenapa dia tak menampakkan dirinya.
"Maksud kamu gimana?" ucap Aby.
"Seperti yang aku katakan semalam bahwa ada orang lain yang turut dalam pertikaian semalam. Aku tidak tahu dia berpihak pada siapa tapi yang pasti ada orang lain selain kita dan kelompok penjahat itu," jelas Mawar.
"Aku juga berpikir begitu. Siapa yang menembakan peluru jarum itu? Bisa jadi orang itu sudah menyiapkan segalanya dari awal, dia pasti tahu kalau akan ada pertempuran malam tadi," ucap Dirga.
"Tapi kalau orang misterius itu ada di pihak orang-orang jahat itu kenapa dia menembak orang-orangnya? Tapi gak mungkin juga dia berpihak pada kita,siapa dia?" ucap Aby.
"Bisa saja orang misterius itu salah satu dari kelompok mereka yang tanpa sengaja menembak temannya sendiri," ucap Dirga.
"Itu gak mungkin, aku yakin ada sesuatu dibalik semua ini. Hanya orang-orang tertentu saja yang dapat membidik tepat sasaran dan jarum beracun itu ... tidak semua orang bisa membuat senjata seperti itu," ucap Mawar.
"Kalau gitu aku akan meminta bantuan pada Michelle untuk mencari tahu siapa orang itu," ucap Dirga.
"Kalian ingat gak sih dengan orang misterius yang tiba-tiba datang menolong kita waktu kita dalam perjalanan menuju kampung?" ucap Aby.
"Ya," ucap Mawar.
"Apa jangan-jangan orang itu adalah orang yang sama? Bisa jadi dia ada maksud tersendiri untuk melakukan itu kalian masih ingat kan dia menyerang orang-orang tak dikenal itu tapi setelah itu dia juga menyerang Mawar. Mungkin gak sih dia adalah orang pihak ketiga yang menginginkan kita membatalkan pembangunan pabrik itu tapi dia memiliki caranya sendiri," ucap Aby.
"Bisa jadi. Ada baiknya kita ikuti solusi dari Dirga. Kita minta Michelle mencari orang misterius itu," ucap Mawar.
**********
Di rumah sakit.
Lama, Michelle memperhatikan Roger dan wanita yang ada di dalam ruangan itu, dari pembicaraan Roger pada wanita itu, dirinya menyimpulkan bahwa saat ini Roger sedang mencari seseorang yang ia sendiri belum tahu siapa orangnya dan ada hubungan apa dengan Roger dan wanita yang dipanggilnya dengan sebutan Mama itu.
"Aku pergi dulu ya, Ma. Aku janji aku akan menemukan dia, dan kita akan bersama-sama lagi." Roger mencium kening wanita yang dari tadi hanya diam dan tak menanggapi semua perkataan Roger itu.
Terlihat dengan jelas bahwa Roger sangat menyayangi wanita itu meski wanita itu tengah mengalami gangguan dalam jiwanya.
Michelle pun segera pergi sebelum Roger mengetahui bahwa dirinya mengikutinya Roger sejak dari kampung.
*******
Di kediaman Mahendra.
"Kamu mau kemana, udah rapi gitu?" tanya Marisa.
"Aku mau ke rumah Aby," sahut Jingga dengan wajahmu yang dipenuhi rasa percaya diri.
__ADS_1
Tahu bahwa Aby akan pulang hari ini dan sudah jalan dari kampung sejak pagi tadi, membuat Jingga bersemangat untuk menemui Aby di rumahnya.
"Aby kan lagi di kampung."
"Hari ini Aby pulang tadi aku telepon tante Ratu," ucap Jingga.
"Apa, kamu telpon Bu Ratu? Kamu gak berpikir apa, gimana kalau Bu Ratu berpikir yang tidak baik tentang kamu hah?"
"Aduh, Mama jangan khawatir gitu deh. Aku juga punya otak tadi aku bilang kalau Mawar udah beberapa hari gak bisa ditelpon jadi aku menelpon tante Ratu buat nanyain Mawar," jelas Jingga.
Marisa menarik nafasnya lega, "untung saja kamu pintar," ucapnya.
"Ya iyalah kan aku belajar dari Mama," ucap Jingga.
**********
Di kampus.
"Hari ini Mawar gak akan masuk kampus lagi, besok baru dia akan masuk," ucap Mia.
"Tahu dari mana lo?" tanya Yura.
"Dari si cupu," sahut Mia.
"Lo gila ya, kalau dia curiga gimana? Ngapain lo nanyain si Mawar? Biasanya juga lo benci sama Mawar," ucap Ghina.
"Gue gak tanya tapi Galaxi yang bertanya karena gue ada di sana jadinya gue juga mendengar perkataan mereka. Ya, kali gue sudi nanyain anak itu," ucap Mia.
"Gak sabar deh pengen lihat permainan besok. Pasti seru," ucap Ghina.
Tiga gadis itu tertawa terbahak, mereka yakin kalau Mawar akan kalah dari mereka dan akhirnya pergi jauh dari kampus itu.
**********
Di rumah Abymana.
"Hah akhirnya kita sampai juga," ucap Mawar sembari menghempaskan tubuhnya ke sofa yang ada di ruang keluarga.
Aby menatap Mawar lalu tersenyum tipis.
"Kamu capek ya? Mau minum apa? Biar aku buatkan," ucap Aby pada Mawar.
"Kamu juga pasti capek, aku aja yang bikin minum," ucap Mawar.
"Gak usah, kamu diam aja di sini. Sekali-kali aku boleh lah melayani kamu."
Mawar tersenyum lalu berkata, "minuman apa aja yang penting kamu ikhlas dan gak bikin kamu repot."
__ADS_1
"Oke, tunggu ya." Abymana pun langsung bergegas ke dapur mereka!
"Tuan Muda mana?" tanya Dirga pada Mawar.
"Di dapur, lagi bikin minum," sahut Mawar.
"Aku mau langsung pulang aja ya. Ussy udah nunggu di rumah," ucap Dirga.
"Minum dulu nih, udah saya buatkan," ucap Aby yang sedang berjalan ke arah mereka dengan membawa nampan yang berisi enam gelas minuman.
"Tuan Muda, ini ... astaga ini sungguh momen langka, ini harus diabadikan lewat kamera ponsel," ucap Dirga sembari merogoh ponselnya dari dalam saku celananya.
Dirga memfoto Aby yang masih memegang nampan berisi gelas-gelas berisi air minum berwarna oranye.
"Terus itu foto mau kamu apain hah? Mau diupload di sosial media dengan caption suami takut istri gitu?" ucap Aby pada Dirga.
"Ya nggak gitu juga, Tuan Muda. Saya bangga aja dibuatkan minum oleh bos sendiri."
Mawar tertawa kecil mendengar perkataan Dirga.
Tak lagi menghiraukan kata-kata Dirga, Aby langsung membagikan minuman yang ia buat pada semua orang rumahnya.
"Tiga lagi buat Frans, Salman dan Joe, sebentar ya, aku anterin ini dulu," ucap Aby setelah menaruh minuman untuk mereka di atas meja itu lalu dia langsung bergegas ke luar rumah untuk memberikan minuman itu pada para bodyguardnya!
"Tuan Muda bisa gini ya setelah hidup sama kamu," ucap Dirga setelah Aby pergi.
"Gini gimana?" tanya Mawar lalu menyeruput minumannya.
"Dulu pas sama Jingga jangankan bikinin minuman untuk orang lain bicara aja jarang, tiap hari kerjaannya belanja terus. Entah apa yang dibeli oleh Jingga itu tapi yang pasti tiap hari dia ngajak Tuan Muda belanja," jelas Dirga.
"Ngomongin saya kamu?" ucap Aby yang berdiri dibelakang Dirga.
"Seperti yang Anda dengar," ucap Dirga lalu meminum minumannya sampai habis.
"Saya pulang dulu ya," sambung Dirga sebelum Aby mengoceh padanya.
Dirga pun langsung pergi tanpa mendengarkan perkataan Aby maupun Mawar.
"Dasar ππ’π΅πΆπ¨π°π΄," ucap Aby sembari duduk di samping Mawar.
Mawar mengerutkan dahinya karena tak mengerti dengan perkataan Aby.
"Latugos? Apa itu?" tanya Mawar.
"ππ’π΅πΆπ¨π°π΄, laki-laki tukang gosip," ucap Aby.
Mawar tertawa sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
__ADS_1
"Ya ampun, ternyata itu singkatan," ucap Mawar di sela tawa nya.
Bersambung